Wabup Bayu Jenguk Viki Gadis 8 Tahun Penderita Lumpuh

Sunday, September 20, 2020

REMBANG – Seorang gadis kecil berusia 8 tahun, warga Desa Jambangan Rt 5 Rw 2 Kecamatan Sarang, Rembang hanya bisa terkulai lemas di ranjang kasur rumahnya. Kondisinya cukup memprihatinkan sehingga harus terus ditunggui sang nenek. 

Dia adalah Viki, belum diketahui secara pasti ia sakit apa. Sebab, tak ada satu pun rekam medis yang menyebut penyakit Viki. 

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto yang mendengar kondisi warganya seperti itu langsung mendatangi rumah yang bersangkutan. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan segera turun tangan menangani Viki. 

“Kita akan coba bantu dari Pemkab, namun kalau memang kesulitan, nanti juga bisa kita minta bantuan PMI agar dapat menyalurkan perhatian, segera dapat penanganan medis. Intinya ini agar segera dapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk kelancaran soal kepesertaan BPJS Kesehatan itu,” paparnya. 

Khalimah, sang nenek, menyebut kondisi semacam itu sudah dialami oleh Viki sejak usia 3 bulan. Viki, tak mampu menangkat kepala, tak bisa berbicara, dan pandangannya kabur. Bahkan hanya untuk sekedar menggerakkan tangannya saja tak bisa. 

“Dulu pas lahir ya normal semua, sehat banget cucu saya ini. Tapi pas usia 3 bulan, pernah jatuh dari sepeda pas di jalan. Sehabis jatuh ya biasa saja, tapi lama kelamaan, kok ga ada perkembangan yang harusnya di usianya itu bisa ini itu,” kata Khalimah ditemui di rumahnya, Minggu (20/9). 

Dia menyebut, berbagai pengobatan mulai dari medis maupun non medis sudah berulang kali ditempuh. Hanya saja, terbentur dengan pembiayaan sehingga keluarga memilih untuk merawat Viki seadanya di rumah.

“Rumah Sakit pernah, terapi-terapi gitu, sampai ke dukun juga pernah karena saking putus asanya. Ini cucu saya kalau gak langsung dikasih minum, disuapin makan, ya gak bakal bilang kalau lapar karena ga bisa ngomong. Segala sesuatu ya di kasur ini,” paparnya. 

Viki merupakan putri dari pasangan Samad dan Marfuah. Kedua orang tuanya tersebut kesehariannya hanya bekerja serabutan.

“Ya kadang cari rosok, bantu-bantu orang juga gitu. Cuman saya di rumah yang harus nungguin terus. Sumai saya juga kondisinya sakit, jadi kalau saya bantu cari uang gak bisa,” imbuhnya. (gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »