Pakai Outfit DYN Clothingline, Para Selebgram Tampil Mewah di Juwana Fashion Week

Tuesday, August 16, 2022 Add Comment
Model nampak anggun saat mengenakan aoutfit dari koleksi DYN Clohingline milik pengusaha sekaligus desainer muda asal Juwana Diana Fatimah Azzahro

PATI - Juwana Fashion Week menyedot perhatian masyarakat Juwana dan sekitarnya Sabtu (13/8) malam. Para selebgram mengenakan outfit kece dari koleksi DYN Clohingline milik pengusaha sekaligus desainer muda asal Juwana Diana Fatimah Azzahro, di acara yang diadakan dalam rangka HUT ke 77 RI di Kecamatan Juwana itu. 

Owner DYN Clothingline Diana Fatimah Azzahro mengaku sangat senang bisa ikut berpartisipasi di Juwana Fashion Week. Terlebih, DYN mempunyai produk fashion baru, Dior Silk. Ia lantas mengundang para selebgram untuk tampil mengenakam koleksi terbarunya di Juwana Fashion Week.

"Ada dua tema fashion show, pertama tema casual, kami ada koleksi baju-baju basic. Kedua temanya ala-ala keraton memakai Dior Silk koleksi DYN. Kami undang juga sepuluh selebgram di Jawa Tengah untuk menampilkan koleksi terbaru Dior Silk," ucapnya.

Diana menambahkan, signature silk milik DYN Clothingline tersebut bisa dipakai acara formal dan nonformal. Dengan harga terjangkau, Dior Silk dari koleksi DYN bisa bersaing dengan fashion brand terkenal di Indonesia. Menurutnya, produk Dior Silk milik DYN ini mewah tapi bisa dijangkau semua kalangan.

"Dior Silk dari produk kami itu mewah, elegan, sederhana tapi gak norak. Meski yang memakai baju DYN mereka bukan kalangan atas, tapi kalau mereka memakai baju DYN kesannya mewah. Warna-warna dari baju-baju DYN bervariasi dengan motif yang beragam," lanjutnya.

Diana berharap, dengan keikutsertaan DYN Clothingline di Juwana Fashion Week, sekaligus bisa menjadi branding. Terlebih masih banyak warga Pati yang belum banyak yang mengetahui keberadaan DYN Clothingline. "Banyak yang mengira kami itu dari Jakarta. Padahal kami asli Juwana. Namun bisa bersaing di skala nasional," lanjutnya. (gus) 

DPRD dan Pemkab Kudus Tandatangani Ranperda APBD 2021

Tuesday, July 19, 2022 Add Comment
RANPERDA TA 2021: Bupati Kudus, Hartopo (tengah) dan Wakil Ketua DPRD Kudus, Mukhasiron dan Tri Erna Sulistyawati menunjukkan Ranperda APBD 2021 yag telah ditandatangani. 

KUDUS-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar rapat paripurna masa persidangan ketiga, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kudus, Mukhasiron, di ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kudus, Senin (18/7). 

Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Kudus Tri Erna Sulistyawati, Bupati Kudus Hartopo, dan 31 dari 45 anggota DPRD Kudus. Serta perwakilan Forkopimda Kudus, Sekda Kudus, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kudus, dan Camat. 

Agenda rapat paripurna masa persidangan ketiga kali ini, adalah laporan Badan Anggaran dilanjutkan penandatanganan rancangan. Pertama, keputusan DPRD terhadap persetujuan atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021. 

Kedua, penandatanganan berita acara persetujuan bersama Bupati dan DPRD Kabupaten Kudus, atas Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021

Mengawali rapat, Mukhasiron menyatakan rapat paripurna yang dibuka pukul 12.45 WIB dan dihadiri 31 anggota DPRD Kudus tersebut telah kuorum. Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 127 ayat 1 huruf c Peraturan DPRD Kabupaten Kudus nomor 1 tahun 2018 tentang tata tertib DPRD Kabupaten Kudus. 

‘’Rapat paripurna ini dibuka dan terbuka untuk umum,’’ kata Mukhasiron.

Sementara Bupati Kudus, Hartopo mengatakan, seluruh program dan agenda Pemkab Kudus selama 2021 berjalan lancar dan tepat waktu. Sehingga Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021, meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. 

‘’Kami ucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh anggota dewan dan pihak terkait,’’ kata Hartopo.

Kendati, dia pun kembali meminta kerja sama dan dukungan kembali dari anggota DPRD Kudus dan pihak terkait. Agar LKPD tahun ini kembali mendapat predikat opini WTP dari BPK RI Perwakilan Provinsi Jateng. 

‘’Kami meminta kembali kerja sama dari angota dewan, agar LKPD TA 2022 mendatang, tetap mempertahankan langganan opini WTP,’’ ujarnya. (adv)

Lolos Liga 2, Launching Persipa Pati Digelar Meriah

Monday, July 18, 2022 Add Comment
KONSER NYAWIJI : Konser musik dalam rangka launching tim Persipa Pati. 

PATI – Ribuan masyarakat padati halaman Stadion Joyokusumo, Pati, Minggu, (17/7). Mereka menghadiri launching tim Persipa Pati sebelum mengarungi Liga 2 musim ini.

Dalam launching itu, dimeriahkan oleh Sunflower, Genk Gliyer, Bravesboy, Pertelon Koplo, Arlida Putri, Hendra Kumbara, dan Happy Asmara. Sebelumnya, Persipa juga menggelar Celebration Match melawan PSIS Semarang yang berakhir imbang dengan skor 1-1.

Supporter yang hadir pada minggu malam itu pun sontak bertepuk tangan dan menyanyikan chant Persipa saat manajemen memperkenalkan seluruh jajaran tim musim ini, termasuk para punggawa Laskar Laridin.

“Meskipun kita pendatang baru di Liga 2, tapi kita buktikan bahwa Persipa tidak hanya numpang lewat. Kita akan memberikan yamg terbaik. Musim ini, Persipa masih diurus cah-cah,” kata Manajer Persipa Pati, Dian Dwi Budianto, di hadapan ribuan supporter yang hadir.

Malam itu pun semakin meriah saat musisi asli Pati, Hendra Kumbara, tampil. Hendra pun menyapa masyarakat yang hadir.

“Ada yang rumahnya Tambakromo?. Saya asli Tambakromo, Pati. Malam ini kita hadir untuk Persipa dan Patifosi,” sapa dia kepada penonton.

Begitu pun saat Happy Asmara tampil. Suasana semakin meriah. Artis asal Kediri, Jawa Timur itu pun menyapa masyarakat Pati. Malam itu, Happy Asmara mengenakan Jersey Persipa bernomor punggung 12.

Happy Asmara mengaku sangat kagum terhadap antusias Patifosi dan Masyarakat Pati.

Manajer Persipa Pati, Dian Budianto mengatakan, launching Persipa ini adalah sebagai bukti komitmen dari Manajemen Persipa untuk bisa memberikan feedback kepada para sponsor. 

"Jadi sengaja untuk launching Persipa kali ini kami buat meriah. Tujuannya adalah memberikan feedback kepada para sponsor. Terutama untuk Nine Apparel, karena itu pada malam konser kemarin, kita juga melaunching jersey tim Persipa yang notabene dari Nine Apparel," ujar Dian. 

Dian juga berharap, ke depan akan ada  sponsor-sponsor lainya bisa masuk bergabung. Karena menurutnya, untuk membangun prestasi Persipa, pihaknya tidak bisa jalan sendiri. 

"Kami juga butuh dukungan dari para sponsor untuk memajukan tim Persipa," katanya. 

"Terimakasih untuk sponsor yang sudah masuk, yang belum bergabung masih kita tunggu dukungannya," tandas Dian. (gus) 

Celebration Match, Persipa Pati Tahan Imbangi PSIS Semarang

Monday, July 18, 2022 Add Comment

BEREBUT BOLA : Pemain Persipa Pati (abu-abu) berusaha menggocek bola dari pemain PSIS Semarang (putih) 

PATI - Tim Persipa Pati berhasil menahan imbang tim tamunya PSIS Semarang dengan skor 1-1 dalam laga celebration match untuk peluncuran tim berjuluk Laskar Saridin di Stadion Joyo Kusumo Pati. 

Tim tuan rumah yang dinahkodai Nazal Mustofa itu, berhasil unggul lebih dahulu pada babak pertama lewat sundulan kepala Riski Novriansyah di menit ke 9. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, PSIS Semarang yang ditukangi Sergio Alexandre mencoba memasukkan sejumlah pemain inti, mulai Dewangga, Rian Ardiansyah hingga pemain asingnya seperti Ali Sesey dan Taisei Marukawa.

Hasilnya, PSIS Semarang tampil lebih impresif hingga akhirnya bisa menjebol gawang Persipa lewat kaki Marukawa yang berhasil mengecoh pemain belakang di menit ke 90.

Skor imbang 1:1 bertahan hingga pertandingan kedua kesebelasan berakhir.

CEO PT Laskar Saridin Parsipa Pati, Joni Kurnianto ditemui usai laga di Pati mengapresiasi kerja keras pemain Persipa karena bisa menahan imbang tim tamu yang merupakan tim Liga Satu.

"Harus diakui secara kualitas tim tamu memang lebih unggul, namun tim Persipa bisa mengimbangi tentunya sudah bagus," ujarnya.

Tim Persipa, imbuh dia, juga sudah melakukan persiapan dengan baik, karena targetnya di Liga Dua bisa berprestasi juga.

Manajer Persipa Pati, Dian Dwi Budianto menilai permainan pemain Persipa cukup bagus karena laga ekshibisi ini terasa enak ditonton.

Meskipun skor 1-1, imbuh dia, merupakan hasil yang cukup baik. 

"Semoga saat tampil di Liga Dua nantinya Persipa Pati bisa menunjukan permainan yang bagus," tadas Dian.

Pertandingan Persipa Pati dan PSIS itu sendiri digelar dalam rangka launching Persipa Pati yang berlangsung pada Minggu (17/1). Selain laga ekshibisi kontra PSIS, peluncuran tim Persipa dengan tajuk 'Nyawiji' itu juga diramaikan konser musik dengan menghadirkan banyak musisi, seperti Sunflower, Happy Asmara, Hendra Kumbara, Arlida Putri, Pertelon Koplo, Bravesboy, dan Geng Gliyer.  (gus)

Disperkim Pati : Perizinan Perumahan New Fa-Fa Residence Tidak Ada Masalah

Monday, June 27, 2022 Add Comment

 


MONITORING : Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kabupaten Pati, Suhartono saat melakukan monitoring di lokasi perumahan New Fa-Fa Residence-2

PATI - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Pati memberikan jawaban atas keluhan warga yang menyoal pembangunan perumahan yang berlokasi di Desa Puri. 

Sebelumnya memang ada sejumlah keluhan yang dikemukakan oleh warga yang tinggal di sekitar areal perumahan yang diberi brand New Fa-Fa Residence2 itu. 

Warga memprotes terkait kerusakan akses jalan yang diakibatkan karena mobilitas kendaraan dari proyek pembangunan perumahan itu. Warga juga mempertanyakan status lahan perumahan. Karena sebelumnya lahan itu adalah lahan pertanian atau zona hijau dalam tata ruang wilayah. 

Menjawab protes dan keluhan warga, Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Pati, Suhartono mengatakan, pihaknya akan mencarikan solusi atas keluhan warga terutama soal kerusakan jalan. Dia mengaku sudah membahas permasalahan ini dengan semua dinas terkait. 

Menurutnya, kerusakan jalan di depan perumahan memang tidak bisa dihindari. Mengingat mobilitas kendaraan proyek perumahan meamang cukup tinggi. Apalagi saat ini sedang proses pengerjaan kontruksi bangunan, ditambah lagi musim hujan.

"Kalau kondisinya seperti itu memang niscaya jika jalan tidak jadi rusak, "  ujarnya.

Namun atas kerusakan itu, lanjut Suhartono, pihak pengembang sudah berkomitmen untuk ikut melakukan perbaikan.

"Nantinya perbaikan akan dilakukan bersama-sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati, " katanya. 

Selain itu pihaknya juga telah melakukan monitoring terhadap penyediaan Prasarana  Sarana dan Utilitas (PSU) yang menjadi kewajiban pengembang perumahan.

"Jalan perumahan sudah sesuai ketentuan yang diatur oleh Peraturan Pemerintah yakni lebarnya 6 meter dengan kiri kanannya dilengkapi drainase. Pengembang juga menyediakan fasilitas musala dan sudah dibangun," paparnya. 

Terkait status lahan yang sekarang ini didirikan perumahan, Suhartono memastikan, jika untuk tata ruangnya tidak ada masalah. Menurutnya dulu lahan itu memang sawah, tetapi sesuai tata ruang di perda nomor 2 tahun 2021 sudah masuk kawasan peruntukan pemukiman pedesaan. Jadi tidak melanggar. 

"Semua permohonan perizinan yang dilakukan oleh New Fa-Fa Residence sudah clear and clean," jelas Suhartono. 

Sementara itu, pihak pengembang perumahan New Fa-Fa Residence, Karwi mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mendapat surat dari DPUPR terkait kerusakan jalan. 

"Kami sudah kirim surat balasan terkait komitmen untuk perbaikan jalan. Nanti tinggal menunggu arahan dari pihak DPUPR apa saja yang mesti diperbaiki. Kemarin kami sudah melakukan perbaikan sementara denngan menguruk jalan yang berlubang," paparnya. (gus) 

Warga Perumahan PSI Sukoharjo, Pati Tangkap Buaya

Monday, June 27, 2022 Add Comment

 

PATI - Warga yang tinggal di Perumahan PSI Pringgodani 2 Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo dibuat heboh dengan penangkapan seekor buaya, Senin pagi (27/6). 

Hewan reptil itu berhasil ditangkap oleh warga meski sempat bersembunyi di selokan. 

Salah seorang warga perumahan setempat, Desi (20) mengatakan, awalnya ada warga yang curiga karena ada suara di dalam selokan di depan rumahnya. Sebelumnya warga tidak mengira jika yang ada di dalam gorong-gorong itu adalah buaya. 

"Semalam itu Pak Kino dengar suara kecopak-kecopok di dalam selokan di depan rumahnya. Dia kira ular. Karena kondisinya saat itu gerimis, dia tidak mengeceknya lagi," kata Desi. 

Saat pagi harinya sekitar pukul 06:00 WIB, lanjut Desi, Pak Kino melihat jika ada buaya yang naik dari selokan dan mau masuk ke dalam rumah. 

"Saat mau ditangkap, buaya itu lalu lari dan masuk gorong-gorong lagi," imbuhnya. 

Karena tahu ada buaya, warga lalu beramai-ramai mencari keberadaan buaya itu. Saat terlihat, buaya itu kemudian berhasil ditangkap oleh salah satu warga. 

"Yang nangkap Mas Paat (salah seroang warga). Nangkapnya pakai handuk karena buayanya sempat membuka mulut dan mau menyerang," jelas Desi. 

Setelah berhasil ditangkap, buaya itu lalu diikat dengan tali agar tidak bisa lari lagi. Tak berselang lama sekitar pukul 11:00 WIB buaya itu lalu dibawa oleh petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP Pati untuk diamankan. 

Terpisah Kasat Pol PP Pati, Sugiono mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait asal usul dari buaya itu. Dugaannya buaya itu adalah hewan piaraan milik warga. 

"Saat ini sudah kita amankan. Buaya ini masih kecil, bisa dibilang masih anakan. Kita ukur tadi panjangnya baru 60 cm. Dugaan kami ini adalah hewan piaraan yang lari dari kandangnya. Namun kebenaranya masih kita dalami, " ungkap Sugiono. 

Untuk selanjutnya, kata Sugiono, anakan buaya itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). (gus) 

PDIP Pati Gelar Festival Bakar Ikan Nusantara

Saturday, June 25, 2022 Add Comment

PATI - Dalam rangka memperingati bulan Juni sebagai refleksi Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Festival Bakar Ikan Nusantara.

Pada kegiatan yang berlangsung di kantor DPC Kabupaten Pati pada, Sabtu, (25/6) tersebut merupakan agenda serentak yang dilakukan masing-masing pengurus PDIP Perjuangan seluruh Indonesia.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Pati, Ali Badrudin mengatakan bahwa refleksi dengan melakukan kegiatan tersebut adalah instruksi langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Ia mengungkapkan kegiatan tersebut sebagai bentuk kecintaan para pengurus dan kader PDIP terhadap sajian makanan kuliner khas Indonesia yang merupakan bagian dari warisan Ir. Soekarno.

“Jadi dalam agenda ini merupakan cara kita untuk melakukan refleksi Bulan Bung Karno, dan ini langsungnya dari DPP menginstruksikan seluruh pengurus DPD dan DPC untuk menggelar bakar ikan secara serentak,” katanya saat membuka acara tersebut.

Lebih lanjut, Ali Badrudin mengatakan bahwa dalam kegiatan refleksi diikuti oleh perwakilan pengurus Anak Cabang (PAC) Ranting PDIP di Kabupaten Pati.

Selain itu pihaknya juga melibatkan para organisasi muda PDI-P yang salah satunya adalah Komunitas Juang Kabupaten Pati.

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, para kader PDIP yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Pati.

“Untuk yang hadir tentu dari pengurus, PAC dan Ranting para Komandan Tempur, ada juga komunitas Juang dan para anggota dewan juga turut hadir,” imbuhnya.

Kegiatan bakar ikan bersama itu berlangsung meriah. Terlihat antusiasme peserta untuk membakar ikan secara bersama-sama, yang kemudian dilanjutkan makan bersama-sama.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah mempersiapkan ikan segar yang masih mentah untuk bisa dibawa pulang para kader yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pihaknya menjelaskan hal tersebut, merupakan bentuk kepedulian DPC PDIP Kabupaten Pati kepada setiap kader yang telah mau untuk bergabung dan dilibatkan dalam agenda partai.

“Tadi kita bakar bareng, dibakar langsung oleh kader PDIP, kemudian nanti sehabis makan jangan langsung pulang. Kita sedang mempersiapkan ikan segar untuk bisa saudara-saudara sekalian bawa pulang,” pungkasnya. (awe) 

DGP Pati Siap Dukung Ganjar Pranowo Jadi RI-1

Monday, June 20, 2022 Add Comment

 

PATI - Sejumlah warga di Kabupaten Pati yang tergabung dalam Relawan Dulur Ganjar Pranowo atau DGP, mengelar kegiatan di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Minggu (19/6/2022). 

Kegiatan itu dilakukan untuk menunjukan dukungan mereka kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024 mendatang. 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DGP Pati, Rudy Eldo mengatakan, acara seperti ini sudah rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali atau menjadi agenda triwulanan. 

"Acara triwulan kali ini luar biasa. Masyarakat antusias sekali mengikutinya dari sejak pagi hingga selesai. Tadi juga ada hiburan, senam, dan pembagian hadiah doorprize. Semangat Dulur-dulur Ganjar ini adalah kebanggaan kami," ujar Rudy. 

Dalam kesempatan kemarin, juga dilaksanakan pelantikan Pengurus Posko DGP tingkat kecamatan. Ada sebanyak 10 posko dari 21 kecamatan di Kabupaten Pati pengurusnya telah dilantik. Pelatikan pengurus posko ini juga akan dilakukan ke kecamatan lainya

Rudy memastikan pengurus di setiap kecamatan lainya dapat segera terbentuk, lantaran masyarakat sangat mendukung Ganjar Pranowo sebagai presiden.  

" Kita akan terus tunjukkan eksistensi Relawan DGP ini. Karena Pati merupakan tolak ukur untuk DGP se- Jawa Tengah. Ganjar Pranowo, Tetep Ganjar, Ora Ambyar," tutur dia. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DGP Jawa Tengah, Bambang Sutomo, mengapresiasi langkah yang dilakukan DPP DGP Pati. 

Menurutnya, acara ini salah satu bukti bahwa masyarakat memang mendukung Ganjar Pranowo untuk meneruskan kepemimpinan Pak Jokowi. 

"Ini motivasi kita bagaimana daerah-daerah lain mencontoh Pati. Ini luar biasa sejak pagi hingga siang ini. Bahkan segala sesuatunya ditanggung masyarakat. Ini salah satu bukti kepedulian masyarakat bawah kepada calon pimpinan yang kita usung," ungkap dia. 

Apresiasi juga diungkapkan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DGP, Tiomora Ester Maria Sitanggang. Ia mengaku bangga dengan yang dilakukan DPD DGP Pati. 

"Ini keren sekali. Pati menjadi barometer DGP yang ada di Jawa Tengah ini. Semoga Pati mempertahankan kinerjanya ini bahkan meningkatkan semakin bagus untuk bulan-bulan selanjutnya. Saya sangat bangga dengan apa yang dicapai oleh temen-temen di Pati sejauh ini," kata dia. 

Tak lupa, ia pun mengimbau dan mengajak masyarakat untuk tak ragu mendukung Ganjar pranowo sebagai penerus Jokowi untuk menjadi The Next President 2024.

"Karena Pak Ganjar ini humble, kompeten, punya integritas dan anti radikalisme. Kita sudah mempelajari jejak rekam beliau. Dan kita sepakat Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia," tandas dia. 

Rencananya, acara triwulanan DGP  juga akan digelar di Kecamatan Sukolilo tiga bulan mendatang. Sekaligus juga untuk melantik Pengurus Posko DGJ di kecamatan-kecamatan yang kepengurusannya belum dilantik. (awe) 

Evita Nursanty Bantu Ambulance untuk Warga Pati

Sunday, June 05, 2022 Add Comment
BANTUAN AMBULANCE : Secara simbolis pihak DPR RI Komisi VI memberikan bantuan mobil ambulan kepada DPC PDIP Pati di kantor setempat kemarin. 

PATI -  Anggota DPR RI Komisi VI Evita Nursanty memberikan satu unit mobil ambulan kepada DPC PDIP Pati. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat (kegawatdaruratan).

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty kepada Ketua PDIP Pati Ali Badrudin di kantor setempat kemarin. 

Evita Nursanty mengatakan, bantuan satu ambulan ini lantaran adanya aspirasi dari masyarakat melalui DPC PDIP Pati. Harapannya, bisa membantu dan berguna untuk masyarakat Pati. 

“Tadi siang saya ke Grobogan juga menyerahkan bantuan ambulan. Sore ini, saya ke Pati untuk memberikan bantuan ambulan juga. Mohon maaf aspirasi ini baru realisasi,” katanya.

Tak hanya itu, dia juga akan memberikan bantuan truk tangki air dalam waktu dekat ini. Ini menimbang, Pati kerap terjadi kekeringan. 

“DPC Pati ini mengusulkan untuk menambah satu tangki air juga. Dalam waktu dekat ini mungkin realisasi. Soalnya, usulan penambahan tangki air itu juga sudah lama,” tukasnya. 

Sementara, Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengucapkan terimakasih karena telah diberikan bantuan mobil ambulan itu. Saat ini, pihaknya telah memiliki dua ambulan untuk kepentingan masyarakat Pati. 

“Tentu kami para jajaran DPC PDIP Pati mengucapkan terimakasih lantaran sudah diberikan satu unit ambulan. Saat ini kami punya dua mobil ambulan. Jadi, semoga saja lebih bisa membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ali berharap sesegera mungkin mobil tangki air itu direalisasikan. Pasalnya, Pati dinilai kerap terjadi bencana kekeringan. Oleh sebab itu, dengan adanya bantuan mobil tangki air, bisa turut membantu masyarakat.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan diberikan juga mobil tangki air. Semoga segera hadir mobil tangki air ini untuk membantu masyarakat yang terkena musibah kekeringan,” pungkasnya. (awe) 

Informasikan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Gelar Workshop Photo Story

Friday, May 27, 2022 Add Comment

Foto tangkapan layar acara media workshop photo story yang diadakan live di youtube BPJS Kesehatan.

NASIONAL – Untuk lebih mendekatkan dan memberikan informasi yang menyeluruh mengenai program JKN – KIS kepada masyarakat. BPJS Kesehatan mengadakan kegiatan media workshop photo story, Jum’at (27/05/2022).

 

Dalam kegiatan yang diikuti oleh para pewarta foto dari berbagai media di Indonesia tersebut. BPJS Kesehatan mengundang dua pemateri handal dibidangnya. Yakni Bapak Beawiharta yang sudah bekerja sabagai fotografer Reuters lebih dari 20 tahun dan juga Bapak  Edy Purnomo seorang freelance photographers jurnalistik.

 

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal mengatakan. Kegiatan ini bertujuan agar para fotografer jurnalistik dari berbagai media dapat menginformasikan program JKN-KIS kepada masyarakat.

 

“Jadi memang workshop ini adalah rangkaian dari acara lomba karya jurnalistik 2022 yang kami adakan. Semoga dengan kegiatan ini, kami bisa menjaring ide, gagasan, dan aspirasi media yang bermanfaat bagi evaluasi program JKN-KIS maupun BPJS Kesehatan,” ungkapnya saat membuka acara workshop photo story.

 

Diketahui, dalam lomba karya jurnalistik tersebut. Batas waktu karya diterima panitia paling lambat adalah pada 31 Agustus 2022 pukul 23.59 WIB mendatang. Lebih lanjut, Informasi  mengenai lomba ini dapat diakses di https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/arsip/detail/1962.(mel/gus)

 

Pembentukan Panitia Angket Tak Penuhi Kuorum, Anggota Tak Hadir Disorot Warga

Wednesday, May 18, 2022 Add Comment
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin. 

PATI - Rapat Paripurna DPRD Pati dengan agenda Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Ujian Calon Perangkat Desa (Perades) gagal dibentuk hari ini, Selasa (17/5). Hal tersebut terjadi lantaran jumlah anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum.

Dari total 50 anggota DPRD Pati, hanya 22 anggota saja yang hadir dalam rapat paripurna tersebut. Sementara 28 anggota yang lain tidak tampak. Padahal, minimal jumlah anggota untuk bisa diselenggarakan rapat paripuna minimal 26 anggota.

Sesuai tata tertib DPRD Nomor 1 Tahun 2019 Pasal 164 Ayat 6, keputusan terkait pembentukan hak angket, jika rapat tidak memenuhi kuorum, maka rapat ditutup dan keputusan mekanismenya diserahkan kepada Ketua DPRD dan Ketua Fraksi.

Pimpinan Rapat Paripurna Ali Badrudin sangat menyayangkan sikap beberapa fraksi yang tidak hadir. Padahal sebelumnya telah menyetujui pembentukan panitia angket.

“Kami sangat menyayangkan sikap mereka. Padahal pada rapat pertama ada 43 anggota dewan yang datang, sudah menyetujui dan menandatangani pembentukan panitia angket ini. Dalam kesempatan itu, kami juga sudah memberikan kesempatan untuk yang tidak menyetujui bisa mengajukan keberatan. Namun di waktu itu tidak ada yang merasa keberatan. Makanya hari ini kita rapat paripurna untuk pembentukan panitia angket,” jelas Ali Badrudin yang juga Ketua DPRD Pati.

Dalam rapat tersebut, beberapa fraksi sama sekali tidak mengirim anggotanya, seperti Fraksi Golkar dan Fraksi Gerinda. Sementara dari Fraksi PKB, hanya Wakil Ketua III DPRD Pati Muhammadun yang tampak hadir.

Senada dengan Ali Badrudin, Muhammadun juga turut menyayangkan sikap para anggota dewan yang tidak hadir sesuai jadwal.

“Kemarin sudah diberikan kesempatan sama pimpinan rapat, jika yang keberatan bisa diutarakan. Dan tidak ada (yang keberatan). Lha ini sudah dijadwalkan malah pada tidak datang. Saya kecewa atas sikap seperti itu,” kata Muhammadun.

Untuk diketahui, rapat paripurna dengan agenda pembentukan panitia angket ini sudah mengalami penundaan hingga tiga kali dan molor hingga berjam-jam. Karena anggota tak jua mencapai kuorum, Pimpinan Rapat Paripurna, Ali Badrudin memutuskan pembentukan panitia angket tak dapat dilanjutkan dan rapat ditutup.

Sementara itu, Ketua Ormas Masyarakat Penjaga Nusantara (Mantra) Cahya Basuki turut angkat bicara terkait penundaan rapat Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Ujian Calon Perangkat Desa (Perades) tersebut.

“Terkait penundaan rapat pansus DPRD Pati karena tidak memenuhi kuorum sangat kami sayangkan mengingat pembentukan pansus itu kan sudah jadi agenda DPRD Pati. Jadi mestinya ya ini merupakan prioritas kerja yang harus mereka selesaikan dengan penuh tanggung jawab,” jelas Cahya Basuki.

Ia juga mengatakan, setuju atau tidak, semestinya anggota dewan tidak menggagalkan agenda rapat yang telah disusun jauh-jauh hari dengan tidak hadir.

“Setuju atau tidak setuju, para anggota dewan yang merupakan wakil rakyat wajib hadir. Nah nanti setuju atau tidak, itu hak masing-masing anggota untuk mengambil keputusan. Tapi keputusan itu harus dibuat dalam rapat. Kalau tidak mau ambil keputusan dalam rapat, lalu harus bagaimana? Masyarakat malah dibuat makin bingung dengan wakil rakyat yang tidak bertanggung jawab seperti itu,” kritiknya tegas. (awe) 

Pererat Silahturahmi, Puskom Pati Gelar Halal Bi Halal

Thursday, May 05, 2022 Add Comment
FOTO BARENG : Keluarga Besar Puskom Pati foto bersama usai menggelar acara halal bi halal dan santunan anak yatim piatu. 

PATI - Memanfaatkan moment lebaran tahun ini, Puskom Pati menggelar acara halal bi halal dengan para anggotanya. Kegiatan itu berlangsung di salah satu rumah makan yang berada di lokasi wisata Waduk Gunungrowo, Kamis siang (5/5/2022). 

Ketua Umum Puskom Pati, Guno Agus Tiarso mengatakan, kegiatan halal bi halal ini adalah untuk ajang mempererat tali silahturahmi keluarga besar Puskom Pati. 

Menurutnya, acara halal bi halal kali ini digelar bersamaan dengan peringatan hari jadi ke-5 Puskom Korwil Pati dan hari jadi ke-4 Puskom Pati Korwil Utara. 

"Sejak tiga tahun terakhir kami tidak mengadakan acara halal bi halal seperti ini, sebab situasi yang tdak memungkinkan karena pandemi Covid-19. Kegiatan ini juga untuk memperingati hari jadi Puskom Korwil Pati sdan Puskom Pati Korwil Utara, " kata Guno Agus Tiarso. 

Sesuai dengan tema yang diambil dalam kegiatan itu 'Sambung Rasa dalam Menyatukan Hati, Dedikasi dan Aksi' Guno berharap ke depan hubungan Keluarga Besar Puskom Pati akan bertambah solid dan selalu membawa manfaat di tengah masyarakat. 

Guno menceritakan, awal terbentuknya Puskom Pati adalah  sebagai wadah seduluran warga Pati yang berada di perantuan, kemudian bejalannya waktu Puskom Pati menjadi organisasi masyarakat (ormas) atau perkumpulan dengan memiliki banyak anggota yang bergerak pada kepentingan sosial. 

"Harapannya Puskom Pati bisa semakin solid, organisasinya bertambah besar, dan akan lebih banyak anggota yang bergabung. Karena semboyan kami semua akan mudah jika dilakukan bersama-sama," harap Ketua Umum Puskom Pati. 

Meski memiliki banyak anggota dan selalu bergerak di bidang sosial, Guno menggaris bawahi, jika Puskom Pati bukan bagian dari partai politik dan tidak mau berpolitik. 

"Kami selalu menghindari politik karena itu bisa merusak seduluran. Puskom Pati adalah perkumpulan yang mengutakam seduluran dan berusaha membawa manfaat untuk semua," terangnya. 

Dalam kegiatan kemarin, Puskom Pati juga mengadakan santunan bagi anak-anak yatim piatu. Sedikitnya ada 20 anak yang kurang beruntung itu diberi bantuan dan bingkisan.

"Selama bulan Ramadhan kemarin setiap korwil juga telah melakukan kegiatan sosial seperti bagi-bagi takjil dan santunan anak yatim dan kegiatan ini adalah puncaknya," tandas Ketua Umum Puskom Pati.  (gus) 

Ketua DPRD Pati Minta Masyarakata Jaga Kondusifitas Saat Perayaan Lebaran

Sunday, May 01, 2022 Add Comment
Ali Badrudin, Ketua DPRD Kabupaten Pati.

PATI - Di penghujung bulan Ramadan, seluruh umat Islam tanah air akan merayakan hari Raya Idul Fitri. Momentum ini disebut sebagai hari kemenangan bagi umat Islam setelah melewati ibadah puasa selama satu bulan lamanya.

Ketua Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin mengucapkan selamat merayakan hari raya bagi seluruh umat muslim di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Menurut Ali, momen lebaran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya  telah terjadi penurunan kasus Covid-19 besar-besaran  sehingga pemerintah memberikan berbagai kelonggaran dalam Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM).

Meski dilonggarkan, Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah pusat dan Pemkab Pati.

“Menjelang lebaran saya berpesan kepada masyarakat kita jaga pati tetap kondusif aman tentram sesuai edaran Kemenag yang kemudian ditindaklanjuti  Pemkab Pati,” ujar Ali Badrudin saat ditemui awak media belum lama ini.

Terkhusus pada penghujung  bulan Ramadan, malam 1 Syawal 1443 hijriah agar masyarakat bisa menahan diri untuk tidak mengadakan takbir keliling.

“Diperbolehkan, boleh takbir tapi jangan keliling. Di masjid saja  kita tetap bisa ambil hikmahnya. DPRD sendiri mendukung kebijakan bupati tetap takbir keliling di tempat ibadah,”imbuh Ali.

Usai perayaan Hari Raya Idul Fitri Ali mengharapkan Kabupaten Pati benar-benar memasuki hari kemenangan dan mendapat  kekuatan dan energi baru bagi seluruh masyarakat. Terlebih bisa terbebas dari Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia lebih dari dua tahun lamanya. (awe) 

DPRD Pati Apresiasi Kejagung Bongkar Magia Minyak Goreng

Thursday, April 28, 2022 Add Comment

PATI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memberikan apresiasi, atas pembongkaran kasus mafia minyak goreng di tanah air. Hal tersebut diucapkan oleh Anggota Komisi B DPRD Pati M. Nur Sukarno.

”Kinerja Kejaksaan Agung Patut kita apresiasi, karena berani membongkar mafia perminyak gorengan di Indonesia, ” ucap Sukarno, Rabu (27/4/22).

Setelah mafia minyak goreng terbongkar, dan pemerintah menyetop semua perizinan ekspor minyak goreng maupun CPO, dirinya berasumsi jika harus ada evaluasi mendalam terkait minyak goreng, agar sistem perekonomian tetap stabil.

” Pemerintah saat ini sudah menyetop export minyak goreng maupun CPO, harus ada evaluasi yang mendalam, sehingga tidak merugikan produsen atau pabrik kelapa sawit, ” jelas politisi dari partai Golongan Karya (Golkar) itu.

” Supaya kestabilan perekonomian tetap berjalan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang seksama dan jelas, ” imbuhnya.

Sebelumnya, diketahui IWW Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka, yang mengizinkan ekspor minyak goreng dan CPO ke luar negeri.

Setelah itu, Kejaksaan Agung juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya dalam kasus mafia minyak goreng yang menggegerkan seantero jagat Indonesia.

Pertama, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia MPT, kedua Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) SM, dan ketiga General Manager di Bagian General Affair PT. Musim Mas PTS. Saat ini, seluruh tersangka telah ditahan oleh Kejaksaan agung. (awe) 

Dok.. Perda Disabilitas di Kabupaten Pati Disahkan

Thursday, April 28, 2022 Add Comment

 

PATI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggelar Rapat Paripurna, di ruang Sidang Paripurna gedung DPRD Pati, Kamis (28/4/2022). Rapat itu dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Pati, H. Hardi, karena Ketua DPRD Pati Ali Badrudin berhalangan menghadiri rapat. 

Sebanyak 33 anggota dewan dari 50 jumlah keseluruhan anggota DPRD Pati hadir pada rapat tersebut. Selain itu turut hadir pula Bupati Pati, Haryanto beserta jajaran dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pada rapat tersebut, dilakukan penyampaian penyempurnaan hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Raperda tentang perubahan kedua atas Perda Kabupaten Pati Nomor 12 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu.

Selain itu, juga disampaikan penyempurnaan hasil fasilitasi Gubernur Jawa Tengah dan persetujuan bersama terhadap Raperda Penyandang Disabilitas dan Raperda Penyelenggaraan Inovasi Daerah oleh Bupati Pati, Haryanto.

“Dapat kami sampaikan bahwa terhadap Raperda tentang Inovasi Daerah dan Raperda tentang Penyandang Disabilitas telah dilakukan fasilitasi oleh gubernur sebagaimana disampaikan di depan. Pembahasan dan pencermatan bersama dua Raperda ini, dilaksanakan oleh komisi DPRD terkait bersama eksekutif,” kata Haryanto dalam sambutannya.

Dengan disahkan Raperda Inovasi Daerah ini, diharapkan dapat mendorong berbagai inovasi guna meningkatkan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Sedangkan dengan disahkan Raperda Penyandang Disabilitas, diharapkan mampu menjadi payung hukum dalam mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pengesahan kedua Raperda tersebut, melalui tanda tangan yang dilakukan oleh Bupati, Haryanto dan Wakil Ketua II DPRD Pati, H. Hardi. Kemudian ditutup dengan bacaan doa yang dibacakan oleh anggota komisi D DPRD Pati, Wardjono. (awe) 

Ketua DPRD Pati: Saya Yakin Hak Angket akan Berjalan

Monday, April 25, 2022 Add Comment
Ketua DPRD Pati Ali Badrudin usai menerima aduan dari masyarakat terkait pengisian perades di Ruang Rapat Paripurna Kamis (21/4/2022).

PATI – Wacana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati menggunakan hak angket kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tidak main-main. Ketua DPRD Pati Ali Badrudin memastikan segera memproses aduan masyarakat terkait indikasi kecurangan seleksi pengisian perangkat desa (perades) tersebut.

“Akan kami proses. Ada beberapa (anggota) DPRD yang sepakat ada yang belum sepakat. Ini kami akan ajukan hak angket dan hak interpelasi. Saat ini sudah ada beberapa fraksi yang sepakat dengan hak angket. Di antaranya, Fraksi PDIP, Fraksi PPP, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi NKRI (Nurani Keadilan Rakyat Indonesia), beberapa anggota Fraksi PKB. Beberapa teman Golkar dan Gerindra juga sepakat. Saya yakin hak angket ini akan berjalan,” kata Ali.

Sebelumnya, aduan terkait indikasi kecurangan tahapan seleksi pengisian perades terus bergulir. Bahkan pada Kamis (21/4/2022), ada 27 peserta seleksi pengisian perades bersama kuasa hukumnya mengadu ke dewan untuk meminta keadilan.

Indikasi kecurangan seleksi pengisian perades yang diadukan ke dewan antara lain tahapan sekoring yang dilaksanakan di desa masing-masing. Kemudian pada ujian tertulis di Hotel UTC Semarang pada Sabtu (16/4/2022) lalu, sebagian besar peserta mencurigai jika ujian yang dianggap transparan itu justru telah disetting mana saja calon yang bakal lolos.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP, DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo menambabkan, aduan dari masyarakat dipastikan dikawal sampai tuntas. Dia tidak menginginkan DPRD dianggap ikut bermain dalam seleksi pengisian perades ini. “Biar clear dan tidak ada kecurigaan di masyarakat kita kawal. Hal ini akan jelas menunjukkan fraksi mana atau partai mana yang berada di kepentingan rakyat bukan kepentingan orang-orang besar,” imbuhnya. (awe) 

Hak Angket Pengisian Perangkat Desa di Pati Deal, Siap-siap Diselidiki Dewan

Monday, April 25, 2022 Add Comment
Puluhan peserta pengisian perangkat desa mengadu ke DPRD Pati dan diterima di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pati.

PATI– Akhirnya wacana hak angket yang digulirkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati terkait pengisian perangkat desa deal. Hari ini Senin (25/4/2022) sebagian besar Anggota DPRD Pati menyetujuinya.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin langsung menawarkan hak angket tersebut kepada anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna Senin (25/4/2022) di ruang rapat paripurna. Hasilnya, dari 43 dewan yang hadir rapat, sebagian besar sepakat melakukan hak angket untuk mendalami persoalan pengisian perangkat desa.

Ketua Fraksi PDIP, DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan, pimpinan langsung menawarkan kepada anggota terkait wacana hak angket yang sempat digulirkan Fraksi PDIP mengenai pengisian perangkat desa di Pati. “Dari total yang hadir, mayoritas menyetujui. Jadi deal akan segera berjalan prosesnya,” ungkap Bandang.

Lanjutnya, untuk tahapan berikutnya menunggu surat resmi dari pimpinan dewan kepada masing-masing fraksi. “Anggota dewan dari fraksi mana yang akan masuk keanggotaan panitia khusus (pansus) hak angket ini. Kami dari PDIP yang menggulirkan wacana hak angket ini akan mengawal langsung. Kami juga akan membuka posko pengaduan pengisian perangkat desa, setelah terbentuk keanggotaan pansus hak angket ini,” tegas Bandang.

Bandang juga menyampaikan, hak angket yang digulirkan tidak akan menghakimi. Harapanya, melalui hak angket ini, bisa mencabut Peraturan Bupati (perbup) tentang pengisian perangkat desa dan mengembalikanya pada undang-undang. Yakni, seleksi dan pengisian perangkat desa adalah mutlak haknya kepala desa. (awe) 

Menjelang Lebaran Kapal Nelayan Penuhi Pelabuhan Juwana, Petugas Larang Penggunaan Las

Sunday, April 24, 2022 Add Comment

 

BERI IMBAUAN  : Petugas dari Polairud Polres Pati memberikan imbauan kepada para awak kapal agar selalu menjaga situasi dan keamanan saat bersandar di Pelabuhan Juwana. 


PATI -  Sudah menjadi tradisi setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak kapal nelayan yang bersandar di Pelabuhan Juwana.

Hal ini dikarenakan para awak kapal hendak merayakan lebaran di kampung halamannya.

Seiring dengan peningkatan jumlah kapal yang datang, pada moment seperti ini aktivitas bongkar muatan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana juga mengalami kenaikan. 

Kondisi ini membuat arus lalu lintas kapal di aliran Sungai Silugonggo rawan terjadi kemacetan akibat banyak kapal yang datang. 

Karena situasi itu membuat petugas dari Polairud setempat harus bekerja eksta untuk mengatur parkir kapal sedemikian rupa.

Sebab, berjubelnya kapal yang bersandar selain berpotensi mengakibatkan kemacetan lalu-lintas kapal juga rawan terjadi insiden kebakaran kapal. 

Kasat Polairud Polres Pati, AKP Daffid Paradhi, mengatakan peningkatan jumlah kapal yang datang sudah terjadi sejak Sabtu (16/4) kemarin. Dari penghintunganya saat ini sudah ada kurang lebih 700 an kapal yang sudah bersandar di Pelabuhan Juwana. 

"Mulai rame kapal datang sejak sepekan lalu, dan seminggu ke depan ini kita pridiksi masih banyak kapal yang datang. Untuk persentase saat ini baru 60% kapal yang sudah datang," kata AKP Daffid.

Untuk tahun ini, lanjut Daffid jumlah kapal yang akan bersandar di pelabuhan Juwana akan mengalami penurunan. Menurutnya, itu lantaran saat ini sudah banyak pengusaha kapal di Pati yang memiliki kendaraan kontainer pengangkut ikan, sehingga mereka bisa jemput bola untuk bongkar muat ikan dan tidak harus di pelabuhan Juwana. 

Meski demikian, Daffid menyebut saat ini tempat sandar kapal di Pelabuhan Juwana yang berada di area TPI 1 dan TPI 2 sudah penuh. 

Sementara untuk mengatasi padatnya lalu lintas kapal, pihaknya melakukan patroli rutin dengan tim terpadu dari TNI AL.

Dalam patroli tersebut, pihaknya bersama tim terpadu melakukan pengaturan parkir kapal dan menyampaikan imbauan-imbauan terkait pencegahan kebakaran. 

Terkait antisipasi kebakaran kapal, pihaknya sudah melarang pengelasan dan perbaikan kapal yang sifatnya bisa mengakibatkan kebakaran atau dengan istilah pengerjaan panas. 

"Kami selalu mengimbau kepada pemilik kapal jika ingin melakukan perbaikan, lebih baiknya dilakukan di dok kapal. Untuk pengelasan kita larang, apalagi jika tempat bersandar berdampingan dengan banyak kapal lainya," ujarnya 

Larangan pengelasan itu diberlakukan karena peristiwa kebakaran kapal yang terjadi di Pelabuhan Juwana, mayoritas diakibatkan karena percikan api las.

“Kemarin ketika patroli kami menemukan ada aktivitas perbaikan mengunakan las di atas kapal. Langsung kami hentikan dan menyita alat lasnya untuk efek jera. Sementara untuk pengurus kapalnya kita minta membuat surat pernyataan agar tidak mengulanginya," tegas AKP Daffid. (gus) 

Dewan Didesak Bentuk Pansus, Dugaan Kecurangan Pengisian Perades

Friday, April 22, 2022 Add Comment

PATI  - DPRD Kabupaten Pati didesak untuk segera membentuk pansus untuk menyelidiki dan mengusut dugaan kecurangan pengisian perangkat desa tahun ini. Selain itu para wakil rakyat ini juga didorong untuk menggunakan hak angket dan hak interpelasinya.

Hal itu dilakukan oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan kuasa hukum 27 calon perangkat desa yang gagal dalam seleksi tahun ini. Ada puluhan pengacara yang tergabung dalam Parade Nusantara dan Lawyer Yusril Ihza Mahendra.

Kemarin mereka mengadu kepada DPRD Kabupaten Pati. Mereka ditemui di Ruang Paripurna oleh Ketua Komisi A Bambang Susilo beserta jajaran, dan para pimpinan DPRD Seperti Ketua Ali Badrudin, Wakil Ketua 1 Joni Kurnianto, Wakil Ketua 2 Hardi, dan Wakil Ketua 3 Muhamadun.

Mereka menuntut kepada para wakil rakyat untuk mengusut kejanggalan dalam pengisian perangkat desa yang dilakukan pada 16 April kemarin. Selain itu mereka juga meminta agar pelantikan perangkat desa ditunda sementara, sebab masih ada gugatan yang berjalan dan menunggu hasilnya.

"Kami meraskan ada kejanggalan dan kecurangan saat tes perangkat desa dilakukan, untuk itu kami meminta DPRD Pati untuk menindaklanjutinya. Dengan membentuk pansus untuk menyelidiki kecurangan ini," jelas Direktur Advocad Parade Nusantara Suyono.

"Kami bersama pengacara lain juga mendorong dewan menggunakan hak angket dan hak interpelasi," imbuh pria yang juga bertindak sebagai kuasa hukum calon perangkat desa yang gagal tersebut.

Sementara itu Ketua DPRD kabupaten Pati Ali Badrudin terkait permintaan untuk membentuk pansus dan pengajuan hak-hak  tersebut sudah ada beberapa fraksi di DPRD Pati yang sepakat.

"Saat ini di DPRD masih menggalang suara untuk mengajukan hak interpelasi dan hak angket. Sudah ada lima fraksi yang setuju. Tapi ini masih lobi-lobi lagi," terang politikus PDI Perjuangan ini usai menerima para pengacara tersebut.

Untuk diketahui sebelumnya DPRD Pati telah mewanti-wanti agar pengisian perangkat desa ini bisa ditunda terlebih dahulu. Mengingat adanya potensi keributan. Karena diduga ada kecurangan.

"Kami awalnya merekomendasikan untuk ditunda dulu jelang tes tertulis karena ada kejanggalan. Namun rekomendasi ini tidak diindahkan oleh panitia penyelenggara," pungkasnya. (awe) 

Temukan Indikasi Kecurangan, Dewan Desak Pemkab Batalkan Hasil Ujian Perades

Thursday, April 21, 2022 Add Comment

 

Suyono, kuasa hukum para peserta pengisian perades yang mengindikasikan adanya kecurangan seleksi wadul ke DPRD Pati Kamis (21/4/2022).

PATI – Sebanyak 27 peserta seleksi perangkat desa (perades) di Kabupaten Pati datangi Kantor  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Mereka yang tak puas dengan tahapan seleksi pengisian perades itu juga menunjuk kuasa hukum saat wadul ke dewan Kamis (21/4/2022).

Suyono, kuasa hukum peserta pengisian perangkat desa yang tak puas hasil seleksi mengungkapkan, ada banyak yang melaporkan kejanggalan saat proses seleksi perades. Maka hari ini kami mengadu kepada DPRD Kabupaten Pati agar ada solisi,” ujar Suyono.

Lebih lanjut Suyono menyampaikan, ada beberapa keganjalan yang dirasakan oleh kliennya dalam ujian pengisian perangkat desa di Hotel UTC, Semarang, Sabtu (16/4/2022) lalu. Ia menyebut, salah satu kejanggalan itu adalah pembagian pin atau sandi yang diberikan sebelum memasuki ruangan ujian.

Menurutnya, mestinya itu dibagikan saat sudah di dalam ruangan ujian. “Bukan dibagi di dalam ruangan secara acak seperti ujian PNS. Prediksi kami pin ini sudah ada programnya,” tambah Suyono.

Pihaknya curiga, modus ini merupakan cara untuk melakukan kecurangan. Peserta yang lolos sudah ditentukan sebelum ujian perangkat desa berlangsung. “Dua menit bisa menyelesaikan 20 soal. Bisa dicurigai nilainya sudah diatur. Ada yang mengerjakan benar 90 persen dalam waktu 90 menit,” tutur dia.

Pihaknya pun menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati membatalkan hasil ujian pengisian perangkat desa dan menjadwalkan ulang dengan pelaksanaan lebih transparan. “Karena ada banyak korban. Dan pelaksanaan ujian ini kami anggap tidak transparan,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin mengatakan, terkait dugaan tersebut pihaknya siap berada di tengah-tengah masyarakat dan akan mengajukan hak angket kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. “Akan kami proses. Ada beberapa (anggota) DPRD yang sepakat ada yang belum sepakat. Ini kami akan ajukan hak angket dan hak interpelasi,” kata Ali Badrudin. (awe) 

Anggap Ada Kecurangan, Puluhan Calon Perades Wadul Dewan

Thursday, April 21, 2022 Add Comment


WADUL : Puluhan peserta pengisian perangkat desa mengadu kepada DPRD Kabupaten Pati, Kamis (21/4) 


PATI -  Puluhan calon perangkat desa mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pati, Kamis (21/4). 

Kedatangan para calon perangkat desa yang baru saja mengikuti ujian tes tertulis itu untuk mengadukan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oleh panitia seleksi . 

Setidaknya ada 27 peserta ujian perangkat desa dari empat kecamatan yang merasa ada kecurangan sehingga membuat  mereka tidak lolos menjadi dalam proses seleksi perangkat desa.

Pada kesempatan itu para calon perangkat desa juga turut mengajak  kuasa hukumnya untuk melakukan audensi dengan anggota dewan, kemarin. 

"Ada banyak yang melaporkan kepada kami terkait pengisian perangkat desa. Maka kami mengadu kepada DPRD Kabupaten Pati terkait hal ini," ujar Kuasa Hukum para peserta pengisian perangkat desa, Suyono.

Suyono mengungkapkan, ada beberapa keganjalan yang dirasakan oleh kliennya dalam ujian pengisian perangkat desa di Hotel UTC, Semarang, Sabtu (16/4) lalu. Salah satu keganjalan itu adalah pin atau sandi yang diberikan sebelum memasuki ruangan ujian. 

"Bukan dibagi di dalam ruangan secara acak seperti ujian PNS. Prediksi kita pin ini sudah ada programnya," lanjut dia. 

Pihaknya curiga, modus ini merupakan cara untuk melakukan kecurangan. Peserta yang lolos sudah ditentukan sebelum ujian perangkat desa berlangsung. 

"Dua menit bisa menyelesaikan soal 20 soal. Bisa dicurigai nilainya sudah diatur. Ada yang mengerjakan benar 90 persen dalam waktu 90 menit," tutur dia. 

Pihaknya pun menuntut pemerintah membatalkan hasil ujian pengisian perangkat desa dan menjadwalkan ulang dengan pelaksanaan lebih transparan. 

"Karena ada banyak korban. Dan ada pelaksanaan yang kami anggap tidak transparan," tandas dia. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin mengatakan pihaknya akan mengajukan hak angket kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. 

"Akan kami proses. Ada beberapa DPRD yang sepakat ada yang belum sepakat. Ini kami akan ajukan hak angket dan hak interpelasi," kata dia. 

Saat ini sudah ada beberapa fraksi yang sepakat dengan hak angket. Diantaranya, Fraksi PDIP, Fraksi PPP, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi NKRI, beberapa anggota Fraksi PKB.

"Beberapa teman Golkar dan Gerindra juga sepakat. Saya yakin hak angket ini akan berjalan," tandas dia. (gus) 

Dewan Minta Kewenangan Pemilihan Perades Dikembalikan ke Desa

Tuesday, April 19, 2022 Add Comment

PATI - Pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati menyita perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dalam sepekan terakhir ini. Mereka pun meminta wewenang Pemerintah Desa (Pemdes) terkait pengisian perangkat dikembalikan.

Itu disampaikan dihadapan Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Paripurna tentang penyampaian pendapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pati tahun 2021 di gedung DPRD Kabupaten Pati, Senin (18/4/2022).

“Ada beberapa tanggapan dari kami. Salah satunya soal pengisian perangkat desa. Terkait pengisian perangkat agar dikembalikan ke Pemerintah Desa (Pemdes) sesuai dengan UU Nomer 6 tahun 2012,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin selepas memimpin rapat.

Pihaknya menilai dalam ujian pengisian perangkat desa yang digelar pada Sabtu (16/4/2022) lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terlalu ikut campur. Pemkab Pati menunjuk pihak ketiga atau universitas yang menggelar ujian.

Padahal menurutnya, dalam UU nomor 6 tahun 2012 yang mempunyai wewenang ini adalah panitia di desa masing-masing. “Semoga Pemkab ndak ikut campur nantinya,” kata dia.

Sebelumnya, pihaknya meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Jumani untuk menghentikan sementara proses pengisian perangkat desa. Jumani, selaku Ketua Panitia Pengawas Kabupaten Pengisian Perangkat Desa, diminta memperbaiki dulu pengisian perangkat desa.

Namun, rekomendasi ini tidak digubris. Ujian pengisian perangkat desa tetap berlangsung di Hotel UTC Semarang, Sabtu (16/4/2022). Meskipun demikian, pihaknya legowo dengan hal ini.

“Kemarin ada rekomendasi untuk menghentikan sementara. Tetapi kalau ndak ditanggapi karena rekomendasi ndak mengikat ya itu hak mereka,” kata dia.

Namun, pihaknya siap bergerak apabila ada aduan dari masyarakat terkait pengisian perangkat desa ini. Bila ada keganjalan pihaknya siap mengusut.

“Kalau ada aduan dari masyarakat kami akan tindaklanjuti. Kalau belum ada aduan kami tidak bergerak. Sampai detik ini belum ada masuk di meja saya secara resmi,” tandas dia. (awe) 

Soal Takbir Keliling, Dewan Minta Masyarakat Patuhi Aturan Pemerintah Pusat

Tuesday, April 19, 2022 Add Comment

PATI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin ikut angkat bicara soal larangan takbir keliling. Ia meminta masyarakat untuk mentaati aturan dari pemerintah pusat.

Menurut Ali, larangan takbir keliling dalam perayaan Hari Raya Idulfitri tahun 1443 H/2022 M merupakan aturan dari Pemerintah Pusat. Yakni dijelaskan dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 8 tahun 2022.

Inilah yang menjadi dasar Bupati Pati Haryanto untuk melarang takbir keliling di wilayahnya. Pihaknya tidak ingin membangkang aturan dari pemerintah pusat ini. Ali pun meminta masyarakat untuk legowo dengan keputusan ini.

“Kebijakan Bupati Pati Haryanto kan menindak lanjuti dari pemerintah pusat. Jadi kalau tidak sesuai kan ya salah kan. Kita harus jalan lurus dari Pemerintah Pusat. Kita tidak bisa menyalahkan kebijakan Bupati Pati,” tutur Ali selepas memimpin Rapat Paripurna, Senin (18/4/2022).

Secara pribadi, ia mengaku senang dengan adanya takbir keliling. Dengan adanya takbir keliling suasana perayaan Hari Raya Idulfitri jauh lebih semarak. Namun lantaran ada larangan dari Kemenag, ia mengimbau masyarakat untuk menggelar takbir di masjid atau musala.

“Sebenarnya saya senang dengan takbir keliling. Tetapi karena Pemerintah Pusat melarang dengan takbir keliling ya kita harus menaati. Kita harus menghormati keputusan Pemerintah Pusat,” tandas dia.

Diketahui, pada Kamis (14/4/2022) lalu, Bupati Pati Haryanto melarang warganya menggelar takbir keliling. Haryanto meminta warga Pati melaksanakan takbir di masjid atau musala.

Keputusan ini menuai penolakan dari berbagai pihak. Bahkan ada seruan aksi menggema di media sosial hingga saat ini. Rencananya pada Rabu (20/4/2022) akan ada demo di Kantor Bupati menolak larangan takbir keliling. (awe) 

Ketua DPRD Pati Minta Demo Larangan Takbir Keliling Dibatalkan

Tuesday, April 19, 2022 Add Comment

PATI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Ali Badrudin meminta rencana demo soal larangan takbir keliling dibatalkan.

Untuk diketahui, Bupati Pati Haryanto mengumumkan larangan takbir keliling dalam perayaan Hari Raya Idulfitri 1443 H. Pengumuman itu mengacu pada SE Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2022.

Usai pengumuman itu, muncul ajakan unjuk rasa menolak keputusan itu. Flyer ajakan itu berseliweran di media sosial.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, aksi demo penolakan larangan takbir keliling itu rencana digelar Rabu (20/3/2022), pukul 10.00 WIB di Kantor Bupati Pati.

Poster yang diunggah di media sosial itu tertulis, “Seruan Aksi Tolak Keputusan Bupati Pati terkait Pelarangan Takbir Keliling 2022.”

Menanggapi itu, Ali Badrudin meminta masyarakat ikut menjaga kondifitas Kabupaten Pati. Di mana, warga diminta tidak menggelar aksi demonstrasi penolakan itu.

“Kami berharap ndak usah demo lah. Kita buat suasana kondusif. Jangan sampai menimbulkan rasa ndak nyaman,” ujar Ali selepas memimpin Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Senin (18/4/2022) kemarin.

Ali mengimbau kepada umat Islam Pati untuk melaksanakan takbir di masjid atau musala sebagaimana imbauan dalam SE Menag Nomor 8 tahun 2022 itu. “Lebih baik takbir di masjid atau musala saja,” kata dia.

Ia menilai larangan takbir keliling dalam perayaan Hari Raya Idulfitri tahun 1443 H/2022 M merupakan aturan dari Pemerintah Pusat. Dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) dalam Surat Edaran nomor 8 tahun 2022.

Sehingga Bupati Pati Haryanto mengikuti aturan ini di wilayah Kabupaten Pati. Pihaknya tidak ingin membangkang aturan dari pemerintah pusat ini. Ali pun meminta masyarakat untuk legowo dengan keputusan ini. (awe) 

DPRD Pati Wacanakan Hak Angket, Buntut Tidak Diindahkan Rekomendasi Tunda Pelaksanan Pengisian Perades

Monday, April 18, 2022 Add Comment

PATI –Tidak diindahkanya rekomendasi Ketua DPRD Pati Ali Badrudin untuk menunda pelaksanaan ujian pengisian perangkat desa terus bergulir. Hari ini Fraksi PDIP, DPRD Pati akan menggelar rapat koordinasi terkait kebijakan Pemkab Pati tersebut.

Terlebih, hari ini ada aduan dari warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Jakenan terkait indikasi penyimpangan dalam tahapan skoring pengisian perangkat desa. Sehingga fenomena yang berkembang semakin menguatkan dewan dalam mengambil langkah-langkah politik.. 

Ketua Fraksi PDIP DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo menyampaikan, terkait pelaksanaan ujian pengisian perangkat desa yang tetap dilaksanakan pihaknya akan merapatkanya terlebih dahulu bersama anggota.

“Izin hari ini kami dari Fraksi PDIP akan berapat dahulu. Apakah kami akan menggunakan hak angket atau tidak, kita rapatkan dulu. Hari ini masyatakat bisa menilai, fraksi mana atau partai mana yang mendukung kepentingan rakyat, atau mendukung kepentingan-kepentingan orang besar-besar, ” ungkap Bandang.

“Fraksi PDIP akan mengawal semua kepentingan rakyat. Kami tidak mau menyakiti hati rakyat dengan hanya duduk di sini. Kami berharap fraksi-fraksi yang lain bisa bergabung dan menggunakan hak interpelasi atau hak angketnya agar masalah ini clear,” imbuh Bandang.

Lebih lanjut Bandang menegaskan, dengan mengambil langkah itu, harapanya tidak ada kecurigaan di masyarakat. Sebab, yang berkembang DPRD dikita ikut bermain dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa ini. “Maka kami buktikan, bahwa Fraksi PDIP benar-benar tidak ikut bermain. Sudah ada beberapa fraksi yang berkomunikasi dengan kami, dari Fraksi PPP dan Fraksi NKRI,” imbuh Bandang. (awe) 

Diduga Ada Kecurangan Seleksi Perades, Warga Tlogorejo, Jakenan Wadul Dewan

Monday, April 18, 2022 Add Comment
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Teguh Bandang Waluyo menerima belasan warga terkait dugaan kecurangan pengisian perangkat desa.

PATI - Belasan warga Desa Tlogorejo Kecamatan Jakenan menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Pati pagi kemarin. Mereka mengadukan persoalan terkait pengisian perangkat desa. Mereka menyoal terkait sistem pengaturan skor pengabdian yang tidak disahkan oleh panitia.

Padahal saat uji publik, sudah disepakati dan dibuat perjanjian di atas materai.

Warga diterima di ruang Fraksi PDI Perjuangan. Dalam pengaduannya, warga meminta bantuan DPRD Pati untuk mengawal berbagai kasus dugaan kecurangan dalam pengisian perangkat di desanya.

"Kami mempersoalkan sistem pengaturan skor pengabdian calon perangkat desa, ini diduga menguntungkan calon tertentu dan merugikan calon lain yaitu anak saya," jelas salah seorang perwakilan warga Johari.

"Padahal sudah disepakati dalam uji publik. Ini ada dugaan kecurangan yang dilakukan oleh panitia. Sudah disepakati dan dibuat perjanjian di atas materai," imbuhnya.

Johari mengaku sudah mengadukan hal ini  ke pihak Camat dan Pemkab Pati, namun belum ada tanggapan. Karena itu hari ini pihaknya mengadu ke DPRD.

Sementara itu Ketua Fraksi PDI Perjuangan Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan, pihaknya akan mengawal kasus dugaan kecurangan tersebut hingga tuntas.

"Nanti kalau perlu bakal kita bentuk pansus hingga penggunaan hak angket untuk menyikapi persoalan in," tegasnya.

Sebelumnya Bandan Anggaran (Banggar) DPRD Pati telah merekomendasikan untuk menunda tes pengisian perangkat desa. Pasalnya banyak permasalahan timbul. Namun pihak pemkab tetap memaksakan ujian tertulis pada Sabtu (16/4) lalu. (awe) 

Gemblung, Pemuda Ini Nekat Curi Motor Dinas Polisi

Saturday, April 16, 2022 Add Comment
AS (19), warga Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang diamankan ke Polsek Juwana karena mencuri sepeda motor milik anggota polisi

PATI - Seorang pria berinisial AS (19), warga Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, dibekuk polisi karena kedapatan mencuri sepeda motor dinas polisi.

Pada Sabtu (16/4/2022) dini hari sekira pukul 02.30 WIB, ia terpergok oleh Bhabinkamtibmas Desa Margomulyo Kecamatan Juwana, Aipda Budi Setiyo.

AS kedapatan membawa sepeda motor Verza berwarna cokelat Polri yang tidak dilengkapi surat-surat. Ia lalu dibawa ke Mapolsek Juwana untuk dimintai keterangan.

“Hasil pemeriksaan oleh unit Reskrim Polsek Juwana, terduga pelaku mengakui bahwa sepeda motor yang ia bawa merupakan hasil pencurian yang dia lakukan di Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang,” ujar Kasi Humas Polres Pati Iptu Sukarno.

AS mencuri sepeda motor tersebut dari tetangga satu desanya sendiri, yakni Bripka Dwi Prasetyo yang merupakan Kasium Polsek Sarang, Rembang.

Dalam melancarkan aksinya, AS melompat pagar garasi dan membawa sepeda motor yang kuncinya masih menempel tersebut.

“Mengetahui bahwa motor yang dicurinya adalah kendaraan dinas Polri, terduga pelaku melepas plat nomor dinas dan stiker Polri agar tidak diketahui masyarakat,” kata Iptu Sukarno.

Berhubung Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian berada di wilayah Rembang, maka kasus ini selanjutnya ditangani oleh Sat Reskrim Polres Rembang. (gus) 

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Tambak Karangrejo, Juwana

Saturday, April 16, 2022 Add Comment

 

Petugas dari Polsek Juwana saat melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di area tambak turut Desa Karangrejo, Juwana, Sabtu (16/4). 

PATI -Warga Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat yang berada di area tambak desa setempat,Sabtu (16/4).

Mayat yang ditemukan di pinggir tambak itu diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri diperkirakan berusia 60 tahun, tinggi badan 158 cm. Nahasnya saat ditemukan, mayat dalam keadaan telanjang dan tidak ditemukan identitas diri. 

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing melalui Kasi Humas Iptu Sukarno mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Juwana, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan/penganiayaan.

“Diduga penyebab kematian karena korban mempunyai riwayat penyakit dalam. Karena tanpa identitas dan tidak ada warga yang mengenali korban, akhirnya mayat tersebut dibawa ke RSUD RAA Soewondo,” jelasnya.

Menurut saksi Salamun (50) warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa yang sedang bekerja di sekitar lokasi, sekitar pukil 07:30 wib dia berjalan di area tambak hendak melihat alat bego yang digunakan untuk normalisasi saluran sungai.

“Pada saat berjalan di pinggir area tambak sebelah barat pintu keluar rumah makan Resto 'Kampoeng Air', saya melihat orang telanjang tergeletak dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian saya memberitahu ke teman, untuk menyaksikan dan mastikan ada yang mengenal identitas korban atau tidak?,” katanya.

Karena tidak ada yang mengenali, Salamun memberitahukan kepada karyawan resto bernama Supat warga Desa Karangrejo, untuk dilaporkan ke Babinkamtibmas setempat. Polsek Juwana yang menerima laporan itu langsung menerjunkan beberapa petugasnya ke lokasi.

 “Selanjutnya piket Polsek Juwana dipimpin Kanit Reskrim bersama anggota dan tim medis Puskesmas Juwana mendatangi lokasi penemuan mayat. Identitas mayat, belum ditemukan, karena masih menunggu konfirmasi dari petugas unit identifikasi Polres Pati terhadap hasil pelacakan sidik jari korban oleh unit identifikasi dari petugas Polri sesuai alamat yg ditemukan,” jelasnya.

Saat dilakukan penyisiran di sekitar area tambak, di dekat mayat tersebut, ditemukan jaket warna abu-abu, kombinasi lengan jaket warna orange, sarung warna hitam kotak-kotak, serta celana pendek warna coklat dan sandal slop warna merah.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Juwana, Ipda Windartono mengimbau jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri tersebut bisa langsung menghubungi Polres Pati atau Polsek Juwana. (gus) 

Ketua DPRD Pati : Penunjukan Unisbank Khianati Komitmen dengan Banggar

Friday, April 15, 2022 Add Comment

 

PATI – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pati meminta pengisian perangkat desa tahun ini ditunda. Para wakil rakyat tersebut menilai proses pengisian perangkat desa kali ini penuh dengan kejanggalan, ditambah dengan penunjukan Unisbank sebagai pihak ketiga penyelenggaran ujian tertulis.

“Kami menerima banyak masukan dan keluhan dari masyarakat di bawah soal pengisian perangkat desa ini. Apalagi penunjukan Unisbank sebagai pihak ketiga penyelenggara ujian tertulis,” terang Ketua DPRD Pati Ali Badrudin dalam rapat kordinasi bersama Sekda, Bagian Tata Pemerintahan Setda Pati dan juga Unisbank. 

Dalam rapat tersebut dihadiri seluruh pimpinan DPRD dan anggota Badan Anggaran (Banggar). 

Penunjukan Unisbank sebagai pihak ketiga disebut menghianati keputusan rapat Banggar beberapa waktu yang lalu, sebelum penyelenggaraan pengisian perangkat desa kali ini.

Sebab dalam rapat tersebut dewan memberikan catatan agar penyelenggara ujian tertulis merupakan kampus yang memiliki jurusan atau program studi pemerintahan. Hal itu sudah disepakati namun kenyataannya Unisbank tetap dipakai.

“Padahal pengisian perangkat desa tahun 2020 sempat geger, karena ada penundaan pengumuman calon yang lolos sampai 8 jam. Hal ini memicu kecurigaan publik. Kenapa ini ditunjuk lagi sebagai pihgak ketiga,” papar politikus PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, Ali menegaskan, sebelum menyetujui adanya anggaran pengisian perangkat desa, pihaknya sudah merekomendasikan untuk tidak menggunakan Unisbank. 

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan tempat ujian tertulis perangkat desa berada di UTC, Semarang. Ia menilai pelaksanaan ujian bisa digelar di Kabupaten Pati. Hal ini juga didukung anggota yang lain yang juga tidak sepakat ujian digelar di luar Pati.

"Kenapa tidak di Kabupaten Pati saja. Di Hotel Safin, atau gedung-gedung lainnya. Bisa menghemat waktu dan biaya bagi para pelamar," paparnya. 

Sementara itu Jumani berkilah jika dalam paparan yang telah dilakukan hanya Unisbank yang sanggup. Pihaknya mengaku mengundang 12 perguruan tinggi lainnya untuk paparan. Dari jumlah itu ada 8 yang datang.

"Semua Perguruan tinggi yang mengajukan sanggupnya di Semarang kalau dengan sistem CAT. Dari berbagai perguruan tinggi, Unisbank yang terbaik. Unnes tidak sanggup CAT, hanya ujian tulis LJK. Selain itu ada komitmen dari Unisbank untuk menggandeng tenaga ahli," jelas Jumani yang menjabat Ketua Panitia Pengawas Kabupaten ini. (awe) 

Dewan Pertanyakan Kredibilitas Unisbank dalam Proses Pengisian Perangkat Desa di Pati

Thursday, April 14, 2022 Add Comment

 

PATI - DPRD Kabupaten Pati mempertanyakan proses pengisian perangkat desa. Mereka pun mengundang Ketua Panitia Pengawas, Jumani serta pihak Unisbank selalu pihak ketiga yang dipercaya menggelar ujian tertulis, Kamis (14/4/2022).

Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin menjejali Jumani yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) dengan pertanyaan tentang proses pengisian perangkat desa. Pihaknya mempertanyakan soal penunjukan Unisbank sebagai pihak yang menggelar ujian tertulis.

“Karena ada beberapa alasan, Unisbank tidak punya studi ilmu pemerintahan,” ujar Ali dalam rapat yang digelar di Ruang Badan Anggaran (Banggar).

Ali mengungkapkan, sebelum menyetujui adanya anggaran pengisian perangkat desa, pihaknya sudah merekomendasikan untuk tidak menggunakan Unisbank. Rekomendasi ini muncul lantaran pada pengisian perangkat desa pada 2020 lalu ada permasalahan.

“Pengisian perangkat ada anggota badan anggaran yang menyampaikan pihak ketiga jangan Unisbank. Saat itu dijawab pak Sekda tidak menggunakan Unisbank lagi,” kata Ali.

“Kenapa ndak universitas lain. Unisbank pernah dipakai Pemkab Pati pada 2020 ada beberapa persoalan. Pengumuman mundur delapan jam dan diduga ada kepentingan terkait mundurnya pengumuman itu,” lanjut Ali.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan tempat ujian tertulis perangkat desa berada di UTC, Semarang. Ia menilai pelaksanaan ujian bisa digelar di Kabupaten Pati.

“Kenapa tidak di Kabupaten Pati saja. Di hotel Safin. Bisa menghemat waktu dan biaya,” cecar Ali kepada Sekda Pati.

Menjawab hal ini, Jumani mengungkapkan pihaknya kembali menunjuk Unisbank lantaran perguruan tinggi ini yang paling baik dibanding 12 perguruan tinggi lainnya.

“Semua perguruan tinggi yang mengajukan sanggupnya di Semarang kalau dengan sistem CAT. Dari berbagai perguruan tinggi, Unisbank yang terbaik. Unnes tidak sanggup CAT. Selain itu ada komitmen dari Unisbank untuk menggandeng tenaga ahli,” kata Jumani. (awe) 

Dewan Minta Pengisian Perangkat Desa di Pati Ditunda

Thursday, April 14, 2022 Add Comment

PATI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta kepada Ketua Panitia Pengawas Pengisian Perangkat Desa untuk menunda pengisian perangkat desa.

“Pengisian perangkat desa untuk ditunda sementara waktu. Harus ada perbaikan-perbaikan. Jangan kesannya asal-asalan,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, selepas memimpin rapat koordinasi dengan Panitia Pengawas Pengisian Perangkat Desa dan pihak Unisbank, Kamis (14/4/2022).

Pihaknya beralasan, proses pengisian perangkat desa menimbulkan polemik di masyarakat. Wewenang pengisian perangkat desa yang awalnya semuanya berada di pemerintahan desa (pemdes), menurutnya mulai bergeser ke Pemkab Pati.

“Masukan dari kepala desa dan ketika kami turun ke bawah, pengisian perangkat desa ini banyak keganjilan. Pengisian perangkat desa awalnya menjadi kewenangan mutlak kepala desa. Tetapi, yang mencari pihak ketiga ini kok pemerintah daerah,” kata dia

Selain itu, pihaknya juga mempermasalahkan penunjukan Unisbank sebagai pihak ketiga. Menurutnya, ini menyalahi komitmen Sekda Pati Jumani saat rapat gelar pendapat tentang pengisian perangkat desa, beberapa bulan lalu.

“Kami merekomendasikan kalau bisa jangan pakai Unisbank. Tatapi pak Jumani masih menggunakan Unisbank. Jangan mempersulit masyarakat. Masak pelaksanaan (ujian) ndak di Pati. Masak di Semarang. Yang punya duit ndak papa,” tandas dia.

Sementara itu, Sekda Pati, Jumani, belum bisa menjawab terkait pelaksanaan rekomendasi ini. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Pati dan menunggu instruksi Bupati terkait hal ini.

“Penundaan bukan ranah kami tetapi Pak Bupati. Kami hanya Panitia Pengawas Pengisian Perangkat Desa,” jawabannya.

Diketahui, ujian tertulis pengisian perangkat desa akan digelar di Hotel UTC Semarang pada Sabtu (16/4/2022). Sebanyak 706 peserta akan berebut menjadi perangkat desa. Formasi perangkat desa yang direbutkan kali ini sebanyak 187 kursi dari berbagai jenis. (awe) 

DPRD Pati : Luasan Lahan untuk Industri di Trangkil Seluas 1.036 Diduga Langgar RTRW

Thursday, April 14, 2022 Add Comment


 

PATI – Luas lahan industri PT HWI di Kecamatan Trangkil mencapai 1.036 hektare (ha). DPRD Pati mengaku tak mengetahui adanya lahan industri yang dinilai terlalu luas untuk skala kecamatan. Ini dinilai menyalahi aturan perda RT RW. Sehingga, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyelidiki kejelasan luas lahan ribuan ha itu.

Pihaknya telah membuat panitia khusus (Pansus) menyangkut RTRW di Trangkil. Tapi, hasil pansus tak menjelaskan secara gamblang. Karena perubahan area permukiman menjadi lahan industri tak dijelaskan pihak pansus secara gamblang.

Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badruddin mengatakan, keberadaan lahan tersebut dinilai cukup luas. Pasalnya ada 1.036 ha lahan untuk peruntukkan industri yang hanya berada di satu kecamatan saja.

”Keberadaan lahan tersebut tidak pernah disampaikan ke kami secara langsung. Dari Pansus juga tak memberitahu adanya lahan seluas itu,” katanya.

Menurutnya, keberadaan lahan ini berbeda dengan yang diketahui pihaknya. Kata Ali, hasil Pansus yang sampai kepadanya soal lahan industri di Trangkil tidak mencapai luasan sebanyak itu. Melainkan hanya petak-petak lahan untuk industri perumahan saja.

”Kawasan industri di kecamatan Trangkil tiba-tiba ada 1.036 ha. Kami juga terkejut adanya lahan seluas itu. Saat Pansus dulu ketuanya Pak Bandang. Kami tidak mendapatkan laporan dari Pansus kalau di situ ada perubahan lahan produktif ke lahan peruntukkan industri. Dan ketika saya tanyakan kepada pimpinan pansus, pimpinan pansus juga pada saat pembahasan tidak disampaikan oleh eksekutif,” tandasnya.

Keberadaan lahan industri ini dinilai mengkhawatirkan. Menurutnya, lahan yang dibawahnya itu, lahan pertanian produktif. Tapi, diubah menjadi lahan industri.

Selain itu, Ali menyayangkan soal lahan industri di Trangkil itu. Pasalnya, masih banyak lahan di luar Trangkil yang tidak lahan pertanian produktif, bisa dipakai lahan industri.

Adanya persoalan itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait keberadaan luas lahan industri yang dinilai ganjil. Nantinya, pihaknya akan berupa mengundang kembali pihak eksekutif melalui Pansus.

”Jadi setelah adanya pemanggilan Pansus, nanti lebih gamblang dan terbuka soal lahan tersebut. Itu memang dari awal tidak disampaikan atau disampaikan setelah-setelah pembahasan peraturan. Sehingga, kami baru tahu ada lahan seluas itu,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, lahan tersebut akan digunakan untuk pembangungan pabrik PT HWI. Masyarakat Trangkil mengadu ke DPRD setempat karena dinilai ada cukong yang bermain. Pasalnya, belum ada sosialisasi pihak pabrik kepada warganya. (awe)