Dikyanmas KPK Datangi Kampus UMK

Sunday, September 15, 2019
MAHASISWA BARU:  Mahasiswa baru UMK dibekali ilmu pendidikan antikorupsi saat kuliah umum di Auditorium UKMK, dengan narasumber dari Dikyanmas KPK RI Muhammad Indra Furqon.
KUDUS - Belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) mendatangi salah satu kampus ternama di Kota Kretek. Namun tujuan kedatangan lembaga antirasuah ke Universitas Muria Kudus (UMK), tidak untuk menangkap seseorang melainkan memberikan ilmu pendidikan antikorupsi kepada mahasiswa baru di Auditorium UMK baru-baru ini.

Perwakilan dari Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK RI, Muhammad Indra Furqon mengatakan, kasus korupsi yang ditangani KPK, harus dilakukan lebih giat lagi. Tidak hanya menangkap atau melakukan operasi tangkap tangan (OTT) saja, tapi harus diimbangi dengan kegiatan lain.

‘’Salah satunya lewat dunia pendidikan, seperti yang dilakukan saat ini (Sabtu kemarin),” ujar Furqon.

Selama ini, lanjutnya, pelaku korupsi dari golongan orang kaya, artinya perilaku koruptif yang harus dihilangkan dengan berbagai cara. Baik melalui penindakan, perbaikan sistem, edukasi dan kampanye anti korupsi kepada masyarakat.

Kata dia, edukasi menjadi penting karena generasi muda, baik yang masih sekolah maupunkuliah yang akan menjadi penerus kepemimpinan bangsa. Namun kadang mereka memiliki perilaku koruptif yang justru tidak disadari. Perilaku koruptif yang dilakukan oleh pelajar yaitu terlambat, titip absen, menyontek, plagiat, penyalahgunaan dana beasiswa, proposal palsu hingga gratifikasi ke dosen.

"Kadang mereka teriak anti korupsi, namun perilakunya masih koruptif. Ini harus disadari semua mahasiswa, agar memiliki integritas,’’ jelasnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan sejumlah penindakan yang sudah dilakukan KPK, terutama berkaitan dengan OTT. Dalam melakukan OTT, pihaknya tidak main-main karena sudah dilakukan pemantauan cukup lama. Bahkan pernah menyaksikan transaksi, namun tidak dilakukan penangkapan karena khawatir bukti tidak kuat.

"Saat OTT, bukti yang ada dianggap sudah kuat,” imbuhnya.

Dia mengimbau, mahasiswa jangan sampai menyimpan perilaku koruptif. Mengingat mahasiswa merupakan agen perubahan, sehingga harus mampu merubah kearah lebih baik dengan meninggalkan perilaku koruptif."Saya berharap mahasiswa jangan menyimpan perilaku koruptif, karena sebagai agen perubahan,” pesannya.

Sementara salah satu mahasiswa baru UMK,Laili Amaliatus S mengaku senang mengikuti kuliah umum tentang pendidikan antikorupsi dengan pemateri langsung dari KPK. Dia menyadari, bibit-bibit korupsi harus dihilangkan sejak dini, seperti menyontek yang dianggap sebagai hal biasa dan sebagian ada yang menilai sebagai perilaku buruk.

"Karena perilaku koruptif bisa ada pada siapa saja, tergantung kita mampu membangun integritas kita atau tidak,’’ katanya. (han)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »