JATENG

INFO PATI

INFO KUDUS

Recent Posts

Ungguli Persipura Jayapura, PSG Pati Dapat Banyak Pelajaran

Sunday, May 02, 2021 Add Comment
Pemain PSG Pati (kuning) mencoba merebut bola dari Pemain Persipura Jayapura (merah) dalam pertandingan persahabatan di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Minggu (2/5/2021) 

SURABAYA – Tim Liga 2, PSG (Putra Safin Grup) Pati menjalani latihan bersama dengan tim Liga 1, Persipura Jayapura. Pada latihan bersama di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Minggu (2/5/2021) itu, Laskar Kembangjoyo unggul 1-0 atas skuat Mutiara Hitam lewat gol tunggal Ari Hermawan di menit ke-74.

Latihan bersama ini bagi Persipura adalah sebagai persiapan mereka sebelum terjun ke ajang Piala AFC 2021. Tim asuhan Jacksen F Tiago menjadi wakil Indonesia pada Piala AFC yang akan digelar mulai akhir Juni mendatang.

Persipura pada laga itu turun dengan paduan pemain senior dan pemain mudanya. Ada sang ikon Boas Solossa, Ricardo Salampessi, Tinus Pae, Todd Rivaldo Ferre hingga legiun asing Takuya Matsunaga.

Pelatih PSG Pati, Ibnu Grahan menurunkan 20 pemain secara bergantian. Termasuk tiga penjaga gawang yang diturunkan bergantian pada game berformat 3x30 menit itu.

“Latihan bersama ini yang kita cari bukan kemenangan. Tapi ingin melihat kerjasama tim, kebersamaan, juga sebagai sarana refreshing pemain sebelum libur. Dapat menenangi latihan bersama dengan Persipura adalah sebuah bonus,” kata Ibnu Grahan.

Dia menyebutkan masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu juga menyebutkan kesempatan berlatih bersama Persipura Jayapura dan sebelumnya Bhayangkara Solo FC adalah hal yang positif.

“Kita dapat banyak pelajaran dari Persipura. Bagaimana menghadapi bola-bola cepat, bagaimana saat transisi saat menang atau kalah bola dan lain sebagainya,” ucap Ibnu Grahan.

Usai latihan bersama Persipura di Surabaya ini, tim kemudian diliburkan dan baru akan kembali beraktivitas usai Lebaran. “Tim akan kembali berkumpul di Pati pada 18 Mei dan akan kembali menjalani latihan sehari kemudian. Ini tentunya terkait kebijakan pemerintah saat ini,” ujar Ibnu Grahan lagi.

Dia memastikan, selama libur sekitar dua pekan, para pemain akan diberikan pekerjaan rumah. Hal ini erat kaitannya dengan program menjaga kebugaran selama liburan agar tidak drop.

Disisi lain, Presiden Klub PSG Pati, Saiful Arifin mengapresiasi penampilan Ari Hermawan dkk. “Hasil yang cukup baik. Ini adalah bagian dari apa yang sudah kita lakukan hingga saat ini. Para pemain yang masih tergolong muda ini punya potensi cukup baik. Tinggal bagaimana menjaga dan meningkatkannya lagi,” kata Saiful Arifin.

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan tim tidak boleh berpuas diri dengan hasil saat ini. “Ada banyak pelajaran berharga yang bisa didapatkan dari Persipura,” tegasnya. (rls/gus)

Warga Desa Tlogorejo Bangun Bangunan Tanpa Izin Timbulkan Polemik

Tuesday, April 27, 2021 Add Comment

 

Sekretaris Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu Wiji Susilo saat ditemui di Kantor Desa Tlogorejo, Selasa (27/4/2021).

PATI – Adanya oknum warga yang akan mendirikan bangunan tanpa izin di tanah Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu memantik respon dari perangkat desa setempat. Pasalnya, tanah tersebut akan dibangun taman bermain untuk anak-anak.

Sekretaris Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu Wiji Susilo mengungkapkan, di tanah yang berlokasi di RT 7 RW 3 tersebut, kini telah dibangun tiga pondasi bersama rangka bangunannya. Tentu dengan adanya bangunan tanpa izin tersebut menimbulkan polemik di masyarakat.

“Tanah tersebut luasnya sekitar 1.300-an (meter persegi) dan sudah masuk inventarisasi kas desa. Jadi statusnya bondo deso (harta desa). Sudah ada SPPT-nya (SPPT-PBB, Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan),” kata dia saat ditemui di Kantor Desa Tlogorejo, Selasa (27/4/2021).

Wiji menuturkan, tiga bangunan tersebut mulai didirikan sejak 21 April lalu. “Yang membangun warga sini. Padahal peruntukannya untuk perluasan taman anak-anak,” jelasnya.

Wiji mengatakan, untuk sementara pihaknya baru mendatangi lokasi tersebut bersama Bhabinkamtibmas. Selain itu pihaknya juga sudah memberi imbauan untuk menghentikan pembangunan di tanah desa tersebut.

“Harapan kami ya dapat dilanjutkan pembangunan untuk kepentingan umum. Mestinya karena itu mau dibuat taman ya harus pindah atau dibongkar,” tegasnya.

Wiji menyebut, pihaknya akan berupaya berembuk dengan warga bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, upaya tersebut masih menunggu kepala desa yang baru terpilih dilantik.

“Sejauh ini belum ada karena belum ada kepala desa. Kepala desa yang sekarang purna tanggal 28 ini,” pungkasnya.(mel/gus)

 

KH.Hasyim Asy'ari Lenyap dari Kamus Sejarah, Gus Abbas: Jangan Kaburkan Sejarah

Thursday, April 22, 2021 Add Comment

Jakarta – Ulama Muda asal Banyumas, Jawa Tengah, Ahmad Zainuddin Abbas (Gus Abbas) mengaku sangat geram terkait beredarnya softcopy Kamus Sejarah Indonesia Jilid I (Nation Formation) dan Jilid II (Nation Building). Pasalnya, peran Nahdhatul Ulama (NU) dan Pendirinya, Hadratusy Syekh KH. Hasyim Asy'ari tidak dicantumkan dalam Kamus Sejarah Indonesia yang diolah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.

Padahal, lanjut Gus Abbas, Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari merupakan tokoh yang sangat berperan dan paling berpengaruh dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Gerakan-gerakan perlawanan melawan penjajah banyak bermula dari pesantren yang ia dirikan. 

Selain itu, lanjut Gus Abbas, Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari juga merupakan tokoh yang bisa menyatukan dan memantik semangat para Ulama dan masyarakat.

Ulama dan masyarakat dari berbagai pelosok langsung terpanggil untuk ikut berjuang dalam perang suci membela tanah air usai Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari mengumandangkan Fatwa Jihad “Resolusi Jihad” tanggal 22 Oktober 1945. Resolusi Jihad oleh masyarakat dipandang sebagai legitimasi bagi pemerintah sekaligus kritik terhadap sikap politik yang pasif dengan agresi militer Sekutu.  

“Beliau (Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari) salah satu tokoh  yang sangat berperan dalam sejarah Indonesia, sejak sebelum merdeka hingga saat mempertahankan kemerdekaan. Beliau tokoh yang sangat berpengaruh dan disegani dibanyak bidang, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, perjuangan,” kata Gus Abbas kepada wartawan, Kamis (22/04/2021).

“Tentu sangat kecewa, ketika tokoh yang jadi panutan kita dihilangkan perannya. Materinya seperti ingin mengaburkan sejarah. Saya menilai naskah buku itu tak layak dijadikan rujukan para pelajar dan pendidik,” Sambung Gus Abbas.

Pada kesempatan ini, Gus Abbas juga meminta Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid bertanggung jawab untuk mengkoreksi dan merevisi serta meminta maaf atas kealpaan baik yang disengaja atau tidak terkait dengan penghilangan jejak sejarah tersebut.

 “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Jika ingin Negara kuat, maka jangan pernah mengaburkan atau menghilangkan sejarah, apalagi menghancurkan sejarah,” ujar dia.

DPC Demokrat Pati Bagikan 1000 Paket Takjil Kepada Pengguna Jalan

Tuesday, April 20, 2021 Add Comment

Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto saat membagikan takjil di depan kantor DPC, Selasa (20/4/2021).

PATI – Setiap tahun di bulan suci ramadhan, Dewan Pinpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati adakan program bagi takjil kepada masyarakat. Selain untuk berbagai kepada sesama, kegiatan rutin tersebut juga merupakan instruksi dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Seperti tahun-tahun sebelumnya kita mengadakan bagi takjil kepada pengguna jalan yang melintasi di depan kantor DPC Demokrat. Ada seribu paket takjil yang dibagikan di tiga titik,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto usai membagikan takjil, Selasa (20/4/2021).

Joni yang juga Wakil Ketua I DPRD Pati ini mengatakan, ramadhan ini menjadi momentum bersama untuk berbagi kebaikan. Apalagi pandemi covid-19 masih berlangsung dan cukup memukul aspek perekonomian masyarakat.

“Karena itu, kami bersama anggota spontan untuk melakukan iuran pengurus DPC dan PAC. Alhamdulillah terkumpul dan dapat seribu paket takjil,” kata Joni.

Dia juga menambahkan, dua hari lalu memang ada intruksi dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk berbagi takjil tersebut. Atas intruksi itu, para anggota rupanya cukup antusias.

“Ada intruksi, kami langsung bergerak dan hari ini kami bagikan takjil. Rencananya, pembagian takjil tidak hanya dilakukan pada hari ini, tetapi akan ada pembagian di waktu yang lain. Apalagi, demokrat memang sudah komitmen untuk lebih dekat bersama rakyat,” pungkasnya.(mel)

 


Kapolres Pati Letakan Batu Pertama Pembangunan Musala Sat Sabhara

Monday, April 19, 2021 Add Comment
SIMBOLIS : Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Syafaat meletakan batu pertama sebagai simbolis dimulainya pembangunan musala di kantor Sat Sabhara Polres Pati 

PATI - Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Syafaat melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan musala di kantor Sat Sabhara Polres Pati, Senin (19/4).

Peletakan batu pertama itu sebagai simbolis dimulainya proses pembangunan tempat ibadah untuk para anggota dalmas.

Kapolres Pati AKBP Arie mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan anggotanya, karena dalam proses pembangunan musala ini dilakukan secara swadaya tidak memakai anggaran dari institusinya.

" Dengan andanya musala ini tentu bisa lebih mempermudah para anggota yang beragama muslim untuk menjalankan ibadah. Karena itu saya sangat mendukung pembangunan tempat ibadah ini," ujar AKBP Arie usai melakukan peletekan batu pertama kemarin.

Dalam acara peletakan batu pertama kemarin, selain dihadiri Kapolres Pati juga nampak hadir beberapa tokoh agama dan para Kasat di jajaran Polres Pati

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Pati, AKP David Paradhi mengatakan, di kantor Sat Sabhara saat ini ada 107 anggota yang menempati barak dan kebanyakan para anggota beragama muslim. Menurutnya selama ini anggotanya harus bergantian saat akan melakukan salat. Karena ruang untuk salat hanya cukup untuk beberapa orang saja.

" Karena alasan itu kami akhirnya memutuskan untuk membangun musala di halaman depan bagian Selatan kantor. Alhamdulilah saat kami minta izin kepada Kapolres rencana kita diberi izin dan didukung," kata AKP David.

Musala yang berukuran 8 x 7 meter itu nantinya, sambung David, selain disediakan untuk anggota, juga dibuka untuk masyarakat umum lainya jika ingin memanfaatkan tempat itu untuk beribadah.

David juga mengucapkan banyak terima kasih untuk semua para donatur yang terlibat dalam pembangunan musala ini.

"Semoga amal baik kita semua di bulan Ramadhan ini bisa lebih mendapatkan limpahan berkah dari Allah SWT, " tutup David. (gus)


Dinilai Langgar Aturan, Tim Relawan Calon Kades Tlogorejo Suharno Melapor Ke Panwascam

Monday, April 05, 2021 Add Comment

 

Ketua Team Relawan Calon Kepada Desa Tlogorejo Suharno menunjukkan surat laporan dan bukti foto pelanggaran kampanye perdana pilkades di Desa tersebut.

PATI – Team relawan calon Kepala Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu no urut 1 Suharno. Melaporkan kejadian pelaksanaan kampanye perdana yang dinilai melanggar aturan kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Senin, (5/4/2021).

Dalam laporan tersebut, pihak relawan Suharno menilai ada sejumlah aturan yang dilanggar oleh pihak kandidat lawan yakni, calon Kepala Desa Tlogorejo no urut 2 Ibu Iriana Dwi Nuraini.

Ketua team relawan Suharno, Widoto menjelaskan. Dalam kampanye perdana dengan agenda penyampaian Visi dan Misi masing-masing calon kepala desa yang diadakan di Gor Tlogowungu, Sabtu (3/4/2021) lalu.

“Sebenarnya sudah disepakati oleh kedua belah pihak calon kepala desa dan panitia. Bahwa pada saat penyampaian Visi dan Misi masing-masing calon, hanya boleh diikuti 5 orang pendukung. Namun, pada saat itu Ibu Iriana Dwi Nuraini malah membawa banyak masa,” ujarnya.

Widoto menceritakan, pada saat acara dimulai, calon kades no 1 Bapak Suharno, suasana tenang tanpa ada kegaduhan sampai penyampaian Visi dan Misi selesai. Namun pada saat penyampaian Visi dan Misi calon kades no urut 2 Ibu Iriana Dwi Nuraini dimulai, saat itulah massa dari calon urut 2 mulai merangsek ke pintu masuk gor dan jendala.

“Saya melihat bahkan ada yang masuk dan duduk di kursi di belakang tempat duduk kami, yang mestinya sebagai tempat duduk panitia,” katanya.

Saat itu pula, lanjutnya para pendukung calon kades no urut 2 selalu melakukan yel-yel, sorak-sorai dan berkerumun, yang mana melanggar tata tertib serta melanggar protokol Covid-19, sehingga dikawatirkan munculnya klaster penularan virus Covid-19 dan memicu konflik antar pendukung.

kami menyatakan keberatan dan mohon Panwascam selaku pengawas pelaksanaan pilkades dan panitia berlaku adil, transparan, dan ada tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” harapnya.(mel/gus)

 

Kutuk Terorisme, Dewan: Islam Agama Rahmat bagi Seluruh Alam

Saturday, April 03, 2021 Add Comment

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah

Pati – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muntamah mengutuk aksi terorisme yang dalam satu pekan ini terjadi.

Menurut anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati ini, prilaku terorisme tidaklah mencerminkan ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, tepatnya Minggu (28/3/2021), Indonesia diguncangkan dengan adanya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Aksi ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Meskipun demikian, tindakan terorisme yang dilakukan sepasang suami istri yang baru menikah ini membuat semacam tanda warning kembali bagi Indonesia bahwa ancaman terorisme masih ada setelah sudah lama aksi serupa tidak terjadi.

Beberapa hari setelahnya itu atau Rabu (31/3/2021), Indonesia kembali digegerkan dengan aksi penyerangan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Dalam aksi itu, diketahui seorang gadis yang menggunakan hijab menodongkan senjata api. Aksi ini juga tak menimbulkan korban jiwa bagi kepolisian maupun masyarakat sipil.

Pelaku yang belakangan diketahui berinisial ZA (25), berhasil dilumpuhkan pihak kepolisian sebelum menjatuhkan korban jiwa.

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku, baik pelaku bom bunuh diri maupun penyerangan Mabes Polri, meninggalkan surat wasiat yang isinya hampir sama.

Mereka meminta maaf kepada orang tua dan meminta keluarganya untuk tidak berhutang kepada bank. Selain itu, dalam surat wasiat itu, mereka juga menilai jalan yang ditempuh merupakan jalan keselamatan.

Menanggapi hal ini, Muntamah menilai perilaku terorisme merupakan hal yang dilarang oleh agama Islam. “Saya sangat mengutuk  perilaku pengebom tersebut. Islam itu rohmatal lilalamiin, tidak bengis begitu. Apalagi di bumi Indonesia yang berdasarkan pancasila kita, kita harus menghormati pemeluk agama lain,” ujar Muntamah.

“Bunuh diri dengan alasan apapun juga tidak diperbolehkan (dalam Islam),” tandas Muntamah. (Adv)