JATENG

INFO PATI

INFO KUDUS

Recent Posts

Ratusan Siswa SD dan SMP Ikuti Babak Penyisihan Topas Olimpiade

Sunday, January 29, 2023 Add Comment
Para peserta nampak bersemangat dalam mengikuti babak penyisihan Topaz Olimpiade. 
PATI - Ratusan siswa SD dan SMP mengikuti babak penyisihan Olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh TOPAZ GLOBAL EDUCATION bekerjasama dengan ASTANA ILMU. Kegiatan itu berlangsung di SMA Negeri 1 Kayen, pada Sabtu (28/1). 

Panitia kegiatan, Rasmo mengatakan,  kompetisi ini dikuti sebanyak 258 peserta yang datang dari berbagai SD dan SMP di Kabupaten Pati dan sekitarnya. 

Menurutnya, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan jiwa berkompetisi bagi para siswa serta menumbuhkan rasa keberanian dan percaya diri pada seluruh peserta.

"Supaya siswa-siswi mulai dari SD dan SMP menyukai pelajaran Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris. Termasuk juga untuk membangkitkan semangat berkompetisi siswa," kata Rasmo. 

Dari pantuan di lokasi, para peserta nampak antusias mengikuti jalanya kompetisi. Mereka diminta untuk mengerjakan soal secara tertulis sesuai dengan mata pelajaran yang dipilih.

Setelah mendapat lembar soal, para perserta lalu dengan semangat mengerjakan sesuai dengan waktu yang diberikan. 

Ruang tempat pengerjaan soal pun dibagi sesuai dengan tingkatan dan lomba mata pelajaran yang diikuti. 

Sementara itu, Andre selaku perwakilan dari pihak TOPAZ GLOBAL EDUCATION mengatakan, kegiatan ini adalah merupakan ajang penyisihan untuk mencari siswa yang akan dilombakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

"Bagi siswa yang lolos dalam penyisihan ini akan mengikuti kompetisi di tingkat Provinsi Jateng, lalu finalnya akan digelar di Jogja," ujar Andre. 

Andre pun memberikan apresiasi dalam pelaksanaan babak penyisihan Topaz Olimpiade yang digelar di SMA Negeri 1 Kayen itu. 

"Selain peserta kompetisi, para panitia juga sangat antusias. Karena itu kami ucapkan terima kasih kepada SMA Negeri 1 Kayen telah membantu mensukseskan kegiatan ini," tandasnya. (gus)

Optimalisasi PRB, BPJS Kesehatan Cabang Pati Undang Dokter dan Apoteker

Wednesday, January 18, 2023 Add Comment
BPJS Kesehatan Kantor Cabang  Pati menggelar acara pertemuan dengan para dokter dan apoteker dalam rangka optimalisasi implementasi Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program JKN-KIS . 

PATI - Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien penderita penyakit kronis. BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati mengadakan kegiatan pertemuan dengan mengundang para dokter umum Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan apoteker apotek PRB di wilayah kerjanya . 

Acara yang berlangsung di aula pertemuan RSU Sebening Kasih Tayu, pada Rabu (18/1) itu dikuti oleh 90 dokter dan apoteker  sebagai peserta undangan yang hadir secara langsung. Sementara, peserta dari luar wilayah Kabupaten Pati yakni Rembang dan Blora ada sebanyak 167 orang mengikuti kegiatan itu secara online atau daring.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati, Dany Saputro mengatakan, kegiatan ini untuk membahas optimalisasi implementasi Program Rujuk Balik (PRB) dalam Program JKN-KIS terkait dengan pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit kronis.

Menurut Dany, sesuai Pepres no 82 Tahun 2018 dan Permenkes no 28 Tahun 2024, sebagai lembaga penjamin kesehatan masyarakat, BPJS mengemban amanah untuk menyelenggarakan Program Rujuk Balik (PRB) bagi pasien dianogsa penyakit kronis seperti, diabetes melitus, hipertensi, jantung, astma, penyakit obstruktif kronik (PPOK), Epilepsi, Skizofren, dan Stroke. 

Dalam acara kemarin, pihak penyelenggara mengambil tema 'Transfer Knowledge Penatalaksanaan Ulkus Diabetes dan Hipertensi' 

Untuk memberikan materi, dua narasumber dari dokter spesialis, yakni dr. Widi Antono, Sp.B, M.Kes, (spesialis bedah) dan dr. Dwi  Adhi Nugraha, Sp.PD, (spesialis penyakit dalam) dihadirkan. 

"Sesuai temanya 'Tranfer Knowledge' jadi para dokter umum yang hadir dalam pertemuan ini mendapat pengetahuan dari para dokter spesialis. Seputar bagaimana cara menangani pasien kronis, khususnya deabetes miletus dan hipertensi dalam kondisi stabil yang telah mendapat rujukan balik dari FKRTL," ujar Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati. 

Dany menjelaskan, Program Rujuk Balik (PRB) yaitu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis yang kondisinya stabil dan masih memerlukan pengobatan atau perawatan jangka panjang di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atas rekomendasi dari dokter spesialis yang merawat. 

"Ketika kondisi pasien stabil dan sudah mendapat rujukan balik, maka si pasien masih bisa terus berobat. Dan itu bisa dilakukan oleh dokter umum di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Jadi, si pasien tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit atau ke doter spesialis lagi," jelas Dany. 

Sementara itu, salah seorang peserta yang hadir dalam pertemuan kemarin, dr Setyo Priyatno mengatakan, Dia senang bisa mendapatkan sharing ilmu dari para dokter spesialis, terkait bagaimana penanganan pasien hipertensi dan penanganan ulkus deabetes.

"Bagi saya pertemuan semacam ini sangat bermanfaat sekali. Karena kami bisa mengetahui batasan-batasan tugas kami sebagai dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)," kata dr Setyo yang setiap harinya buka praktik di Kecamatan Juwana itu. 

Setyo melajutkan, dari pertemuan ini dia juga banyak mendapat ilmu baru dari materi yang disampaiakan para narasumber

"Dari doter Widi (spesialis bedah) kami mendapatkan pengetahuan bagaimana cara menangani pasien ulkus deabetes yakni menangani luka-luka yang diakibatkan karena deabetes dan itu kasus yang banyak terjadi di masyarakat," ujarnya.

Dari dokter Adhi (spesialis penyakit dalam), sambungya, dia mendapatkan cara penanganan pasien hipertensi, terkait dengan target tekanan darah yang bisa dicapai dan pencegahan terjadi komplikasi dengan penanganan sedini mungkin. 

"Tentunya tambahan atau update pengetahuan dari para pakar ini sangat bermanfaat untuk pelayanan pasien kami di FKTP ketika mendapat rujukan balik dari FKTRL ," tandas dr Setyo. (gus)

Sudewo Dampingi Mentri PUPR Turun Langsung ke Lokasi Banjir di Pati

Friday, January 13, 2023 Add Comment

 

PATI -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono didampingi Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sudewo meninjau langsung lokasi banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Pati, Jawa Tengah, Kamis (12/1/2023). 

Dikatakan Menteri Basuki tinjauan ini merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani banjir di Kabupaten Kudus yang sudah berlangsung hampir dua pekan. "Saya ditugaskan Presiden untuk melihat banjir di Kudus, Jepara dan Pati, karena sampai tadi malam banjir ini masih menjadi berita di berbagai media nasional. Jadi harus ada program penanganan yang jelas untuk dilaporkan," kata Menteri Basuki. 

Diungkapkan Menteri Basuki, program pertama yang disiapkan untuk penanganan banjir di Kudus adalah peningkatan kapasitas Rumah Pompa Drainase Kencing yang masuk ke Sungai Wulan di Kecamatan Jati Kudus yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

"Kapasitas pompanya akan kita tingkatkan 10 kali lipat dari hanya 500 liter/detik menjadi 4.500 atau 5.000 liter/detik untuk menangani banjir kawasan seluas sekitar 9 km2. Pekerjaannya akan dimulai dan juga selesai tahun ini tanpa harus memperluas rumah pompa yang saat ini ada sehingga tidak perlu pembebasan lahan," kata Menteri Basuki. 

Selanjutnya dikatakan Menteri Basuki, pada tahun 2023 ini juga akan segera dimulai pekerjaan normalisasi Sungai Wulan sepanjang 47 km. “Normalisasi Sungai Wulan sudah kami programkan. Ini baru proses lelang/tender dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebsar Rp1,4 triliun dengan perkiraan penyelesaian pekerjaan selama 2 tahun,” ujarnya. 

Selain Sungai Wulan, Menteri Basuki mengatakan juga akan menyelesaikan normalisasi Serang Wulan Drainase 1 (SWD 1) dan Sungai Serang Wulan Drainase 2 (SWD 2) yakni sistem pengendali banjir di Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara yang sudah mengalami pendangkalan sehingga tidak berfungsi optimal.

"Untuk SWD 1 saat ini sudah ditangani sepanjang 10 km dari total 32 km. Untuk SWD 2 sudah ditangani 7 km dari total 23 km dan tahun ini akan diselesaikan. Di antara SWD 1 dan 2 juga akan dilengkapi dengan collector drain atau saluran yang berfungsi sebagai pengumpul debit dari saluran air yang lebih kecil, serta mengaktifkan saluran kali mati yang menghubungkan SWD 1 dan 2. Selain itu juga akan dibuatkan pintu air yang dilengkapi pompa," terang Menteri Basuki.

Selanjutnya untuk penanganan banjir Kudus dan Pati, Menteri Basuki mengatakan juga akan mengoptimalkan Pintu Air Wilalung yang dibangun pada zaman Kolonial Belanda. "Pintu air ini mengatur pembagian aliran Sungai Serang ke arah Sungai Juwana di Kabupaten Pati dan Sungai Wulan. Dahulu Juwana adalah daerah rawa buangan air (retarding basin), maka dari 11 pintu air, 2 mengarah ke Sungai Wulan dan sisanya ke Juwana. Sekarang kami tutup yang ke Juwana karena sudah berkembang permukiman,"jelasnya.

Untuk penanganan di Sungai Juwana Kabupaten Pati, Menteri Basuki mengatakan tengah menyelesaikan normalisasi Sungai Juwana dan tanggul sungai sudah 10 km dan diteruskan 6 km lagi, termasuk Bendung Karet dengan volume 4,6 juta m3 yang sedang dikerjakan.  "Muara Sungai Juwana juga akan kita buka dan kita tata ulang karena banyak perahu yang bersandar sehingga turut menghambat aliran Sungai Juana," kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi mengatakan, untuk normalisasi Sungai Wulan akan menggunakan dana loan The Asian Development Bank (ADB). "Saat Ini sedang persiapan loan ADB melalui Program Flood Management And Coastal Protection Project," kata Adek.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Sudewo mengatakan, penanganan banjir di Pati dan Kudus ini butuh perhatian bersama mulai dari pemerintah kabupaten hingga pusat. 

Menurutnya harus ada upaya yang serius untuk mengatasi permasalahan banjir ini. 

" Harus dicari apa yang menjadi penyebab banjir. Saya rasa normalisasi sungai dari hulu hingga hilir perlu dilakukan. Selain itu pembangunan bendungan di titik-titik wilayah terdampak banjir juga perlu juga," kata Sudewo. 

’’Sebenarnya untuk normalisasi sungai Juwana telah dilakukan. Namun untuk yang dari Jembatan Tanjang ke hilir memang belum. Kami tengah mengupayakan itu,’’ imbuh dan tandasnya. (ril/gus) 

Mensos Santuni Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik Saat Banjir

Saturday, January 07, 2023 Add Comment

Mentri Sosial Tri Risma Maharini menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal tersengat listrik saat banjir di Semarang. 


PATI - Keluarga korban yang meninggal tersengat listrik saat banjir di Kota Semarang beberapa waktu lalu mendapat santunan dari Mentri Sosial Tri Risma Maharini.

Penyerahan santunan berlangsung di kantor Sentra Margo Laras Pati. Bantuan berupa uang tunai itu diserahkan langsung kepada keluarga korban, Jumat (7/1). 

"Penyerahan santunan untuk keluarga terdampak banjir ini memang bukan warga Pati, melainkan warga Tegal, Jepara dan Ngawi," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Pati.

Sementara peristiwa meninggalnya ke tiga korban tersebut, kata dia, tempat kejadiannya di Semarang.

Hanya saja, imbuh dia, keluarga korban dikumpulkan jadi satu di Pati untuk menerima santunan.

Nilai santunan yang diberikan kepada masing-masing keluarga korban sebesar Rp15 juta.

Untuk diketahui, tiga orang  tewas akibat tersengat listrik di tengah banjir di Kota Semarang.

Dua di antaranya merupakan mahasiswa yang tinggal kos-koasan di daerah Genuk Semarang, yakni Dinda Shefira Angelita (19) asal Kabupaten Tegal dan Muh Kevinabeel (19) asal Kabupaten Jepara.

Keduanya meninggal dunia setelah tersetrum listrik dari kabel yang putus di tengah genangan banjir, Sabtu (31/12).

Adapun korban ketiga ialah Sunarto asal Ngawi, Jawa Timur. Dia merupakan pekerja di Kawasan Industri Terboyo. Dia tewas tersengat listrik saat hendak menyalakan mesin genset, Senin (2/1/) lalu.

Iin Sofiati, orang tua almarhumah Dinda Shefira Angelita (19) asal Desa Jatibogor, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal menyampaikan terima kasih karena tidak menyangka mendapatkan perhatian langsung dari Menteri Sosial Tri Rismaharini.

"Saya juga tidak menyangka santunannya juga diserahkan sendiri oleh ibu menteri," ujarnya.

Ia berharap peristiwa nahas yang menimpa anaknya pada 31 Desember 2022 tidak terulang, sehingga pihak terkait harus memastikan ketika banjir tidak ada jaringan listrik yang terbuka dan membahayakan warga sekitar. 

Dalam kesempatan itu, Risma tidak hanya menyerahkan santunan untuk keluarga korban meninggal, mantan Wali Kota Surabaya itu juga menyempatkan untuk melihat kondisi warga yang tinggal di lokasi banjir di Kabupaten Pati. 

Dia juga menyerahkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Bantuan yang diserahkan, yakni logistik, makanan, kasur, tenda, perahu karet dan tempat tidur lipat atau velbed, serta mainan untuk anak-anak.

Dalam menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Kasiyan, Mensos mendatangi langsung ke lokasi desa yang terisolasi akibat genangan banjir tersebut dengan naik perahu karet. (gus)

Partai Demokrat Raih ‘Hattrick’ Predikat Partai Politik ‘Informatif’ dari KIP-RI

Wednesday, December 14, 2022 Add Comment

 

TANGERANG : Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (KIP-RI) kembali memberikan anugerah penghargaan kepada lembaga-lembaga publik di Indonesia. Untuk kategori partai politik, hanya ada lima partai politik yang mendapatkan predikat partai politik ‘Informatif’, yaitu PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PKB.

Pada tahun ini, Partai Demokrat untuk ketiga kalinya kembali menerima penghargaan tersebut. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua KIP-RI Donni Yusgiantoro kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diwakili oleh Sekjen Teuku Riefky Harsya di Atria Hotel, Gading Serpong, Tangerang (14/12). 

Ketum Partai Demokrat AHY menyampaikan rasa syukurnya atas kembalinya Partai Demokrat menjadi salah satu partai yang ‘Informatif’,

“Kami mengucapkan apresiasi kepada Ketua dan Komisioner KIP-RI yang telah memberikan penganugerahan kepada Partai Demokrat pada tiga tahun terakhir ini. Sebagai partai yang demokratis dan terbuka, Alhamdulillah Partai Demokrat kini telah bertransformasi menjadi 'smart party' yang juga berpartisipasi aktif dalam menjalankan keterbukaan informasi publik. Kami juga ingin terus memperjuangkan hak publik untuk tahu (the right to know) yang dijamin dalam konstitusi.” kata AHY. 

Sementara Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DPP Partai Demokrat didukungan seluruh struktur Partai Demokrat yang telah bekerja keras mempertahankan predikat Partai Demokrat sebagai partai yang informatif. 

Namun ia juga mengingatkan agar semua unsur partai tidak cepat berpuas diri dan terus berkontribusi dalam membangun bangsa, khususnya untuk mendukung KIP-RI pada upaya keterbukaan informasi publik.

Dalam sambutannya, Ketua KIP-RI Donny Yusgiantoro mengatakan dari 372 lembaga publik yang menjadi objek Monitoring dan Evaluasi setiap tahunnya, pada tahun 2022 ini hanya 122 lembaga publik yang berhak mendapatkan predikat ‘Informatif’.

Adapun untuk mencapai kategori ‘Informatif’, penilaian harus mencapai nilai 90-100. Kemudian di bawahnya kategori ‘Menuju Informatif’ mendapatkan nilai 80-89.9, ‘Cukup Informatif’ dengan nilai 60-79.9, ‘Kurang Informatif’ dengan nilai 40-59.9, dan ‘Tidak Informatif’ kurang dari 39.9.

372 lembaga publik tersebut dibagi dalam tujuh kategori klaster lembaga; Partai Politik, Kementerian, Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LN/LPNK), Lembaga Non-Struktural, BUMN, Pemerintahan Provinsi, dan Perguruan Tinggi Negeri. 

Acara ini dihadiri oleh Menko Polhukam Mahfud MD, pimpinan parpol, gubernur, direksi BUMN, dan perwakilan kementerian serta pimpinan lembaga publik lainnya.(rils) 

Wartawan Bodrek A dan J Kembali Dilaporkan Polisi

Wednesday, December 14, 2022 Add Comment

 

Pengacara Nimerodi Gulo bersama kliennya saat melaporkan kasus pemerasan wartawan abal-abal di Mapolresta Pati.

PATI  – Korban dugaan kasus pemerasan yang dilakukan wartawan bodrek di Kabupaten Pati satu persatu bermunculan.

Sebelumnya ramai diberitakan kasus pemeresan oleh dua wartawan bodek yakni A dan J kepada korbanya yang merupakan karyawan SPBU di Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, beberapa waktu. 

Kini dua pelaku pemersan itu A dan J kembali dilaporkan dengan kasus yang sama, namun di kejadian pemeresan di SPBU yang berbeda. 

Kuasa Hukum Korban, Nimerodi Gulo mengatakan, ada dua SPBU lainya selain SPBU Tlogorejo yang menjadi sasaran pemerasan yang dilakukan para wartawan bodrek itu. Total kerugian korban tidak tanggung-tangung mencapai puluhan juta rupiah.

“Hari ini kita melaporkan tindak pemerasan lagi, yang mana korbannya adalah karyawan atau pengawas SPBU Sukolilo dan Jakenan. Korban mengalami hal yang sama. Kerugian atas aksi pemerasan itu sampai puluhan juta rupiah,” jelasnya saat membuat aduan di Mapolresta Pati, Rabu (14/12) siang.

Meski kasus dan terlapor yang sama, Gulo berharap laporan ini dapat ditangani secara terpisah oleh pihak kepolisian. Modusnya sendiri, dikatakannya kurang lebih sama, yakni mengancam korban bakal memberitakan jika tidak memberikan sejumlah uang.

“Dicari-cari kesalahan (yang tidak terbukti), intinya pemerasan. Kalau tidak mau (memberikan uang) ditayangkan di Koran (media sosial),” jelasnya.

Gulo berharap, agar pihak kepolisian segera menuntaskan dugaan kasus tersebut. Sehingga tidak ada orang lain yang menjadi korban pemerasan para wartawan gadungan.

“Kita desak pihak kepolisian, karena ini bukan rahasia lagi, ini pengetahuan umum jika pemerasan ini terjadi berulang kali, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada korban yang lain. Ini sangat meresahkan masyarakat, sehingga harus cepat ditanggapi jangan terlalu lama,” terangnya.

Gulo menilai, apa yang dilakukan oleh A dan J bukanlah kerja jurnalistik dan murni tindak pemerasan. Terlebih kedua orang tersebut, tidak tercantum di Dewan Pers.

“Ini bukan pers, sekalipun ada wartawan sah tidak ada kewenangan dari wartawan untuk meminta uang, tidak ada. Wartawan adanya mencari informasi dan mendapatkan informasi. Di luar itu, kalau ada pemerasan masuknya tindak pidana. Apalagi yang bersangkutan ini bukan wartawan beneran (wartawan abal-abal) setelah dicek di pusat (Dewan Pers), ternyata nama mereka tidak terdaftar," bebernya.

Ia menegaskan, kedua wartawan gadungan ini terancam terjerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman Sembilan tahun penjara atau Pasal 369 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun.

“Kita tunggu (proses dari polisi) kira-kira pasal mana nanti yang cocok. Karena dia datang dengan meminta uang dengan menakut-nakuti orang, mengancam membuat berita di Koran itu adalah sebuah kejahatan. Barang bukti sejumlah uang sudah disita, nanti yang dua (korban) ini menyusul ada bukti CCTV, saksi ada semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Sukolilo, Kisna Frimawan mengatakan, wartawan bodrek datang ke SPBU pada tanggal 11 November 2022, saat itu mereka mengancam memberitakan soal surat rekomendasi pembelian solar subsidi untuk alat mesin pertanian (Alsintan). 

Uniknya, wartawan bodrek itu memaksa pihak SPBU untuk menunjukkan surat rekomendasi asli. Di mana surat rekomendasi asli itu dibawa oleh pemilik (petani) dan SPBU hanya memiliki salinannya saja. 

“Ancaman bakal merilis berita. Pertama itu mintanya Rp1 juta di SPBU. Kedua di rumah saya Rp 10 juta pada tanggal 28 November 2022,” terangnya. (gus) 

Peras SPBU, Dua Wartawan Bodrex di Pati Ditangkap Polisi

Friday, December 09, 2022 Add Comment

Salah satu pelaku terekam cctv saat mendatangi SPBU Tlogorejo, Kamis siang (8/12).


PATI – Dua wartawan abal-abal tertangkap basah saat melakukan dugaan tindak pidana pemeresan sejumlah uang kepada SPBU di Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu.

Aksi kriminal dengan berkedok nama wartawan itu terjadi pada Kamis, (8/12).

Pengawas SPBU Tlogowungu, Erwin Setyo Pramono mengatakan, kedua orang tersebut adalah pria berinisial A alias Kriwil yang mengaku dari media online tv10newsgroup.com dan rekannya J alias Jayus dari media online radarnusantara.com.

“Mereka mengaku sebagai wartawan yang satu dari Radar Nusantara dan satunya bilangnya sebagai koordinator seluruh media di Pati dan CEO tv10newsgroup.com,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (9/12).

Sebelumnya, Erwin mengungkapkan, kedua wartawan bodrex tersebut datang ke Kantor SPBU pada jam 12.00 WIB, pada Kamis (9/12).

Kedatangan mereka untuk mengancam bakal memberitakan sesuatu yang nihil dari kebenaran sebenarnya, agar mendapatkan uang.

“Mereka menuding pengisian (BBM) kami kurang bagus dan hanya keluar angin saja. Dan mereka menakut-nakuti akan membuat berita hoaks untuk di-share di sejumlah media sosial. Intinya mereka minta sejumlah uang untuk supaya tidak ditayangkan di medsos,” jelasnya.

Erwin membeberkan, A dan J mengaku jika pada Selasa (6/12) melakukan pengisian BBM di SPBU Tlogowungu. Hanya saja, saat dilakukan pengecekan di kamera pengawas CCTV, mobil yang dimaksud dan wajah keduanya tidak ada.

Kedua wartawan bodrex itu, mengancam bakal memberitakan jika tidak diberikan uang Rp5 juta di tempat. Hanya saja, karena permintaan yang mengada-ada tersebut tak digubris, A dan J pulang dengan tangan kosong dengan mengancam bakal memberitakan.

“Sorenya, mereka menghubungi melalui telepon dan menunggu kami di salah satu café di Rendole, jam 16.30 WIB. Katanya, dia sudah menulis berita dan mau rilis (tayang). Kalau mau menutup berita biayanya mahal, terus dia minta Rp15 juta,” tuturnya.

Setelah dilakukan diskusi panjang, oknum tersebut menurunkan permintaan menjadi Rp12 juta. Erwin melanjutkan, karena khawatir adanya berita bohong tersebar di masyarakat dan mengganggu keungan SPBU. Iapun terpaksa menuruti dengan memberikan uang sejumlah Rp5 juta.

“Kami terpaksa, saya kasih duit Rp5 juta. Dia maksa yang Rp7 juta harus diserahkan secepatnya. Karena merasa diperas, kami laporkan kepada pihak berwajib, dan keduanya langsung diamankan di situ (café),” terangnya.

Saat ini, dugaan kasus pemeresan itu sudah ditangani Polresta Pati. (gus)