Limbah RS KSH Dikeluhkan Warga

Friday, October 30, 2020

 


PATI - Warga yang tinggal di wilayah RT 004 / RW 006 Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo mengeluhkan limbah dari RS KSH Pati. 

Limbah berupa cairan yang diduga dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah sakit setempat itu meluber dan menggenangi tanah milik warga dan mencemari sumber mata air di sekitar lokasi.

Saat wartawan koran ini mendatangi lokasi (tepatnya di belakang gedung RS KSH) mendapati banyak genangan air yang mengalir dari pondasi tembok RS KSH.

Menurut Suparno salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi mengatakan, kejadian ini sudah berlangsung cukup lama. Wargapun sudah sering menyampaikan keluhan ke pihak rumah sakit namun tidak ada tanggapan.

Selain air limbah, warga juga megeluhkan soal polusi asap dari hasil pembakaran sampah medis yang berasal dari incinerator milik RS KSH.

" Masalah ini sudah berlangsung lama sekali, sudah ada 12 tahun lebih. Warga sudah sering komplain tapi tidak ada tindakan dari rumah sakit untuk menanggapi keluhan kami ," kata Suparno yang juga Ketua RT di wilayah setempat.

Suparno menambahkan, karena takut terkena dampak dari limbah itu, dirinya terpaksa harus mengambil air dari tempat lain karena air di sumurnya tidak lagi bisa digunakan apalagi untuk dikonsumsi.

" Kalau untuk masak dan mencuci makanan saya mengambil air dari tempat lain. Air di sumur cuma buat mencuci baju saja, itupun airnya aneh karena ditergen tidak bisa berbusa banyak, mungkin karena efek dari limbah itu," keluh Suparno.

Suparno menunjukan genangan air yang diduga limbah cair dari RS KSH.

Sementara untuk polusi asap pembakaran sampah medis, lanjut Suparno, juga sangat mengganggu warga, terlebih saat mesin incinerator beroperasi selalu mengeluarkan asap hitam pekat dari cerobong pembakaran.

" Baunya sangat menyengat seperti bau bahan kimia dibakar, sangat mengganggu sekali," kata Suparno.

Atas permasalahan ini warga berharap ada perhatian dari pihak RS KSH untuk mengatasi keluhan warga. Karena warga yang tinggal di sekitar lokasi sangat tidak nyaman dengan limbah yang ditimbulkan.

Sayangnya.. saat ingin dikonfirmasi terkait limbah dan keluhan warga, Pihak manajemen KSH belum mau memberikan penjelasan kepada wartawan. (gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
Friday, October 30, 2020 delete

Sampai dengan saat ini tidak ada satupun wartawan dari infojatengpos.com yg datang ataupun menghubungi pihak KSH untuk klarifikasi perihal pemberitaan ataupun tentang kebenaran foto tersebut di atas.

Kami pihak KSH sangat menyayangkan hal tersebut karena tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik terkait dengan ke-perimbangan pemberitaan.

Terkait dengan hal tersebut maka informasi di atas tidak dapat dianggap sebagai informasi yg valid dan atas hal tersebut kami akan melakukan pelaporan secara resmi kepada dewan pers.

Reply
avatar
Tuesday, November 03, 2020 delete

Monggo saja, itu hak dari KSH.. yang jelas sudah ada upaya dari kami untuk meminta konfirmasi namun tida ada tanggapan..

Reply
avatar