![]() |
SAYANG PAPUA : Bupati Pati Haryanto beserta Kapolres Pati dan Komandan Kodim 0718/Pati saat foto bersama para pelajar asal Papua yang tinggal di Pati. |
PATI - Situasi di tanah Papua yang sedang memanas, diharapkan tidak berpengaruh pada masyarakat Papua yang ada di Kabupaten Pati. Bupati Pati Haryanto menegaskan kepada para pelajar dari Papua yang bersekolah di Pati agar tidak khawatir selama hidup di Kabupaten Pati. Sebab, dari pemerintah kabupaten akan berusaha sebaik mungkin dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Pati.
Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto saat menghadiri acara tasyakuran Hari Jadi ke - 71 Polisi Wanita RI Tahun 2019, di Mapolres Pati.
"Adik - adik dari Papua tidak usah khawatir, sebab selama hidup di Kabupaten Pati, pasti akan dilindungi oleh Pak Kapolres maupun Pak Dandim," tegas bupati.
Haryanto juga mengimbau agar pelajar Papua yang tengah menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Kayen ini, tidak mudah terpengaruh maupun mudah percaya terhadap isu - isu dan berita yang kebenarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.
"Jangan sampai mudah terprovokasi, lebih - lebih dari berita - berita yang beredar di media sosial," pesan Haryanto.
Dalam acara tasyakuran yang diawali dengan senam bersama tersebut, juga dihadiri oleh Kapolres, Dandim, anggota Persit, Bhayangkari, PKK serta pelajar dari SMA Negeri 1 Kayen.
Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Ariyanto mengutarakan rasa prihatinnya atas tindakan oknum - oknum tak bertanggung jawab yang saat ini sedang berusaha mengganggu kestabilan NKRI.
"Kita ini Indonesia dan kita ini satu. Seperti saya yang asli Batak, bekerja di Pati sebab ada rutinitas yang harus dijalani. Dari sekian banyak suku bangsa di Indonesia, juga di Pati kita semua hidup bersama, tidak ada perbedaan," ujarnya.
AKBP Jon Wesly, Kapolres Pati menjelaskan, apabila berasal dari luar Jawa dan menjalani kehidupan di Jawa, agar jangan sampai merasa terasing. Namun segera menyesuaikan diri. Ia mencontohkan dirinya berasal dari Batak dan Batak itu dikenal keras, ketika hidup di Jawa seyogyanya menyesuaikan dengan masyarakat Jawa yang terkenal halus dan santun.
"Kepada adik - adik yang saat ini menjalani kehidupan di Kabupaten Pati, mari bersama - sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pati. Tidak ada satupun orang yang berhak mengganggu keamanan maupun kestabilan khususnya di Kabupaten Pati. Kalau ada yang mengganggu maka harus berhadapan dengan Pak Dandim dan Pak Kapolres," ujar Kapolres Pati.
Kapolres menegaskan pada para pelajar yang hadir agar jangan mudah percaya terhadap beredarnya informasi maupun berita - berita yang belum diketahui kebenarannya dan bersifat provokasi.
Sementara itu, salah seorang pelajar asal Papua Sheftian Athanai mengaku nyaman dan damai selama belajar di Kabupaten Pati. Dia berharap virus kedamaian ini bisa menular ke daerah hingga ke Papua yang saat ini masih terpapar berita bohong (hoaks).
“Awalnya memang canggung berkumpul dengan teman-teman di sini tapi lama kelamaan saya merasa nyaman. Semuanya baik dan saya merasa aman di sini, baik belajar di kelas maupun saat berbaur dengan masyarakat setempat di sini,” kata Sheftian Athana. (mas/gus/lis)
EmoticonEmoticon