Gelar Wayang Online Peduli Seniman, Semen Gresik Gandeng Ki Sigid

Saturday, May 23, 2020
PERTUNJUKAN: Kesenian wayang kulit digelar atas aksi kepedulian terhadap para seniman yang terdampak wabah Covid-19.
REMBANG - Di tengah situasi pandemi Covid-19, PT Semen Gresik bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu kalangan yang terdampak. 

Salah satunya, melalui kegiatan Wayang Amal Peduli Seniman yang digelar secara online dan merupakan hasil sinergi dengan Dalang Ki Sigid Ariyanto - Sanggar Seni Cakraningrat. 

Pertunjukan wayang dengan lakon Brubuh Ngalengka itu disiarkan secara langsung melalui akun sosial media (sosmed) resmi milik Semen Gresik baik berupa kanal youtube, facebook maupun Instagram. Tak hanya menyiarkan secara live kegiatan tersebut, Semen Gresik juga mengajak netizen untuk berpartisipasi menyumbangkan donasinya untuk para seniman di Kota Garam.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan ini, Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin ikut menonton langsung pagelaran Wayang Amal Peduli Seniman itu melalui akun youtube Sigid Channel milik Dalang Ki Sigid Ariyanto. Tak hanya itu, ia juga ikut mengirimkan donasi dari kantong pribadi untuk para seniman Rembang. 

Syaichul Amin mengatakan selain untuk amal, Wayang Amal Peduli Seniman ini juga upaya agar generasi milenial yang akrab dengan sosmed tergerak ikut aktif melestarikan budaya dan kearifan lokal. Langkah ini penting sebab nasib wayang dan berbagai seni budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur itu berada di tangan para generasi muda.

"Kemajuan teknologi harus juga kita maksimalkan untuk nguri-nguri budaya. Dan sinergi dengan Dalang Ki Sigid Ariyanto adalah bagian dari upaya itu," kata Syaichul Amin, Sabtu (23/5).

PT Semen Gresik memang memiliki komitmen dalam pelestarian seni budaya dan kearifan lokal. Salah satu indikasinya, dalam beberapa tahun ini pagelaran wayang kulit selalu digelar untuk memeriahkan HUT PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Tak hanya wayang, Semen Gresik juga berkomitmen nguri-nguri berbagai seni budaya lain. Salah satu contohnya kesenian angklung asal Kabupaten Blora yang juga ditampilkan saat HUT perusahaan persemenan terkemuka ini.

"Dengan memberi ruang tampil di hadapan publik itu juga bagian nguri-nguri budaya. Ini penting karena seni budaya itu juga bagian dari identitas bangsa kita," jelas Syaichul Amin.

Ki Sigid Ariyanto mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Sebab berkat kegiatan wayang amal, seniman di Rembang yang awalnya menganggur karena dampak Covid-19 akhirnya bisa beraktivitas lagi. Meskipun pihaknya juga mengakui kondisinya tidak sama seperti saat kondisi normal, namun hal itu tetap patut disyukuri.

"Seiring wabah Covid-19, ada sekitar 68 jadwal pagelaran wayang yang saya tunda sejak Maret - Mei ini. Dan kemungkinan akan berlanjut hingga beberapa bulan. Padahal Juni - Juli bahkan hingga Agustus biasanya ramai, hampir tiap hari ada pagelaran wayang. Makanya kami mengapresiasi Semen Gresik dan instansi lain yang mendukung wayang amal ini. Meski hanya live lewat sosmed tapi para seniman tetap bisa berkarya," tandas Ki Sigid Ariyanto. (sov)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »