RS Mardi Rahayu Skrining 1.432 Karyawan

Monday, May 04, 2020
DOORSTOP: Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto tengah diwawancari awak media di Pendapa Kabupaten Kudus usai rapat bersama Plt Bupati Kudus HM Hartopo.
KUDUS - Tenaga kesehatan dan medis di Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR) Kudus telah dilakukan skrining menggunakan rapid diagnostic test (RDT), dalam program AMAN Covid-19 yang mulai diberlakukan sejak 20 April 2020 lalu. Selain itu, tenaga kebersihan, keamanan, juru parkir, petugas koperasi RSMR dan karyawan lainnya juga telah di skrining.

Direktur RSMR Kudus, dr Pujianto mengatakan, melalui program AMAN Covid-19 RSMR yang dibuka sejak 20 April 2020, telah melakukan skrining menggunakan RDT untuk seluruh karyawan. Termasuk PIDI, Outsourcing, staf parkir dan staf koperasi karyawan.

"Total yang diskirining berjumlah 1.423 orang,’’ jelas Pujianto saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (4/5).

Tujuan dilakukan, sambungnya, untuk menciptakan keselamatan pasien dan staf rumah sakit. Jika diketahui hasilnya reaktif, pihaknya meminta yang bersangkutan langsung mengisolasi mandiri atau diisolasi di ruang khusus untuk kewaspadaan bersama.

Adapun hasil skrining tersebut, kata Pujianto, sementara 15,8% dari jumlah pekerja yang diskrining hasilnya reaktif dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab dua kali dengan jadwal menyesuaikan kesiapan Laborat Rujukan. Kemudian dilakukan telusur kontak eratnya, yang kemudian kontak eratnya juga ditindaklanjuti dengan dilakukan skrining RDT.

"Dari 15,8% staf yang RDTnya reaktif, sampai siang ini ada 37 orang yang hasil swabnya negatif (16%). Tetapi ada 13 orang yang hasil swabnya positif,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, belasan nakes itu saat ini dirawat di ruang khusus milik RS Mardi Rahayu, sesuai instruksi dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Jika ruang yang tersedia telah penuh, Pemkab Kudus telah menyediakan tempat isolasi khusus di salah satu Hotel di Kudus.

"Sedang proses pemeriksaan swabnya saat ini masih terus berlangsung,’’ ungkapnya.

Terkait pelayanan, Pujianto menegaskan sampai saat ini masih tetap membuka layanan untuk masyarakat. Jumlah ketenagaan RS pun masih sangat mencukupi karena yang hasil RDTnya non reaktif sangat banyak, sedangkan yang swabnya negatif sudah bisa bekerja lagi.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat tidak perlu khawatir untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di RS Mardi Rahayu. Bahkan pelayanan di rawat inap RS Mardi Rahayu juga telah menerapkan kebijakan satu pasien satu kamar sejak pertengahan April lalu.

"Hari ini Sesala (5/5) kami juga melauncing program pemeriksaan RDT untuk masyrakat. Bisa juga dengan cara Drive Thru,’’ imbuhnya.

Sedang teknik pemeriksaannya menggunakan mesin imunolserologi baru dari Korea sehingga hasilnya lebih sensitif dibanding metode RDT dengan stik seperti yang selama ini dilakukan.

"Mudah-mudahan, layanan baru ini akan membantu kita semua untuk bisa lebih dini dan lebih baik mencegah penularan Covid-19,’’ pungkasnya. (han)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »