Posyandu Remaja Jadi Wadah Sosialisasi

Wednesday, July 24, 2019
PENGECEKAN KESEHATAN: Warga Desa Megawon tengah melakukan pengecekan kondisi kesehatan di Posyandu Melati desa setempat.
KUDUS - PKK Desa Megawon, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, kembali menunjukkan program inovasi di bidang kesehatan. Di mana, desa setempat membentuk unit Posyandu Remaja, yang sasaran utamanya adalah dari kalangan remaja-remaja desa.

Di Posyandu Remaja ini, tidak hanya berisikan kegiatan terkait pengecekan kesehatan saja, akan tetapi di dalamnya juga berisi pengajaran dan pemberian materi terkait pernikahan dan kekeluargaan.

“Yang terpenting itu pemahaman remaja nanti ke jenjang perkawinan atau keluarga, makanya di dalam Posyandu Remaja ini, dari kami memberikan pemahaman mengenai pendidikan. Seperti halnya bagaimana kita kalau sudah menikah, termasuk sebelum menikah,” ujar Nurasag selaku Kepala Desa Megawon, saat ditemui di Posyandu Melati, Jumat (20/07) kemarin.

Dengan adanya Posyandu Remaja ini, lanjutnya, diharapkan para remaja memiliki bekal pemahaman bahwa untuk menuju pernikahan atau berkeluarga dibutuhkan persiapan yang matang. Sehingga, kasus mengenai pernikahan dini ataupun kasus yang terjadi di luar nikah, dapat ditekan sedini mungkin oleh pihak pemerintahan desa.

“Karena kita punya pengalaman, jadi kami menuntut adanya Posyandu Remaja ini. Sehingga, kami bisa mengantisipasi agar anak-anak dimungkinkan untuk tidak menikah dini, atau hal-hal di luar nikah bisa dihindari,” lanjutnya.

Terkait dengan pihak pematerinya, Nurasag mengatakan, bahwa dari awal program ini dibuka, materi terkait dengan kesehatan serta pernikahan diberikan oleh bidan dan dokter dari UPT Puskesmas Ngembal Kulon. Sementara, materi terkait dengan kenakalan remaja diberikan oleh Bhabinkantibmas.

Awal pembukaan Posyandu Remaja dulu, remaja juga sempat merasa kebingungan untuk apa dan bagaimana Posyandu Remaja itu. Bahkan, partisipasinya masih sedikit dan belum mendapat tanggapan yang sesuai harapan dari pemerintahan desa.

Akan tetapi, setelah berjalannya sosialisasi dan kegiatan posyandu, kini sudah ada 20 anggota Posyandu Remaja yang aktif melakukan kegiatan sebulan sekali di malam hari. Mereka juga memiliki grup WhatsApp sebagai wadah berkonsultasi yang bisa dilakukan di luar jadwal rutin Posyandu Remaja.

“Jadi harapannya nanti,seorang remaja itu paham terkait dasar-dasar dalam pernikahan dan berkeluarga. Utamanya, tentang kesehatan itu sendiri, karena sehat itu mahal,” pungkasnya. (mii/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »