Tabloid Indonesia Barokah Bidik Ponpes

Wednesday, January 30, 2019
DITUNDA: Sejak Sabtu sore pekan lalu, paket pengiriman yang diduga Tabloid Indonesia Barokah ditunda pengirimannya dan masih tertahan di Kantor POS Kudus. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENG POS

INFOJATENGPOS/KUDUS - Ratusan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Senin (28/1) kemarin lusa, ditemukan oleh sejumlah aparat penegak hukum dan Bawaslu Kudus di Kantor Pos Kudus. Surat kabar yang memiliki 13 rubrik berita itu, ditujukan kepada 76 Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Kretek.

Ketua Bawaslu Kudus, Moh Wahibul Minan saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan Tabloid Indonesia Barokah dengan sasaran Ponpes. Dari hasil pendataan, tercatat ada 76 amplop coklat, yang ditujukan kepada pengasuh Ponpes. 

"Total ada 76 amplop, ditujukan kepada pengasuh Ponpes di Kudus," terang Minan kepada Jateng Pos, Rabu kemarin.

Minan menjelaskan, dari sampel amplop yang dibuka, dan disaksikan oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari), Polres dan Kodim 0722 Kudus serta pengasuh Ponpes penerima amplop tersebut. Satu amplop diduga berisi dua eksemplar Tabloid Indonesia Barokah.

"Satu amplop isinya (tabloid, red) dua," terangnya.

Sesuai alamat yang tertera, lanjutnya, amplop tersebut dikirim oleh tim redaksi Tabloid Indonesia Barokah yang beralamat di Pondok Melati, Bekasi. Ditujukan kepada 76 pengasuh Ponpes di Kota Kretek, diantaranya pengasuh Ponpes Al Hidayah Undaan 3, Kecamatan Undaan, Pengasuh Ponpes PP Yanabii"ul Ulum Warrohmah yang beralamat di Jalan Khm Arwani Amin Krandon, Kecamatan Kota Kudus, Ponpes Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus Jalan KH Turaichan Adjuri Nomor 23 Balaitengahan, Kudus, dan puluhan Ponpes lainnya.

Diakui, sampai saat ini belum ada instruksi dari Bawaslu Pusat tentang peredaran tabloid Indonesia Barokah. Bawaslu Pusat bersama Dewan Pers, sedang mengkaji ulang. Debgan demikian, demi menjaga kondisi wilayah di Kabupaten Kudus tetap kondusif, pengirimannya ditunda.

"Saat ini masih di kantor pos, kami tidak menyita tetapi kemarin bersama instansi terkait minta untuk ditunda dalam pengirimannya," tuturnya.

Terpisah, Menejer Marketing Kantor POS Kudus, Pujiyono saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya paket pengiriman Tabloid Indonesia Barokah yang dialamatkan kepada 76 pengasuh Ponpes di Kudus. Paket tersebut dikirim dari Kantor POS Jakarta Selatan, dan tiba di Kudus Sabtu (26/1) sore yang sudah terbagi dalam dua kantong.

"Kantong pertama berisi 32 amplop, dan kantong kedua berisi 44 amplop yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah," jelasnya. 

Dia memastikan, puluhan paket pengriman tersebut saat ini masih di kantor POS Kudus. Selama belum ada petunjuk dari instansi terkait yang terdiri dari TNI/Polri, Kejaksaan Negeri dan Bawaslu Kudus, puluhan amplop tersebut tidak akan dikirim ke alamat tujuan.

"Kami tetap menunggu perintah dari Bawaslu. Saat ini masih kami simpan, demi menjaga kondusifitas di Kudus. Karena informasinya, tabloid tersebut berkaitan dengan politik," pungkasnya. (han)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »