JATENG

INFO PATI

INFO KUDUS

Recent Posts

Dinilai Langgar Aturan, Tim Relawan Calon Kades Tlogorejo Suharno Melapor Ke Panwascam

Monday, April 05, 2021 Add Comment

 

Ketua Team Relawan Calon Kepada Desa Tlogorejo Suharno menunjukkan surat laporan dan bukti foto pelanggaran kampanye perdana pilkades di Desa tersebut.

PATI – Team relawan calon Kepala Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu no urut 1 Suharno. Melaporkan kejadian pelaksanaan kampanye perdana yang dinilai melanggar aturan kepada Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Senin, (5/4/2021).

Dalam laporan tersebut, pihak relawan Suharno menilai ada sejumlah aturan yang dilanggar oleh pihak kandidat lawan yakni, calon Kepala Desa Tlogorejo no urut 2 Ibu Iriana Dwi Nuraini.

Ketua team relawan Suharno, Widoto menjelaskan. Dalam kampanye perdana dengan agenda penyampaian Visi dan Misi masing-masing calon kepala desa yang diadakan di Gor Tlogowungu, Sabtu (3/4/2021) lalu.

“Sebenarnya sudah disepakati oleh kedua belah pihak calon kepala desa dan panitia. Bahwa pada saat penyampaian Visi dan Misi masing-masing calon, hanya boleh diikuti 5 orang pendukung. Namun, pada saat itu Ibu Iriana Dwi Nuraini malah membawa banyak masa,” ujarnya.

Widoto menceritakan, pada saat acara dimulai, calon kades no 1 Bapak Suharno, suasana tenang tanpa ada kegaduhan sampai penyampaian Visi dan Misi selesai. Namun pada saat penyampaian Visi dan Misi calon kades no urut 2 Ibu Iriana Dwi Nuraini dimulai, saat itulah massa dari calon urut 2 mulai merangsek ke pintu masuk gor dan jendala.

“Saya melihat bahkan ada yang masuk dan duduk di kursi di belakang tempat duduk kami, yang mestinya sebagai tempat duduk panitia,” katanya.

Saat itu pula, lanjutnya para pendukung calon kades no urut 2 selalu melakukan yel-yel, sorak-sorai dan berkerumun, yang mana melanggar tata tertib serta melanggar protokol Covid-19, sehingga dikawatirkan munculnya klaster penularan virus Covid-19 dan memicu konflik antar pendukung.

kami menyatakan keberatan dan mohon Panwascam selaku pengawas pelaksanaan pilkades dan panitia berlaku adil, transparan, dan ada tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” harapnya.(mel/gus)

 

Kutuk Terorisme, Dewan: Islam Agama Rahmat bagi Seluruh Alam

Saturday, April 03, 2021 Add Comment

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah

Pati – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muntamah mengutuk aksi terorisme yang dalam satu pekan ini terjadi.

Menurut anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati ini, prilaku terorisme tidaklah mencerminkan ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, tepatnya Minggu (28/3/2021), Indonesia diguncangkan dengan adanya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Aksi ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Meskipun demikian, tindakan terorisme yang dilakukan sepasang suami istri yang baru menikah ini membuat semacam tanda warning kembali bagi Indonesia bahwa ancaman terorisme masih ada setelah sudah lama aksi serupa tidak terjadi.

Beberapa hari setelahnya itu atau Rabu (31/3/2021), Indonesia kembali digegerkan dengan aksi penyerangan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Dalam aksi itu, diketahui seorang gadis yang menggunakan hijab menodongkan senjata api. Aksi ini juga tak menimbulkan korban jiwa bagi kepolisian maupun masyarakat sipil.

Pelaku yang belakangan diketahui berinisial ZA (25), berhasil dilumpuhkan pihak kepolisian sebelum menjatuhkan korban jiwa.

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku, baik pelaku bom bunuh diri maupun penyerangan Mabes Polri, meninggalkan surat wasiat yang isinya hampir sama.

Mereka meminta maaf kepada orang tua dan meminta keluarganya untuk tidak berhutang kepada bank. Selain itu, dalam surat wasiat itu, mereka juga menilai jalan yang ditempuh merupakan jalan keselamatan.

Menanggapi hal ini, Muntamah menilai perilaku terorisme merupakan hal yang dilarang oleh agama Islam. “Saya sangat mengutuk  perilaku pengebom tersebut. Islam itu rohmatal lilalamiin, tidak bengis begitu. Apalagi di bumi Indonesia yang berdasarkan pancasila kita, kita harus menghormati pemeluk agama lain,” ujar Muntamah.

“Bunuh diri dengan alasan apapun juga tidak diperbolehkan (dalam Islam),” tandas Muntamah. (Adv)

 

DPRD Minta Penggunaan Bahan Pangan Berbahaya Harus Diperhatikan

Saturday, April 03, 2021 Add Comment

 

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso

Pati – Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat dua nasional masalah penggunaan bahan pangan berbahaya. Sehingga hal tersebut dinilai penggunaan bahan pangan berbahaya di Jawa Tengah masih marak beredar.

Sementara itu, secara mengejutkan, Pati masuk diantara enam kabupaten/kota di Provinsi Jateng pangan yang dinilai (intervensi) dalam gerakan keamanan terpadu. Demikian diungkapkan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang.

Kondisi tersebut ditanggapi oleh Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso. Ia mengaku sangat menyayangkan jika Kabupaten Pati masuk peringkat enam besar yang dinilai dalam gerakan keamanan terpadu.

Ia menganggap bahwa kandungan bahan pangan yang selama ini beredar di Kabupaten Pati berpotensi membahayakan masyarakat.

“Secara mengejutkan Pati masuk peringkat enam besar. Sebenarnya sangat disayangkan. Adanya intervensi tersebut, mudah-mudahan ke depannya kondisi bahan pangan di Pati lebih diperhatikan,” ucap Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat (NKRI), Sabtu (3/4/2021).

Di sisi lain, Narso mengapresiasi adanya langkah yang memasukkan Pati sebagai intervensi BBPOM Semarang.

“Saya berharap penyimpangan penggunaan bahan pangan di Pati bisa segera ditanggulangi,” ujar Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Menurut Kepala BBPOM Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapati mengakui Jawa Tengah masih menempati peringkat dua nasional masalah penggunaan bahan pangan berbahaya.

“Masyarakat ikut mengawasi makanan yang diproduksi, didistribusikan, atau dikonsumsi,” ungkap kepala BBPOM Semarang.

Sekadar informasi, tiga aspek penting supaya masuk dalam gerakan keamanan pangan terpadu. Terdiri atas gerakan keamanan pangan desa, pasar aman yang menyasar pasar tradisional, dan jajan anak sekolah SD, SMP, maupun SMA. (Adv)

 

Wakil Ketua I DPRD Pati Joni Kurnianto Santuni 200 Anak Yatim

Friday, April 02, 2021 Add Comment

Wakil Ketua I DPRD Pati, Joni Kurnianto adakan santunan anak yatim di Kantor DPC Partai Demokrat Pati, Jum’at (2/4/2020).


PATI –
Bersyukur atas ditolaknya KLB Deli Serdang oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Wakil Ketua I DPRD Pati, Joni Kurnianto adakan santunan anak yatim di Kantor DPC Partai Demokrat Pati, Jum’at (2/4/2020).

Joni yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Pati mengatakan. Santunan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Karena ada 200 anak yatim yang diundang jadi pembagian santunan dilakukan secara bergantian.

“Ini sudah menjadi nazar saya dan wujud karena Kemenkumham tidak mengesahkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat versi Moeldoko,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, apa yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam kasus KLB abal-abal itu sangat tepat. Beliau memasrahkan kepada Kemenkumham, sehingga berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. 

“Luar biasa pak Jokowi itu. Ketika kader maupun masyarakat mempertanyakan terkait posisi Jokowi dalam kasus ini, ternyata beliau netral,” imbuhnya.(adv)

Fraksi Demokrat DPRD Pati Bersyukur KLB Moeldoko Ditolak Menkumham

Thursday, April 01, 2021 Add Comment

 

Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Pati 

PATI – Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Pati merasa bersyukur lantaran ditolaknya hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Pati, Aris Sukrisno. Dirinya menjelaskan, Kemenkumham telah berlaku adil pada warga negara, sesuai hukum yang berlaku.

“Kita patut mensyukuri  keputusan Kemenkumham atas penolakan KLB Muldoko. Artinya Pemerintah dengan bijak dalam mensikapi KLB benar-benar realistis. Dengan demikian Demokrat AHY bisa melanjutkan tugas Partai dengan semangat dan motivasi tinggi," kata Aris saat dihubungi melalui sambungan telpon, Kamis (1/4/2021).

Dia menegaskan, selama ini pihaknya memang meyakini bahwa KLB tidak memenuhi syarat. Bahkan secara jelas melawan UU Partai Politik dan AD/ART Partai Demokrat yang telah disahkan pemerintah.

“Sesuai instruksi Bapak AHY, kami fokus kerja, berkoalisi dengan rakyat. Memikirkan bagaimana caranya membantu masyarakat di masa pandemi. Semoga kubu KLB juga menerima apa yang terjadi,” harapnya.(adv)

 

KLB Moeldoko Ditolak Menkumham, Kader Demokrat Pati Cukur Gundul

Thursday, April 01, 2021 Add Comment

 

Para kader dari DPC Demokrat Pati pun mencukur gundul rambutnya sabagai bentuk rasa syukur atas ditolaknya hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)

PATI – Ditolaknya hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Disambut syukur oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pati. Para kader dari DPC Demokrat Pati pun mencukur gundul rambutnya sabagai bentuk rasa syukur tersebut.

“Aksi cukur gundul Ini merupakan wujud syukur para kader di Pati dalam merespons ditolaknya hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang,” ungkap Ketua DPC Demokrat Pati, Joni Kurnianto usai mengadakan acara tasyakuran sederhana, Rabu (31/3/2021) malam.

Selain itu, Joni yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Pati juga akan menyantuni 200 anak yatim sebagai bentuk rasa syukurnya.

“Saya sendiri bernazar untuk menyantuni 200 anak yatim. Rencananya akan saya laksanakan besok, Jumat berkah,” ujar Joni.

Dia mengatakan, syukuran "kemenangan" ini sengaja dilakukan sederhana agar tidak terjadi euforia berlebihan.

"Kami harus tetap andhap asor (rendah hati). Utamakan bersedekah, apalagi di masa pandemi seperti ini," ucap Joni.

Dia menegaskan, selama ini pihaknya memang meyakini bahwa KLB tidak memenuhi syarat. Bahkan secara jelas melawan UU Partai Politik dan AD/ART Partai Demokrat yang telah disahkan pemerintah.

“Alhamdulillah di Pati seluruh kader solid. Kami juga dapat dukungan moril dari teman-teman anggota legislatif dari parpol lain” ungkapnya.

Diketahui, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly telah mengumumkan keputusan pemerintah untuk menolak pengesahan kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.(mel/gus)

 

Narso: Kami Kecam Segala Tindakan Terorisme

Thursday, April 01, 2021 Add Comment

 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Pati dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Narso

Pati – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Pati dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Narso mengecam segala bentuk aksi terorisme.

Menurut Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia ini aksi terorisme bukanlah tindakan mencerminkan ajaran Islam.

“Dari PKS sebetulnya sikapnya sudah jelas dari pusat sampai daerah. Kami mengecam segala bentuk tindakan terorisme yang telah mengoyak kebhinekaan kita, yang telah mengoyak persatuan kita,” ujar Narso, Rabu (31/3/2021) kemarin.

Narso menilai tindakan ini tidak patut ditiru. Terlebih pada saat ini Indonesia tengah direpotkan dengan pendemi Coronavirus Disease atau Covid-19.

“Jadi kami mengecam segala bentuk tindakan terorisme. Terlebih lagi kejadian ini kan terjadi di masa pandemi, di mana semua komponen bangsa sedang bersama-sama mengatasi pendemi dan segala efeknya,” tuturnya.

“Baik dari segi efek kesehatan maupun ekonomi. Kita sedang bersama-sama. Semua komponen anak bangsa, tiba-tiba ada orang yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan peledakan bom bunuh diri ini,” tandas Narso.

Perlu diketahui, pada Minggu (27/3/2021) lalu, seorang suami istri yang baru menikah selama tujuh bulan melakukan aksi bom bunuh di Gereja Katedral Makassar. Aksi itu mengakibatkan beberapa orang mengalami luka, beruntung tak menimbulkan korban jiwa.

Beberapa hari setelah aksi ini, tepatnya Rabu (31/3/2021) seorang gadis melakukan aksi penembakan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) sebelum menimbulkan korban jiwa, jajaran kepolisian berhasil melumpuhkan gadis yang diketahui sebagai warga Jakarta ini. (Adv)