SDN Slungkep 2 Matangkan Persiapan Lomba Adiwiyata

Monday, July 22, 2019
TATA : Beberapa siswa dan guru terlihat sedang menata taman yang ada di SDN Slungkep 2.
PATI - SDN Slungkep 2, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, terus mematangkan persiapan untuk mengikuti lomba Adiwiyata tingkat Kawedanan. Berbagai instrument pendukung untuk lomba tersebut, terus dimaksimalkan dalam mengikuti kegiatan itu.

Di antara yang kini dimaksimalkan adalah penataan lingkungan sekolah atau taman sekolah, dengan menambah tanaman di depan ruang kelas.Untuk,penanaman tanaman ini, pihak sekolah memanfaatkan limbah untuk media tanamnya.

"Dalam hal ini, kami memanfaatkan stereofom bekas sebagai bahan media tanam.Apalagi, bahan tersebut cukup mudah untuk didapatkan, dan juga tidak harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk bisa menata lingkungan menjadi bagus, dibandingkan dengan membeli pot," ujar Krisno, Guru SDN Slungkep 2 kemarin.

Kemudian, untuk keawetan media tanam dari limbah atau bekas tempat buah tersebut, menurutnya juga tidak kalah dengan bahan lainnya. Sehingga, hal itu bisa salah satu menjadi solusi untuk penataan lingkungan sekolah.

Di samping itu, pemanfaatan limbah tersebut, menurutnya juga bisa menjadi bahan pembelajaran peserta didik secara langsung.Karena, anak-anak bisa melihat dan melakukan praktik dalam menanam tanaman menggunakan media dari limbah.

"Di antara tujuan dari Adiwiyata ini kan terkait dengan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungannya. Nah, dalam hal ini, kita mencoba bagaimana mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik, melalui inovasi-inovasi," ungkapnya.

Lebih lanjut ia sampaikan, target sasaran Adiwiyata adalah lingkup pendidikan formal. Sekolah menjadi target pelaksanaan, karena sekolah turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai-nilai untuk peduli dan berbudaya lingkungan hidup. 

“Sekolah-sekolah yang telah melaksanakan program Adiwiyata berhak untuk mendapatkan penilaian dan selanjutnya diberikan penghargaan yang diberikan secara berjenjang. Soal nomor prestasi, bukan tujuan utama, namun yang paling utama adalah membangkitkan kepedulian dan berbudaya lingkungan hidup dalam kehidupan di sekolah,” imbuhnya.

Kemudian, untuk kriteria penilaian penghargaan Adiwiyata, jelas Krisno, meliputi empat aspek yaitu, aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup, aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif dan aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

“Sekolah yang telah menerapkan Program Adiwiyata dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan  hasil pembelajaran  khususnya bagi peserta didik,” katanya.

Dalam hal ini, pihaknya juga sangat mendukung program Adiwiyata yang digalakan oleh pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup.

“Program Adiwiyata kami nilai mampu mengubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan serta mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan  kondusif bagi seluruh warga sekolah,” sebutnya.

Program Adiwiyata, katanya, mampu menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar. “Melalui penilaian Adiwiyata ini, kami nilai mampu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah mulai dari guru, siswa, orang tua siswa, dan warga masyarakat sekitar sekolah,” pungkasnya. (lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »