Timbulkan Bau dan Lalat, Warga Tolak Kandang Ayam Di Mejobo

Wednesday, January 16, 2019
UNJUK RASA: Puluhan warga Desa Temulus melakukan unjuk rasa di depan kantor Balai Desa setempat, mereka menolak adanya kandang ayam yang berlokasi dekat dengan pemukiman. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS.

INFOJATENGPOS/KUDUS - Puluhan warga Desa Temulus Kecamatan Mejobo Rabu (16/1), menggelar unjuk rasa di kantor Balai Desa Temulus. Mereka melakukan protes adanya kandang ayam, yang berlokasi sekitar 50 meter dari pemukiman penduduk setempat.

Puluhan warga yang datang ke kantor balai desa, merupakan perwakilan dari tiga rukun tetangga (RT) yakni RT 1 dan RT 2 RW 5 serta RT 6 RW 4. Warga yang tinggal di RT tersebut, merasa terganggu akan bau kandang ayam dan munculnya lalat.

Salah seorang warga Desa Temulus Muhammad Shodikun mengatakan, sejak ada kandang ayam, bau disekitar rumah menjadi tidak sedap. Selain itu, banyak lalat yang berkeliaran, sehingga terlihat kotor.

"Sejak ada kandang, lalatnya sangat banyak dan baunya tidak sedap," katanya.
Dari pantauan dilapangan, aksi protes tersebut akhirnya berlanjut dengan mediasi di balai desa. Perwakilan warga yakni Suwawi, dipertemukan dengan pemilik kandang ayam Ali Muhsan. Dalam pertemuan tersebut, juga terlihat Camat Mejobo, Harso Widodo selaku mediator didampingi Kepala Desa Temulus Purwati dan Dinas Pertanpangan Kudus Dwi Listiani.

“Warga tetap menuntut kandang ayam ditutup," pinta Suwawi.

Dikatakan, warga sudah tidak kuat dengan bau yang menyengat yang berasal kandang ayam tersebut. Selain itu, banyak lalat yang bermunculan, sampai mengganggu aktivitas keseharian warga setempat.

Meski demikian, lanjutnya, dari hasil mediasi, warga masih memberi toleransi kepada pemilik kandang ayam sampai waktu panen. Karena kandang tersebut sudah terlanjur diisi,"Warga memberikan toleransi sampai panen. Setelah itu, baru ditutup selamanya. Biarkan panen dulu," tambahnya.

Hasil mediasi itu juga telah disepakati pemilik kandang ayam, Ali Muhsan. Setelah panen, kandang berkapasitas 26 ribu ekor tersebut akan ditutup total,"Saya sepat ditutup setelah dipanen, sekitar 36 hari lagi," jelasnya.

Terpisah, perwakilan Dinas Pertanpangan Kasi Usaha dan Sarana Prasarana Peternakan Dwi Listiani mengatakan, jika dilihat dari aspek administrasi, kandang ayam milik Ali Muhsan belum lengkap. Sedangkan jarak kandang ayam dan pemukiman, minimal 250 meter.
"Pemiliknya siap untuk melengkapi administrasinya. Terkait jarak, saya lihat jaraknya terlalu dekar, minimal 250 meter dari perkampungan," kata Dwi.

Dia menambahkan, selain memperhitungkan jarak. Jika melihat ukuran kandangnya, berdasarkan pada aturan yang ada seharusnya cukup diisi 15 ribu ekor,"Kalau dilihat memang tidak sesuai, jaraknya terlalu dekat," pungkasnya. (han)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »