SOSIALISASI PROSES BIBLIOKONSELING BAGI KONSELOR ANAK JALANAN DI SEMARANG

Wednesday, July 10, 2019
SEMARANG - Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang gelar seminar   di pimpin langsung oleh Dosen  Lydia Christiani ,S.Hum,M.Hum yang di dampingi oleh Dosen Yuli Rohmiyati .S.Sos ,Msi  

Dalam rangka membangun rosulusi mental agar supaya masyarakat lebih bisa sadar mengenal literatur membaca dalam perpustakaan  tidak hanya sekedar bacaan di waktu kosong saja ,akan tetapi berfungsi membangun bibliokonseling kepada masyarakat.

Maka Universitas Diponegoro studi ilmu perpustakaan bekerjasama  dengan Dinas Arsip dan perpustakaan kota Semarang , yang di dukung penuh oleh  Asosiasi Tenaga perpustakaan  Indonesia ,dan Yayasan Emas  Indonesia , juga asosiasi yang terkait.

Kali ini  “ Menggelar seminar  Sosialisasi proses Bibliokonseling bagi konselor anak jalanan di kota semarang dengan tema “Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM)”  , Sosialisasi tersebut  di gelar belum lama ini( 26/6) ,di hadiri  lebih dari 35 peserta diantaranya, dari mahasiswa Undip sendiri,perwakilan perpustakaan kota semarang,Dinas Arsip dan perpustakaan kota , 
perwakilan Yayasan Emas  Indonesia ,Perwakilan Asosiasi tenaga perpustakaan sekolah Indonesia ,serta dari yayasan lembaga terkait Sosialisasi di gelar Di Gedung Pusat Informasi Publik Kota Semarang (Balai kota semarang)  jalan  pemuda No.148 semarang.

 Yuli Rohmiyati  ,”menjelaskan , Bibliokonseling   ini biasanya sering di pakai oleh anak jalanan  karena  mereka banyak putus  harapan yang mudah  kembali ke jalanan kembali.”jelasnya Yuli rohmiyati.” Moderator dari Dosen Undip Ilmu perpustakaan.di sela-sela seminar ini. 

Lydia Christiani ,S.Hum,M.Hum ,” mengatakan “ Dalam rangka program penelitian pengabdian kepada masyarakat  merupakan bimbingan belajar yang membantu individu secara mandiri untuk memahami diri, dan lingkungan,belajar dari lingkungan luar . 

Lydia Berharap ”ingin  menjadi Pilot project menerapkan Bibliokonseling di kota semarang , supaya kedepan  bisa bersinergi untuk membangun resolusi mental supaya masyarakat sadar bahwa literatur itu tidak hanya sekedar bacaan di waktu yang kosong saja’akan tetapi punya fungsi peran besar   konselor  untuk membangun bibliokonseling,lewat  literatur itu bisa membangun pola pikir  pada sesorang .            
Bibliokonseling,”melalui anak-anak dapat berintraksi dengan dirinya sendiri melalui media (Literatur)yang diberikan seperti contoh,film,Lagu,Puisi ,Buku bacaan yang sudah diseleksi oleh konselor.
Bibliokonseling ini mensyaratkan penggunan literatur untuk tujuan terapeutik (Proses konseling dengan melibatkan literatur) misal mendengarkan cerita dan Puisi.

Bibliokonseling merupakan nama lain dari biblioterapi,yaitu membaca dan menganalisis tindakan karakter  dalam literature untuk membantu dalam memecahkan masalah  yang pertama kali muncul di atlantic Monthly pada th 1916.tambahnya”  Dosen Undip  Ilmu perpustakaan Lydia .
Tambahnya.

Bibliokonseling bisa di lakukan sendiri atau bisa untuk membantu orang lain , yaitu dengan membaca buku-buku  di perpustakaan

Bibliokonseling contoh mendengarkan sebuah lagu yg rasanya ko pas.membangun tek2 yg berpositif .dan ini tepat sekali kalau di nikmati degan anak2 yg seusia dini.lewat literatur bacaan 2 yg positif  ini bisa membangun intraksi pola pikir yg positif.

Bibliokonseling ini bisa berfunsi untuk terapi juga ,humanis  untuk membangun pola pikir sesorang menjadi positif.(Mil)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »