Ngembalrejo Usung Program Kampung Gila

Wednesday, August 28, 2019
BANK SAMPAH: Bank Sampah di Desa Ngembalrejo masuk ke dalam program inovasi desa Kampung Gila.
KUDUS - Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus usung program Kampung Gila yang saat ini sudah masuk dalam program inovasi desa. Kampung Gila sendiri memiliki singkatan yaitu Kampung Gagasan Ide Lingkungan Asri yang dicetuskan oleh kelompok masyarakat peduli perubahan lingkungan (Pokmas Dulbahlin) di desa setempat.

Kepala Desa Ngembalrejo Zakaria menyampaikan, pencetusan Kampung Gila ini berawal dari keprihatian Pokmas Dulbahlin atas lingkungan sekitar yang terkena dampak dari banjir bandang pada 2014 silam. Selain itu, pada musim kemarau, Sungai Dawe berbau tidak sedap karena membawa aliran limbah tahu dari daerah atas. Dari situlah muncul ide-ide untuk melestarikan kembali lingkungan yang sudah tercemar.

Pada Kampung Gila ini terdiri dari beberapa program lingkungan yang sudah berjalan dengan baik. Di antaranya, yaitu program kampung iklim, bank sampah, resapan biopori, dan kelompok peduli sungai.

“Untuk proklim atau kampung iklim ini kita sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan sempat ikut ajang perlombaan tingkat nasional,” ujarnya.

Pada program Kampung Iklim, lanjutnya, ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang asri  dengan melakukan gerakan penanaman pohon penghijauan turus dan pekarangan. Untuk penyerapan air, desa setempat juga melakukan pelestarian tanaman penyerap air dengan menanam pohon yang besar.

Kemudian, pada bank sampah di Desa Ngembalrejo sudah ada pada tahap pengolahan sampah. Bahkan, sampah-sampah yang disulap menjadi kerajinan tangan sudah dipasarkan secara luas, meskipun pasarnya masih berada di sekitar Kudus saja.

Selanjutnya, untuk resapan biopori ini sudah dibuat dengan skala yang besar. Saat ini, jumlah biopori yang ada di Desa Ngembalrejo sudah berjumlah ribuan. Kata Zakaria, setelah dibuat biopori ini, desa setempat sudah tidak lagi mengalami kendala air, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.

Terakhir, ada kelompok peduli sungai yang mendapatkan apresiasi tinggi Kementerian Lingkungan Hidup. Di mana, kelompok ini memberikan aksi yang nyata untuk melestarikan sungai yang kerap tercemar oleh sampah atau limbah secara kompak. Sehingga, selain memberikan dampak yang baik terhadap sungai, kelompok ini juga menunjukkan sikap masyarakat yang guyub rukun serta cinta lingkungan dan kebersamaan yang saat ini mulai luntur di perdesaan.

“Harapannya, semoga program-program ini bisa membawa Desa Ngembalrejo lebih maju lagi dan lebih sejahtera lagi,” tuturnya. (mii/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »