Baznas Kudus Salurkan Dana Zakat ASN

Tuesday, May 05, 2020
BERAS BAZNAS: Sukijah (90) warga Wergu Wetan didampingi anaknya menerima bantuan beras 10 kilogram dari Baznas.
KUDUS - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kudus mulai menyalurkan dana zakat yang bersumber dari tunjangan penghasilan pegawai (TPP) di lingkungan Pemkab Kudus. Sedang penerima zakat berupa beras 10 kilogram itu sebanyak 15.500 jiwa yang tersebar disembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.

Ketua Baznas Kabupaten Kudus Aris Syamsul Ma’arif mengatakan, perkembangan pandemi Covid-19 di Kudus semakin berdampak, dan yang paling merasakan adalah fakir miskin. Sehingga Baznas secepatnya menyalurkan dana zakat itu kepada penerima yakni warga miskin di Kota Kudus.

"Beras yang kami sediakan sebanyak 155 ton untuk dibagikan kepada 15.500 jiwa. Jadi satu orang mendapat 10 kilogram,’’ jelas Aris didampingi Koordinator Kesekertariatan Baznas Kudus Sulton di kantor Baznas Kudus setempat, Selasa (5/5)

Sedang teknis penyalurannya, kata Sulton, Baznas bekerjasa sama dengan kepala desa dan lurah se-Kabupaten Kudus karena yang mengetahui kondisi riil penerima zakat adalah kades atau lurah. Sedang data yang dimiliki Baznas, sementara ini masih mengacu data penerima bantuan sosial (bansos) 2015 dari Dinas Sosial P3AP2KB Kudus.  

"Setelah ini akan kita evaluasi kembali data tersebut, agar penyaluran dana zakat itu tepat sasasaran,’’ ujarnya.

Sulton menegaskan, beras yang diberikan warga Kudus pada Selasa kemarin, bukan bantuan penanggulangan Covid-19. Beras yang diberikan itu adalah penyaluran dana zakat melalui program pentasyarufan zakat untuk fakir miskis. Adapun sumber dana zakat itu dari TPP aparatur sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kudus.

"Anggaran untuk pentasyarufan zakat ini sebanyak Rp 1,5 miliar untuk membeli beras 155 ton,’’ paparnya.

Diakui, program pentasyarufan zakat berupa sembako ini baru pertama kali dilakukan oleh Baznas Kudus. Sebelumnya, dana zakat yang dikelola Baznas untuk program bedah rumah, bantuan kaki palsu, marbot masjid Rp 300 ribu per orang, gharim (orang yang memikul hutang, red) dan bantuan modal usaha Rp 2 juta per orang.

Khusus untuk gharim, kata Sulton,  penerimanya adalah siswa madrasah swasta yang dikategorikan siswa miskin yang menunggak biaya sumbangan pendanaan pendidikan (SPP). Dengan demikian, jumlah dana yang diterima setiap gharim berbeda-beda, terendah Rp 1,5 juta sampai Rp 3,5 juta.

"Jadi setiap siswa berbeda-beda menerimanya, tergantung tunggakan SPPnya,’’ imbuhnya.

Terpisah, Lurah Wergu Wetan Kecamatan Kota Kudus, Agus Supriyanto mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengajukan bantuan ke Baznas sebanyak 116 jiwa, namun yang direalisasi hanya 93 jiwa.

"Kami mengajukan 116 jiwa tapi realisasinya 93 jiwa dari 23 kelompok rukun tetangga (RT),’’ katanya.

Sementara, Sukijah (90) warga Kelurahan Wergu Wetan RT 1 RW 2 mengaku senang bisa mendapat bantuan beras dari Baznas. Menurutnya, beras itu bisa untuk makan setiap harinya karena sudah tidak ada penghasilan yang didapat.

"Alhamdulillah mendapat bantuan beras, bisa untuk makan,’’ ungkap anak Sukijah yang enggan disebutkan namanya usai mengambil beras di kantor Kelurahan Wergu Wetan kemarin. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »