Jadi Musibah Tahunan, Ini Komitmen Harno - Bayu Atasi Abrasi di Pesisir Rembang

Wednesday, November 25, 2020

 

Calon wakil Bupati petahana, Bayu Andriyanto meninjau secara langsung kondisi abrasi pantai yang terjadi di Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan, Rembang pada Rabu (25/11/2020).

REMBANG - Insiden abrasi pantai yang terjadi setiap tahun di sepanjang pesisir pantai wilayah Kecamatan Kragan, Rembang mendapat perhatian khusus dari pasangan calon nomor urut 1 Pilkada Rembang, Harno - Bayu. 

Calon wakil Bupati petahana, Bayu Andriyanto meninjau secara langsung kondisi abrasi pantai yang terjadi di Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan, Rembang pada Rabu (25/11/2020). Ada puluhan rumah yang terdampak insiden tersebut. 

"Kami mendapat keluhan dari warga adanya abrasi di Kragan. Hari ini kita pantau secara langsung, melihat kondisi yang terjadi disini. Ternyata yang terdampak ada 2 RT, yang paling parah ada rumah yang nyaris roboh disini, beberapa rumah," terang Bayu. 

Bayu menjelaskan, abrasi tersebut ditengarai adanya pembangunan Jeti dan talut pantai yang belum dibangun secara merata. Sehingga, abrasi pantai terus terjadi setiap tahun. 

"Jadi kedepannya semoga kami mendapat amanah dari warga untuk menang Pilkada besok. Kami berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan langsung secara merata dalam satu periode tahun anggaran," paparnya.

"Ini memang harus dilaksanakan merata secara langsung sehingga tidak berimbas kepada sektor lain. Dalam melaksanakan pembangunan jadi bukan perkara fisik, tapi kondisi masyarakat juga harus diperhatikan. Kita rencanakan betul, pembangunan jeti, talut, langsung dibuat merata," lanjut Bayu. 

Suparto, salah seorang warga Rt 9 RW 5 Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan menyebut, abrasi tahun ini merupakan insiden terparah jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

"Rumah saya dari gedek sudah hampir roboh diterjang ombak setinggi itu. Ini yang paling parah kalau dibanding tahun sebelumnya. Gara-gara ada Jeti di pandangan wetan, ombak disini makin besar," katanya.

Ia pun berharap kepada Harno - Bayu dapat menuntaskan permasalahan tahunan yang terjadi itu. Menurutnya, pembangunan talut yang terkesan setengah hati itu akan terus mengakibatkan abrasi berkelanjutan.

"Saya berharap pak Harno dan pak Bayu ini bisa menjadi pelopor suksesnya pembangunan talut di sekitar sini. Tidak separuh - separuh seperti ini, kalau langsung dirampungkan pembangunannya, tidak ada lagi abrasi seperti ini," terangnya. (gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »