Pemkab Kudus Gencar Kampanyekan Gerakan Stop BABS

Friday, July 12, 2019
PERTEMUAN RENCANA VERIFIKASI: Bupati Kudus Muhammad Tamzil memimpin Pertemuan Rencana Verifikasi Open Defercation Free (ODF) atau Stop BABS Kabupaten Kudus di Command Center belum lama ini. FOTO DISKOMINFO KUDUS
KUDUS - Belum lama ini, Pemkab Kudus gencar menyosialisasikan gerakan bebas sampah plastik hingga 2025 mendatang. Setelah sukses mengkampanyekan gerakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) di lembaga pendidikan, mulai dari  jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).

Baru-baru ini, Pemkab Kudus mencanangkan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarang (BABS), yang menjadi salah satu pilar dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Gerakan ini untuk mengejar predikat sebagai Kabupaten Sehat.

"Gerakan ini akan dideklarasikan pada bulan Agustus nanti,” kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil belum lama ini.

Proses verifikasi gerakan Stop BABS, kata Tamzil, akan dilaksanakan pada bulan yang sama. Sejumlah aturan dan beberapa komponen penunjang dari gerakan tersebut, mulai disiapkan.  Verifikasi itu juga sebagai pendukung capaian Universal Healt Coverage (UHC), yang kini sudah dicapai Kota Kudus sebesar 96 persen.

"Gerakan ini akan disosialisaikan kepada masyarakat di Kabupaten Kudus," tandasnya.

Tamzil menambahkan, selain gerakan stop BABS, gerakan lain seperti CTPS, pengelolaan air minum, makanan sehat, pengelolaan sampah dan limbah cair, juga akan dikembangkan. Khusus pengelolaan bank sampah, di Kabupaten Kudus telah mencapi 50 persen dan akan disempurnakan secara maksimal.

Sambung dia, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk ikut peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Semua harus peka terhadap lingkungan, terutama terkait sampah sebagai kunci guna mewujudkan lingkungan yang sehat. Dengan demikian, Camat dan Puskesmas harus ikut turun tangan, mensosialisasikan gerakan Stop BABS ini.

"Kami optimis, 5 pilar dari program STBM bisa tercapai, dan bisa sama-sama mewujudkan sebagai Kabupaten yang sehat,” paparnya.

Sementara Camat Dawe Amin Rahmat mengatakan, di wilayah Kecamatan Dawe sudah jarang dijumpai, ada warga yang sengaja melakukan BABS karena sudah memiliki toilet di rumahnya. Namun saat sedang di ladang, Dia mengakui masih ada beberapa warga yang BAB di sungai.

"Di Dawe sudah tidak ada warga yang BABS. Kecuali kalau sedang pergi ke lading, mereka cari tempat BAB di sungai," kata Amin.

Terpisah, Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo megaku siap membantu Pemkab Kudus menyukseskan gerakan Stop BABS. Bahkan pihaknya mengaku sudah memulai lebih awal, melalui program jambanisasi. Dikatakan Sentot, sejak menjadi Dandim Kudus sudah membangun 900 jamban untuk warga di Kabupaten Kudus.

"Angka BABS di Kudus tiap tahun sudah menurun. Kami siap membantu pemda, menyukseskan gerakan ini,” pungkasnya. (han/lis)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »