JATENG

INFO PATI

INFO KUDUS

Recent Posts

Kader Demokrat Yang Berkhianat Dipecat Secara Tidak Hormat

Friday, February 26, 2021 Add Comment

 

konfrensi pers di ruang Auditorium kantor DPP Partai Demokrat, Jum’at (26/2/2021).

NASIONAL (INFOJATENGPOS) - Banyaknya desakan dari para kader Partai Demokrat (PD), yang disampaikan oleh para Ketua DPD dan Ketua DPC Se-Indonesia terkait adanya kader PD yang Berkhianat. Maka DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar konfrensi pers di ruang Auditorium kantor DPP Partai Demokrat, Jum’at (26/2/2021). Dengan tegas DPP memecat para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara inkonstitusional.

“Ada 6 anggota Partai Demokrat yang dipecat, yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya,” katanya dalam keterangan pers.

Pemecatan itu, lanjutnya  sudah sesuai dengan keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang telah melakukan rapat dan sidangnya selama beberapa kali dalam sebulan terakhir ini.

“Terkait dengan GPK-PD, Dewan Kehormatan PD telah menetapkan bahwa ke enam orang tersebut terbukti melakukan perbuatan yang merugikan Partai Demokrat dengan cara mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga sudah menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah serta hoax dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat Pusat dan Daerah, baik secara langsung (bertatap muka) maupun tidak langsung (melalui komunikasi telepon).

“Mereka menyebut Partai Demokrat dinilai gagal dan karenanya kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) secara illegal dan inkonstitutional dengan melibatkan pihak eksternal,” ujarnya.

Padahal, lanjut AHY kepemimpinan dan kepengurusan serta AD/ART Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020, telah mendapatkan pengesahan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan masuk dalam Lembaran Negara.

“GPK-PD sangat melukai perasaan para pimpinan, pengurus dan kader Partai Demokrat, di seluruh tanah air. Keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat itu didasarkan atas laporan kesaksian dan bukti-bukti serta data dan fakta yang ada,” katanya.

DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat.

Para pelaku GPK-PD itu telah melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan AD/ART Partai Demokrat, Pakta Integritas dan Kode Etik Partai Demokrat. Oleh karena itu menurut Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang bersangkutan tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya, atau diperiksa secara khusus, sesuai ketentuan Pasal 18 Ayat (4) Kode Etik Partai Demokrat.

“Majelis Tinggi Partai Demokrat juga telah berupaya untuk melakukan komunikasi dengan salah satu aktor utama GPKPD, yaitu saudara Jhoni Allen Marbun. Tetapi tuntutan yang bersangkutan tidak masuk akal,” ujarnya.

Bukan konsolidasi internal, lanjutnya melainkan memasukkan aktor eksternal melalui KLB inkonstitusional, dan “menjual” Partai Demokrat kepada aktor eksternal itu, sebagai kendaraan dalam pen-Capres-annya di Pemilu 2024.

“Padahal, dari berbagai indikator, tokoh eksternal yang dimaksud tersebut, tidak bisa dikatakan sebagai seseorang yang memiliki kepantasan. Sementara tren elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V PD 2020 saat ini terus mengalami peningkatan yang signifikan,” tegasnya.(mel/gus)

Kartina Sukawati : Ibu Rumah Tangga Harus Bisa Membantu Perekonomian Keluarga

Thursday, February 25, 2021 Add Comment

 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrat Kartina Sukawati saat menjadi narasumber dalam Pelatihan PPEP, di Desa Pasucen Kecamatan Trangkil, kamis (25/2/2021).

PATI –Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrat Kartina Sukawati menjadi narasumber dalam Pelatihan Produktifitas Ekonomi Perempuan (PPEP), di Desa Pasucen Kecamatan Trangkil, kamis (25/2/2021).

Dalam kegiatan yang diadakan oleh Dinas Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah tersebut. Diikuti para ibu-ibu rumah tangga khususnya dari keluarga yang pra-sejahtera.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para ibu-ibu rumah tangga agar juga bisa membantu perekonomian di keluarga. Apalagi disama pandemi virus corona seperti ini,” kata Kartina.

Wanita yang akrab disama Bu Ina ini menjelaskan. Dalam pelatihan ini ibu-ibu dapat memilih kegiatan yang mereka sukai namun dapat juga dapat menghasilkan uang.

“Kebetulan di Desa ini, mayoritas menyukai kegiatan menanam. Jadi kedepan kita akan fasilitasi kebutuhan mereka untuk budi daya tanaman hias maupun hidroponik,” jelasnya.

Selain akan diberikan peralatan untuk menanam, juga akan diberitahu cara memasarkannya.

“Jadi kita harus kreatif untuk membantu masyarakat yang masih pra-sejahtera. Salah satunya ya dengan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.(mel/gus)

 

Banjir Di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu, DPC Demokrat Pati Langsung Salurkan Bantuan

Wednesday, February 24, 2021 Add Comment

 

Ketua DPC PD Pati, Joni Kurnianto bersama kader Partai Demokrat Kabupaten Pati saat memberikan bantuan di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Rabu (24/2/2021)

PATI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Pati menyalurkan ratusan paket bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Dukuhseti dan Tayu, Rabu (24/2/2021). Bantuan tersebut langsung didistribusikan ke 4 desa di dua kecamatan tersebut.

“Tadi pagi saya dihubungi oleh kader-kader dari Tayu maupun Dukuhseti bahwa ada banjir sejak tadi malam. Jadi hari ini kita gerak cepat langsung memberikan bantuan,” ujar Ketua DPC PD Pati, Joni Kurnianto.

Joni yang juga Wakil Ketua I DPRD Pati menyebutkan, dirinya bersama dengan puluhan kader langsung terjun ke lolasi banjir untuk memberikan bantuan. Ada 4 Desa yang mendapat bantuan yakni Desa Dororejo di Kecamatan Tayu kemudian di Kecamatan Dukuhseti ada Desa Ngagel, Desa Alasdowo, dan Desa Dukuhseti.

“Kebetulan di kantor masih ada 100 kardus mi instan sama 300 kilo beras, dan ada makanan ringan dari UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Langsung kami bagi ke empat desa pada hari ini,” jelas Joni saat memberikan bantuan di Balai Desa Ngagel.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati ini mengatakan, pihaknya siap menberikan bantuan susulan ke desa-desa yang sekiranya masih terdampak banjir. 

“Kita lihat besok. Kalau bisa mengumpulkan (sembako) lagi, besok kita kirim lagi. Yang penting kita tunjukkan bahwa partai demokrat Pati ini tanggap bencana dengan cepat,” katanya.

DPC Demokrat Pati menjalankan Instruksi dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk peka dan tanggap terhadap bencana.

Joni menyebut, tanggap cepat terhadap bencana adalah instruksi langsung dari pimpinan pusat mereka, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

“Kita diperintah mas AHY itu supaya peka dan tanggap terhadap bencana. Khususnya di masa pandemi ini. Seharusnya demokrat itu memang seperti ini,” ujar dia.

Sementara Kepala Desa Ngagel Suwardi mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Demokrat Pati. 

"Untuk kebutuhan logistik dari desa sudah menyediakan. Ini dari Demokrat alhamdulillah sangat membantu dan memperhatikan kami. Mudah-mudahan bantuan dari Pak Joni dapat meringankan beban dari kami," ungkap Kades Ngagel ini.

Diketahui, di Desa Ngagel yang tergenang air kurang lebih sekitar 600 rumah. Dari total tersebut, 270 rumah terdampak cukup parah. Ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter. Menyikapi itu, pemerintah desa juga sudah mendirikan dapur umum yang berada di balai desa.(mel/gus)

Ketua F-PD DPRD PATI : Semakin Kuat Menjaga Martabat dan Marwah Demokrat

Wednesday, February 24, 2021 Add Comment
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Aris Sukrisno

PATI-Gerakan yang mengatasnamakan para senior dan pendiri Partai Demokrat semakin gencar. Selain menyuarakan Konggres Luar Biasa (KLB) dengan maksud mendongkel kepemimpinan AHY, mereka juga menuding SBY menjadikan Demokrat sebagai partai keluarga Cikeas.

Tudingan dan gerakan yang tidak mendasar itu sangat mengusik sejumlah kader partai berlambang Mercy tersebut. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Aris Sukrisno pun ikut menyesalkan intrik yang dilakukan oleh para kader dan mantan kader senior tersebut.

“Saya menghormati mereka sebagai senior di partai, juga sebagai mantan atasan saya. Tapi terus terang apa yang mereka lakukan ini sangat melanggar etika politik,” ujar Aris.

Mantan Timses SBY-JK itu mengaku kagum pada sosok SBY sehingga dia memutuskan ikut bergabung dengan Demokrat pada 2007.

“SBY, saya melihatnya sebagai sosok yang santun cerdas dan bijak. Dari sanalah aku mengagumi Bapak  SBY yang notabene menjadi sosok yang bisa mengayomi rakyat,” terangnya.

Aris mengaku sedih dan prihatin dengan gerakan yang dilakukan oleh para seniornya di partai, apalagi sampai mengusik nama baik Ketua Majelis Tinggi PD, SBY.

“Mereka harusnya berfikir jernih dan tidak mengedepankan keinginan sesaat. Sejarah membuktikan kalau demokrasi dimulai dari kepemimpinan beliau, Pak SBY. Jadi sangat wajar nama SBY sebagai rohnya Demokrat. Sekarang AHY secara sah dan konstitusional dipilih sebagai Ketua Umum PD. Pak AHY orang yang cerdas dan tegas. Ini bisa dibuktikan tren PD yang mulai meningkat,” tukasnya.

Aris pun berharap, para pihak yang ingin mengkudeta AHY untuk intropeksi diri agar tidak salah dalam membuat statemen dan melangkah. Apalagi kebanyakan mereka adalah mantan pejabat Negara, sehingga perlu dipikrkan nama baik mereka di mata masyarakat.

“Silahkan membuat partai sendiri atau bergabung ke partai lain, anda akan lebih terhormat. Mereka tidak punya hak suara, jadi jangan aneh-aneh. Jangan ganggu Demokrat. Apapun suara dan gerakan mereka, kami akan semakin kuat menjaga martabat dan marwah partai kami,” pungkasnya. (Adv)

Kartina Sukawati Tidak Terpengaruh Isu Partai Keluarga ! Tetap Dukung Ketum PD AHY

Tuesday, February 23, 2021 Add Comment
Ketua DPC PD Pati, Joni Kurnianto (Kiri) Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (Tengah) Anggota DPRD Prov. Jateng Fraksi PD Kartina Sukawati (Kanan) Foto diambil sebelum masa pandemi virus covid-19.

PATI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrat Kartina Sukawati. Menentang Isu yang menyebutkan Partai Demokrat (PD) adalah partai keluarga. Dirinya menyebutkan, ini adalah isu lama yang dihembuskan untuk memecah belah PD.

Kartina Sukawati atau akrab disapa Bu Ina ini mengatakan. Isu ini dihembuskan disosial media oleh oknum-oknum yang tidak menyukai kepemimpinan Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan ingin mengkudeta Partai Demokrat.

“Mereka yang tidak suka dengan Mas AHY dan menyebar isu dimedia sosial bahwa partai demokrat bukan partai moderen tapi partai keluarga. Kenapa baru sekarang diributkan dan tidak waktu kongres lalu,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telfon, Selasa (23/2/2021).

Kartina menceritakan, dirinya sudah lama menjadi kader di Partai Demokrat. Dan memang dirinya tetap setia di Partai Demokrat adalah karena adanya sosok Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya di Partai Demokrat ini karena Bapak SBY, dan partai ini adalah partainya bapak SBY. Saya tidak merasa partai ini adalah partai keluarga. Karena sumua itu merujuknnya kepada Pak SBY,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, kecintaannya kepada Bapak SBY karena kualitasnya dalam memimpin. Yang mana sudah tidak diragukan lagi, dengan semua yang beliau lakukan saat menjadi presiden selama dua periode dan saat beliau memimpin partai. 

“Kami tidak merasa terganggu atau merasa partai ini partai keluarga. Yang terpenting sepanjang pemimpin partai ini memiliki kualitas dan kinerja yang bagus semua itu tidak masalah bagi kami,” pungkasnya.(mel/gus)

Tanggapi Isu Partai Keluarga, Ketua DPC PD Pati Tetap Solid Dukung AHY

Tuesday, February 23, 2021 Add Comment

 

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati, Joni Kurnianto saat menggelar konfrensi pers belum lama ini.

PATI – Upaya kudeta Partai Demokrat (PD) dari oknum-oknum yang tidak menyukai kepemimpinan Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono kini semakin jelas terlihat. Berbagai cara pun dilakukan. Salah satunya dengan mengangkat isu-isu lama seperti menyebut PD sebagai partai keluarga.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PD Kabupaten Pati Joni Kurnianto saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon Selasa (23/2/2021) menegaskan. Roh dari PD adalah memang dari keluarga bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Memang keluarga Yudhoyono ini adalah roh dari Partai Demokrat dan harus kita akui itu. Saya pada saat itu memilih Partai Demokrat karna memang saya cinta dengan pak SBY. Saya cinta dengan  kemampuannya, kesantunannya, kecerdasannya dalam memimpin partai maupun saat menjadi presiden selama dua periode,” ungkap Joni yang juga Wakil Ketua I DPRD Pati.

Joni yang sudah 14 tahun menjadi kader PD mengatakan. Kenapa gerakan-gerakan seperti ini baru muncul sekarang dan tidak dari dulu saat kongres Partai Demokrat.

“Saya bergabung dengan PD sejak 2007. Dan baru sekarang ada gerakan-gerakan yang lucu seperti ini. Mereka yang tidak suka dengan kepemimpinan Bapak Agus harimurti Yudhoyono seharusnya bercermin diri,” katanya.

Mereka ini, lanjutnya harusnya bersyukur dulu pernah jaya dengan Partai Demokrat entah itu menjadi DPRD maupun DPR RI dan sebagainya. Tapi jika sekarang tidak menjabat ya harusnya intropeksi diri.

“Mending mereka ini membuat partai baru. Jangan menggangu partai yang sudah berdiri. Mereka ini tidak punya empati, dan hanya memikirkan diri sendiri. Mereka ini tidak mencerminkan Partai Demokrat,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati bersama kadernya turun langsung membantu korban banjir di Kabupaten Pati.

Partai Demokrat, imbuhnya sekarang sedang fokus untuk membantu masyarakat yang kesusahan dimasa pandemi virus corona ini. Apalagi dibeberapa daerah juga ada bencana alam.

“Saat ini kita terjun langsung. Kita membina umkm, kemudian memberikan wifi gratis untuk pelajar. kita juga membantu korban bencana alam. Lebih baik kita fokus disitu, jangan malah membuat keributan,” imbuhnya.

Joni berharap, para kader Partai Demokrat dari sabang sampai maraoke tetap solid dan loyal kepada kepemimpinan bapak AHY.

“mari semuanya, kita jaga kekompakan. Kita pertahankan Partai Demokrat jangan sampai terpengaruh oleh orang-orang seperti ini,” pungkasnya.(mel/gus)

Anggota LSM GMBI Pati Terjun Bantu Korban Banjir

Monday, February 15, 2021 Add Comment

PATI - Anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Pati, melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) dengan memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen, Minggu (14/2/2021).

Dengan menerjunkan puluhan anggotanya, LSM GMBI mendatangi langsung lokasi banjir dan membagikan bantuan berupa 700 nasi bungkus, beras, mie isntan, biskuit balita dan air mineral untuk korban banjir di  Desa Kasiyan dan Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, serta di Dukuh Donomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen.

Koordinator baksos, Suyitno mengatakan, pihaknya bersama anggota LSM GMBI terpanggil untuk membantu para korban banjir, meski dengan cara menggalang dana dengan iuran dan meminta bantuan kepada para donotur untuk pelaksanaan aksi sosial ini. 

Suyitno juga megaku prihatin dengan musibah banjir yang terjadi setiap musim penghujan. Menurutnya penyebab banjir bukan hanya karena faktor hujan dengan intensitas tinggi semata. 

BANTUAN BANJIR : Anggota LSM GMBI Pati saat mendatangi lokasi banjir untuk memberikan bantuan.


Namun ada faktor lainya sebagai pemicu banjir, di antanyara adalah pelaksanaan normalisasi Sungai Juwana yang tidak tuntas. Selain itu, pengalihan fungsi hutan yang dulunya ditanami tanaman tumbuhan keras sebagai resepan kawasan kars berubah menjadi kawasan pertanian jagung dan palawija lainnya, serta masih adanya pembalakan liar di kawasan hutan.

” Yang telihat nyata adalah  adanya aktivitas penambangan galian C secara liar tanpa adanya kontrol. Dan itu menurut saya menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Kecamatan Kayen dan Sukolilo,” kata Suyitno.

Dari semua itu, lanjut Suyitno, seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi dari pihak pemerintah untuk mencari solilusi menangani banjir. 

" Permasalahan banjir ini  butuh kesadaran semua pihak dan harus ada ketegasan dan upaya yang nyata dari pemerintah agar masalah banjir ini bisa diatasi," tandas Suyitno.  (gus)