Terlibat Narkoba, ASN Kudus Langsung Dipecat

Friday, January 25, 2019


INFOJETENGPOS/KUDUS - Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengancam akan memecat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kudus, jika ketahuan terlibat penyalahgunaan Narkoba. Hal itu disampaikan, saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Cabang Gerakan Rakyat Anti Madat (DPC Geram) di Garasi PO Haryanto, Kamis (24/1) kemarin. 

Tamzil menegaskan, tidak ada lagi pembinaan bagi aparatur sipil negara (ASN), yang terbukti memakai narkoba apalagi mengedarkan narkoba. Selain diberikan sanksi tegas berupa pemecatan, yang bersangkutan akan diserahkan oleh penegak hukum yakni Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus. 

"Yang ketahuan terlibat langsung kami pecat, dan akan diserahkan kepada penegak hukum. Tidak ada pembinaan, dan didalam Permendagri itu (pemecatan, red) dibolehkan," jelas Tamzil.

Dikatakan, saat ini Kabupaten Kudus masuk dalam peta kerawanan peredaran dan penyalahgunaan obat setan tersebut. Dia berharap, dilantiknya pengurus DPC Geram Kudus yang diketuai Sugianto itu, mampu menekan angka kasus penyalahgunaa narkoba di Kota Kudus.

Selain bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut, Tamzil mengaku, juga akan menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, untuk menggelar kegiatan tes urin yang ditujukan kepada ASN dalam waktu dekat. 

"Waktunya (tes urin, red) masih rahasia," tandasnya.

Terpisah, Kapolres Kudus, AKBP Saptono didampingi Kasat Narkoba, AKP Sukadi mengatakan, Kabupaten Kudus sudah bisa dikatakan rawan penyalahgunaan narkoba. Terhitung, sejak 2016 lalu angka kasus narkoba setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2016 terdapat 16 kasus, 2017 terdata 19 kasus dan 2018 bertambah menjadi 22 kasus narkoba.

"Tersangka ASN, sejauh ini belum pernah ada," paparnya.

Adapun upaya untuk mencegah peredaran narkoba di Kota Kretek, Saptono mengatakan, sudah sering melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ditingkat desa dan sekolah,"Upaya (menekan, red) kami adalah sosialisasi di desa dan sekolah. Dan itu sudah sering kita lakukan," pungkasnya. (han)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »