Anak Muda Indonesia Harus Bermental Mandiri

Sunday, September 01, 2019
PIAGAM PENGHARGAAN: Ketua DPD Wimnus Jawa Tengah Selamet Wuridan (dua dari kiri) menyerahkan pigam penghargaan untuk Plt Bupati Kudus H.M Hartopo yang diterima oleh Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo.
KUDUS - Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jawa Tengah menggelar seminar nasional charater building bertema Building Character In Industrial Revolusi 4.0, Siap Menuju Indonesia Mandiri 2034, di Hotel Griptha Kudus Minggu (1/9) pagi kemarin. Kegiatan itu diikuti 1.000 peserta dari berbagai sekolah jenjang pendidikan SMA/SMK dan perguruan tinggi di Kabupaten Kudus.

Ketua Panitia Seminar Nasional Character Building, Ade Bagus Nugroho mengatakan, tujuan dari seminar ini untuk mengubah mindset anak muda di Indonesia menjadi penerus bangsa yang bermental mandiri. Mengingat generasi millennial saat ini tahunya hanya gadget dan pacaran.

"Kami siap menjembatani untuk merubah mindset anak muda di Indonesia, agar memiliki mental yang mandiri,” kata Ade disela-sela kegiatan.
Tidak cukup itu, sambungnya, seminar ini untuk membantu para generasi millennial mencari jati diri, melalui kegiatan yang positif sehingga bisa segera membahagian orang tuanya. Tidak perlu lagi melakukan hal negatif seperti pacaran karena tidak penting, hanya membuang waktu, tenaga dan uang orang tua.

Lebih lanjut, dengan merubah mindset itu, para generasi penerus bangsa ini bisa membawa perubahan besar untuk bangsa Indonesia. Misalnya, pemuda yang berkeinginan menjadi seorang pilot, tentu akan melakukan berbagai cara agar bisa menjadi pilot.  

"Teman-teman di sekelilingnya akan menentukan nasibnya. Kalau mereka berteman dengan yang baik, tentu akan menjadi anak yang baik,” ujarnya.

Sementara Trainer dan Motivator Muda, Syafii Efendi menjelaskan, pada seminar kali ini akan membahas tentang revolusi industri yang saat ini terjadi pergeseran dari mesin biasa ke digitalisasi berbasis robot. Perubahan ini akan berdampak luas, bahkan akan menambah jumlah pengangguran di bumi pertiwi ini.  

"Dampak ini menjadi peringatan bagi bangsa Indonesia, dan masyarakat tidak siap untuk beradaptasi. Dan Wimnus merasa memiliki tanggung jawab untuk ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, yang ditekankan pada seminar kali ini adalah berkaitan dengan karakter. Pola pikir anak muda sekarang, setelah lulus sekolah ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pemikiran seperti dianggap sebuah pembodohan selama 3,5 abad yang lalu dan tidak ada yang berani melawan.

"Anak muda harus berani berevolusi, tapi harus diperkuat dulu ekonominya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, Joko Susilo mengapresiasi event seminar nasional yang digagas Wimnus Jateng tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sebagai upaya strategis untuk menyiapkan generasi yang tangguh, untuk mewujudkan Kudus yang Modern, Religius, Cerdas dan Sejahtera.

"Pendidikan menjadi kunci utama. Sekolah juga menjadi wahana penanaman dan pengembangan ideologt,” kata Joko.

Dia berpesan, anak muda sekarang jangan alergi dengan perubahan dan bersikap pesimis. Sebagai generasi penerus bangsa, harus mampu menangkap perubahan menjadi sebuah peluang untuk eksistensi dirinya. Dengan sikap itu, akan menjadi genari terbaik dan impian masyarakat.

‘’Saya harap peserta yang hadir, dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujar Joko. (han/lis/bis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »