Dewan Kembali Panggil RSUD, Luruskan Tak Ada Pengkovidtan Pasien

Tuesday, November 10, 2020

 


Wisnu Wijayanto, Ketua Komisi D DPRD Pati

PATI - Munculnya anggapan rumah sakit yang sengaja mendiagnosa pasien dengan penyakit Covid-19 mendapat perhatian DPRD Pati. Ini lantaran, anggapan tersebut membuat masyarakat enggan untuk berobat di rumah sakit.

Karena itu, Komisi D DPRD Pati memanggil pihak terkait untuk meluruskan anggapan tersebut. Harapannya tidak ada lagi kesalahpahaman dan bisa menepis kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.

“Kami mengundang dua RSUD di Pati, yakni RSUD Soewondo dan RSUD Kayen untuk menjelaskan terkait proses penetapan pasien Covid-19. Kami juga mengundang para camat, kepala desa, dan kepala Puskesmas melalui aplikasi Zoom. Ini agar semuanya tahu,” kata Wisnu Wijayanto, Ketua Komisi D DPRD Pati, Selasa (10/11/2020).

Sementara Dokter Joko dari RSUD Soewondo Pati menjelaskan, proses pasien masuk dalam rumah sakit kemudian ditetapkan sebagai penderita covid-19, ada tahapan sendiri. Dari manajemen klinis, ada triase atau proses penentapan pasien mana yang harus diperioritaskan.

Dalam artian semua pasien yang masuk ke ruang IGD akan langsung dilakukan cek suhu tubuh. Selanjutnya dilakukan anamnesis (riwayat kesehatan) dan pemeriksaan fisik untuk penunjang.

“Baru setelah itu kemudian dicari apakah pasien mempunyai komplikasi atau tidak. Selanjutnya adalah mencari komorbid atau penyakit penyerta,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk kasus suspek yakni orang dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan 14 hari terakhir belum memiliki riwayat atau perjalanan tinggal di wilayah yang merupakan transmisi lokal. Namhn, ada juga orang yang 14 hari terakhir belum timbul gejala dan memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19.

“Yang paling banyak adalah kasus probable atau kasus suspek dengan ISPA berat dan meningal dengan gambaran klinis Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan PCR. Ini banyak terjadi kesalahpahaman,” terangnya.

Dokter Joko menambahkan, memang ada banyak kesalahpahaman masyarakat terkait prosedur Covid-19 ini. Padahal, prosesnya cukup panjang dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau kami (rumah sakit) sering dikatakan mengcovidkan pasien untuk mendapat keuntungan, itu sangat tidak benar. Pasien dinyatakan Covid-19 ada prosesnya tersendiri, tidak ujug-ujug kami covidkan,” tutupnya. (adv)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »