Dewan Minta PJTJI "Nakal" Harus Ditindak

Wednesday, November 04, 2020

 

Sugiyem, TKI asal Desa Sukolilo

PATI -  Kasus dugaaan penganiayaan yang menimpa TKI asal Desa Sukolilo saat bekerja di Singapura, mendapat perhatian serius dari pihak DPRD Pati.

Kejadian itu mematik keprihatinan banyak pihak. Pasalnya niat hati bermaksud untuk mengubah nasib di negara orang, malah mendapat tindak kekerasan dari sang majikan .

Menyikapi masalah itu, Wakil Katua DPRD Pati, Joni Kurnianto meminta agar Pemkab Pati memberikan pendampingan hukum agar korban bisa menuntut keadilan atas apa yang menimpanya.

Selain itu Pemkab Pati juga harus menindak PJTKI yang tidak bertanggung jawab dan ilegal

Menurutnya, hal ini dianggap sangat perlu dilakukan, agar PJTKI semakin berhati-hati dalam melakukan tugas dan kewajibannya dalam pengiriman TKI, mulai proses awal, sampai pengiriman, termasuk perlindungan hak-hak para TKI.

“Kita sudah sering mendengar adanya TKI kita yang mengalami pelecehan, penyiksaan, baik secara batin maupun fisik di luar negeri,” ujarnya.

Oleh karena itu, perlu ada perhatian khusus terhadap PJTKI-PJTKI yang terkadang melakukan segala cara untuk dapat memberangkatan TKI ke luar negeri.

“Perlu ada penertiban dan survei langsung ke lapangan terhadap kinerja PJTKI. Kalau ada yang melanggar, perlu diproses secara hukum, sehingga tidak terjadi kasus-kasus serupa. Kasihan saudara kita yang ga tahu apa-apa, dan ingin bekerja, akhirnya diberi janji muluk-muluk, namun ternyata ilegal, kan kasihan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pati bernama Sugiyem (49), diduga menjadi korban penganiayaan majikan di Singapura

Akibat penganiayaan itu, Sugiyem yang merupakan warga Desa/Kecamatan Sukolilo, Pati ini  mengalami gangguan penglihatan, bahkan buta. (adv)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »