Kader Demokrat Yang Berkhianat Dipecat Secara Tidak Hormat

Friday, February 26, 2021 Add Comment

 

konfrensi pers di ruang Auditorium kantor DPP Partai Demokrat, Jum’at (26/2/2021).

NASIONAL (INFOJATENGPOS) - Banyaknya desakan dari para kader Partai Demokrat (PD), yang disampaikan oleh para Ketua DPD dan Ketua DPC Se-Indonesia terkait adanya kader PD yang Berkhianat. Maka DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar konfrensi pers di ruang Auditorium kantor DPP Partai Demokrat, Jum’at (26/2/2021). Dengan tegas DPP memecat para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara inkonstitusional.

“Ada 6 anggota Partai Demokrat yang dipecat, yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya,” katanya dalam keterangan pers.

Pemecatan itu, lanjutnya  sudah sesuai dengan keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang telah melakukan rapat dan sidangnya selama beberapa kali dalam sebulan terakhir ini.

“Terkait dengan GPK-PD, Dewan Kehormatan PD telah menetapkan bahwa ke enam orang tersebut terbukti melakukan perbuatan yang merugikan Partai Demokrat dengan cara mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga sudah menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoax dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat Pusat dan Daerah, baik secara langsung (bertatap muka) maupun tidak langsung (melalui komunikasi telepon).

“Mereka menyebut Partai Demokrat dinilai gagal dan karenanya kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) secara illegal dan inkonstitutional dengan melibatkan pihak eksternal,” ujarnya.

Padahal, lanjut AHY kepemimpinan dan kepengurusan serta AD/ART Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020, telah mendapatkan pengesahan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan masuk dalam Lembaran Negara.

“GPK-PD sangat melukai perasaan para pimpinan, pengurus dan kader Partai Demokrat, di seluruh tanah air. Keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat itu didasarkan atas laporan kesaksian dan bukti-bukti serta data dan fakta yang ada,” katanya.

DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat.

Para pelaku GPK-PD itu telah melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan AD/ART Partai Demokrat, Pakta Integritas dan Kode Etik Partai Demokrat. Oleh karena itu menurut Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang bersangkutan tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya, atau diperiksa secara khusus, sesuai ketentuan Pasal 18 Ayat (4) Kode Etik Partai Demokrat.

“Majelis Tinggi Partai Demokrat juga telah berupaya untuk melakukan komunikasi dengan salah satu aktor utama GPKPD, yaitu saudara Jhoni Allen Marbun. Tetapi tuntutan yang bersangkutan tidak masuk akal,” ujarnya.

Bukan konsolidasi internal, lanjutnya melainkan memasukkan aktor eksternal melalui KLB inkonstitusional, dan “menjual” Partai Demokrat kepada aktor eksternal itu, sebagai kendaraan dalam pen-Capres-annya di Pemilu 2024.

“Padahal, dari berbagai indikator, tokoh eksternal yang dimaksud tersebut, tidak bisa dikatakan sebagai seseorang yang memiliki kepantasan. Sementara tren elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020 saat ini terus mengalami peningkatan yang signifikan,” tegasnya.(mel/gus)

Kartina Sukawati : Ibu Rumah Tangga Harus Bisa Membantu Perekonomian Keluarga

Thursday, February 25, 2021 Add Comment

 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrat Kartina Sukawati saat menjadi narasumber dalam Pelatihan PPEP, di Desa Pasucen Kecamatan Trangkil, kamis (25/2/2021).

PATI –Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrat Kartina Sukawati menjadi narasumber dalam Pelatihan Produktifitas Ekonomi Perempuan (PPEP), di Desa Pasucen Kecamatan Trangkil, kamis (25/2/2021).

Dalam kegiatan yang diadakan oleh Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah tersebut. Diikuti para ibu-ibu rumah tangga khususnya dari keluarga yang pra-sejahtera.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para ibu-ibu rumah tangga agar juga bisa membantu perekonomian di keluarga. Apalagi disama pandemi virus corona seperti ini,” kata Kartina.

Wanita yang akrab disama Bu Ina ini menjelaskan. Dalam pelatihan ini ibu-ibu dapat memilih kegiatan yang mereka sukai namun dapat juga dapat menghasilkan uang.

“Kebetulan di Desa ini, mayoritas menyukai kegiatan menanam. Jadi kedepan kita akan fasilitasi kebutuhan mereka untuk budi daya tanaman hias maupun hidroponik,” jelasnya.

Selain akan diberikan peralatan untuk menanam, juga akan diberitahu cara memasarkannya.

“Jadi kita harus kreatif untuk membantu masyarakat yang masih pra-sejahtera. Salah satunya ya dengan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.(mel/gus)

 

Banjir Di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu, DPC Demokrat Pati Langsung Salurkan Bantuan

Wednesday, February 24, 2021 Add Comment

 

Ketua DPC PD Pati, Joni Kurnianto bersama kader Partai Demokrat Kabupaten Pati saat memberikan bantuan di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Rabu (24/2/2021)

PATI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Pati menyalurkan ratusan paket bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu, Rabu (24/2/2021). Bantuan tersebut langsung didistribusikan ke 4 desa di dua kecamatan tersebut.

“Tadi pagi saya dihubungi oleh kader-kader dari Tayu maupun Dukuhseti bahwa ada banjir sejak tadi malam. Jadi hari ini kita gerak cepat langsung memberikan bantuan,” ujar Ketua DPC PD Pati, Joni Kurnianto.

Joni yang juga Wakil Ketua I DPRD Pati menyebutkan, dirinya bersama dengan puluhan kader langsung terjun ke lolasi banjir untuk memberikan bantuan. Ada 4 Desa yang mendapat bantuan yakni Desa Dororejo di Kecamatan Tayu kemudian di Kecamatan Dukuhseti ada Desa Ngagel, Desa Alasdowo, dan Desa Dukuhseti.

“Kebetulan di kantor masih ada 100 kardus mi instan sama 300 kilo beras, dan ada makanan ringan dari UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Langsung kami bagi ke empat desa pada hari ini,” jelas Joni saat memberikan bantuan di Balai Desa Ngagel.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati ini mengatakan, pihaknya siap menberikan bantuan susulan ke desa-desa yang sekiranya masih terdampak banjir. 

“Kita lihat besok. Kalau bisa mengumpulkan (sembako) lagi, besok kita kirim lagi. Yang penting kita tunjukkan bahwa partai demokrat Pati ini tanggap bencana dengan cepat,” katanya.

DPC Demokrat Pati menjalankan Instruksi dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk peka dan tanggap terhadap bencana.

Joni menyebut, tanggap cepat terhadap bencana adalah instruksi langsung dari pimpinan pusat mereka, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

“Kita diperintah mas AHY itu supaya peka dan tanggap terhadap bencana. Khususnya di masa pandemi ini. Seharusnya demokrat itu memang seperti ini,” ujar dia.

Sementara Kepala Desa Ngagel Suwardi mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Demokrat Pati. 

"Untuk kebutuhan logistik dari desa sudah menyediakan. Ini dari Demokrat alhamdulillah sangat membantu dan memperhatikan kami. Mudah-mudahan bantuan dari Pak Joni dapat meringankan beban dari kami," ungkap Kades Ngagel ini.

Diketahui, di Desa Ngagel yang tergenang air kurang lebih sekitar 600 rumah. Dari total tersebut, 270 rumah terdampak cukup parah. Ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter. Menyikapi itu, pemerintah desa juga sudah mendirikan dapur umum yang berada di balai desa.(mel/gus)

Ketua F-PD DPRD PATI : Semakin Kuat Menjaga Martabat dan Marwah Demokrat

Wednesday, February 24, 2021 Add Comment
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Aris Sukrisno

PATI-Gerakan yang mengatasnamakan para senior dan pendiri Partai Demokrat semakin gencar. Selain menyuarakan Konggres Luar Biasa (KLB) dengan maksud mendongkel kepemimpinan AHY, mereka juga menuding SBY menjadikan Demokrat sebagai partai keluarga Cikeas.

Tudingan dan gerakan yang tidak mendasar itu sangat mengusik sejumlah kader partai berlambang Mercy tersebut. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Aris Sukrisno pun ikut menyesalkan intrik yang dilakukan oleh para kader dan mantan kader senior tersebut.

“Saya menghormati mereka sebagai senior di partai, juga sebagai mantan atasan saya. Tapi terus terang apa yang mereka lakukan ini sangat melanggar etika politik,” ujar Aris.

Mantan Timses SBY-JK itu mengaku kagum pada sosok SBY sehingga dia memutuskan ikut bergabung dengan Demokrat pada 2007.

“SBY, saya melihatnya sebagai sosok yang santun cerdas dan bijak. Dari sanalah aku mengagumi Bapak  SBY yang notabene menjadi sosok yang bisa mengayomi rakyat,” terangnya.

Aris mengaku sedih dan prihatin dengan gerakan yang dilakukan oleh para seniornya di partai, apalagi sampai mengusik nama baik Ketua Majelis Tinggi PD, SBY.

“Mereka harusnya berfikir jernih dan tidak mengedepankan keinginan sesaat. Sejarah membuktikan kalau demokrasi dimulai dari kepemimpinan beliau, Pak SBY. Jadi sangat wajar nama SBY sebagai rohnya Demokrat. Sekarang AHY secara sah dan konstitusional dipilih sebagai Ketua Umum PD. Pak AHY orang yang cerdas dan tegas. Ini bisa dibuktikan tren PD yang mulai meningkat,” tukasnya.

Aris pun berharap, para pihak yang ingin mengkudeta AHY untuk intropeksi diri agar tidak salah dalam membuat statemen dan melangkah. Apalagi kebanyakan mereka adalah mantan pejabat Negara, sehingga perlu dipikrkan nama baik mereka di mata masyarakat.

“Silahkan membuat partai sendiri atau bergabung ke partai lain, anda akan lebih terhormat. Mereka tidak punya hak suara, jadi jangan aneh-aneh. Jangan ganggu Demokrat. Apapun suara dan gerakan mereka, kami akan semakin kuat menjaga martabat dan marwah partai kami,” pungkasnya. (Adv)

Kartina Sukawati Tidak Terpengaruh Isu Partai Keluarga ! Tetap Dukung Ketum PD AHY

Tuesday, February 23, 2021 Add Comment
Ketua DPC PD Pati, Joni Kurnianto (Kiri) Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (Tengah) Anggota DPRD Prov. Jateng Fraksi PD Kartina Sukawati (Kanan) Foto diambil sebelum masa pandemi virus covid-19.

PATI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrat Kartina Sukawati. Menentang Isu yang menyebutkan Partai Demokrat (PD) adalah partai keluarga. Dirinya menyebutkan, ini adalah isu lama yang dihembuskan untuk memecah belah PD.

Kartina Sukawati atau akrab disapa Bu Ina ini mengatakan. Isu ini dihembuskan disosial media oleh oknum-oknum yang tidak menyukai kepemimpinan Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan ingin mengkudeta Partai Demokrat.

“Mereka yang tidak suka dengan Mas AHY dan menyebar isu dimedia sosial bahwa partai demokrat bukan partai moderen tapi partai keluarga. Kenapa baru sekarang diributkan dan tidak waktu kongres lalu,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telfon, Selasa (23/2/2021).

Kartina menceritakan, dirinya sudah lama menjadi kader di Partai Demokrat. Dan memang dirinya tetap setia di Partai Demokrat adalah karena adanya sosok Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya di Partai Demokrat ini karena Bapak SBY, dan partai ini adalah partainya bapak SBY. Saya tidak merasa partai ini adalah partai keluarga. Karena sumua itu merujuknnya kepada Pak SBY,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, kecintaannya kepada Bapak SBY karena kualitasnya dalam memimpin. Yang mana sudah tidak diragukan lagi, dengan semua yang beliau lakukan saat menjadi presiden selama dua periode dan saat beliau memimpin partai. 

“Kami tidak merasa terganggu atau merasa partai ini partai keluarga. Yang terpenting sepanjang pemimpin partai ini memiliki kualitas dan kinerja yang bagus semua itu tidak masalah bagi kami,” pungkasnya.(mel/gus)

Tanggapi Isu Partai Keluarga, Ketua DPC PD Pati Tetap Solid Dukung AHY

Tuesday, February 23, 2021 Add Comment

 

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati, Joni Kurnianto saat menggelar konfrensi pers belum lama ini.

PATI – Upaya kudeta Partai Demokrat (PD) dari oknum-oknum yang tidak menyukai kepemimpinan Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono kini semakin jelas terlihat. Berbagai cara pun dilakukan. Salah satunya dengan mengangkat isu-isu lama seperti menyebut PD sebagai partai keluarga.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PD Kabupaten Pati Joni Kurnianto saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon Selasa (23/2/2021) menegaskan. Roh dari PD adalah memang dari keluarga bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Memang keluarga Yudhoyono ini adalah roh dari Partai Demokrat dan harus kita akui itu. Saya pada saat itu memilih Partai Demokrat karna memang saya cinta dengan pak SBY. Saya cinta dengan  kemampuannya, kesantunannya, kecerdasannya dalam memimpin partai maupun saat menjadi presiden selama dua periode,” ungkap Joni yang juga Wakil Ketua I DPRD Pati.

Joni yang sudah 14 tahun menjadi kader PD mengatakan. Kenapa gerakan-gerakan seperti ini baru muncul sekarang dan tidak dari dulu saat kongres Partai Demokrat.

“Saya bergabung dengan PD sejak 2007. Dan baru sekarang ada gerakan-gerakan yang lucu seperti ini. Mereka yang tidak suka dengan kepemimpinan Bapak Agus harimurti Yudhoyono seharusnya bercermin diri,” katanya.

Mereka ini, lanjutnya harusnya bersyukur dulu pernah jaya dengan Partai Demokrat entah itu menjadi DPRD maupun DPR RI dan sebagainya. Tapi jika sekarang tidak menjabat ya harusnya intropeksi diri.

“Mending mereka ini membuat partai baru. Jangan menggangu partai yang sudah berdiri. Mereka ini tidak punya empati, dan hanya memikirkan diri sendiri. Mereka ini tidak mencerminkan Partai Demokrat,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati bersama kadernya turun langsung membantu korban banjir di Kabupaten Pati.

Partai Demokrat, imbuhnya sekarang sedang fokus untuk membantu masyarakat yang kesusahan dimasa pandemi virus corona ini. Apalagi dibeberapa daerah juga ada bencana alam.

“Saat ini kita terjun langsung. Kita membina umkm, kemudian memberikan wifi gratis untuk pelajar. kita juga membantu korban bencana alam. Lebih baik kita fokus disitu, jangan malah membuat keributan,” imbuhnya.

Joni berharap, para kader Partai Demokrat dari sabang sampai maraoke tetap solid dan loyal kepada kepemimpinan bapak AHY.

“mari semuanya, kita jaga kekompakan. Kita pertahankan Partai Demokrat jangan sampai terpengaruh oleh orang-orang seperti ini,” pungkasnya.(mel/gus)

Anggota LSM GMBI Pati Terjun Bantu Korban Banjir

Monday, February 15, 2021 Add Comment

PATI - Anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Pati, melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) dengan memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen, Minggu (14/2/2021).

Dengan menerjunkan puluhan anggotanya, LSM GMBI mendatangi langsung lokasi banjir dan membagikan bantuan berupa 700 nasi bungkus, beras, mie isntan, biskuit balita dan air mineral untuk korban banjir di  Desa Kasiyan dan Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, serta di Dukuh Donomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen.

Koordinator baksos, Suyitno mengatakan, pihaknya bersama anggota LSM GMBI terpanggil untuk membantu para korban banjir, meski dengan cara menggalang dana dengan iuran dan meminta bantuan kepada para donotur untuk pelaksanaan aksi sosial ini. 

Suyitno juga megaku prihatin dengan musibah banjir yang terjadi setiap musim penghujan. Menurutnya penyebab banjir bukan hanya karena faktor hujan dengan intensitas tinggi semata. 

BANTUAN BANJIR : Anggota LSM GMBI Pati saat mendatangi lokasi banjir untuk memberikan bantuan.


Namun ada faktor lainya sebagai pemicu banjir, di antanyara adalah pelaksanaan normalisasi Sungai Juwana yang tidak tuntas. Selain itu, pengalihan fungsi hutan yang dulunya ditanami tanaman tumbuhan keras sebagai resepan kawasan kars berubah menjadi kawasan pertanian jagung dan palawija lainnya, serta masih adanya pembalakan liar di kawasan hutan.

” Yang telihat nyata adalah  adanya aktivitas penambangan galian C secara liar tanpa adanya kontrol. Dan itu menurut saya menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Kayen dan Sukolilo,” kata Suyitno.

Dari semua itu, lanjut Suyitno, seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi dari pihak pemerintah untuk mencari solilusi menangani banjir. 

" Permasalahan banjir ini  butuh kesadaran semua pihak dan harus ada ketegasan dan upaya yang nyata dari pemerintah agar masalah banjir ini bisa diatasi," tandas Suyitno.  (gus)

1000 Paket Bingkisan Dari AHY Ketua Umum PD Disalurkan Kepada Korban Banjir Di Kabupaten Pati

Saturday, February 13, 2021 Add Comment

 

Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto (paling kanan) mendampingi ketua PDRI Pati Kartina Sukawati saat memberikan bantuan kepada warga desa yang terdampak banjir di Kabupaten Pati.

PATI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Pati mendampingi Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Kabupaten Pati membagikan 1000 paket nasi kepada warga yang terimbas banjir di Kabupaten Pati, Sabtu (13/2/2021).

 

Kali ini, bantuan diserahkan secara langsung dari rumah kerumah warga yang terkena banjir di Desa Babalan Kecamatan Gabus dan di Desa Tluwah di Kecamatan Juwana.

 

Ketua DPC Partai Demokrat, Joni Kurnianto mengatakan. Sumbangan ini berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan Ketua umum Partai Demokrat Bapak Agus Harimurti Yudhoyono. Yang mana dalam penyalurannya, diamanahkan kepada DPC PD Kabupaten Pati dan PDRI Kabupaten Pati.

 

“Terimakasih kepada DPP Partai Demokrat khususnya Bapak Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Sudah ikut membantu meringankan beban korban banjir di kabupaten Pati,” ungkap Joni yang juga Wakil Ketua I DPRD Pati.

 

1000 paket nasi lanjutnya, sebelumnya dimasak di dapur umum yang didirikan oleh DPC PD Kabupaten Pati. Dalam proses memasak pun para anggota PDRI Kabupaten Pati juga ikut membantu.

 

“Dapur umum yang didirikan merupakan upaya PDRI Pati dan DPC Demokrat Pati untuk membantu warga yang terdampak akibat banjir. Karena, sudah satu Minggu banjir yang menggenang rumah warga di belasan desa belum surut,” katanya.

 

Selain membuka dapur umum untuk membuat makanan, lanjutnya Demokrat Pati melalui kader dan simpatisan juga ikut mendistribusikan makanan yang sudah matang langsung kepada masyarakat.

 

“Tadi saya bersama Ketua PDRI Kabupaten Pati, Kartina Sukawati juga ikut bergelut dengan air, terjun langsung bagikan nasi lengkap dengan lauk dan mie instan kepada warga,” pungkasnya.(mel/gus)

Kartina Sukawati Berterimakasih Atas Kepedulian AHY Ketum PD Kepada Korban Banjir di Kabupaten Pati

Saturday, February 13, 2021 Add Comment

 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kartina Sukawati (kanan) memberikan paket bingkisan kepada warga terdampak banjir di Desa Tluwah Kecamatan Juwana, Sabtu (13/2/2021)

PATI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kartina Sukawati berterimakasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atas kepeduliannya kepada para korban banjir di Kabupaten Pati.

 

Berkat bantuan yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan Ketua Umum PD AHY. PDRI dan DPC PD Kabupaten Pati dapat membuat dapur umum dan mendistribusikan 1000 paket makanan kepada warga terdampak banjir.

 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kartina Sukawati mengantarkan bingkisan kepada warga secara langsung. 
“Kegiatan ini didukung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Yang mana bapak AHY memberikan dana bantuan langsung untuk operasional dan biaya produksi serta biaya pembelian bahan bakunya,” Ungkap Kartina yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pati.


Kartina atau akrab disapa Bu Ina juga mengimbau kepada warga korban banjir untuk  senantiasa menjaga kesehatan dan tetap menjalankan aturan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid - 19.


 

“Walaupun diuji dengan banjir dan adanya pandemi Corona – 19. Kami berharap masyarakat tetap sabar dan tetap jaga kesehatan dengan menjalankan protokol kesehatan,” harapnya.(mel/gus) 

 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati Bantu Warga Korban Banjir

Friday, February 12, 2021 Add Comment

TERJANG BANJIR : Dengan menggunakan perahu romobongan Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pati memberikan bantuan untuk warga korban banjir di Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Kamis (11/2)



PATI - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pati membantu korban banjir di Desa Pasuruan, Kecamatan Kayen, Kamis (11/2).

Pembagian bantuan berupa ratusan kardus mie instan itu dipimpin langsung Ketua DPC PDIP Pati, Ali Badrudin dengan dibantu para kader dan pengurus DPC PDI Perjuangan setempat.

Diangkut dengan perahu, bantuan makanan cepat saji itu dibagikan ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

Ali Badrudin mengatakan, kegaiatan ini merupakan aksi sosial yang digagas oleh anggota DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan untuk membantu warga korban banjir.

" Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian untuk saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana alam. Selain didukung teman-teman dari Fraksi PDIP Pati dan pengurus DPC,  kegiatan ini juga disuport Bapak Alwin Basri Anggota DPRD Provinsi Jateng," kata Ali Badrudin yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Pati itu.

Menurut Ali, banjir di Kabupaten Pati ini sudah semestinya mendapat perhatian yang serius, karena selalu terjadi saat musim hujan. 

Untuk mengatasi masalah itu ke depan, pihaknya akan mengajak pihak eksekutif untuk mencarikan solusi yang nyata guna menangani banjir. 

Selain itu dirinya juga akan mengupayakan bantuan untuk warga petani yang gagal panen, dengan memintakan bantuan bibit dan alat pertanian, terutama bagi petani di daerah terdampak banjir.

" Masalah banjir di Pati ini perlu perhatian yang serius.Tidak hanya dari pemerintah kabupaten saja, tapi harus ada campur tangan dari Pemerintah Pusat. Karena banyak insfrastruktrur yang harus diperbaiki dan aliran sungai juga banyak yang perlu di normalisasi," ujarnya.

Masih menurut Ali Badrudin, kegiatan pemberian bantuan ini akan dilanjutkan ke desa-desa yang terdampak banjir lainya.

" Kita bagi tugas untuk memberikan bantuan korban banjir ini. Semua Anggota Dewan dari Fraksi PDIP kita perintahkan untuk turun ke lokasi-lokasi banjir yang berada di Kecamatan Sukolilo, Gabus, Jakenan, Juwana dan wilayah kecamatan lainya yang terdampak banjir," pungkas Ali.

Sementara itu, Kepala Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Warsito pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah dibagikan kepada warganya.

Dia berharap, ke depannya ada penanganan banjir dari pemerintah dengan menormalisasi Sungai Juwana, karena akibat luapan aliran Sungai Juwana setiap tahunnya desanya menjadi langganan banjir.

" Banjir kali ini hampir merendam semua area persawahan di desa kami. Ada sekitar 450 rumah warga terendam banjir. Kami meminta agar aliran Sungai Juwana segera dinormalisasi agar tidak menyebabkan banjir lagi ," pinta Warsito. (adv).

PDIP Pati Bantu Warga Korban Banjir

Thursday, February 11, 2021 Add Comment

 

PDIP PEDULI : Ketua DPC PDIP Pati, Ali Badrudin memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Kamis (11/2/2021).

PATI - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pati membantu korban banjir di Desa Pasuruan, Kecamatan Kayen, Kamis (11/2/2021).

Pembagian bantuan berupa ratusan kardus mie instan itu dipimpin langsung Ketua DPC PDIP Pati, Ali Badrudin dengan dibantu para kader dan pengurus DPC PDI Perjuangan setempat.

Diangkut dengan perahu, bantuan makanan cepat saji itu dibagikan ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

Ali Badrudin mengatakan, kegaiatan ini merupakan aksi sosial yang digagas oleh anggota DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan untuk membantu warga korban banjir.

" Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian untuk saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah bencana alam. Selain didukung teman-teman dari Fraksi PDIP Pati dan pengurus DPC,  kegiatan ini juga disuport Bapak Alwin Basri Anggota DPRD Provinsi Jateng," kata Ali Badrudin yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Pati itu.

Menurut Ali, banjir di Kabupaten Pati ini sudah semestinya mendapat perhatian yang serius, karena selalu terjadi saat musim hujan. 

Untuk mengatasi masalah itu ke depan, pihaknya akan mengajak pihak eksekutif untuk mencarikan solusi yang nyata guna menangani banjir. 

Selain itu dirinya juga akan mengupayakan bantuan untuk warga petani yang gagal panen, dengan memintakan bantuan bibit dan alat pertanian, terutama bagi petani di daerah terdampak banjir.

" Masalah banjir di Pati ini perlu perhatian yang serius.Tidak hanya dari pemerintah kabupaten saja, tapi harus ada campur tangan dari Pemerintah Pusat. Karena banyak insfrastruktrur yang harus diperbaiki dan aliran sungai juga banyak yang perlu di normalisasi," ujarnya.

Masih menurut Ali Badrudin, kegiatan pemberian bantuan ini akan dilanjutkan ke desa-desa yang terdampak banjir lainya.

" Kita bagi tugas untuk memberikan bantuan korban banjir ini. Semua Anggota Dewan dari Fraksi PDIP kita perintahkan untuk turun ke lokasi-lokasi banjir yang berada di Kecamatan Sukolilo, Gabus, Jakenan, Juwana dan wilayah kecamatan lainya yang terdampak banjir," pungkas Ali.

TERJANG BANJIR : Dengan menggunakan perahu romobongan PDIP Kabupaten Pati memberikan bantuan untuk warga korban banjir di Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Kamis (11/2/2021)

Sementara itu, Kepala Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Warsito pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah dibagikan kepada warganya.

Dia berharap, ke depannya ada penanganan banjir dari pemerintah dengan menormalisasi Sungai Juwana, karena akibat luapan aliran Sungai Juwana setiap tahunnya desanya menjadi langganan banjir.

" Banjir kali ini hampir merendam semua area persawahan di desa kami. Ada sekitar 450 rumah warga terendam banjir. Kami meminta agar aliran Sungai Juwana segera dinormalisasi agar tidak menyebabkan banjir lagi ," pinta Warsito. (gus)

Siswa Pedesaan Ciptakan Robot Penyemprot Disinfektan

Thursday, February 11, 2021 Add Comment
Siswa MTs Manahijul Huda, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti menciptakan robot penyemprot disinfektan.

PATI - Menempuh pendidikan di pedesaan tak menghalangi siswa untuk berprestasi. Seperti yang dibuktikan dua siswa kelas VIII MTs Manahijul Huda, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang nasional.

Dengan daya kreasi, mereka mampu menciptakan robot penyemprot disinfektan. Adalah M Thorif Globalian Nazal (13) dan Nadinia Kirani Pertiwi (13) berhasil meraih Juara 2 Kategori Kreatif dalam ajang Madrasah Robotic Competition (MRC) 2020 yang diadakan oleh Kementerian Agama RI.

Dengan pendampingan dari guru pembimbing Akhlis Hiqmatun Munawaroh, mereka menciptakan robot penyemprot disinfektan dengan nama Rodiva (Robot Disinfeksi Virus Corona). Akhlis menjelaskan, mulanya kedua anak didiknya yang mengikuti ekstrakurikuler robotik itu mencetuskan ide untuk membantu penyemprotan disinfektan di sekolah.

“Awalnya mereka bertanya ke guru pembimbing, bagaimana kalau kita berinovasi membuat alat yang bisa membantu penyemprotan disinfektan pada masa pandemi ini. Akhirnya dibuatlah Truk Rodiva ini,” jelas Akhlis.

Ditambahkan, ketika ada informasi lomba mengenai MRC 2020, tanpa pikir panjang pihaknya langsung mengikutkan hasil inovasi ini. Dari total 250 peserta, tim robotik “Joglo Warrior” MTs Manahijul Huda Ngagel berhasil meraih runner-up kategori kreatif.

“Waktu babak sembilan besar, sebetulnya peserta harus datang ke Universitas Islam As-Syafi’iyah di Pondokgede Bekasi. Tapi satu anggota tim sakit, akhirnya hanya presentasi online,” tutur Hiqmatun.

Ia mengatakan, pihaknya akan berupaya membawa hasil inovasi ini ke kompetisi di level internasional. Dalam hal ini, pihaknya berencana berkolaborasi dengan MTs lain.

Sementara, Nadinia Kirani Pertiwi (13) mengungkapkan, pihaknya membuat Truk Rodiva ini dalam waktu tiga pekan. Ia menyebut, Truk Rodiva memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, alat ini dapat dijalankan secara nirkabel melalui koneksi bluetooth.

Pengoperasiannya pun cukup mudah, dengan memanfaatkan aplikasi bluetooth remote yang tersedia di platform Android. “Alat ini menggunakan baterai isi ulang, sehingga ketika habis tidak perlu langsung membeli baterai baru. Melainkan cukup dilakukan pengisian ulang daya,” jelasnya.

Nadinia juga menungkapkan bahwa Truk Rodiva masih memiliki kelemahan. Di antaranya, jarak koneksi bluetooth tidak bisa lebih dari 10 meter. Kemudian, robot hanya memanfaatkan satu sprayer, sehingga butuh waktu lama untuk menyemprot disinfektan di satu ruangan. Selain itu alat ini juga tidak bisa menjangkau benda yang cukup tinggi, misalnya dahan pintu.

“Namun begitu, untuk kompetisi internasional robot ini memang perlu banyak upgrade. Termasuk penambahan kapasitas penampung disinfektan dan sprayer dan juga jarak koneksi pengendalian jarak jauh,” tegasnya.

Kepala MTs Manahijul Huda, Ahmad Jami’in mengatakan, bahwa pihaknya sudah bergabung dengan komunitas yang bisa memfasilitasi keikutsertaan ke ajang robotik internasional.

“Nantinya kami tidak lagi membawa nama madrasah, melainkan nama bangsa Indonesia,” ucap dia.

Menurut dia, siswa madrasah memang sebaiknya menguasai teknologi mutakhir. “Kalau bisa pidato, MTQ, tartil di muka umum, itu hal biasa. Kalau bisa berteknologi, menciptakan alat robotik, ini baru luar biasa,” tandas dia.(gus)

Haji Purwadi Bantu Warga Korban Banjir

Tuesday, February 09, 2021 Add Comment

BANTUAN BANJIR : Haji Purwadi memberikan bantuan paket sembako kepada warga terdampak banjir di Dukuh Ngantru, Desa Gajahmati, Kecamatan Pati Kota, Selasa (9/2/2021).


PATI - Pengusaha pemotongan ayam asal Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Haji Purwadi memberikan bantuan paket sembako untuk warga terdampak banjir di Dukuh Ngantru, Desa Gajahmati, Kecamatan Pati Kota, Selasa (9/2/2021).

Dengan mengerahkan karyawannya, seratusan paket bantuan itu diserahkan langsung kepada warga di lokasi banjir di desa setempat.

Pemilik CV Paritama Krakasindo Utama itu berharap, dengan bantuan paket sembako berisi mie isntan, beras dan minyak goreng itu dapat meringankan beban untuk membantu mencukupi kebutuhan warga saat rumahnya terendam banjir.

" Dengan bantuan ini semoga dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir. Dan semoga banjirnya lekas surut," kata Haji Purwadi.

Sementara itu Perangkat Desa Gajahmati, Haryanto mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk warganya. Menurut Haryanto, sudah lima hari desanya terandam banjir. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menggenangi 10 hektare area pesawahan turut desa setempat.

" Banjir yang paling parah di wilayah RT 04/ RW 01. Ada 96 KK rumahnya terendam banjir dengan ketinggian 50-80 centimeter," kata Haryanto.

Masih menurut Haryanto, saat ini banyak warga yang diserang penyakit gatal-gatal, flu, demam, dan penyakit ringan lainya. Karena itu dia berharap ada bantuan pengobatan dari Pemerintah Kabupaten Pati.

" Selama banjir sudah banyak bantuan yang datang, seperti dari komunitas, partai dan dari pemerintah desa juga telah megalokasikan anggaran untuk membantu warga. Yang dibutuhkan saat ini selain sembako juga perlu adanya petugas kesehatan untuk mengobati warga yang sudah mulai terjangkit penyakit," ujar Haryanto. (gus) 






Fraksi Partai Demokrat DPRD Pati Kompak Bantu Korban Banjir

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

Wakil Ketua I DPRD Pati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto memberikan bantuan banjir di Desa Purworejo Pati.

PATI – Musibah banjir yang menimpa beberapa desa di Kabupaten Pati mematik kepedulian dari para anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Pati. Bersama DPC Partai Demokrat mereka menggalang bantuan untuk meringankan beban para korban.

Wakil Ketua I DPRD Pati yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto mengatakan. Dirinya bersama para anggota fraksi Partai Demokrat DPRD Pati dan anggota DPC bersama menggalang bantuan.

“Dalam kesempatan ini, kita bagikan ratusan paket bantuan. Terdiri atas mi instan 350 dus, beras 250 kilogram, ratusan paket roti, dan uang. Yang mana bantuan tersebut berasal dari sumbangan para kader democrat,” katanya Senin (8/2/2021).

Dirinya mengatakan, DPC Partai Demokrat Pati beserta organisasi sayap menyalurkan bantuan ke 15 desa di Kecamatan Pati Kota, Juwana, Jakenan, Gabus, dan Sukolilo. Selain itu, ada juga bantuan nasi bungkus yang disalurkan Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI),” jelasnya.

Menurutnya, PD Pati tidak terpengaruh dengan kegaduhan yang terjadi di tingkat elit partai. Kerja sosial, terutama penanganan bencana alam dan Covid-19 di daerah tetap berjalan.

"Setiap ada bencana kami selalu turun, dalam kondisi apa pun. Kami ingin memberi contoh kepada senior-senior kami di Jakarta untuk tidak sibuk ribut, tetapi selalu solid dan tetap fokus mengurusi rakyat," tandasnya yang menyatakan tegak lurus dengan Ketua Umum DPP PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).(ADV)

 

Joni Kurnianto Salurkan Bantuan Banjir di 15 Titik

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

Wakil Ketua I DPRD Pati, Joni Kurnianto menyalurkan ratusan  paket sembako kepada korban banjir di Bumi Mina Tani Senin (8/2/2021).

PATI- Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Pati dalam empat hari terakhir tak membuat warga terdampak mengungsi. Mereka tetap bertahan di kediamannya meskipun terbatas dalam beraktivitas.

Melihat hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto pun menyalurkan ratusan  paket sembako kepada korban banjir di Bumi Mina Tani Senin (8/2/2021). Total ada 15 Desa yang diberikan paket bantuan.

Joni yang juga Wakil Ketua I DPRD Pati mengatakan. Banjir ini adalah duka bersama. Sehingga semua elemen harus bergotong royong untuk membantu para korban.

“Selain paket sembako, kami juga membagikan uang kepada warga. Lantaran, kondisi banjir ini membuat mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga yang terdampak. Meski jumlahnya tidak seberapa, bantuan itu diharapkan bisa meringankan beban warga untuk sementara waktu.

“Kami juga berharap banjir segera surut. Sehingga warga bisa beraktivitas kembali,” harapnya.(adv)

Kartina Sukawati Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

BANTUAN : Menggunakan Perahu, Kartina Sukawati berikan bantuan banjir di tiga desa terdampak banjir di Kabupaten Pati, Senin (8/2/2021).

PATI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrat Kartina Sukawati berikan bantuan banjir di tiga desa terdampak banjir di Kabupaten Pati, Senin (8/2/2021). Bantuan tersebut berupa seribu nasi bungkus dan mie instan yang diantarkan langsung ke rumah-rumah warga yang terimbas banjir.

Kartina Sukawati yang juga menjabat sebagai Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Provinsi Jawa Tengah mengatakan. Selain dirinya, kegiatan sosial ini juga dibantu oleh  PDRI Kabupaten Pati dan DPC Demokrat Pati.

“Tadi kita terjun langsung di tiga desa, yakni Desa Purworejo, Desa Karangrowo dan Desa Ngastorejo. Kasian warga yang disana tidak dapat melakukan aktifitas memasak. Jadi tadi kita berikan bantuan makanan siap saji,” ujarnya.

Kartina Sukawati memberikan bantuan di Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan Pati. 

Dirinya mengatakan, saat pendistribusian dirinya dibantu warga sekitar dan relawan tanggap bencana. Bahkan saat di Desa Karangrowo Kecamatan Jakenan, bantuan harus diberikan menggunakan perahu.

“Kalau dirasa perlu nanti kita akan segera bergerak untuk mendirikan dapur umum. Sehingga korban banjir segera terbantu dari sisi kebutuhan makannya. Mengingat ketinggian air ada yang mencapai 1 meter lebih,” kata Kartina atau akrab disapa Bu Ina.

Bu Ina menambahkan, tujuan dirinya memberikan bantuan secara langsung ke rumah-rumah warga juga untuk melihat langsung keadaan yang sebenarnya. Sehingga dirinya bisa menyerap aspirasi dari warga, dan bisa memberikan solusi.(mel/gus)

 

Jateng di Rumah Saja Bila Dilanjutkan, Dewan Pati : Kebutuhan Masyarakat Harus Dicukupi

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah

Pati – Gerakan Jateng di Rumah Saja tahap pertama telah usai. Di Pati gerakan ini telah disesuaikan dengan kondisi sekitar dan diketahui telah berjalan dengan baik.

Dari Pantauan Mitrapost.com mayoritas warga Pati mendukung gerakan ini, bisa dilihat dari kondisi jalan, pasar dan pusat perbelanjaan yang steril dari kerumunan.

Meski gerakan ini tanpa ancaman sanksi, masyarakat dinilai sudah mengerti pentingnya empati dan disiplin protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Terkait dilanjutkannya gerakan ini, muncul berbagai pandangan dari banyak pihak. Salah satunya dari Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah. Ia berpendapat apabila gerakan ini dilanjutkan dan menjadi peraturan ada hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Pati.

Bila gerakan ini dilanjutkan, yang paling terdampak adalah sektor ekonomi, dalam hal ini adalah para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Muntamah meminta agar sebelum diberlakukan lagi, masyarakat harus tercukupi kebutuhannya.

“Yang juga harus dipikirkan adalah bagaimana solusi jalan keluar untuk mencukupi kebutuhan hidup masyarakat,” kata Anggota Dewan Pati yang juga politisi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (Adv)

 

Upayakan Petani Ikut Asuransi, Dewan Pati : Perlu Stimulus Tambahan

Monday, February 08, 2021 Add Comment
Banjir di Wilayah Kec. Pati

Pati – Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat (NKRI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso mengaku bersimpati dengan situasi yang dihadapi petani di 6 Kecamatan di Pati.

Pasalnya, ratusan hektar lahan sawah rusak tersapu air banjir dalam waktu kurang dari seminggu saja. Padahal tanaman padi tersebut akan dipanen beberapa minggu lagi.

Anggota DPRD dari Komisi B ini meminta Pemkab untuk menyiapkan mitigasi bencana ketika banjir telah usai, agar banjir besar seperti ini tak terulang kembali.

Narso juga meminta agar Pemkab Pati meluaskan program asuransi pertanian untuk menjamin keberlangsungan hidup para petani pasca gagal tanam.

“Harus siapkan mitigasi, untuk perlindungan petani sebelum bencana. Juga secara konkret asuransi untuk petani penyelenggara Jasindo yang dikode oleh penyuluh lapangan digalakkan lagi,” kata Ketua Fraksi NKRI DPRD Pati itu, Senin (8/2/2021).

Narso mengetahui bahwa Pemkab banyak mengalami kendala dalam mengajak para petani untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Masyarakat menganggap mengikuti AUTP kurang menjamin petani. Banyak yang kesulitan mendapatkan verifikasi bergabung dan mendapat klaim atas gagal panennya.

Permasalahan inilah yang harus dipecahkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati dalam hal ini Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, agar kesadaran masyarakat meningkat. (Adv)

 

Produktivitas Petani Garam Menurun, Dewan: Perlu Manfaatkan Waktu

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

Petani Garam
Pati – Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (P3KP) Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Johanes Harnoko, menyebut produksi garam tambak di Pati kurang stabil. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor.

Johanes mengatakan, salah satu faktor kurang stabilnya produksi garam di Pati karena peralatan yang digunakan masih sederhana dan masih bergantung pada kondisi cuaca dan iklim.

“Produksi garam dilakukan secara padat karya melalui di tambak dengan peralatan sederhana. Petambak mengandalkan penguapan air dan radiasi matahari. Sehingga produksi garam bergantung lamanya kemarau, tingkat kelembaban dan curah hujan,” jelas Johanes, Sabtu (30/1/2021).

Cara produksi secara tradisional ini dinilai kurang efektif, utamanya jika musim penghujan. Petani garam sama sekali tidak bisa melakukan produksi.

“Petambak garam kita, terutama di Pati masih menggunakan cara tradisonal. Yaitu memasukkan air tua di dalam petakan. Selanjutnya menunggu waktu yang cukup untuk melakukan penggarukan garam (kurang lebih 10 hari). Supaya kualitasnya baik,” imbuhnya.

Akan tetapi, kondisi tersebut diakui Johanes tidak hanya dialami di Kabupaten Pati saja.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pati, Noto Subiyanto mengamini bahwa kondisi curah hujan yang tinggi ini tak memungkinkan bagi petani garam untuk berproduksi.

“Tentunya dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi pada bulan-bulan seperti Desember hingga Februari sangat tidak memungkinkan para petani garam untuk produksi,” ujar Anggota dewan fraksi PDI Perjuangan, Senin (8/2/2021).

“Biasanya saat kemarau, produktivitas garam tinggi. Siklus alamat seperti itu dan para petani garam harus bisa memanfaatkan waktu yang sebaik mungkin,” pungkasnya. (Adv)

 

Asuransi Pertanian Tidak Bisa Mengcover Banjir, Dewan Pati : Pemerintah Jangan Pasrah

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

Sawah Terendam Banjir di Pati

Pati – Bencana banjir akibat curah hujan yang tinggi menimbulkan kerugian secara materil. Bagi pelaku usaha pertanian khususnya komoditas padi di dataran rendah benar-benar membuat mereka repot. Sawah sumber penghidupan mereka sehari-hari tidak bisa dipanen.

Atas kondisi ini Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) diharapkan mampu menjadi angin segar untuk mengurangi kerugian akibat gagal panen yang dialami petani.

Namun di lapangan berkata lain, Mitrapost.com mendapati tak semua petani bisa mengakses program asuransi dari pemerintah ini.

Sudirman selaku Kepala Desa Banjarsari Kecamatan Gabus Kabupaten Pati mengatakan, para petaninya gagal mendaftar AUTP lantaran Desa Banjarsari, Gabus sudah dua kali dilanda banjir.

“Kita berusaha diasuransikan, karena dua kali banjir terus, tidak mau menerima. Tidak bisa mengatasi katanya,” kata Sudirman saat disambangi di kantornya pada Jumat (11/12/2020).

Hal ini juga dibenarkan oleh Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso. Ia mengukui bahwa ketika meminta konfirmasi kepada Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati AUTP memang tidak mencover gagal panen akibat banjir.

“Kemarin kita sudah konfirmasi Dispertan. Tidak ada cover asuransi pertanian untuk daerah banjir,” kata Anggota Dewan dari Komisi B, Senin (8/2/2021). (Adv)

 

Dewan Pati Minta Pemkab Siapkan Mitigasi Bencana

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

Banjir di Kecamatan Juwana, Pati

Pati – Curah hujan yang tinggi menyebabkan 6 Kecamatan di Kabupaten Pati terendam banjir. Keenam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Jakenan, Kecamatan Gabus, Kecamatan Kayen, Kecamatan Pati Kota, dan Kecamatan Juwana.

Di luar warga sipil, yang paling merasakan dampak dari bencana banjir ini tentunya adalah para petani padi. Diketahui bahwa para petani di kecamatan-kecamatan tersebut rencananya tak lama lagi akan memanen padinya. Harapan mereka lantas pupus karena bencana alam ini.

Data yang dihimpun Mitrapost.com dari BPBD Pati menyebutkan, lebih dari 250 hektar sawah di Kabupaten Pati terendam banjir bulan ini. Petani ditaksir mengalami kerugian materil hingga Rp7 miliar.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso menyayangkan kondisi ini. Ketua Anggota Dewan dari Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indoensia (NKRI) Ini minta pemerintah kabupaten (Pemkab) Pati untuk siapkan alokasi bibit padi gratis kepada para petani terdampak.

“Di musim tanam satu (MT-1) ini memang bisa dikatakan ratusan hektar gagal panen. Tidak sedikit yang sudah ada bulir padi tapi terpaksa terendam,” ujar Narso saat dimintai pendapat, Senin (8/2/2021).

“Jadi bantuan benih itu yang paling standar untuk antisipasi sekarang, karena

Pemerintah juga diminta untuk melakukan tindakan jangka panjang, dalam hal ini sebelum menyiapkan mitigasi banjir lebih baik saat banjir usai. (Adv)

 

Dewan Pati : Bantu Korban Banjir, DPC Gerindra Pati Berikan Bantuan di Sejumlah Wilayah

Monday, February 08, 2021 Add Comment

 

Hardi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati

Pati – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan kepada para korban banjir di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

Kecamatan Gabus termasuk salah satu wilayah yang terkena dampak luapan Sungai Silugonggo. Akibat luapan tersebut menyebabkan banjir ke area pemukiman warga. Banjir terjadi sejak pekan lalu hingga sekarang.

DPC Partai Gerindra Kabupaten Pati bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Gabus tergerak membantu para korban banjir di wilayah tersebut, Senin (8/2/2021).

“Kami memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir ke berbagai wilayah Kabupaten Pati. Untuk hari ini, kami agendanya ke Kecamatan Gabus,” ungkap Hardi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra.

DPC Gerindra menyambangi sejumlah lokasi banjir di antaranya, Desa Banjarsari, Desa Mintobasuki, Desa Gempolsari, Desa Kosekan, dan Desa Babalan. Beberapa daerah tersebut diketahui mengalami banjir terparah di Kabupaten Pati.

Hardi mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan meliputi nasi kotak, mie instan, susu kotak, susu ibu hamil, dan roti. Bantuan yang diberikan disesuaikan pada tingkat urgensi dan kemudahan proses olahan. Hal ini supaya tidak mempersulit para korban banjir.

Bantuan yang diberikan oleh DPC Partai Gerindra Kabupaten Pati disalurkan langsung menuju ke tempat terjadinya banjir. Pada upaya pendistribusiannya, DPC Partai Gerindra Kabupaten Pati berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Perangkat Desa setempat.

“Setelah kami koordinasi bersama warga dan perangkat desa, bantuan langsung kami bagikan,” Senin (8/2/2021).

Hardi berharap, bantuan yang berikan bisa meringankan beban korban yang terdampak banjir. Ia juga berharap agar banjir di seluruh wilayah Kabupaten Pati lekas diatasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. (Adv).