Napak Tilas Tokoh Pendahulu di Lasem, Cawabup Bayu : Proyeksi Kota Pusaka

Saturday, November 07, 2020

Rembang - Calon wakil Bupati nomor urut 1, Bayu Andriyanto bersama dengan lintas komunitas pemerhati kebudayaan dan sejarah Rembang, menggelar kegiatan napak tilas di sejumlah makam para tokoh berpengaruh di wilayah Lasem, Sabtu (7/11/2020).

Bayu bersama dengan rombongan mengenakan seragam kanung, lengkap dengan ikat kepala menyusuri jalanan perkampungan Lasem menaiki sepeda motor. 

Lokasi makam yang dikunjungi diantaranya Pangeran Wiro Negoro dan Wiro Brojo yang pernah menjabat sebagai Adipati Binangun Lasem di abad 19. Makam Sunan Bonang di Desa Bonang Lasem, Oei Ing Kyat Bupati Lasem, Panji Margono sang pemimpin perang Lasem, dan Nyai Ageng Maloka.

"Hari ini saya ada kegiatan bersama para pelaku, pegiat budaya di Lasem. Kami menjelajah beberapa tempat bersejarah di Lasem. Kita ketahui memang kekayaan daripada Lasem sungguh luar biasa," terang Bayu. 

Bayu yang maju pada Pilkada Rembang 2020 bersama dengan calon Bupati Harno, berkomitmen akan merumuskan kebijakan khusus untuk melestarikan kebudayaan dan sejarah-sejarah yang ada di Lasem. 

Menurutnya, kekayaan budaya dan sejarah di Lasem sudah sewajarnya untuk tetap dilestarikan. Tak hanya dalam bentuk bangunan, Bayu menyebut, selayaknya juga dapat diwariskan kebudayaan kepada generasi penerus. 

"Pemerintah kedepan harus lebih memperhatikan. Termasuk membentuk cagar budaya, kita rumuskan, melalui kota pusaka Lasem. Bukan hanya sejarahnya, tapi juga soal budayanya. Makanya kita akan kolaborasikan antara nilai sejarah dengan kebudayaan, supaya kekayaan yang ada ini bisa terus dinapak tilaskan kepada generasi penerus," terangnya. 

Pemandu rombongan, Galih Pandu Adi yang merupakan pegiat budaya dan sejarah Lasem, menyebut sejumlah tokoh yang dilakukan napak tilas tersebut adalah tokoh cikal bakal penyebaran agama Islam di tanah Jawa khususnya di Lasem.

"Beliau beliau ini merupakan tokoh penyebaran Islam di Lasem, kemudian membuat bagaimana Lasem berkembang begitu pesatnya, menjadi pusat pendidikan agama Islam. Bahkan menjadi salah satu tali simpul pendidikan Islam di Nusantara," terangnya. 

Menurutnya, sosok Bayu Andriyanto layak untuk diapresiasi atas kepedulian terhadap lestarinya kebudayaan dan nilai-nilai sejarah di Lasem. Ia bersama dengan para pegiat budaya di Lasem pun telah menaruh harapan besar terhadap sosok Bayu.

"Kami melihat memang bagaimana nilai-nilai kultural yang ada di Lasem itu benar-benar pak Bayu bisa merawat itu. Selama ini memang pak Bayu dibanding dengan calon-calon lain, beliau yang benar-benar mengawal, dan mencintai budaya di Lasem, kami bareng-bareng mendukung pak Bayu atas apa yang sedang diusahakan saat ini," pungkasnya. (gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »