Media Gethering, BPJS Sosialisasikan Program Relaksasi Tunggakan

Tuesday, December 01, 2020

 

Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dwi Martiningsih  bersama jajaranya saat media gethering digelar di Hotel Best Western Premier Solo Baru, Senin (30/11/2020).

SOLO – Untuk mensosialisasikan program JKN-KIS. BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DIY melaksanakan kegiatan Media Gathering Tahun 2020 dengan mengundang Media di Jawa Tengah dan DIY.

Acara yang digelar di Hotel Best Western Premier Solo Baru, Senin (30/11/2020) tersebut. Selain ajang silaturahmi dengan awak media. BPJS Kesehatan dalam kesempatan itu juga memberi informasi terbaru yakni Program Keringanan Pembayaran Tunggakan (relaksasi tunggakan).

Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dwi Martiningsih mengatakan dirinya mengapresiasi media yang membantu BPJS Kesehatan dalam memberi informasi kepada masyarakat tentang program JKN-KIS.

Menurut dia, BPJS Kesehatan berupaya memberi pelayanan maksimal di masa pandemi Covid-19. Sekalipun layanan dilakukan secara nontatap muka, namun hal itu tidak jadi kendala BPJS Kesehatan dalam melayani peserta.

Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Dwi Martiningsih

"Kami melakukan penyesuaian pelayanan adminsitrasi peserta, dimana pendaftaran bisa lewat aplikasi mobile JKN. Kedua pelayanan kesehatan serta  ketiganya soal pelayanan pembayaran iuran," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Perencanaan Iuran dan Keuangan, Markus Susilo menyampaikan tentang adanya Relaksasi Tunggakan berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 Pasal 43 Ayat 3a.

Untuk tahun 2020, pemberhentian sementara penjaminan peserta sebagaimana dimaksud pada ayat 3, berakhir dan status kepesertaan aktif kembali, apabila peserta telah membayar iuran bulan tertunggak paling banyak selama enam bulan.

"Terakhir, dengan sisa iuran bulan yang masih tertunggak, setelah pembayaran tunggakan iuran sebagaimana dimaksud pada huruf a masih menjadi kewajiban peserta," tambahnya.

Selanjutnya, pada ayat 3b dijelaskan, untuk mempertahankan status kepesertaan aktif, peserta wajib melunasi sisa iuran bulan yang masih tertunggak. Itu sebagaimana diatur pada ayat 3a huruf c seluruhnya paling lambat pada tahun 2021.

Disisi lain Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Kinerja Kantor Cabang (PKKC), Marjianto menjelaskan, tentang program JKN-KIS dan update capaian BPJS Kesehatan di Wilayah Jawa Tengah dan DIY. 

Ia menyebut, capaian kepesertaan JKN-KIS di Jawa Tengah per 4 November 2020 sebesar 29.975.619 peserta dari total penduduk 36.364.049 atau sudah mencapai 82,43%.

BPJS Kesehatan dan media di Jawa Tengah dan DIY, diharapkan dapat terus bersinergi guna memberikan informasi positif tentang Program JKN-KIS kepada masyarakat luas.(mel/gus)

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »