Ketua DPRD Pati Ikut Meriahkan Haul Syeh Djangkung

Sunday, February 05, 2023 Add Comment
NAIK JEEP : Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin bersama Kapolresta Pati ikut arak-arakan dalam rangka Haul Syeh Djangkung. 

PATI - Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin menghadiri Kirab Luwur dan Nyadran dalam rangka Haul Syeh Djangkung Landoh ke-382 yang diselenggarakan di Area Makam Syeh Djangkung, Kayen, Minggu (5/2/2023).

Dalam acara itu juga turut dihadiri Pj Bupati Pati, Kapolresta Pati, Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Camat Kayen. 

Ali menyebut rangkaian peringatan Haul ini sebagai sarana yang tepat untuk dapat memaknai perjuangan Syeh Djangkung di masa lampau.

"Tentunya momentum ini diharapkan bisa mengingatkan kita untuk senantiasa dapat mewarisi perjuangan yang sudah dilakukan oleh para pendahulu," ujar Politisi dari PDIP itu. 

Ia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum berharga untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang unggul dalam pendidikan, ulet, dan juga tetap menumbuhkan nilai-nilai adat-istiadat. 

Pada kesempatan itu, Ali juga turut ikut dalam perjalanan kirab. Bersama Kapolresta Pati, Ketua Dewan itu menaiki mobil jeep yang telah disiapkan panitia haul. 

Sepanjang perjalanan, Ali melambaikan tangan sembari melemparkan senyuman untuk menyapa warga yang ada di daerah pemilihanya itu. (adv) 


Dewan Pati Dukung Rencana Program Dashboard Satu Data Kesejahteraan Anak

Saturday, February 04, 2023 Add Comment


PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Hj Maesaroh mengapresiasi adanya rencana program Dashboard Satu Data Isu Kesejahteraan Anak yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Pihaknya menuturkan, melalui program tersebut, diharapkan mampu mengakomodir permasalahan sosial anak dan remaja, khususnya di wilayah Kabupaten Pati.

“Tentunya dengan adanya dashboard itu ya mas, saya sangat-sangat mengapresiasi sekali. Dan diharapkan dapat bermanfaat bagi anak,” katanya. 

Diketahui bahwasannya program tersebut, akan dimulai diluncurkan oleh Kementerian PMK pada awal tahun 2023.

Yang mana, dalam dashboard satu data Kesejahteraan tersebut, juga diharapkan mampu memudahkan kontrol pencapaian target indikator Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah (RAN Pijar).

“berharap dengan adanya itu untuk anak sekolah dan juga remaja. Agar lebih mudah untuk memudahkan pencapaian dari program Kementerian PMK,” jelasnya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga menambahkan agar dalam pelaksanaan dapat dilakukan evaluasi serta pendampingan atas program yang dicanangkan.

Maesaroh menyebut, dalam program Dashboard tersebut pula, perlu keterlibatan beberapa stakeholder dan lintas sektoral dalam mensukseskan agenda program kesejahteraan bagi anak dan remaja.

“Program ini juga nantinya perlu dilakukan evaluasi, selain itu juga pendampingan mengingat beberapa dinas yang dilibatkan pada program tersebut,” pungkasnya. (adv)


Dewan Pati Dukung Rencana Pameran UMKM di Porprov

Saturday, February 04, 2023 Add Comment

 

PATI - Pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bakal ikut memeriahkan pentas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023 pada 5-11 Agustus mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno berharap dengan adanya pameran UMKM bisa mengangkat potensi UMKM di Pati.

“Harapannya dalam momen Porprov Jateng, UMKM bisa memamerkan hasil produknya sehingga bisa mengatrol hasil penjualannya. Minimal produk UMKM bisa lebih di kenal masyarakat se Jawa Tengah yang ikut sebagai kontingen cabang olahraga yang akan berlaga di momen tersebut, sehingga sewaktu waktu bisa memesan atau membelinya,” ucapnya.

Momen ini harus dimaksimalkan oleh para pelaku UMKM. Sebab, yang datang tidak hanya warga dari Pati saja, tapi juga dari daerah lain.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pati, Mustamadji mengatakan, rencananya pameran UMKM akan digelar di kompleks Stadion Joyokusumo.

“Dari pak gubernur menyampaikan bahwa saat mengadakan Porprov ini harus ada pemberdayaan UMKM. Pameran UMKM ini tidak hanya dilaksanakan di Pati saja, tapi semua daerah Pati Raya yang menjadi tuan rumah diharapkan ikut memberdayakan ekonomi kerakyatan, dalam hal ini UMKM,” katanya.

Menurutnya, pameran UMKM direncanakan dibuka sepanjang penyelenggaraan Porprov. Sehingga diharapkan bisa mengangkat ekonomi di Kabupaten Pati.

Selain pameran UMKM, Porprov Jateng nanti juga akan dimeriahkan oleh para seniman yang ada di Kabupaten Pati. Baik itu kesenian tradisional maupun modern.

Mustamadji menambahkan, Kabupaten Pati akan menjadi tempat opening ceremony Porprov Jateng 2023. Oleh karena itu, pihaknya sudah menyiapkan pesta pembukaan ajang multievent olahraga se-Jawa Tengah ini dengan meriah. (adv)


Dewan Apresiasi Para Atlet Pati yang Lolos Porprov Jateng 2023

Saturday, February 04, 2023 Add Comment

PATI - Dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng mendatang, Kabupaten Pati akan mengikutsertakan sebanyak 425 atlet dan 600 orang terdiri dari pelatih dan official.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah mengapresiasi kepada 425 atlet Kabupaten Pati yang lolos Porprov Jateng 2023.

“Apresiasi kami berikan kepada 425 atlet asal Kabupaten Pati yang lolos Proprov Jateng 2023,” ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Pati, Mustamaji mengatakan pencapaian ini cukup mengejutkan, pasalnya di Pra Porprov kemarin, KONI Pati hanya menargetkan bisa meloloskan 300 atlet saja.

“Tapi atlet yang lolos kita lolos 425 atlet. Terima kasih pengurus cabang olahraga. perhitungan diluar dugaan. Hasil pembinaan sangat berhasil,” imbuhnya.

Hal tersebut tentunya membuktikan bahwa animo atlet dan pengurus Cabor daerah dalam event olahraga provinsi tahunan tersebut sangat tinggi. Dengan pencapaian tersebut, Mustamaji optimis, Kabupaten Pati nantinya bisa menempati klasemen 5 besar bahkan menjadi juara umum di Porprov Jateng 2023.

Untuk diketahui, acara Porprov sendiri akan digelar di Pati Raya (Pati, Rembang, blora, Jepara, Kudus) dan Grobogan pada tanggal 5-11 Agustus 2023 mendatang.

Sementara itu, Kabupaten Pati akan menjadi tempat opening ceremony Porprov Jateng 2023. Lebih tepatnya di kompleks Stadion Joyokusumo. (adv)

Dewan Pati Minta Polisi Beri Tanggapan Soal Isu Penculikan Anak

Saturday, February 04, 2023 Add Comment

 

PATI - Menanggapi maraknya isu yang beredar di masyarakat mengenai kasus penculikan usia anak, mendapatkan respon dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Hj. Maesaroh.

Pihaknya mengimbau agar pihak kepolisian dapat memastikan kebenaran dari informasi yang beredar tersebut.

Sehingga diharapkan mampu memberikan imbauan dan kewaspadaan kepada masyarakat terkait dengan penculikan anak yang diisukan terjadi.

“Saya pastikan, apakah ini benar-benar ataukah justru hoax. Jika itu benar, memang harus dilacak oleh pihak kepolisian dan meningkatkan kewaspadaan keamanan,” katanya pada Sabtu, (4/2/2023).

Lebih lanjut, pihaknya juga meminta orang tua agar pengawasan pada anak lebih ditingkatkan.

Ia menuturkan agar pengawasan tersebut dapat diberikan saat anak bermain bahkan hingga akan berangkat ke sekolah.

“Peranan pengawasan orang tua juga penting untuk ditingkatkan, baik saat anak sedang bermain atau juga saat berangkat sekolah, benar-benar dipastikan sudah sampai di sekolah,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan informasi yang beredar di wilayah Kabupaten Pati, indikasi penculikan terhadap anak tersebut sempat terjadi.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Sumbermulyo, Sutrisno yang mana terdapat salah satu warganya pernah mendapatkan ancaman yang diduga indikasi penculikan.

“Kalau untuk ancaman kekerasan pada anak itu ada laporan, mungkin penculikan. Tapi sudah kami koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas perihal itu,” tandasnya. (adv) 

Komisi D DPRD Pati Soroti Banyaknya Anak Kecanduan HP

Saturday, February 04, 2023 Add Comment

 

PATI - Tingginya kasus kecanduan anak terhadap gadget atau hp android mematik perhatian dari Anggota Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati. Politisi berhijab dari Partai Golkar itu mengaku sangat prihatin. Karena banyak anak yang lebih gemar bermain game atau menonton video melalui hp ketimbang harus belajar.

“Hari ini memang tragis, anak-anak bahkan tidak hafal Pancasila karena dan lebih hafal lagu-lagu yang sedang tranding di medsos, ” ucap Endah Sri Wahyuningati, Sabtu (4/2/2023) 

Padahal, menurutnya pendidikan kewarganegaraan sangatlah penting dalam kehidupan. Karena di dalamnya banyak sekali pelajaran yang menjunjung norma serta rasa nasionalis.

Lebih dari itu, ia menceritakan fenomena saat ini dengan masa kecilnya sangatlah berbeda jauh. Yang mana pada saat kecil ia harus dituntut hafal yang namanya Pancasila.

“Karena kalau saya dulu bahkan harus bisa menghafal semua isi dan makna Pancasila. Kalau saat ini kan tidak, anak-anak justru kecanduan HP, ” jelasnya.

Dia pun berpesan pada para orang tua bisa mengingatkan anak-anak nya supaya bisa mengatur waktu antara belajar dan bermain HP, yang mana itu demi kebaikan mereka ke depannya. (adv) 

Bermunculan Sekolah Baru, Komisi D : Pemkab Pati Harus Perhatikan Sekolah yang Lebih Dulu Ada

Friday, February 03, 2023 Add Comment

Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati. 

 PATI – Mudahnya akses untuk mendapatkan perizinan mendirikan sekolah di Kabupaten Pati, menarik perhatian Endah Sri Wahyuningati selaku Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.

Pasalnya, ia mengatakan jika sekolah-sekolah baru bermunculan, dikhawatirkan kualitas serta minat siswa untuk masuk sekolah baru akan terus berkurang dan mengakibatkan sekolah tersebut bisa tutup dan terbengkalai.

Untuk menghindari mubazir pengeluaran anggaran untuk pembangunan sekolah, ia menginginkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bisa memaksimalkan sekolah-sekolah yang sudah ada.

Karena menurut Endah Sri Wahyuningati, banyak sekolah di Pati yang mempunyai kualitas sangat bagus bahkan mempunyai prestasi go internasional.

“Sebetulnya kami sepakat jika Pemkab Pati bisa benar-benar memperketat pemberian izin mendirikan sekolahan-sekolahan baru. Alangkah baiknya jika kita bisa memaksimalkan potensi-potensi sekolah yang sudah ada,” ujarnya, Kamis (2/2/2023).

“Mohon maaf sebelumnya, jika sekolahan semakin banyak ditakutkan nanti tidak muridnya yang berujung nanti sekolahan tersebut kembali tutup, ini kan sangat disayangkan,” sambungnya.

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut tidak ingin jikalau anggaran dari pemerintah, nantinya tidak efisien untuk kesejahteraan pendidikan yang diterima oleh anak penerus bangsa.

“Memang benar pertumbuhan manusia semakin bertambah banyak, tetapi jika sekolah terlalu banyak dan juga gedung sudah di buat, anggaran-anggaran sudah dimasukkan tapi tidak ada yang masuk ke sekolah tersebut kan sayang,” pungkasnya. (adv) 

Dewan Pati : Jangan Panik Berlebihan Soal Berita Penculikan Anak

Friday, February 03, 2023 Add Comment

 

PATI - Maraknya informasi yang berkembang tentang aksi peculikan anak, tentu membuat resah masyarakat. Apalagi informasi itu begitu masif beredar di berbagai platform media sosial. 

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD Pati, Siti Aisyah mengatakan, berita atau informasi itu belum tentu kebenarannya. 

Karena itu dirinya mengimbau supaya masyarakat tidak mudah percaya dengan berita yang masih simpang siur.

“Ya saya rasa masyarakat tidak perlu secara mudah percaya terkait isu penculikan anak yang beberapa waktu lalu viral di Pati, dari awal berita itu muncul jangan langsung buru-buru percaya, kalau ada berita seperti harus dicari tahu dulu kebenarannya, ” ujarnya, Jumat, (3/2/2023). 

Politisi dari partai PDIP tersebut mengungkapkan, tidak sedikit para orang tua yang merasa resah dengan adanya pemberitaan tentang penculikan, serta kekerasan kepada anak usia dini.

Kendati demikian, kabar tersebut juga memberikan efek baik kepada masyarakat yang semakin waspada menjaga anak-anak mereka supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Berita seperti itu sebenarnya meresahkan masyarakat jika tidak benar. Tapi setidaknya ada sisi positifnya, orang tua bisa semakin waspada menjaga anak-anak mereka,” jelas dia.

Kembali ia menekankan, sebelum ada penjelasan secara mendetail dari pihak kepolisian terkait isu tersebut, wanita yang lebih familiar di panggung Bu Sis ini mengimbau jangan terlalu dibesar-besarkan.

“Pokoknya sebelum ada kejelasannya jangan dibesar-besarkan nanti malah membuat para orang tua semakin panik, yang pasti kita harus selalu waspada dalam menjaga anak-anak kita,” pungkasnya. (adv) 

Anggota DPRD Pati Soroti Kelangkaan Minyakita di Pasaran

Friday, February 03, 2023 Add Comment

PATI - Kelangkaan produk Minyakita di pasaran mendapat sorotan dari Anggota DPRD Pati, Narso.

Menurut Politisi dari PKS itu harusnya produk Minyakita di Pati tidak boleh sampai mengalami kelangkaan mengingat harga minyak goreng masih fluktuatif.

Terlebih ada 40 perusahaan mitra di sisi pemerintah yang memproduksi minyak goreng murah tersebut.

“Ada 40 lebih perusahaan yang memproduksi atau yang mengemas minyakita ini. Tentunya di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan,” ujar Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) DPRD Kabupaten Pati itu belum lama ini. 

Menurutnya dengan kondisi saat produksi Minyakita jangan sampai tersendat mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santoso, saat dikonfirmasi terkait kelangkaan Minyakita di pasar, Dia mengatakan, Kabupaten Pati akan mendapatkan tambahan pasokan minyak goreng murah merek Minyakita produksi Kementerian perdagangan (Kemendag).

Dia menyebut alokasi minyakita akan disalurkan ke Pati paling cepat minggu depan.

Namun Hadi  belum bisa memastikan berapa jumlah pasti minyak yang akan dialokasikan di Pati.

“Kita belum dapat informasi berapa jumlah alokasinya. Tapi sudah ada jaminan pasokan sampai dengan lebaran Idul Fitri”  ujar Hadi. (adv)

Wartawan Itu Mengedukasi Bukan Menakuti Masyarakat

Friday, February 03, 2023 Add Comment

 

PATI - Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati, memberikan tanggapan terkait banyaknya jumlah wartawan yang ada di Kabupaten Pati. 

Menurutnya, seorang yang berprofesi sebagai wartawan harus bisa mengedukasi atau mencerdaskan masyarakat dengan karya-karya jurnalistiknya. 

Karena menurutnya, salah satu tugas wartawan selain menjadi kontrol sosial, juga bertugas untuk memberikan edukasi atau pembelajaran yang positif untuk masyarakat. 

"Pemberitaan yang edukatif dirasanya dapat membangun, serta memberikan dampak yang positif bagi semua warga," ujar politisi dari Partai Golkar itu. 

Dia juga mengemukakan, apa yang ditulis para jurnalis akan berdampak sangat luas. Maka dari itu, ia berpesan supaya Jurnalis saat membuat berita harus objektif dan berimbang. 

Dan sebagai pewarta tidak boleh menyebar kegalauan di masyarakat terkait isu yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan sampai menyebar isu di tengah kegalauan masyarakat. Pers itu harus bermata 2 yang harus bisa memberikan efek baik ke atas dan memberi edukasi ke bawah dan keseimbangan untuk kanan kiri, mungkin seperti itu,” ujarnya. 

Apalagi, sambungnya, memanfaatkan nama profesi wartawan untuk mencari keuntungan dengan modus mencari-cari kesalahan dan menakut-nakuti narasumber. 

"Mencari-cari kesalahan dan ujung-ujungnya meminta sesuatu. Itu sangat tidak boleh dilakukan oleh wartawan," pungkasnya. (adv)

Komisi A Soroti Tingginya Kasus KDRT di Pati

Friday, February 03, 2023 Add Comment

 

PATI - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT yang terjadi di Kabupaten Pati menunjukan angka relatif tinggi. Tidak jarang penyelesaian masalah KDRT berujung ke ranah hukum. 

Menangapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Pati, Bambang Susilo mengatakan, kasus kekerasan dalam rumah tangga itu sebaiknya dihindari. Mengingat negara ini adalah negara hukum. Dan pelaku KDRT bisa terancam pidana.

"Seyogjanya jika ada permasalahan dalam rumah tangga diselesaikan dengan cara baik-baik saja. Tidak perlu sampai ada kekerasan. Karena pelaku KDRT bisa dipidanakan," kata Bambang. 

Jika memang, lanjut Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, sudah tidak sejalan bisa langsung saja memutuskan hubungan dengan cara bercerai dan tidak usah bertengkar hebat.

Karena kebanyakan yang menjadi korban dari kekerasan tersebut adalah anak-anak yang psikologinya masih rentan.

“Apapun masalahnya alangkah baik jika terlebih dahulu dimusyawarahkan. Kalau memang sudah tidak bisa dimusyawarahkan ya tidak usah keras-keras lah cukup keluarga yang tau, kasihan buah hati mereka, ” jelasnya.

Lebih dari itu, ia mengingatkan supaya kedua belah pihak ini ingat akan yang namanya agama, supaya tidak terjadi yang lebih jauh lagi.

“Selain itu mereka juga harus sadar dengan agama supaya tidak terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Kalau memang sudah tidak cocok ya bercerai saja, jangan pakai kekerasan, ” saran dan tutup Bambang. (adv) 


KPP Pratama Pati Sosialisasikan Pemutakhiran Data NIK menjadi NPWP

Wednesday, February 01, 2023 Add Comment

PATI – Penggunaan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) sebagai (Nomor Pokok Wajib Pajak) NPWP sudah berlaku penuh mulai tahun 2024. Penggunaan NIK sebagai NPWP diberlakukan mengingat Indonesia menuju integrasi satu data nasional. Data nasional ini akan menjadi acuan dari setiap dokumentasi, aktivitas bisnis, maupun kewajiban perpajakan warga negara.

Pengintegrasian NIK menjadi NPWP bertujuan agar mempermudah Wajib Pajak (WP) dalam mengurus administrasi perpajakan dengan menggunakan identitas tunggal. WP tidak perlu lagi menghapal 15 digit NPWP dan hanya perlu mengingat 16 digit NIK.

Hal tersebut disampaikan Kepala KPP Pratama Pati, Paulus Soetjipto Adi Dosoputro saat ditemui dalam acara Sosialisasi Pelaporan SPT Tahunan dan Pemutakhiran Data NIK menjadi NPWP kepada Bendahara Pengeluaran SKPD Kabupaten Pati di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, yang dihadiri oleh Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Jumani, Kepala BPKAD Pati Sukardi, Kepala Bappeda Kabupaten Pati Muhtar pada Selasa (31/1).

“Penggantian NPWP menjadi NIK ini pada dasarnya untuk satu data Indonesia. Jadi bukan hanya untuk keperluan perpajakan saja, tapi nanti semua pelayanan publik menggunakan NIK. Sehingga nanti pelayanan akan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selain mensosialisasikan pemutakhiran data NIK menjadi NPWP, pihaknya juga menekankan kepada masyarakat untuk melakukan laporan SPT tahunan perseorangan maupun badan.

“Untuk SPT Tahunan Orang Pribadi itu batas waktunya adalah 3 bulan setelah akhir tahun pajak. Jadi untuk SPT Tahunan tahun pajak 2022 batas terakhirnya adalah 31 Maret 2023. Tapi saya berharap sebelum itu masyarakat segara melaporkan SPT Tahunan,” katanya.

Paulus menambahkan, pendapatan negara lewat pajak di tahun ini adalah 2.463 triliun rupiah. Dan KPP Pratama Pati diamanahkan untuk mendapatkan 603 milyar rupiah. Sedangkan pada tahun lalu targetnya hanya 575 milyar rupiah dan bisa tercapai. 

“Target untuk tahun ini naik menjadi 603 milyar. Dengan dukungan dari masyarakat Pati dan Rembang target ini bisa kita raih. Karena dengan tercapainya target penerimaan pajak, tentu sangat bermanfaat untuk pembangunan negara,” jelasnya. 

Dirinya berharap, semua target yang diamanahkan untuk KPP Pratama Pati bisa tercapai. Selain itu, pihaknya juga menargetkan tahun ini KPP Pratama Pati mendapat predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK).

“Kita akan berikan pelayanan yang lebih tepat, cepat dan gratis tanpa dipungut biaya,” imbuhnya.

Sementara itu, PJ Bupati Pati Henggar Budi Anggoro yang juga hadir dalam acara tersebut menambahkan, "Program migrasi NIK menjadi NPWP dari Dirjen Pajak ini untuk memudahkan masyarakat.

“Sekarang ini tidak hanya dari sisi perpajakan saja, namun semua nantinya akan menjadi satu data di NIK. Sehingga masyarakat hanya perlu mengingat NIK saja,” katanya.

Henggar juga menekankan, agar ASN di lingkup Kabupaten Pati agar segera lapor SPT Tahunan. “Batas waktu kan 31 maret 2023, jadi nanti kita akan percepat di akhir februari semua ASN harus sudah lapor SPT Tahunan,” pungkasnya.(adv) 

Satu Dekade Kontribusi BPJS Kesehatan Mewujudkan Indonesia Lebih Sehat

Monday, January 30, 2023 Add Comment

 


JAKARTA– Sepanjang hampir 10 tahun berjalan, kehadiran BPJS Kesehatan sebagaipenyelenggara Program JKN telah merevolusi sistem layanan kesehatan Indonesia. Tidak hanya menyatukan berbagai skema asuransi jaminan kesehatan sosial di Indonesia yang sebelumnya terkotak-kotak, BPJS Kesehatan juga menciptakan ekosistem JKN yang kuat dan saling bergantung satu sama lain dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) bagi penduduk Indonesia.

“Hampir satu dekade, Program JKN telah berkembang menjadi program strategis yang memiliki kontribusi besar dan mampu membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Banyak negara sangat tertarik kepada BPJS Kesehatan sebagai sebuah program gotong royong berkonsep single payer, ini sulit ditemukan di negara-negara lain. Jika dibandingkan negara-negara lain yang butuh belasan hingga ratusan tahun untuk mencapai UHC, progres di Indonesia ini terbilang luar biasa pesat,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti dalam acara Diskusi Publik Outlook 2023 10 Tahun Program JKN, Senin (30/01).

Ghufron memaparkan, kepesertaan JKN melonjak pesat dari 133,4 juta jiwa pada tahun 2014 menjadi 248,7 juta jiwa pada 2022. Artinya, saat ini lebih dari 90% penduduk Indonesia telah terjamin Program JKN. Khusus untuk peserta JKN dari segmen non Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang mencakup Pekerja Penerima Upah (PPU), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), dan Bukan Pekerja, pada tahun 2014 berjumlah 38,2 juta jiwa. Tahun 2022, angka tersebut naik tajam menjadi 96,9 juta jiwa.

Dalam kurun waktu hampir 10 tahun, penerimaan iuran JKN juga mengalami peningkatan menjadi lebih dari Rp 100 triliun, dari tahun 2014 sebesar Rp 40,7 triliun menjadi Rp 144 triliun pada tahun 2022 (unaudited). 

Ghufron mengungkapkan bahwa di masa-masa awal beroperasi, BPJS Kesehatan sempat mengalami defisit. Berbagai upaya pun dilakukan hingga Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan berangsur membaik, bahkan kini dalam kondisi amat sehat. 

Kesehatan keuangan DJS per 31 Desember 2022 tercatat sebesar 5,98 bulan estimasi pembayaran klaim kedepan, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saat ini tidak ada lagi istilah gagal bayar rumah sakit. Bahkan kami bisa membayar sebagian biaya klaim rumah sakit sebelum diverifikasi untuk menjaga cashflow, sehingga rumah sakit bisa optimalmelayani pasien JKN. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah kami. Bahkan, pemerintah juga sudahmenaikkan tarif pembayaran layanan kesehatan di Puskesmas dan di rumah sakit untuk memotivasi fasilitas kesehatan meningkatkan mutu pelayanannya,” tutur Ghufron.

Dengan bertumbuhnya cakupan kepesertaan JKN, angka pemanfaatan pelayanan kesehatan pun turut meningkat. Dari 92,3 juta pemanfaatan pada tahun 2014, menjadi 502,8 juta pemanfaatan pada tahun 2022. 

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga giat mengusung program promotif preventif, termasuk melalui skrining kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari penyakit tertentu. Tahun 2022, tercatat sebanyak 15,2 juta peserta JKN telah memanfaatkan layanan skrining BPJS Kesehatan, mulai dari skrining riwayat kesehatan, skrining diabetes melitus, skrining kanker serviks, dan skrining payudara.

“Faktanya, bukan orang kaya yang paling banyak menggunakan BPJS Kesehatan. Justru, yang paling banyak memanfaatkan BPJS Kesehatan dengan biaya terbesar adalah kelompok PBI. Tercatat jumlah kasus pemanfaatannya lebih dari 31 juta kasus dengan biaya lebih dari Rp27,5 triliun. Sementara,penyakit dengan biaya terbesar yang paling banyak dimanfaatkan oleh PBI adalah penyakit jantung, yaitu sebesar 4,2 juta kasus dengan biaya Rp3,2 triliun. Terlihat paling diuntungkan dan terbantu atau paling banyak dana JKN digunakan adalah peserta PBI,” ujar Ghufron.

Ghufron menegaskan, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN sudah matang menjalankan tugasnya. Pelaksanaan JKN selama ini sudah on the right track, bahkan ada perbaikan terus menerus yang nyata. 

Menurutnya, untuk menciptakan ekosistem JKN yang sehat, semua pihak harus mengoptimalkan kerja sama sesuai dengan peran, kewenangan, dan tanggung jawabnya masing-masing.

“Sebagai single payer institution, kemandirian lembaga BPJS Kesehatan perlu dijaga bersama, agar terhindar dari intervensi manapun supaya hal-hal baik yang sudah dirasakan manfaatnya bagi Indonesia ini, bisa terus berkelanjutan. Program jaminan sosial ini satu-satunya bentuk gotong royong bangsa yang riil dirasakan masyarakat luas dan terasa sekali negara hadir di dalamnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan bahwameski penyelenggaraan Program JKN saat ini sudah mengalami banyak perbaikan di berbagai aspek, tetap ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan. Mulai dari isu kepesertaan, mutu layanan kesehatan, efektivitas pembiayaan, hingga soal pembiayaan.

“Dari aspek kepesertaan, ada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dipakai seluruh kementerian/lembaga untuk menentukan semua jenis bantuan sosial di negeri ini. Dampak DTKS ini besar sekali bagi masyarakat, sehingga perlu dukungan BPJS Kesehatan agar kepesertaan PBI benarbenar menjangkau orang yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Manusia Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan Program JKN ke depan, yaitu terkait peningkatan kualitas pelayanan, memastikan iuran terjangkau, dan upaya mewujudkan UHC.

“Program JKN menjadi wujud konkrit transformasi pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat. Yang diperlukan masyarakat saat ini adalah standarisasi pelayanan kesehatan, bukan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Kemudian dengan naiknya tarif pelayanan kesehatan, maka fasilitas kesehatan wajib meningkatkan mutu pelayanannya,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.

Acara tersebut juga dihadiri narasumber ternama lainnya seperti Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa; Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo; Direktur Eksekutif Segara Research,s Piter Abdullah; Koordinator Advokasi Jaminan Sosial BPJS Watch, Timbul Siregar; Pengamat Jaminan Sosial, Chazali Situmorang; dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti. (ril) 

Ratusan Siswa SD dan SMP Ikuti Babak Penyisihan Topas Olimpiade

Sunday, January 29, 2023 Add Comment
Para peserta nampak bersemangat dalam mengikuti babak penyisihan Topaz Olimpiade. 
PATI - Ratusan siswa SD dan SMP mengikuti babak penyisihan Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh TOPAZ GLOBAL EDUCATION bekerjasama dengan ASTANA ILMU. Kegiatan itu berlangsung di SMA Negeri 1 Kayen, pada Sabtu (28/1). 

Panitia kegiatan, Rasmo mengatakan,  kompetisi ini dikuti sebanyak 258 peserta yang datang dari berbagai SD dan SMP di Kabupaten Pati dan sekitarnya. 

Menurutnya, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan jiwa berkompetisi bagi para siswa serta menumbuhkan rasa keberanian dan percaya diri pada seluruh peserta.

"Supaya siswa-siswi mulai dari SD dan SMP menyukai pelajaran Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris. Termasuk juga untuk membangkitkan semangat berkompetisi siswa," kata Rasmo. 

Dari pantuan di lokasi, para peserta nampak antusias mengikuti jalanya kompetisi. Mereka diminta untuk mengerjakan soal secara tertulis sesuai dengan mata pelajaran yang dipilih.

Setelah mendapat lembar soal, para perserta lalu dengan semangat mengerjakan sesuai dengan waktu yang diberikan. 

Ruang tempat pengerjaan soal pun dibagi sesuai dengan tingkatan dan lomba mata pelajaran yang diikuti. 

Sementara itu, Andre selaku perwakilan dari pihak TOPAZ GLOBAL EDUCATION mengatakan, kegiatan ini adalah merupakan ajang penyisihan untuk mencari siswa yang akan dilombakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

"Bagi siswa yang lolos dalam penyisihan ini akan mengikuti kompetisi di tingkat Provinsi Jateng, lalu finalnya akan digelar di Jogja," ujar Andre. 

Andre pun memberikan apresiasi dalam pelaksanaan babak penyisihan Topaz Olimpiade yang digelar di SMA Negeri 1 Kayen itu. 

"Selain peserta kompetisi, para panitia juga sangat antusias. Karena itu kami ucapkan terima kasih kepada SMA Negeri 1 Kayen telah membantu mensukseskan kegiatan ini," tandasnya. (gus)

Optimalisasi PRB, BPJS Kesehatan Cabang Pati Undang Dokter dan Apoteker

Wednesday, January 18, 2023 Add Comment
BPJS Kesehatan Kantor Cabang  Pati menggelar acara pertemuan dengan para dokter dan apoteker dalam rangka optimalisasi implementasi Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program JKN-KIS . 

PATI - Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien penderita penyakit kronis. BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati mengadakan kegiatan pertemuan dengan mengundang para dokter umum Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan apoteker apotek PRB di wilayah kerjanya . 

Acara yang berlangsung di aula pertemuan RSU Sebening Kasih Tayu, pada Rabu (18/1) itu dikuti oleh 90 dokter dan apoteker  sebagai peserta undangan yang hadir secara langsung. Sementara, peserta dari luar wilayah Kabupaten Pati yakni Rembang dan Blora ada sebanyak 167 orang mengikuti kegiatan itu secara online atau daring.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati, Dany Saputro mengatakan, kegiatan ini untuk membahas optimalisasi implementasi Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program JKN-KIS terkait dengan pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis.

Menurut Dany, sesuai Pepres no 82 Tahun 2018 dan Permenkes no 28 Tahun 2024, sebagai lembaga penjamin kesehatan masyarakat, BPJS mengemban amanah untuk menyelenggarakan Program Rujuk Balik (PRB) bagi pasien dianogsa penyakit kronis seperti, diabetes melitus, hipertensi, jantung, astma, penyakit obstruktif kronik (PPOK), Epilepsi, Skizofren, dan Stroke. 

Dalam acara kemarin, pihak penyelenggara mengambil tema 'Transfer Knowledge Penatalaksanaan Ulkus Diabetes dan Hipertensi' 

Untuk memberikan materi, dua narasumber dari dokter spesialis, yakni dr. Widi Antono, Sp.B, M.Kes, (spesialis bedah) dan dr. Dwi  Adhi Nugraha, Sp.PD, (spesialis penyakit dalam) dihadirkan. 

"Sesuai temanya 'Tranfer Knowledge' jadi para dokter umum yang hadir dalam pertemuan ini mendapat pengetahuan dari para dokter spesialis. Seputar bagaimana cara menangani pasien kronis, khususnya deabetes miletus dan hipertensi dalam kondisi stabil yang telah mendapat rujukan balik dari FKRTL," ujar Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati. 

Dany menjelaskan, Program Rujuk Balik (PRB) yaitu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis yang kondisinya stabil dan masih memerlukan pengobatan atau perawatan jangka panjang di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atas rekomendasi dari dokter spesialis yang merawat. 

"Ketika kondisi pasien stabil dan sudah mendapat rujukan balik, maka si pasien masih bisa terus berobat. Dan itu bisa dilakukan oleh dokter umum di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Jadi, si pasien tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit atau ke doter spesialis lagi," jelas Dany. 

Sementara itu, salah seorang peserta yang hadir dalam pertemuan kemarin, dr Setyo Priyatno mengatakan, Dia senang bisa mendapatkan sharing ilmu dari para dokter spesialis, terkait bagaimana penanganan pasien hipertensi dan penanganan ulkus deabetes.

"Bagi saya pertemuan semacam ini sangat bermanfaat sekali. Karena kami bisa mengetahui batasan-batasan tugas kami sebagai dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)," kata dr Setyo yang setiap harinya buka praktik di Kecamatan Juwana itu. 

Setyo melajutkan, dari pertemuan ini dia juga banyak mendapat ilmu baru dari materi yang disampaiakan para narasumber

"Dari doter Widi (spesialis bedah) kami mendapatkan pengetahuan bagaimana cara menangani pasien ulkus deabetes yakni menangani luka-luka yang diakibatkan karena deabetes dan itu kasus yang banyak terjadi di masyarakat," ujarnya.

Dari dokter Adhi (spesialis penyakit dalam), sambungya, dia mendapatkan cara penanganan pasien hipertensi, terkait dengan target tekanan darah yang bisa dicapai dan pencegahan terjadi komplikasi dengan penanganan sedini mungkin. 

"Tentunya tambahan atau update pengetahuan dari para pakar ini sangat bermanfaat untuk pelayanan pasien kami di FKTP ketika mendapat rujukan balik dari FKTRL ," tandas dr Setyo. (gus)

Sudewo Dampingi Mentri PUPR Turun Langsung ke Lokasi Banjir di Pati

Friday, January 13, 2023 Add Comment

 

PATI -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sudewo meninjau langsung lokasi banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Pati, Jawa Tengah, Kamis (12/1/2023). 

Dikatakan Menteri Basuki tinjauan ini merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani banjir di Kabupaten Kudus yang sudah berlangsung hampir dua pekan. "Saya ditugaskan Presiden untuk melihat banjir di Kudus, Jepara dan Pati, karena sampai tadi malam banjir ini masih menjadi berita di berbagai media nasional. Jadi harus ada program penanganan yang jelas untuk dilaporkan," kata Menteri Basuki. 

Diungkapkan Menteri Basuki, program pertama yang disiapkan untuk penanganan banjir di Kudus adalah peningkatan kapasitas Rumah Pompa Drainase Kencing yang masuk ke Sungai Wulan di Kecamatan Jati Kudus yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

"Kapasitas pompanya akan kita tingkatkan 10 kali lipat dari hanya 500 liter/detik menjadi 4.500 atau 5.000 liter/detik untuk menangani banjir kawasan seluas sekitar 9 km2. Pekerjaannya akan dimulai dan juga selesai tahun ini tanpa harus memperluas rumah pompa yang saat ini ada sehingga tidak perlu pembebasan lahan," kata Menteri Basuki. 

Selanjutnya dikatakan Menteri Basuki, pada tahun 2023 ini juga akan segera dimulai pekerjaan normalisasi Sungai Wulan sepanjang 47 km. “Normalisasi Sungai Wulan sudah kami programkan. Ini baru proses lelang/tender dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebsar Rp1,4 triliun dengan perkiraan penyelesaian pekerjaan selama 2 tahun,” ujarnya. 

Selain Sungai Wulan, Menteri Basuki mengatakan juga akan menyelesaikan normalisasi Serang Wulan Drainase 1 (SWD 1) dan Sungai Serang Wulan Drainase 2 (SWD 2) yakni sistem pengendali banjir di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara yang sudah mengalami pendangkalan sehingga tidak berfungsi optimal.

"Untuk SWD 1 saat ini sudah ditangani sepanjang 10 km dari total 32 km. Untuk SWD 2 sudah ditangani 7 km dari total 23 km dan tahun ini akan diselesaikan. Di antara SWD 1 dan 2 juga akan dilengkapi dengan collector drain atau saluran yang berfungsi sebagai pengumpul debit dari saluran air yang lebih kecil, serta mengaktifkan saluran kali mati yang menghubungkan SWD 1 dan 2. Selain itu juga akan dibuatkan pintu air yang dilengkapi pompa," terang Menteri Basuki.

Selanjutnya untuk penanganan banjir Kudus dan Pati, Menteri Basuki mengatakan juga akan mengoptimalkan Pintu Air Wilalung yang dibangun pada zaman Kolonial Belanda. "Pintu air ini mengatur pembagian aliran Sungai Serang ke arah Sungai Juwana di Kabupaten Pati dan Sungai Wulan. Dahulu Juwana adalah daerah rawa buangan air (retarding basin), maka dari 11 pintu air, 2 mengarah ke Sungai Wulan dan sisanya ke Juwana. Sekarang kami tutup yang ke Juwana karena sudah berkembang permukiman,"jelasnya.

Untuk penanganan di Sungai Juwana Kabupaten Pati, Menteri Basuki mengatakan tengah menyelesaikan normalisasi Sungai Juwana dan tanggul sungai sudah 10 km dan diteruskan 6 km lagi, termasuk Bendung Karet dengan volume 4,6 juta m3 yang sedang dikerjakan.  "Muara Sungai Juwana juga akan kita buka dan kita tata ulang karena banyak perahu yang bersandar sehingga turut menghambat aliran Sungai Juana," kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi mengatakan, untuk normalisasi Sungai Wulan akan menggunakan dana loan The Asian Development Bank (ADB). "Saat Ini sedang persiapan loan ADB melalui Program Flood Management And Coastal Protection Project," kata Adek.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Sudewo mengatakan, penanganan banjir di Pati dan Kudus ini butuh perhatian bersama mulai dari pemerintah kabupaten hingga pusat. 

Menurutnya harus ada upaya yang serius untuk mengatasi permasalahan banjir ini. 

" Harus dicari apa yang menjadi penyebab banjir. Saya rasa normalisasi sungai dari hulu hingga hilir perlu dilakukan. Selain itu pembangunan bendungan di titik-titik wilayah terdampak banjir juga perlu juga," kata Sudewo. 

’’Sebenarnya untuk normalisasi sungai Juwana telah dilakukan. Namun untuk yang dari Jembatan Tanjang ke hilir memang belum. Kami tengah mengupayakan itu,’’ imbuh dan tandasnya. (ril/gus) 

Mensos Santuni Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik Saat Banjir

Saturday, January 07, 2023 Add Comment

Mentri Sosial Tri Risma Maharini menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal tersengat listrik saat banjir di Semarang. 


PATI - Keluarga korban yang meninggal tersengat listrik saat banjir di Kota Semarang beberapa waktu lalu mendapat santunan dari Mentri Sosial Tri Risma Maharini.

Penyerahan santunan berlangsung di kantor Sentra Margo Laras Pati. Bantuan berupa uang tunai itu diserahkan langsung kepada keluarga korban, Jumat (7/1). 

"Penyerahan santunan untuk keluarga terdampak banjir ini memang bukan warga Pati, melainkan warga Tegal, Jepara dan Ngawi," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Pati.

Sementara peristiwa meninggalnya ke tiga korban tersebut, kata dia, tempat kejadiannya di Semarang.

Hanya saja, imbuh dia, keluarga korban dikumpulkan jadi satu di Pati untuk menerima santunan.

Nilai santunan yang diberikan kepada masing-masing keluarga korban sebesar Rp15 juta.

Untuk diketahui, tiga orang  tewas akibat tersengat listrik di tengah banjir di Kota Semarang.

Dua di antaranya merupakan mahasiswa yang tinggal kos-koasan di daerah Genuk Semarang, yakni Dinda Shefira Angelita (19) asal Kabupaten Tegal dan Muh Kevinabeel (19) asal Kabupaten Jepara.

Keduanya meninggal dunia setelah tersetrum listrik dari kabel yang putus di tengah genangan banjir, Sabtu (31/12).

Adapun korban ketiga ialah Sunarto asal Ngawi, Jawa Timur. Dia merupakan pekerja di Kawasan Industri Terboyo. Dia tewas tersengat listrik saat hendak menyalakan mesin genset, Senin (2/1/) lalu.

Iin Sofiati, orang tua almarhumah Dinda Shefira Angelita (19) asal Desa Jatibogor, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal menyampaikan terima kasih karena tidak menyangka mendapatkan perhatian langsung dari Menteri Sosial Tri Rismaharini.

"Saya juga tidak menyangka santunannya juga diserahkan sendiri oleh ibu menteri," ujarnya.

Ia berharap peristiwa nahas yang menimpa anaknya pada 31 Desember 2022 tidak terulang, sehingga pihak terkait harus memastikan ketika banjir tidak ada jaringan listrik yang terbuka dan membahayakan warga sekitar. 

Dalam kesempatan itu, Risma tidak hanya menyerahkan santunan untuk keluarga korban meninggal, mantan Wali Kota Surabaya itu juga menyempatkan untuk melihat kondisi warga yang tinggal di lokasi banjir di Kabupaten Pati. 

Dia juga menyerahkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Bantuan yang diserahkan, yakni logistik, makanan, kasur, tenda, perahu karet dan tempat tidur lipat atau velbed, serta mainan untuk anak-anak.

Dalam menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Kasiyan, Mensos mendatangi langsung ke lokasi desa yang terisolasi akibat genangan banjir tersebut dengan naik perahu karet. (gus)