Petani Jagung di Tompegunung Panen Dini

Thursday, July 18, 2019
PANEN: Sebagian Petani di Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo sedang memanen jagung.
PATI - Petani jagung di Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, terpaksa harus panen dini. Hal ini disebabkan, kondisi lahan mereka yang kering akibat tidak ada air, sehingga menyebabkan pertumbuhan jagung tidak bisa maksimal.

Menurut Kepala Desa Tompegunung Siswo Hendri Cahyono, jika jagung tidak dipanen dini, dikhawatirkan justru hasilnya lebih sedikit. Akibatnya, kerugian yang diterima petani juga semakin banyak.

“Dipanen sekarang saja itu, petani sudah tidak balik modal. Apalagi kalau nunggu dibiarkan lama, malah tambah rugi nanti.Pun jagung yang dihasilkan tidak seperti yang diharapkan. Artinya, kualitas jagung sedikit kurang dibandingkan jika pengairan untuk lahan normal,” ujar kades.

Dirinya menyebut, jika selama ini, ada ribuan lahan persawahan di desanya, untuk pengairannya mengandalkan tadah hujan. Sehingga, ketika musim kemarau seperti ini, petani tidak bisa melakukan tanam. 

Dengan begitu, petani yang memang harusnya bisa mengandalkan hasil pertanian tersebut, jika musim kemarau harus mengalami kendala. Jika pun dipaksakan untuk menanam, biaya operasionalya lebih banyak.

Terkait hal ini, pihaknya berharap ada solusi bersama. Setidaknya, dari pemerintah daerah juga ikut berperan, sehingga ke depan ada solusi pengairan ke lahan petani. 

“Mudah-mudahan kondisi seperti ini tidak selalu terjadi setiap tahunnya. Sehingga, masyarakat di desa kami bisa melakukan tanam jagung ataupun padi dengan maksimal,” pungkasnya. (lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »