Sinomwidodo Miliki DesakuMart

Thursday, August 22, 2019
BELANJA: Tampak Kepala Desa Sinomwidodo Kasmuri juga ikut berbelanja di DesakuMart.
PATI - Sebagai salah satu upaya untuk pengembangan ekonomi di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, pemerintah desa (pemdes) setempat kini mendirikan swalayan, yakni DesakuMart.Minimarket ini, secara resmi telah dibuka pada Jumat (16/8) lalu, yang lokasinya berada di Dukuh Cengklik.

Kepala Desa Sinomwidodo Kasmuri menyampaikan, pendirian DesakuMart itu sendiri dilatarbelakangi adanya perkembangan ekonomi yang lima tahun terakhir ini disebut mengalami melebehi target. Di desa tersebut, kini berkembang usaha konveksi, yang jumlahnya hingga sekarang sudah mencapai 35 unit.

"Kemudian banyak ibu-ibu muda yang biasanya belanja itu di swalayan. Nah melihat peluang ini, dan daripada potensi itu dikerjakan oleh individu, kemudian kami bersama BUMDes Amrih Widodo melakukan musyawarah untuk menangkap peluang tersebut dengan mendirikan swalayan di desa," ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya melakukan kerja sama dengan Outlet Mitra Nusantara (OMNUS) yang merupakan bentukan PBNU, dan kemudian dihubungkan dengan Indogrosir. Setelah itu, ada survei dari pihak terkait mengenai studi kelayakan untuk pendirian swalayan.

Dirinya juga menyampaikan, jika konsep daripada minimarket tersebut yakni lebih kepada pemberdayaan masyarakat. Yakni, bagaimana keberadaan swalayan itu bisa tumbuh bersama masyarakat. Yakni, tidak bekerja sama dengan warung atau toko-toko yang ada di desa setempat.

"Kalau minimarket yang miliki individu kan biasanya orientasinya lebih kepada provit semata dan cenderung mematikan retail setempat. Namun, untuk DesakuMart ini, kita telah melakukan pendataan toko-toko yang ada di Sinomwidodo yang lebih kurang 50 unit untuk menjadi member. Kemudian, kita bekerja sama untuk menjadi mitra. Sebab, kita di sini juga melayani grosiran.Jadi kita sama-sama hidup," ungkapnya.

Dengan keberadaan swalayan tersebut, pihaknya berharap ekonomi yang ada di Desa Sinomwidodo bisa berkembang.Uang-uang yang ada di masyarakat, bisa berputar di lokal dengan keberadaan minimarket itu. 

"Di sini kan mulai banyak usaha-usaha. Jadi setiap akhir pekan itu, biasanya mereka gajian dan belanja. Nah dengan telah tersedianya kebutuhan mereka di desa sendiri, mereka tidak perlu lagi keluar untuk belanja. Sehingga, perputaran uang juga ada di desa sendiri," katanya.

Lebih lanjut ia sampaikan, jika untuk awal-awal ini, pihaknya menargetkan usaha swalayan tersebut bisa mendapatkan keuntungan bersih berkisar Rp 2,5- Rp 3 juta. "Untuk awal kita tidak muluk-muluk. Ya sesuai hasil studi kelayakan ya kisaran Rp 3 juta lah," pungkasnya. (lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »