Kalangan Dewan Minta Jumani Perbaiki Pola Komunikasi

Thursday, October 14, 2021 Add Comment


Jumani dilantik untuk menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Pati

PATI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengaku merestui pelantikan Jumani sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati. Namun, lembaga legislatif itu meminta Jumani memperbaiki pola komunikasi.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Pati sempat melakukan penolakan terhadap Jumani sebagai kandidat sekda. Namun, selepas seleksi yang dinilai sudah sesuai prosedur, sikap dewan pun melunak.

Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badruddin menyambut baik atas terpilihnya Jumani sebagai Sekda Kabupaten Pati hari ini.

“Selaku pimpinan DPRD dan anggota DPRD Kabupaten Pati tentunya menyambut baik terpilihnya Jumani menjadi sekda. Karena sudah melalui seleksi dan Pak Bupati Pati Haryanto juga sudah menyepakati dan disetujui KASN,” ujar Ali Badrudin saat ditemui awak media.

Namun dirinya  masih memberi catatan terhadap Jumani. Catatan yang diberikan Ali tidak jauh berbeda seperti yang diungkapkan beberapa DPRD tempo hari saat menolak Jumani sebagai calon sekda. Masalah komunikasi yang dinilai kurang baik dari Jumani mampu diperbaiki dalam kinerjanya sebagai sekda nantinya.

“Tetapi kami sebagai Ketua DPRD dan mewakili seluruh anggota DPRD meminta kepada Pak Jumani bisa koordinasi baiklah. Baik dengan pimpinan maupun anggota DPRD, bisa berkomunikasi dengan baik. Karena Sekda ini salah satu pimpinan tertinggi Pemkab Pati setelah Bupati Pati, ” tambahnya.

Sebagai penyambung lidah DPRD dan eksekutif selain Bupati Pati, sekda yang dipegang Jumani mampu lebih diharapkan lebih baik. “Tentunya harapan kami pola-pola lama susah dihubungi, tentunya welcome lah kepada kami. Untuk Pati lebih baik. ” lanjutnya. (16)

Pemugaran Pagar Gedung DPRD Pati, Habiskan Rp.113 Juta

Thursday, October 14, 2021 Add Comment
Bangunan pagar depan gedung DPRD Kabupaten Pati dirobohkan untuk dibangun lebih bagus dan kokoh

PATI - Pagar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mengalami pemugaran pada tahun ini. Pekerjaan renovasi yang dilakukan mulai awal bulan Oktober hingga Desember ini menelan biaya Rp113 juta.

Ali Maslikan PPTK Kasubag Perlengkapan mengatakan, pemugaran pagar bagian depan bertujuan untuk perbaikan pagar. Pasalnya pagar gedung wakil rakyat ini dinilai sudah mengalami keretakan pada sejumlah bagian. Kondisi pagar yang kurang tinggi juga menjadi alasan lain pemugaran tersebut.

“Pembuatan memang sudah diperlukan karena tidak representatif lagi, pertama bangunannya sudah retak-retak dan kurang tinggi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ali Maslikan sendiri mengatakan, jika pagar yang kurang tinggi dapat membuat sejumlah bahaya. Terutama jika merujuk pada kejadian tempo hari saat ada seorang pendemo menerobos masuk dengan melompat pagar.

“Seperti ada demo baru-baru ini, ada pendemo yang loncat pagar, yang sekda kemarin, kan rencana mau nginap di kantor kemudian mereka gak punya izin, sehingga memaksakan diri masuk ke kantor dengan melompat pagar. Inilah kelemahan kantor kita, karena pagarnya tidak standar dan representatif,” ungkap dia.

Ia mengungkapkan, rencana pemugaran pagar ini sudah dilakukan sejak lama, yaitu pada 2019 lalu. Namun lantaran berbagai hal dan adanya pendemi Covid-19, pemugaran pagar baru terealisasikan pada tahun ini.

“Dan penganggaran ini sudah dianggarkan sudah jauh-jauh hari, memang kegiatan kita ini sudah terencana. Bukan karena baru demo, bukan sehingga bukan. Sudah rencanakan awal tahun. Memang tahun ini fokus kita merehap pagar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pemugaran pagar ini membutuhkan biaya sebesar Rp113. Pemugaran pagar dilakukan untuk pagar depan dan samping utara gedung dewan. Rencana akan dibangun dengan tinggi antara 2 sampai 3 meter.

“Sekitar kira-kira gapura 3 meter. Tapi segitu masih representatif, dalam artian ke rakyat tidak terisolir, tidak. Corone ramah terhadap rakyat,” imbuhnya.

Ali sendiri dengan pembangunan pagar tersebut berharap, kinerja Dewan tidak terganggu. Selain itu juga dapat menambah keamanan pada gedung.

“Dengan adanya pagarnya yang representatif bisa diharapkan kinerja dewan juga tidak terganggu, kemananan kita juga baik,” tandasnya. (15)

DPRD Pati Peduli Penyandang Disabilitas

Thursday, October 14, 2021 Add Comment

 

Suwarno, Anggota Komisi D saat menyampaikan padanganya terkait Raperda penyandang disabilitas.

PATI - Kalangan DPRD Kabupaten Pati telah merumuskan rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk para penyandang disabilitas.

Raperda itupun telah beberapa kali dibahas dalam rapat paripurna dengan Pihak Ekskutif setempat.

Anggota Komisi D Suwarno, menyampaikan latar belakang pembahasan Raperda yang diprakarsai oleh kalangan legeslatif itu untuk menjamin hak-hal para warga penyandang disabilitas. Di antaranya hak untuk mendapat perlindungan dan dukungan dalam struktur pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pelayanan sosial.

 "Sehingga hak-hak penyandang disabilitas dalam prespektif HAM dikategorikan sebagai hak khusus bagi kelompok masyarakat tertentu yang harus dilindungi." Jelas Suwarno. (14)


 


Ketua DPRD Pati Gelar Vaksinasi di Desa Tempat Tinggalnya

Wednesday, October 13, 2021 Add Comment

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Desa/Kecamatan Kayen, Senin (11/10/2021)

 PATI - Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin mengadakan kegiatan vaksinasi di lingkungan tempat tinggalnya di Dukuh Bukung, Desa/Kecamatan Pati Kota, Senin (11/10/2021).

Ali Badrudin menyampaikan, kegiatan suntik vaksin itu diadakan oleh DPC PDI Perjuangan Pati yang serentak dilakukan di 10 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati.

" Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan serentak di 10 lokasi yang diprakarsai oleh DPC partai kami (PDI Perjuangan). Dan saya kebagian untuk melaksanakan vaksin di Desa Kayen" kata Ali.

Menurut Ali, pada pelaksanaan vaksinasi di 10 titik lokasi ini ada total 6000 dosis vaksin Sinovac yang disuntikan kepara warga.

“Mendapat 6000 vaksin dari DPC PDI Perjuangan, di mana hari ini serentak di 10 tempat di antaranya di Slungkep, kantor DPC, Sejomulyo, Bumirejo Kecamatan Juwana, di Margorejo, di Kayen, di Gunungwungkal, dan lainnya,” ujar Ketua DPRD Pati di sela kegiatan vaksinasi.

Sementara yang di Desa Kayen, lanjutnya diperuntukan bagi masyarakat umum, bukan hanya warga setempat. di Kecamatan Kayen sendiri ada dua lokasi  yang melaksanakan vaksinasi massal, yakni di Desa Kayen dan Desa Slungkep. Masing-masing memperoleh jatah 500 dosis vaksin Sinovac yang dituntaskan hari itu juga.

Vaksinasi Covid-19 massal oleh DPC PDI Perjuangan Pati ini disambut baik oleh masyarakat. Pasalnya, kurang lebih dimulai 09.00 pagi tadi, masyarakat berduyun-duyun mendaftar, hingga kurang lebih pukul 11.00 masyarakat tidak dapat jatah lantaran sudah habis.

“ Warga sangat antusias sekali untuk mengikuti suntuk vaksin. Malah masih banyak juga yang belum kebagian tidak semuanya mendapat,” ujar Ali.

Dia berharap dengan vaksinasi ini dapat mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pati yang saat ini baru mencapai 34 persen.

" Dengan adanya vaksinasi untuk masyarakat ini, semoga wabah pandemi corona cepat berlalu, agar kita semua bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (12)

Anggota Dewan Pati, Noto Subiyanto Gelar Vaksin Massal di Desanya

Wednesday, October 13, 2021 Add Comment

 

Anggota DPRD Pati, Noto Subiyanto saat meninjau kegiatan vaksinasi di Desa Panjunan, Kecamatan Pati Kota, Senin (11/10/2021)

PATI - Noto Subiyanto Anggota DPRD Pati menggelar kegiatan vaksinasi di lingkungan tempat tinggalnya di Desa Panjunan, Kecamatan Pati Kota, Senin (11/10/2021).

Noto menyampaikan, kegiatan suntik vaksin itu diadakan oleh DPC PDI Perjuangan Pati yang serentak dilakukan di 10 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati.

" Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan serentak di 10 lokasi yang diprakarsai oleh DPC partai kami (PDI Perjuangan). Dan saya kebagian untuk melaksanakan vaksin di desa saya," kata Noto Subiyanto

Menurut Noto, pada pelaksanaan vaksinasi di 10 titik lokasi ini ada total 6000 dosis vaksin Sinovac yang disuntikan kepada warga.

“Mendapat 6000 vaksin dari DPC PDI Perjuangan, di mana hari ini serentak di 10 tempat di antaranya di Slungkep, DPC, Sejomulyo, Bumirejo Kecamatan Juwana, di Margorejo, di Kayen, di Gunungwungkal, dan lainnya,” ujar Noto di sela vaksinasi.

Sementara yang di Desa Panjunan, lanjutnya diperuntukan bagi masyarakat umum, bukan hanya warga setempat. di Desa Panjunan memperoleh jatah 500 dosis vaksin Sinovac yang dituntaskan hari itu juga.

Vaksinasi Covid-19 massal oleh DPC PDI Perjuangan Pati ini disambut baik oleh masyarakat. Pasalnya, kurang lebih dimulai 09.00 pagi tadi, masyarakat berduyun-duyun mendaftar, hingga kurang lebih pukul 11.00 masyarakat tidak dapat jatah lantaran sudah habis.

“ Antusias warga sangat tinggi, bahkan masih banyak yang belum kebagian karena tidak semuanya mendapat jatah vaksin, ” tutur Noto.

Dia berharap dengan vaksinasi ini dapat mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pati. 

" Dengan divaksinnya warga ini, semoga wabah pandemi corona cepat berlalu, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (11)

Anggota Dewan Setujui Modal untuk Tiga BUMD Direfocusing

Wednesday, October 13, 2021 Add Comment

 



PATI - Akhir 2020, Pemkab bersama DPRD Pati telah menetapkan Perda nomor 4 tahun 2020 tentang penyertaan modal daerah ke dalam tiga BUMD ( Badan Usaha Milik Daerah), yakni Bank Jateng, BPR Bank Daerah Pati, dan Perumda Air Minum Tirta Bening Pati.

Sesuai Perda tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati akan menggelontorkan suntikan modal sebesar Rp19,96 M miliar pada tiga perusahaan tersebut. Rp 9,96 miliar untuk Bank Jateng, Rp 4 miliar untuk BPR Bank Daerah Pati, serta Rp 6 miliar untuk Perumda Air Minum Tirta Bening.

Namun, kebutuhan banyak biaya di antaranya untuk pemberian insentif tenaga kesehatan (nakes) dan penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat, suntikan modal ke tiga BUMD tersebut dibatalkan.

“Perda tersebut terpaksa dicabut, karena kami belum bisa tambah penyertaan modal. Karena kami utamakan kebutuhan yang lebih mendesak, yakni penanganan Covid-19. Kebutuhan untuk nakes saja Rp 36 miliar, belum yang lain. Jadi kita masih harus prihatin, fokus pada penanganan pandemi. Masyarakat harus bisa memahami,” kata Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin.

Ali menegaskan, penanganan pandemi memang memerlukan penyediaan alokasi anggaran yang memadai dalam APBD. Di antaranya dengan melakukan optimalisasi belanja tidak terduga dan penyesuaian penggunaan (refocusing) alokasi anggaran.

Diakuinya pula bahwa Penanganan pandemi Covid-19 selama 2020 telah berdampak pada tidak tercapainya Perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Tahun Anggaran 2020 yang merupakan sumber pendanaan penyertaan modal daerah.

“Sehingga, Perda nomor 4 tahun 2020 terpaksa tidak terealisasi,” ungkapnya. (10)

Anggota DPRD Pati Jadi Juri Festival Batik Bakaran

Tuesday, October 12, 2021 Add Comment

 

Anggota DPRD Pati, Yeti Kristianti

PATI - Pemerintah Desa (Pemdes) Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati gelar Fashion Show sekaligus pemilihan Mas dan Mbak Duta Batik Bakaran 2021. Kegiatan itu digelar di aula balai desa setempat, pada Minggu (10/10/2021) siang.

Pemilihan Mas dan Mbak Duta Batik Bakaran juga ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube Desa Bakaran Wetan. Hal itu agar masyarakat umum dapat melihat acara tersebut dari rumah masing-masing. Mengingat, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. 

Adapun yang menjadi juara dalam fashion show tersebut ialah M. Dicky dan Nadia Maharani. Keduanya kini menyandang gelar Duta Batik Bakaran 2021. 

Sementara juara kedua diperoleh M. Arif Teguh dan Dewi Kusuma. Sedang juara ketiga diraih oleh Arsyi Rozzaqi dan Bella Putri.

"Perlu kami sampaikan bahwa fashion show ini diikuti oleh 18 peserta. Mungkin jumlahnya tidak banyak, karena kita batasi. Tapi meski begitu, ini pesertanya jagoan-jagoan. Tidak hanya dalam kota tapi ada juga yang dari luar kota," jelas Kades Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo saat memberikan sambutan.

Ia berharap agar Duta yang terpilih mampu mengenalkan batik bakaran hingga bisa dikenal lebih luas lagi. "Baik melalui media sosial dan berbagai event. Kami harap mereka dapat menampilkan pesona batik tulis agar semakin dikenal dan dicintai masyarakat," harap dia. 

Wahyu menyebut, pihaknya telah mengundang tiga juri untuk memilih Duta Batik Bakaran 2021. Mereka adalah Reena Make Up Artist, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati Yeti Kristianti, dan Feris yang merupakan Duta Budaya Pati 2016. 

"Juri independen. Tidak bisa diintervensi pihak manapun. Jadi ini murni dipilih benar-benar yang terbaik," tegas Wahyu.

Kades Bakaran Wetan menyebut, saat ini Pemdes beserta seluruh lembaga dan dibantu pemuda, sedang mengonsep grand design desa wisata budaya.

"Tentu festival batik termasuk fashion show menjadi iconnya. Semoga (grand design desa wisata) bisa terlaksana. Ini masih dalam proses perencanaan," ungkap Wahyu.

Sementara itu salah satu juri, Yeti Kristianti menjelaskan, kriteria penilaian dalam fashion show tersebut meliputi keserasian busana, tata rias, catwalk, gastur tubuh, dan ekspresi wajah.

Yeti berharap agar Duta Batik Bakaran 2021 dapat menjadi pelopor pemuda untuk lebih mencintai batik. Terkhusus, batik tulis Bakaran.

"Siapapun yang menjadi duta, agar mengajari para pemuda untuk mencintai batik ataupun memakai batik. Khusunya batik khas Kabupaten Pati. Hal itu juga untuk menopang UMKM di kabupaten Pati," jelas Anggota DPRD Pati ini.

Untuk diketahui, kegiatan yang diselenggarakan Pemdes Bakaran Wetan tersebut merupakan serangkaian kegiatan Festival Batik Bakaran 2021. Tak hanya pemilihan duta batik, beberapa kegiatan juga telah dikemas dengan baik. Antara lain, lomba membatik, lomba fotografi, lomba desainer batik, pameran batik virtual, lomba foto selfie, dan fashion show anak serta fashion show umum.

Rangkaian Festival Batik Bakaran 2021 akan berakhir pada 22 Oktober nanti. Kegiatan Itu akan diakhiri dengan webinar dengan tema “Aktualisasi Nilai Ajaran Nabi guna Meningkatkan Semangat Santri untuk Ikut Melestarikan Batik Tulis Bakaran. (09)

Ketua DPRD Pati : Naik ke Level 3 Karena Capaian Vaksinasi di Pati Masih Rendah

Tuesday, October 12, 2021 Add Comment

 

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin.

PATI - Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati kembali ke level 3 dari yang semula berada di level 2. Hal itu sesuai instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 47 tahun 2021 yang mengatur PPKM Jawa-Bali mulai 5 hingga 18 Oktober 2021.

Peningkatan level PPKM tersebut, menurut Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin bukan lantaran naiknya jumlah kasus Covid-19 aktif. Melainkan karena capai vaksinadi di Pati masih belum mencapai 50 persen dari jumlah penduduk.

“ Naiknya level itu lantaran Pemkab Pati baru melalukan vaksinasi 34 persen. Karena itu dinaikan levelnya yang semula di level 2 menjadi level 3," kata Ali Badrudin.

Menyikapi rendahnya capaian persentase vaksinasi itu, Ali mengatakan itu bukan lantaran minat masyarakat untuk divaksin rendah, melainkan jumlah dosis vaksin yang diberikan untuk Kabupaten Pati masih kurang.

" Sebenarnya antusias warga untuk divaksin sangat tinggi, tetapi jatah dosis vaksin yang dialokasikan untuk warga di Pati jumlahnya masih minim," ungkapnya.

Untuk mendongkrak persentase vaksinasi Ali Badrudin melalui jalur partainya telah meminta bantuan agar alokasi vaksin di Pati terus ditambah.

" Kemarin Anggota DPR dari partai kami (PDIP) Bapak Edy Wuryanto dan Ibu Evita telah menurunkan puluhan ribu dosis vaksin untuk warga di Kabupaten Pati dan itu sudah kita suntikan kepada warga," ujar Ali.

Ali berharap dengan digencarkannya pemberian vaksin untuk warga bisa menurunkan level PPKM.

" Kalau sudah berada di level 1 nanti masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa lagi," harapnya. (09)

Ketua DPRD Pati Upayakan Bantuan Vaksin dari Jalur Politik

Tuesday, October 12, 2021 Add Comment

 

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin

PATI – Kabupaten Pati menjadi salah satu dari 12 daerah di Jawa Tengah yang mengalami peralihan status PPKM dari level 2 ke level 3, akibat masih rendahnya capaian vaksinasi Covid-19.

Saat ini angka capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih berada pada angka 32 persen. Rendahnya capaian ini membuat upaya vaksinasi terus dikebut melalui kerjasama dengan berbagai pihak, seperti TNI-Polri, Organisasi Pemerintah, maupun melalui jalur Partai Politik.

Ketua DPRD Pati Pati, Ali Badrudin mengatakan pihaknya berkomitmen membantu pemerintah dalam mempercepat vaksinasi di daerah. Selain menunggu jatah vaksin dari pemerintah. Cara lain yang dilakukan dengan upaya pendekatan jalur partai.

" Sebisa mungkin kita upayakan untuk meminta jatah dosis baik ke Pemerintah Pusat atau melalui pendekatan jalur partai. Alhamdulilah kita mendapatkan banyak bantuan dosis vaksin Covid-19 dari Anggota DPR RI seperti dari Pak Edi Wuryanto dan Bu Evita dari Fraksi PDI Perjuangan ," kata Ali Badrudin.

Menurut Ali, setelah mendapatkan bantuan vaksin pihaknya bersama partai politiknya (PDI Perjuangan) langsung melakukan vaksinasi massal untuk masyarakat umum.

" Vaksinasi ini memang harus segera dituntaskan untuk menekan angka penularan Covid-19. Semoga pandemi ini segera berlalu," harapnya. (07)

Pagar Gedung DPRD Pati Diperkokoh

Tuesday, October 12, 2021 Add Comment

PROYEK : Pagar depan gedung DPRD Pati dibongkar untuk dibangun lebih kokoh lagi.


PATI - Pagar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati direnovasi untuk sejumlah alasan keamanan. Perbaikan yang dilakukan mulai awal Oktober tersebut ditargetkan rampung pada Desember mendatang. Anggaran senilai Rp 113 Juta dikucurkan untuk merampung pengerjaannya.

Kepala Sub Bagian Perlengkapan Ali Maslikan menyatakan pemugaran pagar bagian depan merupakan perbaikan standar yang cukup mendesak. Pasalnya pagar gedung parlemen daerah tersebut mengalami keretakan pada sejumlah bagian. Selain itu kondisi pagar juga disebut kurang tinggi sebagai infrastruktur keamanan gedung.

“Ronavasi tersebut memang sudah sangat diperlukan karena keberadaannya tidak menunjang lagi. Pertama bangunannya sudah retak-retak di beberapa bagian dan kurang tinggi,” ungkapnya ketika ditemui, Rabu (6/10).

Ia menambahkan kondisi pagar yang tidak menunjang mendatangkan sejumlah risiko keamanan. Hal tersebut merujuk kejadian beberapa waktu lalu ketika seorang peserta unjuk rasa mampu menerobos masuk dengan melompat pagar.

“Seperti ada demo baru-baru ini, ada pendemo yang loncat pagar, yang sekda Rabu (6/10), kan rencana mau nginap di kantor kemudian mereka gak punya izin. Sehingga memaksakan diri masuk ke kantor dengan melompat pagar. Inilah kelemahan kantor kita, karena pagarnya tidak standar dan representatif,” ungkap dia.

Rencana pemugaran pagar tersebut sebenarnya sudah diagendakan sejak lama yakni pada 2019 lalu. Namun tertunda akibat sejumlah hal kemudian diperparah pandemi Covid-19. Sehingga pemugaran pagar baru bisa dilakukan saat ini.

“Penganggarannya sudah dilakukan sudah jauh-jauh hari, memang kegiatan ini sudah terencana lama sekali. Bukan karena baru ada kejadian demo, sebab sudah kita rencanakan pada awal tahun. Tahun ini salah satu agendanya memang merehab pagar,” imbuhnya.

Ali menjelaskan anggaran Rp 113 Juta nantinya akan digunakan untuk membangun pagar depan dan bagian samping utara gedung dengan ketinggian antara 2-3 meter. Ketinggian tersebut dinilai sesuai dengan standar keamanan dan juga tidak terkesan mengisolasi akses publik.

“Dengan adanya bangunan pagar yang representatif, diharapkan kinerja dewan juga tidak terganggu. Kemananan kita juga dapat berjalan baik,” tandasnya. (06)

Semua Fraksi Meminta Raperda Disabilitas dan Tanggung Jawab Perusahaan Dibahas Lebih Lanjut

Monday, October 11, 2021 Add Comment
Rapat Paripurna pembahasan raperda tentang warga disabilitas dan tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.

PATI - Anggota DPRD Kabupaten Pati kembali menggelar rapat paripurna bersama pihak eksekutif terkait rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyandang disabilitad dan tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.

Rapat paripurna itu dilakukan di ruang rapat utama di gedung DPRD Pati, Senin (11/10/2021).

Pada rapat tersebut, seluruh fraksi menyampaikan tanggapannya terhadap pendapat dari Bupati Pati tentang dua raperda Prakarsa DPRD itu.

Dalam penyampaian tanggapan itu, bisa disimpulkan bahwa semua fraksi meminta agar kedua raperda tersebut harus dibahas lebih lanjut dan melalui tahapan selanjutnya untuk dibahas dalam rapat gabungan komisi agar pembahasan substansi kedua raperda tersebut dilakukan pencermatan pasal demi pasalnya. Tanggapan fraksi-fraksi itu dibacakan oleh Suriyanto dari Anggota Komisi B

Fraksi PDI Perjuangan juga menegaskan akan tetap fokus dalam pembahasan raperda tersebut, karena visi dan misi raperda tersebut adalah untuk memberikan perlindungan bagi penyandang disabilitas dan mengatur penyelenggaraan tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan yang memberikan dampak baik kepada masyarakat. 

Fraksi PDI Perjuangan juga menyetujui jika kedua raperda ini dibahas dalam gabungan Komisi, sehingga anggota dari Fraksi PDI Perjuangan dapat mengikuti dan memberikan kontribusi atas pembahasan kedua raperda tersebut. 

Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Fraksi Partai Demokrat, agar kedua raperda tersebut dibahas pasal demi pasal hingga membahas pada tingkat implementasi teknis melalui pembahasan dalam gabungan Komisi. (05) 

Dewan dan Eksekutif Pati Teken Perbup Tentang Aparatur Pemdes

Monday, October 11, 2021 Add Comment
Bupati Pati Haryanto saat mengikuti rapat paripurna bersma Anggota DPRD Pati, Senin (11/10/2021)

PATI- Pemerintah Kabupaten Pati berupaya mendisiplinkan aparatur pemerintahan desa, baik kepala desa maupun perangkat.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, pihaknya telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Pati nomor 56 tahun 2001 tentang Disiplin Kerja dan Etika Aparatur Pemerintah Desa di Lingkungan Pemkab Pati.

Substansi Perbup tersebut mengatur beberapa ketentuan sebagai berikut.

Pertama, hari dan jam kerja aparatur pemerintahan desa sama seperti ASN di lingkungan Pemkab Pati. Kedua, kehadiran aparatur pemerintah desa dilakukan dengan penerapan presensi elektronik melalui identifikasi wajah.

“Ketiga, terdapat ketentuan cuti bagi aparatur pemerintah desa. Keempat, terdapat sanksi administratif berupa hukuman disiplin bagi aparatur pemerintah desa yang melanggar kewajiban, larangan, dan etika,” kata Haryanto dalam Rapat Paripurna DPRD Pati, Senin (11/10/2021).

Penjelasan tersebut merupakan jawaban Haryanto terhadap pandangan umum Fraksi PDIP dalam rapat paripurna pekan lalu.

Fraksi PDIP meminta pemerintah daerah menunda pengisian perangkat desa yang direncanakan akan digelar pada 2022.

Mereka mendesak pemerintah daerah untuk terlebih dahulu mendisiplinkan kinerja para perangkat desa yang saat ini aktif menjabat.

Hal ini lantaran hasil inspeksi mendadak (Sidak) DPRD Pati menunjukkan bahwa masih banyak perangkat desa yang melakukan pelanggaran disiplin.

Namun, menurut Haryanto pengisian perangkat tetap perlu dilakukan pada 2022. Selain karena Pemkab Pati telah menerbitkan regulasi untuk mendisiplinkan aparatur pemerintah desa, saat ini sedang terjadi kekosongan formasi perangkat desa yang cukup banyak.

Dia menyebut, saat ini di Kabupaten Pati terdapat 570 formasi perangkat desa yang kosong. Hal ini berdasarkan inventarisasi data perangkat desa sampai Juli 2021.

“Kondisi ini membuat banyak kepala desa mengajukan permohonan pengisian perangkat,” ujar Haryanto.

Dia menjelaskan, keberadaan perangkat desa merupakan kebutuhan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa secara optimal.

Menurutnya, kepala desa perlu didukung oleh perangkat desa yang memadai dan kompeten.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, pemerintah daerah dipandang perlu untuk memfasilitasi pengisian perangkat desa pada 2022. Pada tahun 2021 tidak ada pengisian karena ada penyelenggaraan Pilkades,” tandas dia. (04)

Ketua DPRD Pati Hadiri Sosialisasi BKKBN

Monday, October 11, 2021 Add Comment

FOTO BARENG : Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin (baju hitam) saat menghadiri kegiatan sosialisasi oleh BKKBN di Desa/Kecamatan Kayen, Senin (11/10/2021).

PATI - Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam sosialisasi yang diadakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kecamatan Kayen, Senin (11/10/2021).

Selain Ketua DPRD Pati, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Balai Diklat KKBN Semarang Sugiarto, Kepala Dinas Sosial P3AKN Pati, Muhtar dan diikuti secara virtual Edy Wuryanto Anggota DPR RI dari Komisi 9.

Sementara yang hadir dalam kegiatan sosialisasi itu adalah masyarakat umum dan kalangan pemuda usia produktif.

Sosialisasi betema "Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangsa Kecana Bersama Mitra" itu untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bagai mewujudkan keluarga berencana yang sejahtera.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin mengatakan, pihaknya mendukung penuh atas upaya dari pihak BKKBN dalam melakukan sosialisasi di Kabupaten Pati. Apalagi pada kesempatan sosialisasi kemarin juga dilakukan vaksinasi massal untuk warga.

Sementara itu, dalam sambutan virtual, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan,  Edy Wuryanto sangat mengapresiasi sekali kegiatan sosialisasi ini.

Menurutnya, pendataan kependudukan sangat penting dilakukan karena berkaitan dengan pengangaran biaya oleh negara. 

" Saya sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini. Karen banyak informasi penting yang dapat diterima oleh masyarakat. Ada juga penyuluhan untuk para kaum muda di antaranya terkait pencegahan pernikahan dini, pencegahan penggunaan narkoba teasuk juga pencegahan stunting pada bayi," kata Edy Wuryanto. (03)


Ketua DPRD Pati Monitor Pelaksanaan Vaksinasi Massal 6000 Dosis

Monday, October 11, 2021 Add Comment

VAKSINASI  : Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin melakukan monitoring kegiatan vaksinasi di kantor DPC PDI Perjuangan, Senin (11/10/2021)

PATI - Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin melakukan monitoring di sejumlah tempat pelaksanaa vaksinasi massal yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Senin (11/10/2021).

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Pati melihat langsung proses pemberian 6000 dosis vaksin penangkal Covid-19 yang disuntikan kepada warga.

Ali Badrudin yang juga Ketua DPC PDIP Pati itu mengungkapka,  pihaknya berkomitmen membantu pemerintah dalam mempercepat vaksinasi di daerah. Sebab progres vaksinasi di Kabupaten Pati masih rendah sekitar 30-an persen. 

"Kegiatan vaksinasi yang kita lakukan  ini untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pati dalam menyukseskan vaksinasi," kata Ali Badrudin.

Pada kegiatan vaksinasi kemarin, kalangan pelajar juga menjadi perhatian. Hal ini dalam rangka menyambut kegiatan pembelajaran tatap muka. 

"Kalangan pelajar juga menjadi perhatian kami, agar anak-anak bisa divaksin dan segera bisa menjalani pembelajaran tatap muka di sekolah. Selain itu capaian vaksinasi yang tinggi juga berpengaruh terhadap status level PPKM, jadi kami berupaya untuk membantu secepat mungkin agar vaksinasi sesuai target dan bisa turun level. Sehingga kegiatan-kegiatan di daerah bisa terlaksana dan tidak tertunda," paparnya.

Untuk diketahui dalam pelaksanaan vaksinasi masaal oleh PDIP itu ada 10 titik yang menjadi sasaran di antaranya di kantor DPC PDI Perjuangan, Desa Slungkep dan Desa Kayen di Kecamatan Kayen, Desa Wotan Kecamatan Sukolilo, Desa Panjunan Kecamatan Kota, Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Desa Trangkil, Gunungwungkal, hingga Kecamatan Juwana. (02)

Tak Lolos PPPK, Guru SDN 01 Sidokerto Wadul Dewan

Monday, October 11, 2021 Add Comment


AUDENSI : Sejumlah guru dari SDN 01 Sidokerto, Kecamatan Pati melakukan audensi dengan para anggota DPRD Pati, Senin (11/10).


PATI -  Sejumlah guru dari SDN 01 Sidokerto, Kecamatan Pati mendatangi kantor DPRD Pati, Senin (11/10).

Kedatangan para guru ini untuk mengadukan nasib mereka karena tidak lolos dalam tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Curhatan para guru itupun disampaikan ke anggota dewan di Komisi D yang membidangi masalah pendidikan.

Di hadapan para dewan, para guru berkeluh kesah karena sudah mengabdikan diri bertahun-tahun menjadi tenaga honorer tetapi malah tidak lolos dalam pengangkatan PPPK.

Selepas audiensi yang digelar secara tertutup, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Wisnu Wijayanto mengungkapkan, pihaknya banyak mendapatkan aduan dari para guru yang kurang beruntung itu.

Termasuk mendapat aduan terkait rumor jika guru yang masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) minimal mengabdi dua tahun. Sehingga mereka belum dua tahun bekerja tidak bisa mengikuti seleksi PPPK.

Namun, dalam kesempatan itu Wisnu menjelaskan, untuk masuk Dapodik itu jika sekolah membutuhkan bisa langsung memasukkan dapodik.

" Kalau ada batas minimal dua tahun itu tidak benar,” ujar Wisnu.

Lebih lanjut Wisnu mengatakan,  para guru honorer SDN Sidokerto 01 yang tidak lolos seleksi PPPK ini sudah masuk Dapodik. Namun mereka tidak lolos seleksi PPPK lantaran kalah dengan peserta lain. Terlebih, tahun ini SDN Sidokerto 01 hanya membuka dua lowongan formasi PPPK.

“ Para guru yang datang ini sudah masuk (Dapodik), karena passing grade-nya tidak mencukupi sehingga gagal diterima untuk PPPK. Karena di SDN 01 Sidokerto yang diterima hanya dua kuoto saja,” lanjut Wisnu.

Wisnu tidak mengetahui secara pasti berapa guru honorer di SDN Sidokerto 01 yang mendaftar. Yang jelas, kata Wisnu, hanya dua yang diterima.

“Ada yang ngabdi, wiyata bakti kalau daftar, dan harus masuk dapodik. Hanya salah persepsi saja. Jadi, kesimpulannya tidak ada masalah, hanya salah persepsi,” tandas Wisnu.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Sidokerto usai melakukan audensi bersama anggota dewan, ia enggan menjawab pertanyaan wartawan. Sembari mengaku sedang buru-buru dirinya bergegas meninggalkan gedung DPRD Pati. (01)

PDI-P Pati Gelar Vaksinasi di 10 Tempat, Siapkan 6000 Dosis Vaksin untuk Warga

Monday, October 11, 2021 Add Comment


VAKSINASI  : Ketua DPC PDI Perjuangan Ali Badrudin melakukan monitoring kegiatan vaksinasi di kantor DPC PDI Perjuangan kemarin.



PATI - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar vaksinasi massal di sepuluh tempat secara serentak, Senin (11/10) kemarin.

Dalam kegiatan itu, sedikitnya ada 6000 dosis vaksin yang disuntikan kepada warga

Ketua DPC PDIP Pati, Ali Badrudin mengungkapkan pihaknya berkomitmen membantu pemerintah dalam mempercepat vaksinasi di daerah. Sebab progres vaksinasi di Kabupaten Pati masih rendah sekitar 30-an persen. 

"Kegiatan vaksinasi yang kita lakukan  ini untuk membantu pemerintah sesuai instruksi dari DPP PDI Perjuangan," kata Ali Badrudin yang juga Ketua DPRD Pati ini.

Pada kegiatan vaksinasi kemarin, kalangan pelajar juga menjadi perhatian. Hal ini dalam rangka menyambut kegiatan pembelajaran tatap muka. 

"Kalangan pelajar juga menjadi perhatian kami, agar anak-anak bisa divaksin dan segera bisa menjalani pembelajaran tatap muka di sekolah. Selain itu capaian vaksinasi yang tinggi juga berpengaruh terhadap status level PPKM, jadi kami berupaya untuk membantu secepat mungkin agar vaksinasi sesuai target dan bisa turun level. Sehingga kegiatan-kegiatan di daerah bisa terlaksana dan tidak tertunda," paparnya.

Sebanyak 10 titik yang menjadi sasaran vaksinasi di antaranya adalah di kantor DPC PDI Perjuangan, Desa Slungkep dan Desa Kayen di Kecamatan Kayen, Desa Wotan Kecamatan Sukolilo, Desa Panjunan Kecamatan Kota, Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Desa Trangkil, Gunungwungkal, hingga Kecamatan Juwana.

"Nanti kami upayakan lagi untuk meminta jatah vaksin dari DPR RI untuk dibawa ke Pati. Kami ini masih ada jatah sekitar 30 ribu kuota vaksin yang bisa dibawa ke Pati," jelasnya.

Terpisah, Siti Asiyah salah satu kader partai berlambang banteng moncong putih itu mengaku senang bisa menerima jatah vaksin dari DPC PDI Perjuangan untuk memfasilitasi warga Kecamatan Margorejo.

"Alhamdulillah antusias masyarakat banyak sekali. Ini dapat jatah 550 semoga bisa ditambah lagi. Masyarakat sangat antusias terutama pelajar untuk menyambut kegiatan pembelajaran tatap muka nanti," papar Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Margorejo ini. (gus)

Tanggal Cantik 10.10 Ohmyskin!, Luncurkan Toner Petal Bunga Mawar

Saturday, October 09, 2021 Add Comment

PATI - Brand kecantikan Ohmyskin! bakal meluncurkan produk baru toner pada 10.10 yang dikenal dengan tanggal cantik. Toner yang memiliki kandungan petal bunga mawar ini memiliki kualitas bahan-bahan yang tak diragukan lagi sehingga aman digunakan mulai usia remaja 15 tahunan.

Launching Deep Brightening Rose Infuse Toner itu disampaikan oleh Owner, Founder, dan Direktur Ohmyskin! Diana Fatimah Azzahro. Perempuan yang akrab disapa Diana ini mengaku toner wajah tersebut menjadi salah satu rangkaian skincare rutin untuk melengkapi essence dan serum. Kelebihan toner Ohmyskin! ini mampu menghidrasi, meredakan kemerahan di wajah dan mampu mengempeskan jerawat yang meradang (dengan pemakaian toner teknik CSM). Selain itu, kandungan petal bunga mawar pada toner Ohmyskin! sangatlah banyak.

"Bahkan kandungan petal bunga mawar (rosa centifolia flower) ini terbanyak dalam dunia perskinkeran. Sehingga bisa menjaga kulit kusam, menenangkan kulit, menghidrasi kulit wajah agar tetap lembab, dan anti aging. Toner Ohmyskin! ini no alcohol, no paraben, no parfume, no animal testing dan sudah terdaftar BPOM dan Halal MUI," jelasnya.

Ia menambahkan, Deep Brightening Rose Infuse Toner diformulasikan bukan hanya untuk dewasa saja, melainkan juga untuk usia remaja yakni mulai usia 15 tahun. Ini karena bahan-bahan dan kandungan toner aman digunakan untuk usia remaja hingga dewasa. Harganya cukup terjangkau hanya Rp 77 ribu.

"Produk ini akan dilaunching pada 10 Oktober 2021 atau bertepatan dengan Harbolnas sale 10.10 di semua platform. Mulai Instagram, WA, dan platform marketplace. Bahkan sebelum dilaunching sudah banyak yang pre-order toner ini," imbuhnya.

Selain launching toner saat Harbolnas sale 10.10, Ohmyksin! juga memberikan diskon hingga 48 persen untuk produk-produk Ohmyskin! mulai dari masker organik, collagen drink, lip velvet, essence, powder, dan lainnya. (bis)

Puslitbang Polri Gelar Penelitian Indeks Pembangunan Kesehatan di Polres Kudus

Wednesday, October 06, 2021 Add Comment
Puslitbang Polri gelar kegiatan penelitian indeks pembangunan kesehatan Polri bagi Personel Polres Kudus.

KUDUS - Tim Penelitian dan Pengembangan atau Puslitbang Polri melaksanakan kegiatan penelitian tentang Indeks Pembangunan Kesehatan Polri bagi Personel Polres Kudus, Rabu (6/10/2021) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Parama Satwika Polres Kudus tersebut dipimpin ketua Tim peneliti Kombes Pol Drs M. Asrul Aziz, didampingi Kombes Pol Hisbulloh Huda sebagai narasumber, serta Dr. Titin Siswantining Dea, Dosen Universitas Indonesia dan Wakapolres Kudus Kompol Eko Rubiyanto.

Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode diskusi dan wawancara dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma yang diwakili Wakapolres Kudus Kompol Eko Rubiyanto mengatakan, sampai saat ini Polres Kudus telah memperhatikan kesehatan anggota dengan mengadakan tes kesehatan secara rutin.

“Kepada Tim Puslitbang Polri terima kasih atas kunjungan dan penelitiannya di Polres Kudus. Semoga dengan kegiatan ini kesehatan personel dapat terjaga dan dapat di tingkatkan,” kata Kompol Eko Rubiyanto.

Sementara itu, ketua Tim, Kombes Pol Drs M. Asrul Aziz mengatakan, tujuan penelitian  mencari data untuk menentukan Indeks pembangunan kesehatan Polri. Selain itu, mendapatkan masukan dan informasi terkait pembangunan kesehatan yang akan digunakan. Sebagai bahan perbaikan dan peningkatan program kerja kesehatan serta mendesain role model indeks pembangunan kesehatan Polri.

“Kami harap agar dalam pengisian kuisioner ini diisi dengan jujur sehingga nantinya dalam memberikan masukan kepada pimpinan harus sesuai dengan data yang sebenarnya,” ungkap Asrul Aziz kepada para peserta.

Penelitian ini juga diikuti oleh para Kepala Bagian, Kepala Satuan (Kasat), Kepala Seksi dan perwakilan masing-masing satuan kerja. Dalam penelitian ini, Tim Puslitbang Polri menggunakan metode kuisioner secara online menggunakan smartphone kepada masing-masing responden dan Focus Group Discussion serta wawancara secara terstruktur kepada para personel Polres Kudus. (han)

Jadi Pilihan Favorit Konsumen Indonesia, Ohmyskin! Raih Brand Choice Award 2021

Monday, October 04, 2021 Add Comment
Owner Ohmyskin! Diana Fatimah Azzahro usai menerima penghargaan Brand Choice Award 2021 Kamis (30/9).

PATI - Prestasi luar biasa diraih Ohmyskin!. Brand lokal asal Pati tersebut berhasil meraih penghargaan Brand Choice Award 2021, Kamis (30/9) lalu. Capaian itu diraih Ohmyskin! sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan bergengsi karena menjadi salah satu brand pilihan favorit konsumen di platform marketplace secara nasional.

Owner, Founder, dan Direktur Ohmyskin! Diana Fatimah Azzahro mengaku sangat senang dua produk Ohmyskin yakni masker organik dan lip serum meraih Brand Choice Award 2021. Penghargaan itu diraih berdasarkan riset objektif oleh Tras N Co Indonesia dan Infobrand.Id sebagai pihak penyelenggara. 

"Penghargaan ini benar-benar murni hasil dari riset produk-produk nasional yang banyak diminati masyarakat di kategori kecantikan dan mendapatkan review bagus dari konsumen marketplace. Kami juga sudah memiliki official di marketplace. Memang sejak awal kami memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk Ohmyskin. Baik di medsos maupun marketplace," ucap perempuan yang akrab disapa Diana ini kemarin.

Sebagai brand kosmetik yang baru saja dirintis 1,5 tahun ini, penghargaan tersebut tentu menjadi pemacu bagi Diana dan timnya untuk terus semangat dan kreatif mengeluarkan prduk baru. Apalagi, dari award tersebut, Ohmyskin! sebagai brand lokal asli Pati kini bisa dilirik nasional. Bahkan dalam waktu dekat, Ohmyskin! yang mempunyai kantor offline di Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana bakal melaunching produk baru yakni toner dan parfum.

"Untuk toner ini ada kandungan petal bunga mawar yang khusus diimpor dari luar negeri. Sedangkan parfumnya sangat terjangkau, harganya mulai Rp 20 ribu. Sangat ekonomis apalagi untuk remaja. Bentuknya roll on juga jadi mudah dibawa travelling," ucapnya.

Sementara itu CEO Tras N Co Indonesia, Tri Raharjo dalam pers rilisnya menyatakan produk Ohmyskin! menjadi salah satu produk teratas yang dicari konsumen. Penghargaan itu berdasarkan riset brand choice index 2021 yang dilakukan di platform marketplace atau e commerce. Ada lebih seribu brand terriset dari 150 kategori produk yang dinilai menjadi produk pilihan konsumen Indonesia. 

"Untuk menilai produk pilihan konsumen dalam kategorinya, memerlukan penilaian objektif dan data akurat. Penilaiannya melalui popularitas merek, produk yang terjual, dan review konsumen terhadap merek tersebut. Kami melakukan riset selama periode Juni hingga Agustus 2021," imbuhnya. (gus)

Puskompati Siap Dukung Persipa

Sunday, October 03, 2021 Add Comment

Manajemen Persipa mengadakan pertemuan dengan Jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Puskompati di Jakarta. Pada, Minggu (3/10/2021.



JAKARTA - Jajaran Manajemen Persatuan Sepak Bola Indonesia Pati (Persipa) Pati, mengadakan pertemuan dengan Jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Puskompati di Jakarta, Pada Minggu (3/10/2021).

Manager Persipa Dian Dwi Budianto mengatakan, silaturahmi ini adalah bentuk dukungan dan sinergitas Puskompati untuk Persipa Pati. Puskompati yang merupakan wadah komunitas orang asli Pati yang berada di seluruh penjuru tanah air, bahkan ada pula yang berada di Luar Nergeri.

“Alhamdulilah kami Manajemen Persipa Pati di terima dengan tangan terbuka oleh jajaran DPP Puskompati Pusat di Jakarta, kami hadir untuk mengadakan audiensi tentang dukungan dan sinergi untuk Persipa Pati ke depannya,” kata Dian.

Lanjut kata Dian, “Saya sebagai manager merasa bangga, bisa kembali menyatukan puzzle – puzzle dukungan yang selama tidak pernah dilibatkan sesuai tujuan kami, dan yakin Puskompati mampu Bersinergi untuk Persipa Pati,” tambahnya.

Ketum Puskompati Guno Agus Tiarso mengungkapkan, audiensi DPP Puskompati akan mensupport Persipa Pati dengan sepenuh hati dan menggerakan semua anggota untuk mendukung Persipa Pati.

“Persipa Pati adalah milik semua warga Pati dan menjadi identitas kabupaten yang harus di perjuangkan bersama,” ungkap Ketum Puskompati.

Sementara itu, Dewan Penasehat Puskom Pati, Kol. Sus Sumarno, menambahkan jika dirinya rindu dengan Persipa, Ia berharap adanya pertemuan ini bisa menjadikan kemajuan Persipa dalam membawa nama Pati di kancah sepak bola nasional.

“Ini sudah saatnya kami warga asli Pati, mau mendukung dan memberikan support kepada persipa, ini jelas sudah tentu wajib bagi orang Pati mendukung Persipa,” tandas Kol. Sus Sumarno. (ril)

Siswa SD Muhammadiyah Pati Dilibatkan Dalam Video Jingle GSMS Pusat

Sunday, October 03, 2021 Add Comment

SHOOTING : Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Pati nampak riang saat proses shooting video jingle GSMS.


PATI - Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Pati terlibat dalam pembuatan video jingle Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). 

Kepala SD Muhammadiyah Pati, Ahmad Sunarto mengatakan, sekolahnya menjadi satu-satunya sekolah swasta di Kabupaten Pati yang diikutkan dalam pembuatan video jingle tersebut.

" Kami merasa senang sekaligus bangga, karena sekolah kami bisa ikut berpartisipasi dalam pembuatan video jingle untuk GSMS Pusat, kata Ahmad Sunarto.

Sunarto menambahkan, bukan tanpa alasan sehingga sekolahnya dipilih dalam pembuatan video jingle itu. Menurutnya, kesenian di SD Muhammadiyah Pati  memiliki keunikan sendiri, yaitu memadukan kesenian tradisional dengan kesenian moderen. 

" Di sekolah kami ada ekstra musik band (pelangi band) dan ekstra musik rebana yang dilaksanakan di sekolah. Dari dua ekstra itu muncul ide untuk memadukan kedua genre musik tersebut menjadi kesenian yang unik. Setiap ada program GSMS para siswa kami antusias mengikutinya," ujar Kepala SD Muhammadiyah Pati. 

Dalam pengambilan gambar untuk video jangle itu dilakukan langsung oleh tim Kemdikbud Pusat Jakarta. Proses pengambilan gambar ada dua sesi siang dan malam. Untuk lokasinya adalah di SMPN 03 Juwana dan malam harinya di Alun-alun Simpang 5 Pati. 

Kepiawaian yang ditunjukan siswa siswi ketika pengambilan gambar jingle GSMS itu menjadi bukti bahwa sekolah di SD Muhammadiyah Pati tidak hanya pintar mengaji tetapi juga piawai dalam berkesenian.

Salah satu peserta GSMS,  Naura Aqila Inaaaya mengaku selain gemar dengan kesenian. Dirinya juga  tengah mempersiapkan ujian hafalan Al Qur'an 4 juz yang akan digelar sekolah pekan depan.  (gus)

Atlet Triathlon Pati Raih Medali di PON Papua

Sunday, October 03, 2021 Add Comment
BANGGA : Muhammad Syifa Jagadnata  berhasil meraih medali perunggu  dari Cabor Triathlon di gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

PATI – Muhammad Syifa Jagadnata atlet besutan Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kabupaten Pati berhasil meraih medali di gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Raihan tersebut tentu menambah daftar prestasi atlet triathlon kebanggaan Pati.

Ketua FTI Pati Endro Jadmiko mengaku begitu bangga dengan prestasi dari Muhammad Syifa tersebut.

Dikatakannya atlet yang tinggal di Desa Plangitan, Kecamatan Pati Kota itu memang menjadi wakil dari Jawa Tengah untuk cabang olahraga Triathlon.

“Total ada 20 perwakilan di cabor tersebut. Syifa sendiri berhasil meraih medali perunggu di ajang bergengsi tersebut,” kata Endro .

Padahal, menurutnya, persoalan sepeda menjadi salah satu kendala dalam pembinaan atletnya. Dalam cabor Triathlon memang olahraga yang memadukan lari, renang, dan bersepeda.

“Harapannya tentu kami bisa turut mendapatkan fasilitas sepeda sehingga prestasi yang saat ini telah ada bisa semakin dikembangkan,”tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Syifa Jagadnata mengatakan, dalam PON kemarin dikatakannya perwakilan dari Jawa Timur dan Sumatera Selatan menjadi yang saingan ketatnya. Namun dia bersyukur berhasil meraih medali setelah melalui kompetisi yang begitu ketat.

“Total ada 20 kontingen. Dalam lomba itu saya berhasil meraih waktu satu jam untuk menaklukkan track lari lima kilometer, renang 750 meter, dan bersepeda 20 kilometer,”tambahnya.

Dia mengaku mempersiapkan selama tiga bulan untuk fokus mempersiapkan ajang PON tersebut. Meskipun dia sudah mendalami cabor tersebut selama tiga tahun terakhir.

“Awalnya karena ikut-ikutan kakak. Ternyata jadi keterusan dan memang suka,”tambahnya.

Selain meraih medali PON, diapun berhasil pernah membawa pulang sejumlah medali. Seperti juara pertama Bali International Triathlon Herbalife pada 2019, juara pertama Ternate Triathlon, juara pertama Pariaman International Triathlon, juara pertama Jepara International Triathlon, dan lain sebagainya.

“Cita-citanya tentu mampu meneruskan jejak para senior. Syukur-syukur bisa mengembangkan ke jenjang internasional seperti Sea Games,”tambahnya. (gus) 

Membawa DPC Pati Semakin Solid, Joni Kurnianto Terpilih Kembali Menjadi Ketua

Saturday, October 02, 2021 Add Comment

 

Tim BPOKK DPP PD secara simbolis memberikan bendera Partai Demokrat sebagai simbol terpilihnya kembali, Joni Kurnianto (kiri) menjadi calon terpilih Ketua DPC PD Kabupaten Pati.

INFO JATENG POS, SEMARANG – Dibawah kepemimpinan Joni Kurnianto, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Pati menjadi semakin solid. Tidak heran, dirinya terpilih kembali menjadi ketua DPC PD Pati dalam muscab III yang diadakan di Hotel Oak Tree Emerald Semarang, pada tanggal 29 – 30 September 2021.

Joni terpilih setelah 21 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PD Pati memilihnya dalam muscab tersebut. “Alhamdulillah saya masih dipercaya kembali oleh teman-teman PAC untuk menjadi Ketua DPC PD Kabupaten Pati,” ungkap Joni saat dihubungi melalui sambungan telfon, Jum’at (1/10/2021).

Joni Kurnianto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati mengatakan. Dalam muscab III tersebut juga terpilih 21 Calon Ketua DPC Partai Demokrat Se-Jawa Tengah yang mana termasuk dirinya.

“Dengan terpilihnya para Ketua DPC ini, diharapkan kondisi Partai Demokarat ditingkat DPC Partai Demokrat Se-Jawa Tengah menjadi semakin solid. Kita juga  siap menyongsong Pemilu serentak tahun 2024 dengan target kembali merebut kemenangan dan kejayaan di masing-masing Kabupaten/Kota,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Kartina Sukawati menambahkan. Muscab III Partai Demokrat, disamping sebagai ajang konsolidasi juga sekaligus melakukan evaluasi program-program yang telah berjalan dan merevitalisasi Kepengurusan untuk lima tahun kedepan. Melalui Muscab III telah terpilih 21 Calon Ketua DPC Partai Demokrat yang kemudian akan ditetapkan dan disyahkan oleh DPP Partai Demokrat.

“Sudah terpilihnya 21 Calon Ketua DPC Partai Demokrat. Ini menjadi energi baru dalam membangun militansi dan optimisme Partai Demokrat di seluruh Jawa Tengah untuk kembali bangkit dan merebut kejayaannya kembali,” tegasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan Muscab III Partai Demokrat kali ini berlangsung demokratis, aman dan sangat kondusif. Dan kegiatan ini juga akan segera disusul oleh DPC Partai Demokrat yang lain, sehingga pada akhir tahun 2021 ini seluruh konsolidasi internal Partai Demokrat di Jawa Tengah bisa dituntaskan.

Muscab III Partai Demokrat Se-Jawa Tengah ini sekaligus memunculkan rekomendasi Politik dalam 3 sukses; Sukses Pemilu Legislatif, Sukses Pilpres dan Sukses Pemilukada tahun 2024.(*)

 

Lip Velvet Ohmyskin!, Lipstik Ringan Kualitas Internasional

Monday, September 27, 2021 Add Comment
Dokter dan Influencer, Indahkus memakai Lip Velvet Ohmyskin!

PATI - Brand Ohmyskin! telah mengeluarkan produk make up terbaru, lip velvet, pada Agustus lalu. Animo masyarakat luar biasa. Terbukti setelah sebulan dilaunching, lip velvet terjual 6.759 pcs. Selain harga sangat terjangkau, lipstik pertama dari Ohmyskin! ini kualitasnya internasional.

Founder, Owner, dan Direktur Ohmyskin! Diana Fatimah Azzahro menuturkan, Ohmyskin! tidak hanya mempunyai produk skincare saja, ada beberapa produk make up. Salah satunya lip velvet, lipstik pertama dari brand Ohmyskin! yang sudah memikat hati para pecinta lipstick. Ia mengklaim, lip velvet ini kualitasnya internasional, tidak kalah dengan brand-brand ternama lainnya yang harganya ratusan ribu. Selain itu sudah Badan POM dan Halal MUI. 

"Selain aman digunakan, produk ini dibuat dengan bahan berkualitas. Kalau lip cream biasanya lengket, tapi ini tidak bikin bibir lengket dan berat. Jadi ringan banget seperti tidak memakai lipstik. Cocok bagi pecinta lip matte ringan. Selain itu teksturnya halus bisa menutrisi bibir," ucap perempuan yang akrab disapa Diana ini. 

Dia menambahkan, lip velvet Ohmyskin! memiliki tekstur creamy sehingga cocok bagi pemilik bibir kering dan pecah-pecah. Selain itu lip velvet ini juga memiliki kandungan khusus yang dapat membuat bibir lembab dan memiliki efek plumpy pada bibir. Ringan digunakan seharian dengan hasil akhir yang powdery. Packagingnya unik seperti kapsul dilengkapi dengan stopper sehingga aman, tidak mudah tumpah dan travel friendly.

"Lip velvet ini memiliki enam varian warna. Yakni berry velvet, brick coral, burn heart, deep sunset, macaron red, dan pink sand. Varian warna ini cocok untuk digunakan sehari-hari dan cocok untuk ombre bagi pecinta ombre lips. Harganya yang hanya Rp 50 ribu an terjangkau bagi kalangan remaja," ucapnya. 

Pengusaha muda asal Juwana ini mengaku menggeluti bisnis skincare tidak hanya memenuhi passionnya saja, juga bertujuan membantu perekonomian anak muda. Ia ingin anak-anak muda yang masih SMA hingga kuliah belajar berbisnis sedini mungkin. Hingga kini, sudah ada lebih dari 500 jaringan mitra distributor, agen, dan reseller tersebar di Indonesia dan merambah hingga Taiwan.

"Kebanyakan anak SMA dan kuliah. Sebagian lainnya ibu rumah tangga. Ohmyskin! produk kecantikan lokal yang berasal dari Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana terus mengajak anak muda yang ingin bergabung menjadi distributor, agen, dan reseller dengan keuntungan banyak," imbuh Diana. (bis)

Polres Kudus Gencarkan Vaksinasi Merdeka

Wednesday, September 22, 2021 Add Comment

VAKSINASI MERDEKA: Polres Kudus bekerjasama BEM UMK gelar vaksinasi merdeka, Rabu (22/9/2021)


KUDUS -Gerai Vaksinasi Merdeka terus digelar. Hal ini dilakukan untuk mengejar herd immunity dan kekebalan tubuh terhadap paparan Covid-19. Vaksinasi menjadi salah satu faktor terpenting dalam akselerasi penanganan penyebaran Covid-19.

Di Kabupaten Kudus, Vaksinasi Serentak dengan mengusung tema "Sinergi BEM Seluruh Indonesia Bersama Polri Untuk Indonesia Bangkit Melawan Pandemi" berlangsung di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) dengan sasaran mahasiswa dan masyarakat, Rabu (22/9/2021). 

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, S.I.K. mengatakan, vaksinasi merupakan wujud dukungan Polri terhadap akselerasi penanganan Covid-19 untuk masyarakat yang sehat sehingga tercipta herd immunity menuju Indonesia tangguh.

“Vaksinasi Serentak ini kami siapkan 3000 dosis vaksin,” ungkap AKBP Aditya Surya Dharma saat memantau langsung pelaksanaan vaksinasi. 

Untuk  memperlancar vaksinasi, Polres Kudus bersinergi bersama Tim Vaksinator dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus. Bahkan,  juga menggandeng puluhan relawan yang merupakan mahasiswa dari UMK. 

“Ada kurang lebih 40 orang relawan mahasiswa yang telah dilatih sebelumnya dan memenuhi syarat untuk turut serta membantu vaksinasi.

Termasuk kita terjunkan anggota membantu input data dan registrasi sehingga proses vaksinasi menjadi lebih cepat, efektif dan efisien.” Imbuhnya.

AKBP Aditya Surya Dharma menambahkan, sampai dengan saat ini, antusias mahasiswa dan masyarakat dinilai cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mendapatkan kekebalan tubuh melalui vaksin semakin meningkat.

“Kami apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa masyarakat Kudus yang telah mendukung percepatan vaksinasi. Bersama-sama kita wujudkan i

Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.” paparnya. 

Setiap warga yang datang wajib mengikuti sejumlah prosedur. Setelah mendaftarkan diri, petugas kemudian memanggil satu persatu untuk mengikuti rangkaian registrasi, skrining, penyuntikan vaksin sampai observasi.

“Kita berharap dengan vaksinasi serentak ini, masyarakat memiliki kekebatan tubuh dan imun yang lebih kuat sehingga tidak mudah terpapar Covid-19 dan kita bersama bisa melewati pandemi ini dengan sehat dan selamat.” pungkasnya. (han/gus)

Ayoo.. Join Dropshipper bersama Dyn Clothingline, Buka Usaha Gak Pakek Keluar Modal

Tuesday, September 21, 2021 1 Comment

Owner Dyn Clotingline, Diana  Fatimah Azzahro (tengah) sedang berada di butiknya di Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana.

PATI - Kualitas brand fashion lokal asli Kabupaten Pati, Dyn Clothingline tak diragukan lagi. Terbukti ribuan potong baju telah terjual setiap bulannya. Bahkan Dyn Clothingline membuka peluang besar bagi para dropshipper yang ingin tetap memiliki cuan meski hanya rebahan di rumah.

Owner Dyn Clothingline, Diana Fatimah Azzahro mengatakan, sejak dirintis 7 tahun ini, Dyn Clothingline telah mempunyai ratusan distributor, agen, reseller, hingga dropshipper. Untuk distributor sendiri ada 30 tersebar di berbagai wilayah. Sedangkan dropshipper sendiri ada sekitar 300. 

Berbeda dengan dropshipper yang tidak dibatasi jumlahnya, ia membatasi distributor. Satu wilayah hanya ada satu distributor saja. Untuk itu, pengusaha perempuan asli Bumi Mina Tani ini mengajak masyarakat terutama ibu rumah tangga dan anak muda yang ingin menjadi dropshipper Dyn Clothingline dengan keuntungan banyak.

"Keuntungan menjadi dropshipper ini sangat banyak. Jadi cuma posting-posting baju saja di medsos sambil rebahan di rumah bisa dapat uang tambahan di tengah pandemi. Tentunya tidak perlu pusing nyari modal dan nyetok barang karena kami yang akan mengirimkan langsung kepada pembeli. Daftarnya gratis bisa mengubungi 081239029460," ucapnya.

Diana menambahkan, Dyn Clothingline yang memiliki butik di Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana kini mempunyai tiga brand label. Yakni Dyn Clothing fokus ke baju muslim harian, Dyn Basic lebih ke baju-baju polos dan remaja, dsn Dyn Signature fokus ke baju pesta. 

"Koleksi dari Dyn Clothingline terbuat dari bahan-bahan berkualitas dan harganya terjangkau. Kami mempunyai tiga label dengan harga mulai Rp 170 ribu hingga Rp 250 ribu. Tergantung dengan bahannya. Kalau Dyn Signature itu harganya Rp 250 ribu keatas karena ada brukat, payet, dan lainnya," katanya. 

Dyn Clothingline sendiri sudah dirintis Diana sejak 2014 lalu saat ia masih kuliah di UII Jogjakarta. Kemudian ia mencetak label sendiri pada 2016. Semuanya dimanage sendiri bersama dengan 15 karyawannya. Bahkan ciri khas dari Dyn Clothingline ini memakai foto model dirinya sendiri. Bisnis yang telah digeluti hingga kini terus berkembang dan mampu bersaing di pasar nasional. (bis)

Ustaz Pondok Pesantren Pengafal Al-Qur'an Dipukuli Guru MI

Sunday, September 19, 2021 Add Comment
Muhammad Sairozi menunjukan surat bukti pengaduan dari Polsek Kayen atas kasus penganiayaan yang dialaminya.

PATI -  Seorang ustadz pondok pesantren dianiaya guru Madarasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 1 Pati di Kecamatan Kayen.

Korban adalah Muhammad Sairozi yang keseharianya menjadi murobbi (pendidik) di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Anak Al-Jamal Desa Slungkep, Kecamatan Kayen.

Menurut Sairozi, kejadian kekerasan yang dialaminya terjadi pada Jumat pagi (17/9). Saat itu dirinya dengan dua ustaz lainya sedang mengantar santri-santri pondok untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di MI yang jaraknya tidak jauh dari pondok.

" Setiap pagi kami para murobbi memang mempunyai tugas untuk mengantar santri-santri di pondok untuk masuk sekolah. Karena setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat sekolah MI tempat santri-satri sekolah sudah mulai memberlakukan PTM," kata Sairozi.

Waktu itu, lanjut Sairozi dirinya sedang mengarahkan santri-santri agar bisa tertib saat masuk ke dalam sekolah. Namun tiba-tiba dari arah dalam sekolah datang salah seorang guru yang diketahui bernama Rochimuzzaman
menghampirinya dan langsung melayangkan pukulan ke arahnya. 

" Tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, saya dipukul sampai 4  kali kena di kepala. Saya juga dimaki-maki dengan perkataan kasar, " katanya.

Pada saat kejadian, korban sempat bertanya kepada pelaku kenapa dirinya dipukul. Namun, pelaku justru lanjut mengumpatnya.

“Saya tidak membalas memukul saat itu, dan memilih untuk kembali ke pondok agar amarah pelaku tidak semakin menjadi-jadi. Saat kejadian banyak saksi yang melihat,” ujarnya.

Usai mendapat pukulan itu, Sairoji merasakan pusing dan muntah. Dia pun langsung memeriksakan diri ke RSUD Kayen sekaligus untuk visum. Dan ke esokan harinya, Sabtu (19/9), Sairozi melaporkan kasus itu ke Polsek Kayen.

“ Sebenarnya, awalnya saya tidak mau membawa masalah ini ke jalur hukum. Tapi tidak ada itikad baik dari pelaku untuk tabayun mengenai masalah ini. Karena sehari setelah kejadian itu saya putuskan untuk melaporkan masalah ini ke polisi," ujar Sairozi.

Sampai saat ini, korban pun tidak mengetahui apa alasanya sehingga dirinya dipukuli oleh Rochimuzzaman, seorang guru yang berstatus ASN itu.

Sairozi mengatakan, terakhir kali bertemu dengan pelaku sebelum terjadinya aksi pemukulan itu pada hari Senin pagi (13/9). Waktu itu dirinya sedang mengantar santri untuk mengikut PTM di sekolah. 

" Hari Senin, saya memang sempat bertemu dengan pelaku di depan gerbang sekolah. Waktu itu santri-santri dites suhu tubuhnya sebelum masuk ke dalam sekolah. Ada salah satu santri suhu badanya 37 derajat celcius. Oleh Pak Rochimuzzaman anak itu tidak boleh masuk," ungkapnya.

Mengetahui soal itu, Sairozi lalu meminta kepada pihak guru untuk mengijinkan santrinya agar diperbolehkan masuk sekolah. Karena menurutnya suhu tubuh 37 derajat celcius masih dalam batas wajar suhu tubuh orang sehat. Setelah diprotes oleh Sairozi, anak itupun akhirnya diperbolehkan untuk mengkikuti PTM.

" Mungkin gara-gara masalah itu, tapi pada hari itu saya dan pelaku juga baik-baik saja, tidak ada masalah. Harusnya Pak Rochimuzzaman tabayun dulu kalau memang ada masalah, jangan langsung berbuat kekerasan seperti ini," keluh Sairozi. (gus)

Karaoke Nekat Buka, Ratusan Tamu dan PK Digaruk

Thursday, September 16, 2021 Add Comment

RAZIA KARAOKE : Petugas gabungan dari Polres Pati dan Satpol PP melakukan razia di sejumlah tempat karaoke yang kedapatan masih nekat beroperasi, pada Kamis dini hari (16/9).

PATI - Petugas gabungan dari Polres Pati dan Satpol PP melakukan razia di sejumlah tempat karaoke yang kedapatan masih nekat beroperasi, pada Kamis dini hari (16/9).

Dalam razia yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pati dan Kasatpol PP itu berhasil mengamankan sebanyak 102 orang yang terdiri dari pengunjung dan wanita pemandu karaoke.

Setelah terjaring razia para tamu dan wanita penghibur itu langsung dibawa ke kantor Sabhara Polres Pati untuk di data dan ditest swab.

Dari hasil test swab menunjukan ada 6 orang yang reaktif, kemudian mereka dipisahkan untuk diisolasi.

Bupati Pati, Haryanto pada Kamis siang kemarin menyempatkan mendatangi kantor Shabara untuk melihat langsung warganya yang terjaring razia.

Haryanto menyayangkan,  ternyata masih ada saja tempat-tempat karaoke yang masih nekat untuk beroperasi. Padahal saat ini status di Kabupaten Pati masih memberlakukan PPKM level 2.

" Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Kapolres Pati beserta anggotanya karena selama PPKM ini sudah aktif melakukan razia di tempat-tempat hiburan malam yang tujuannya untuk menekan penyebaran virus Covid-19," kata Bupati Haryanto.

Meskipun, lanjut Haryanto, masih ada saja tempat karaoke yang membandel dan tidak mengindahkan anjuran dari pemerintah untuk tidak beroperasi.

Haryanto mengatakan, dalam aturan sesuai intruksi Mendagri tempat hiburan malam seperti karaoke memang dilarang untuk beroperasi selaama PPKM.

" Karena tidak mungkin orang yang berkaraoke itu memakai masker dan mereka berada di dalam ruangan yang tertutup, itu potensi penularan virus Covid-19 sangat besar. Itulah alasanya mengapa tempat karaoke ini tidak boleh buka," jelas Haryanto.

Pada kesempatan kemarin, Dia pun meminta dan mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi anjuran dari pemerintah. Yani dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

" Status Kabupaten Pati sekarang ini memang berada di level 2. Namun, masyarakat jangan euforia dulu, lalu abai dengan prokes. Karena banyak daerah yang statusnya menurun tetapi banyak warganya mengabaikan prokes lalu statusnya justru kembali naik. Tentunya kita tidak mau seperti itu," jelasnya.

Dalan razia tempat hiburan karaoke kemarin, setidak ada 5 tempat karaoke yang didatangi petugas masing-masing adalah Alaska, Maharani, Diva, Dewa 9 dan Romantika. (gus).

PDI Perjuangan Pati Suntikan 6000 Dosis Vaksin Covid-19

Thursday, September 16, 2021 Add Comment

VAKSIN : Ketua DPC PDI Perjuangan Pati, Ali Badrudin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi oleh partainya di Kecamatan Kayen, Rabu (15/9).


PATI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pati mengadakan kegiatan vaksinasi massal. Kegiatan itu untuk membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi untuk mencegah penularan virus Covid-19 kepada masyarakat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pati Ali Badruddin mengatakan, bantuan vaksinasi tersebut untuk membantu percepatan heard immunity atau kekebalan kelompok. Terlebih capaian vaksinasi di Pati ini masih 22 persen, sehingga harus dibantu dari berbagai pihak.

“Sementara yang sudah berlangsung ada tiga kecamatan yakni di Kayen, Magorejo, dan Tayu. Masing-masing disediakan 500 dosis. Kemudian saat ini, kami masih mempunyai 6.000 dosis vaksin yang nantinya kami sebar di 12 kecamatan,” katanya, Rabu (15/9).

Upaya percepatan vaksinasi ini, lanjutnya, agar masyarakat dapat mempunyai kekebalan tubuh.

Terbukti, lanjutnya, selama program vaksinasi digencarkan masyarakat Pati yang terpapar Covid-19 cenderung mengalami penurunan. Hal itu juga berbanding lurus dengan angka kematian yang juga mengalami penurunan.

“Karena itu, kami selalu berkoordinasi dengan pimpinan pusat agar mendapatkan tambahan vaksin. Kemarin saja, Pak Edy Wuryanto (Anggota DPR RI dari PDIP) membawa vaksin sebanyak 40 ribu dosis, kemudian kami minta untuk Pati 6.000 dosis,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, apabila nantinya masih banyak masyarakat Pati yang membutuhkan vaksin, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pimpinan untuk mendapatkan tambahan vaksin.

“Target kami, semua masyarakat mendapatkan vaksin ini. Kami dari PDIP akan berupaya agar terus mendapatkan tambahan dosis vaksin dari pusat sampai semua masyarakat sudah tervaksin,” terangnya.

Dalam pelaksanannya itu, PDIP Pati menggandeng pihak terkait, terutama dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) agar menyediakan petugas vaksinator. Kemudian dari pihak kepolisian untuk menjaga keamanan dan keteriban bersama agar tidak berkerumun saat pelaksanaan vaksinasi. (gus)

Penyaluran Bansos Tersendat, Dewan di Pati Geram

Wednesday, September 15, 2021 Add Comment
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin (tengah)

PATI - Anggota DPRD Kabupaten Pati bersikap tegas dalam menyikapi masalah tersendatnya penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Setelah memanggil pihak terkait dalam penyaluran bansos tersebut, Anggota Dewan Pati memberikan deadline satu bulan untuk menyelesaikan permasalahan ini

" Kemarin sudah kita panggil bank penyalur bansosnya yakni BRI, termasuk juga pihak Dinsos turut kita panggil untuk kita tanyai apa alasannya, sehingga bantuan ini tidak tersalurkan dengan baik," kata Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, Rabu (15/9).

Untuk menyelesaikan masalah ini, Ali Badrudin mengaku, pihaknya memberi waktu satu bulan terhitung dari Selasa (14/9) agar BRI bisa menuntaskan pemberian bantuan kepada penerimanya.

Menurut Ali, saat ini masih ada sebanyak 10% dari jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan sejak bulan Januari-Agustus 2021.

“Ini hak rakyat, harus segera disalurkan. Jangan sampai KPM ini tidak mendapatkan haknya. Kasihan mereka,” ujar  Politisi dari PDI Perjuangan itu.

Ali menilai, belum disalurkannya bantuan tersebut merupakan keteledoran dari pihak BRI dan Dinsos Pati yang tidak bisa mengelola data dangan baik.

“Kalau sejak awal diselesaikan, ada data bermasalah langsung dikoordinasikan, tentunya tidak akan seperti ini. Uang yang ada di BRI saja sampai Rp 10,6 miliar. Lalu uang ini mau dikemanakan? padahal itu hak pemerima bantuan,” katanya

Ali badruddin melanjutkan, bantuan yang belum cair ini bentuknya ada tiga, yakni BPNT dengan penerima 15.262 KPM, Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum tersalurkan ada 702 KPM, dan 90 KPM mempunyai Kartu keluarga Sejahtera (KKS). (gus)

Ajak Anak Muda Peroleh Cuan Saat Pandemi, Ohmyskin! Tawarkan Bisnis Sejak Dini

Tuesday, September 14, 2021 Add Comment

 

Owner Ohmyskin!, Diana Fatimah Azzahro 

PATI - Masa Pandemi tak membuat penjualan produk Ohmyskin! lesu. Brand skincare lokal asal Pati yang tumbuh dan berkembang di tengah masa pandemi ini bahkan kini mempunyai 500 jaringan distributor agen dan reseller anak muda di seluruh Indonesia dan Taiwan. Tak berhenti, Ohmyskin! yang dirintis Diana Fatimah Azzahro terus mengajak anak-anak muda peroleh cuan dan belajar berbisnis sejak dini.

Founder, Owner dan Direktur Ohmyskin!, Diana Fatimah Azzahro menyampaikan, ribuan produk skincare dan make up dari Ohmyskin! telah terjual sejak dilaunching 1,5 tahun lalu. Ini terbukti meskipun dirintis saat awal pandemi, Ohmyskin! terus berkembang dengan pesat. Bahkan sudah mempunyai 500 distributor agen dan reseller di seluruh Indonesia, tidak hanya terpusat di Jawa saja. 

"Saya terus membuka peluang anak-anak muda untuk bergabung dan meraup keuntungan banyak dari penjualan Ohmyskin!. Sejak awal mendirikan Ohmyskin!, tidak hanya memenuhi passion saya di bidang skincare, tapi saya ingin membantu perekonomian anak muda dengan berbisnis sejak dini," ujarnya.

Ke depan, akan semakin banyak konsumen Ohmyskin!. Semakin banyak konsumen tentunya membuka peluang usaha untuk menjadi distributor agen dan reseller. Tidak hanya anak muda saja, ibu rumah tangga juga bisa. 

Diana mengatakan, harga produk Ohmyskin! sebagian besar di bawah Rp 100 ribu, jadi terjangkau untuk remaja yang mempunyai perekonomian menengah. Selain itu bahan-bahan yang digunakan juga aman, ber-Badan POM dan halal MUI. Harga murah tapi tidak murahan. 

Ada 20 SKU produk Ohmyskin! yang sudah dilaunching. Salah satunya merupakan produk masker wash off yang terbuat dari bahan-bahan organik dan premium yakni milk, choco, matcha dan coffee. Selain skincare ada produk make up seperti lip serum, tint blush on creme, loose powder dan lip velvet.

Ia berharap, Ohmyskin! yang dilaunching pada Februari 2020 lalu semakin berkembang dengan baik. Terlebih di kalangan masyarakat Pati.

 "Tahunya Ohmyskin! ini dari Jakarta. Padahal kami asli Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana," imbuhnya. (bis)