Kreasikan Limbah Jagung jadi Kerajinan

Thursday, August 29, 2019
Saras Ningrum
REMBANG - Bonggol jagung dianggap sebagai sampah yang terbuang percuma. Namun di tangan emak-emak yang satu ini, limbah tersebut disulap menjadi berbagai macam produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Meski dalam kondisi keterbatasan atau menyandang disabilitas, tak menghalangi Saras Ningrum, warga Desa sendangmulyo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang ini untuk berkarya. Dirinya berhasil mengkreasikan bonggol jagung untuk barang kerajinan, seperti bross, once, aneka souvenir, wadah tisu, tempat lampu dan masih banyak lagi yang lain. 

Hasil karya warga Desa Sendangmulyo tersebut dipamerkan dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa di lapangan depan Gedung Haji Rembang, belum lama ini.

Saras mengaku prihatin seringkali tiap kali panen jagung, bonggol jagung bekas pipilan banyak berserakan di pinggir jalan kampung. Kalaupun ada yang memakai, sebatas untuk bahan bakar memasak.

Saat itu di desanya, sempat berlangsung pendampingan program pemberdayaan. Setelah melalui proses pembahasan, muncullah ide mengoptimalkan keberadaan bonggol jagung tersebut.

“Jujur saja saya prihatin, melihat banyak sekali janggel jagung nggak terpakai. Nah, saat ada pendampingan, keluar ide gimana kalau buat kerajinan berbahan janggel. Dari sampah, kini menjadi bernilai, “ tutur Saras.

Saras membenarkan ada sejumlah kendala. Di antaranya pengetahuan sumber daya manusia (SDM) yang memproduksi masih terbatas. Sehingga nantinya perlu tambahan pelatihan.

Kendala berikutnya terkait pemasaran. Barang yang dibuat, lakunya relatif lama. Andai ada pengepul mau cepat membayar tunai, kemungkinan pengrajin akan semakin bersemangat.

“Kan barang ini menjadi uangnya lama. Untuk mendorong warga lebih berkreasi, jujur saja kami masih terkendala. Semua serba apa adanya, kita masih sangat perlu bimbingan dan pendampingan," tandasnya. (sov/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »