BPBD Pati Mengimbau Warga Tidak Cabut Bibit Pohon Untuk Cegah Longsor Dan Banjir

Saturday, November 14, 2020

 

Banjir Bandang

Pati – Baru-baru ini terjadi banjir bandang di sepanjang badan jalan Sukolilo-Kayen. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pati, Sukarno mengungkapkan area tersebut memang menjadi sasaran BPBD untuk lakukan program penanggulangan bencana alam. Ia mengakui, demi meminimalisir bencana longsor dan banjir, BPBD telah lakukan program tanam 20 ribu pohon di Kecamatan Sukolilo.

Namun, Sukarno menyayangkan tindakan masyarakat yang sengaja mencabut akar pohon  karena berdekatan dengan lahan produktif pertanian warga Imbasnya, air hujan yang jatuh tidak ada yang membendung hingga menyebabkan longsor dan banjir.

“Kejadian longsor terjadi karena kecepatan air turun, langsung turun ke bawah tanpa ada penghalang. Jadi tempat longsor itu tidak ada penahan dari ranting, akar, dan lainnya sehingga kecepatan air tinggi. di Sukolilo terutama,” kata Sukarno, Sabtu (14/11/2020). Aktivitas tersebut tentunya mengurangi presentasi bibit pohon untuk tumbuh. “Di Sumbersari, ada 31 ribu (bibit pohon) yang hidup paling banter 10 persen,” katanya.

Sukarno menyadari area yang ditanami pohon penahan air memang menjadi kurang produktif. Kendati demikian, ia berharap agar masyarakat juga sadar akan imbas gundulnya hutan. “Kami sudah siapkan pohon aren, mahoni yang mampu menahan air. Memang tidak produktif ketimbang jika digunakan untuk lahan pertanian masyarakat,” ungkap Sukarno.

Terkait dengan infrastruktur penangkal banjir seperti gorong-gorong dan tandon air atau waduk, BPBD secara berkala telah memetakan area rawan banjir. Peta tersebut kemudian diserahkan ke OPD terkait untuk ditindaklanjuti. “Kita hanya ada program penahan erosi. Untuk pemetaan mana yang bisa dibangun infrastruktur kami sampaikan ke dinas ke DPU,” pungkasnya.(ADV)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »