Dispertan Pati : Langkanya Kedelai Adalah Isu Global

Tuesday, January 05, 2021

 

Petani Kedelai

Pati – Kabid Tanaman Pangan dan Holtikutura Dinas Pertanian (Dispertan) Pati Kun Saptono mengungkapkan, Kabupaten Pati bukan satu-satunya wilayah yang merasakan langkanya komoditas kedelai. Fenomena ini telah menjadi permasalahan global.

Lebih lanjut, kata Kun Indonesia saat ini tengah bersaing mendapatkan pasokan impor kedelai, khususnya dengan negara Tiongkok yang diketahui membutuhkan pasokan kedelai yang cukup besar.

“Selain kedelai lokal, Indonesia juga memasok kedelai impor. Secara global saja bisa saya sampaikan dari pernyataan Pak Mulyono, Direktur Kementan informasinya China ini membutuhkan kedelai 2 kali lipat,” kata Kun, Selasa (5/1/2021).

“Ada juga beberapa negara yang saat jni mengalami ketidakstabilan iklim sehingga membuat produksi kedelai menurun, termasuk,” lanjutnya.

Di ranah lokal juga diketahui, stok panen kedelai di tahun 2020 juga sudah menipis.

“Jadi kondisi yang sekarang itu suplay demand harga pasar stok di daerah itu juga semakin habis. Karena di tempat kita di Pati panen kedelai lokal itu berada di bulan Agustus kalau di Desember mungkin sudah habis,” terangnya.

Terkait harga kedelai saat ini ketika dipantau di Pasar Puri harganya mencapai Rp9500 perkilo, padahal harga normalnya kata Kun hanya berkisar Rp7000 – Rp7500 di pasaran,” Kalau harga kedelai lokal dan impor sama. Soalnya di mix,” imbuhnya.

Diterangkan bahwa harga komoditas kedelai mulai naik di angka Rp9000-an sudah terjadi pada periode triwulan ke dua atau di Juni dan Agustus 2020.

Kun mengatakan hampir semua komoditas pertanian regulasinya ditentukan oleh pemerintah pusat, sehingga pemerintah kabupaten (Pemkab) tidak mempunyai kewenangan mengintervensi harga kedelai.

Di sektor produksi, Dispertan Pati akan berupaya menyiapkan langkah untuk meningkatkan jumlah angka produksi kedelai dari petani lokal.(ADV)

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »