Lokasi Tambang Longsor, 2 Orang Meninggal 4 Luka-Luka

Thursday, May 07, 2020

LONGSOR : Suasana di lokasi tambang di Desa Blimbing Kecamatan Sluke setelah longsor, Rabu (6/4).
REMBANG  - Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden longsornya tebing area tambang batu yang berada di Desa Blimbing Kecamatan Sluke, Rembang pada Rabu (6/4) sore. Tak hanya itu, 4 orang juga mengalami luka.

Korban meninggal dunia diantaranya Solikin (30) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, dan Muhammad Abram (28) warga Desa Sidomulyo Kecamatan Gunem, Rembang.

Sedangkan 4 orang yang mengalami luka yakni Angga (25), Qosim (35) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke. Sutrisno (30) warga Desa Blimbing Kecamatan Sluke, dan Dasrun (49) warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, yang kini dalam perawatan intensif di RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Kapolsek Sluke Iptu Sunandar menjelaskan, 2 orang korban meninggal dunia telah dibawa oleh pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

"Korban 1 orang dalam keadaan luka berat dan 2 orang korban dalam keadaan MD dengan posisi 1 orang Korban ditemukan berada di dalam kabin truk dan 1 orang korban ditemukan berada di luar truk," jelas Sunandar.

Sunandar menyebut, seluruh korban telah berhasil dievakuasi. Sementara barang bukti 6 unit dam truk dalam keadaan rusak berat pada bagian kabin, 3 unit alat berat ekskavator dan 1 unit sepeda motor Yamaha Lexi telah dievakuasi.

"Sudah ditangani Polres Rembang. Alhamdulillah seluruh korban, dan 5 truk yang sempat tertimbun sudah berhasil dievakuasi. Sampai saat ini situasi kondusif," pungkasnya.

Polisi Tutup Lokasi Tambang

Dalam kejadian ini pihak kepolisian resor Rembang menetapkan status quo terhadap lokasi tambang yang mengalami longsor hingga menewaskan 2 orang pekerja di lokasi kejadian. Artinya, lokasi tersebut ditutup sementara dari segala aktivitas.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menyebut penetapan status quo di lokasi setempat ditindak lanjuti dengan pemasangan garis polisi di sekitar lokasi kejadian.

"Kita dari kepolisian pasang police line, kita buat status quo. Kita berikan police line disana, di pintu masuk, kita pasang himbauan, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut dari Polda," jelas Dolly kepada wartawan saat menggelar olah TKP, Kamis (7/5).

Dolly menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika pada Rabu (6/5) siang para pekerja melakukan aktivitas penambangan di lokasi kejadian. Kemudian pada pukul 15.00 WIB tiba-tiba tebing setinggi sekitar 10 meter mengalami longsor dan menimpa sejumlah kendaraan di bawahnya.

Atas kejadian itu, Dolly menengarai adanya kelalaian yang terjadi pada proses penambangan tersebut. Ia pun menduga, ada standar operasional prosedur (SOP) yang tak dilakukan dalam proses pekerjaannya.

"Diduga adanya SOP yang tidak dilakukan. Kalau saya lihat beberapa tebing-tebing yang dikerok, dikeduk itu ada proses kesalahan yang tidak sesuai SOP. Karena itu ada dugaan tidak sesuai SOP. Penanganan terkait langkah kerjanya. Untuk sementara status quo, otomatis tidak boleh melakukan kegiatan," paparnya. (gus) 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »