Fraksi PPP Dalam Proses Penyertaan Modal Diperlukan Prinsip Kehati-hatian

Saturday, November 07, 2020

 

Bank Indonesia

 PATI – Beberapa waktu yang lalu, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyampaikan bahwa dalam proses penyertaan modal yang dilakukan oleh lembaga perbankan diperlukan adanya prinsip kehati-hatian (Prudential Principle).

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Fraksi PPP DPRD Pati, Darbi, SH saat menyampaikan pendapat akhir fraksi mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyertaan modal daerah di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Sabtu (7/11/2020).

“Hendaknya kita harus tetap menjaga prinsip kehati-hatian (Prudential Principle) dalam kegiatan penyertaan modal. Selain itu, kita juga harus senantiasa berpedoman pada Pasal 29 Ayat (2) UU No.7 Tahun 1992 jo UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam pasal tersebut telah ditegaskan bahwa bank wajib memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal, kualitas aset, kualitas managemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aspek lain yang berhubunganh dengan usaha bank.

“Selain itu, dalam Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/11/PBI/2013 dijelaskan dengan tegas mengenai prinsip kehati-hatian dalam kegiatan penyertaan modal bank,” pungkasnya. (ADV)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »