Pelanggan Kecewa, Saluran PDAM Juwana Sering Macet

Friday, November 06, 2020
ILUSTRASI : Aliran air PDAM macet tidak keluar air.


PATI -  Pelanggan PDAM Tirta Bening di wilayah Juwana mengeluhkan saluran air tidak pernah lancar dan kerap macet, sehingga para pelanggan dibuat pusing untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Keluhan itu diungkapkan Hasanudin (41), warga Desa Ketitang Wetan , Kecamatan Batangan. Menurutnya saluran air PDAM di rumahnya sudah dua bulan ini tidak lancar dan sering macet. 

" Sudah hampir dua bulan ini air PDAM sering macet, kalaupun keluar airnya hanya sehari dalam seminggu, itupun waktunya tengah malam, paginya sudah tidak mengalir lagi," keluh Hasanudi.

"Selain sering macet, dari saluran PDAM juga mengeluarkan lumpur sehingga airnya tidak bisa sama sekali dimanfaatkan," tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Hasanudin dan pelanggan PDAM lainya harus membeli atau mengambil air dari tempat lain. Sementara tagihan pembayaran dari PDAM setiap bulannya harus tetap dibayar.

" Yang jelas kondisi seperti ini sangat merepotkan, kami sebagai pelanggan meminta ada penanganan yang baik dari pihak PDAM wilayah Juwana. Jangan hanya mau iurannya saja, tapi airnya sering macet," harap Hasanudin.

Saat dikonfirmasi terkait keluhan pelanggannya, pihak PDAM Tirta Bening wilayah Juwana tidak memungkiri jika saat ini aliran PDAM dari Juwana ke wilayah Desa Batangan dan sekitarnya memang sering tersendat. 

Menurut Sulis petugas PDAM Juwana, ketersedatan aliran air itu dikarenakan ada perbaikan jaringan pipa di jembatan Jabang Bayi yang berada di Desa Raci.

" Kemarin memang ada perbaikan jaringan pipa di Desa Raci. Selain masalah itu, banyak sumber air milik PDAM terdampak kemarau," kata Sulis.

Masih menurut Sulis, perbaikan saluran pipa di jembatan Jabang Bayi sudah selesai Kamis (5/11), namun pihaknya belum bisa memaksimalkan aliran air ke pelanggan terutama untuk wilayah di Kecamatan Batangan.

" Masalahnya pipa yang ke Batangan ukuranya hanya 6 dim padahal untuk idealnya ukuran pipanya 10 dim. Dan jumlah pelanggan baru di Batangan juga semakin bertambah. Untuk itu, ke depanya akan kita usulkan untuk perbaikan jaringannya ," ujar Sulis.

Dia juga mengatakan, untuk saat ini PDAM memang belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Karena untuk jalur air ke Batangan masih harus dibagi dua yakni wiayah timur dan barat.

" Sistemnya buka tutup untuk wilayah barat dan timur aliranya secara bergantian kita buka tutup. Karena itu aliran PDAM tidak bisa setiap hari bisa mengalir ke semua wilayah," tutup Sulis. (gus)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »