Meski Ada Pandemi, Presiden Perintahkan Agenda Strategis Tak Boleh Berhenti

Friday, May 29, 2020 Add Comment

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo menegaskan pelaksanaan sejumlah agenda-agenda strategis tidak boleh terhenti meski Indonesia dilanda pandemi COVID-19.

“Pagi hari ini kita akan evaluasi proyek strategis nasional untuk pemulihan ekonomi kita karena dampak COVID-19,” kata Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat.

Ia melanjutkn, “Walaupun saat ini kita sedang menghadapi pandemi. agenda-agenda strategis yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita yang jadi prioritas bagi kepentingan nasional tidak boleh berhenti dan tetap harus kita lanjutkan.”

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan tema “Rapat Terbatas Evaluasi PSN untuk Pemulihan Ekonomi Nasional dampak COVID-19” yang diikuti Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Agenda-agenda strategis tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga bidang-bidang mendasar lainnya yang penting bagi kehidupan rakyat kita, yaitu yang berkaitan dengan pendidikan, yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, dan juga bidang kesehatan,” ungkap Presiden.

Presiden pun menyebutkan sejumlah agenda yang harus tetap berjalan meski pemerintah saat ini juga sedang mencoba menahan laju penyebaran COVID-19.

“Misalnya, di bidang kesehatan, kita memiliki agenda besar, yaitu menurunkan stunting, pemberantasan TBC, malaria, demam berdarah, HIV/AIDS, dan juga berkaitan dengan gerakan hidup sehat yang ini harus terus kita kerjakan,” ucap Presiden.

Pemerintah harus fokus menangani dan mengendalikan COVID. Akan tetapi, kata Presiden, agenda-agenda strategis yang berdampak besar bagi kehidupan rakyat juga tidak boleh dilupakan.

Presiden juga mencatat sejumlah proyek strategis nasional yang sangat penting bagi pemerataan dan penguatan ekonomi rakyat. Misalnya, program sertifikasi tanah untuk rakyat, legalisasi lahan transmigrasi, reformasi agraria, perhutanan sosial, serta peremajaan perkebunan rakyat.

“Saya ingin pastikan program-program prioritas ini tetap berjalan tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat,” kata Presiden menegaskan.

Presiden Jokowi meminta para menterinya dapat menyelesaikan berbagai hambatan pelaksanaan program tersebut, khususnya terkait pembebasan lahan.

Data terakhir Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat setidaknya 88 dari 223 proyek yang selesai dikerjakan di akhir 2019.

Secara nilai, proyek yang selesai mencapai Rp421,1 triliun atau 10,06 persen dari total Rp4.183 triliun.

Adapun perinciannya, sebanyak 20 proyek selesai pada tahun 2016; 10 proyek pada tahun 2017; 32 proyek pada tahun 2018; dan 26 proyek pada tahun 2019.

Pemerintah menargetkan proyek yang selesai pada tahun ini setidaknya bisa mencapai 144 dari 223 proyek. Secara nilai mencapai Rp815,2 triliun atau 19,48 persen dari total. (fid/ant)

YPRU Tanggung Semua Biaya Rapid Tes Santri

Friday, May 29, 2020 Add Comment
PONPES: Para santri Yayasan Perguruan Islam Raudlatul Ulum (YPRU) Guyangan, Pati.
PATI - Yayasan Perguruan Islam Raudlatul Ulum (YPRU) Guyangan, Pati menanggung rapid test untuk seluruh santri yang hendak kembali ke pondok.

Tak tanggung-tanggung, biaya yang dikeluarkan pun cukup menggiurkan, yakni Rp 1,05 miliar untuk sekitar 4.000 santri.

Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan KH Najib Suyuti mengatakan, dana tersebut murni dari dirinya sendiri. Hal itu untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah dari saya pribadi. Semua santri yang masuk ke pesantren, harus rapid test dulu di RS As Suyuthiyyah Guyangan,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (29/5).

Komitmen ini dilakukan agar ketika santri masuk ke dalam pondok pesantren, tidak ada yang terpapar Covid. Mengingat, kalaupun ada yang terpapar tentu saat pemeriksaan di RS As Suyuthiyyah akan dilakukan karantina terlebih dahulu.

Dia menambahkan, pemberlakulan rapid test ini adalah untuk semua santri tak terkecuali. Baik bagi santri yang mukim di pondok ataupun santri yang tidak mukim.

Langkah ini, lanjutnya, juga untuk mendukung program New Normal yang mulai disosialisasikan pemerintah.

Sehingga ketika New Normal ini diberlakukan, pondok pesantren juga sudah siap. Terutama pemberlakuan protokol kesehatan.

“Benar (termasuk persiapan New Normal). Untuk ini (rapid tes) santri akan digratiskan semua. Tapi ini tidak termasuk santri baru. Kalau untuk guru, nanti bisa rapid test mandiri,” terangnya.

Lebih lanjut, ketika dalam pondok pun, pihaknya sudah menyiapkan kamar yang sekiranya dalam satu kamar bisa dihuni seminimal mungkin santri. Ini adalah upaya untuk tetapi physical distancing meskipun berada di dalam pondok.

“Termasuk penunjang kesehatan lain, seperti masker, hand sanitizer, kami juga sudah menyiapkan semua. Kami punya gedung baru dengan tiga laintai. Insyaallah gedung itu nanti juga digunakan dalam rangka physical distancing ini,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, pandemi ini memang belum berakhir. Semua khalayak mempunyai peran untuk memutus mata rantai penybaran Covid-19, termasuk pesantren.

Dengan adanya rapid test mandiri di lingkungan pesantren ini, pihaknya berharap dapat memutus penyebaran Covid-19. (gus)

Pasien Positif Covid-19 di Rembang Meninggal

Friday, May 29, 2020 Add Comment
PEMAKAMAN:Pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang yang meninggal pada Kamis (28/5) kemarin dimakamkan sesuai standar prosedur.
REMBANG - Pasien Positif Covid-19 asal Kecamatan Kaliori meninggal di ruang isolasi RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Kamis (28/5) sekira pukul 18.10 WIB. Pasien berusia 56 tahun itu telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak tanggal 20 Mei kemarin.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Rembang, Arief Dwi Sulistya mengatakan sejak Rabu kemarin kondisi pasien memburuk. Pasien pun harus menggunakan ventilator.

"Di rumah sakit itu sejak kemarin kondisinya memburuk dan pasien menggunakan ventilator. Kemudian sore ini dikabarkan meninggal, " ujarnya.

Riwayat yang bersangkutan sebelumnya pergi ke Jakarta kirim garam. Yang bersangkutan mengalami demam, batuk dan sesak nafas sejak tanggal 14 Mei 2020 lalu dan dirujuk ke RSUD dr.R.Soetrasno tanggal 20 Mei 2020. Hasil Tes Swab pasien tersebut keluar dan hasilnya positif covid-19 tepat pada hari raya Idul Fitri 24 Mei 2020. 

Terkait pasien tersebut Dinas Kesehatan telah melakukan tracing terhadap 14 orang kontak erat. Hasil rapid tes satu orang, yakni istrinya reaktif dan telah di tes Swab, tinggal menunggu hasilnya.

Pemakaman jenazah pasien ditangani sesuai standar prosedur covid-19. Pemakaman dilakukan Jumat dinihari sekira pukul 01.00 WIB dan berjalan lancar. Tidak ada penolakan dari warga sekitar.

Meninggalnya pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Kaliori ini merupakan kali pertama. Tiga pasien corona sebelumnya telah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah. (sov/gus)

Haryanto Tepis Anggapan Miring Soal Bantuan Penanganan Covid-19

Friday, May 29, 2020 Add Comment
KLARIFIKASI: Bupati Haryanto memberi penjelasan terkait dana realokasi dan refocusing APBD 2020 untuk penanganan Covid-19.
PATI - Bupati Haryanto memberi penjelasan terkait dana realokasi dan refocusing APBD 2020 untuk penanganan Covid-19, usai Launching Sistem Antrian Online BPJS di Pendopo Kabupaten Pati (28/5).

Bupati meluruskan isu yang berkembang di medsos terkait realokasi anggaran. Ia menepis anggapan Pemkab Pati tidak transparan dalam penanganan Covid-19.

“Hal ini adalah tidak benar karena dana tersebut belum digunakan secara keseluruhan, jadi kegiatan penanganan wabah Covid- 19 di Kabupaten Pati masih jalan," jelasnya didampingi Sekda Pati.

Bupati menegaskan jumlah anggaran realokasi / refocusing APBD Kabupaten Pati sebesar 137 miliar, bukan 139 miliar.

Ia juga menerangkan bahwa realokasi anggaran yang telah dibuat sebelumnya, sebesar 32 miliar ternyata tidak memenuhi syarat dari ketentuan pemerintah pusat. Sehingga akhirnya penyaluran dana alokasi umum (DAU) Pemkab Pati harus ditunda.

"Tadinya hanya 32 miliar. Namun setelah ada petunjuk dari pemerintah pusat akhirnya kita me-realokasi dan refocusing lagi. Untuk yang kedua hasil akhirnya menjadi Rp 137.144.301.000," tegas Bupati.

Bupati juga mengungkapkan bahwa rencana alokasi penganggaran dana realokasi dan refocusing bukan untuk bantuan sosial semata. Melainkan perencanaan alokasi anggaran dibagi pada 3 bidang yaitu : pertama bidang kesehatan Rp 34.286.000.000, kedua bidang jaring pengaman sosial Rp 75.430.301.000 dan bidang ke tiga yaitu penguatan ekonomi Rp 27.428.000.000. Sehingga jumlah total semuanya Rp 137.144.301.000.

Saat ini, Pemkab Pati baru mencairkan anggaran penanganan Covid-19 sebesar 7,9 miliar. Penggunaan anggaran ini, diperuntukkan bagi pembelian APD, masker, alat rapid tes serta yang  berkaitan dengan penanganan Covid-19, pencairan bansos, dan penguatan UMKM. Bupati menjelaskan hingga kini anggaran tersebut masih berjalan dan belum habis seluruhnya.

"Untuk apa semuanya itu? Ya untuk kegiatan kegiatan dalam rangka pencegahan covid-19 ini, seperti kegiatan bidang Kesehatan, BPBD, Satpol, kemudian bantuan sosial dan UMKM," imbuh Bupati.

Haryanto berharap masyarakat tidak khawatir dengan pengelolaan APBD di masa pandemi. Ia menekankan tidak ada niatan untuk mencari keuntungan pribadi di tengah wabah.

Bupati bahkan berpesan kepada Sekda dan seluruh jajaran agar tidak mencari keuntungan di tengah kesusahan ini.

"Kalau saya niat mencari keuntungan untuk apa saya memprakarsai sumbangan dari Korpri yang jumlahnya tidak sedikit yaitu 1,2 miliar. Belum lagi sumbangan dari pengusaha dan dari relawan-relawan," imbuh Bupati.

Terkait dengan alokasi dana, Bupati menjamin pengelolaannya secara terbuka. Bila masa pandemi berakhir, ia juga mempersilahkan adanya pengecekan juga audit penggunaan anggaran.

"Itu tadi mudah- mudahan bisa menjawab yang selama ini di medsos, ada yang kata-katanya agak kasar tapi saya nggak papa itu karena mereka tidak tahu," tandasnya. (mas/gus)

Satu Pasien Covid-19 di Kudus Sembuh

Friday, May 29, 2020 Add Comment
SEMBUH: Plt Bupati Kudus HM Hartopo didampingi Direktur RS Aisyiyah dr Hilal Ariadi dan Kepala Desa Tenggeles Amin Santoso menyerahkan surat keterangan (Suket) Bebas Covid-19 dan bantuan sembako kepada Marsini di rumahnya, Jumat siang.
KUDUS - Satu pasien Covid-19 di RS Aisyiyah Kudus, Marsini warga Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kudus dinyatakan sembuh, setelah dilakukan uji swab sebanyak 4 kali. Dua diantaranya dilakukan di RSUP Kariadi Semarang.

Hal itu diungkapkan Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi, disela-sela mengunjungi rumah pasien turut Desa Tenggeles RT 4 RW 1 Kecamatan Mejobo, Jumat (29/5) siang.

Dikatakan, Marsini telah dirawat di RS Aisyiah Kudus selama kurang lebih tiga pekan, terhitung sejak 15-28 Mei 2020. Saat masuk rumah sakit, kondisi pasien juga sedang hamil dan menunggu proses lahiran buah hatinya.

"Sebelum proses pesalinan, kami lakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Kemudian kami rujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 lini satu RSUP Dr Kariadi Semarang,’’ jelas Hilal.

Tujuan dirujuk, lanjutnya Hilal, kondisi pasien tidak normal untuk melakukan persalinan di RS Aisyiyah, sehingga harus menjalani operasi sesar di RSUP Kariadi. Di rumah sakit milik Provinsi Jateng, Marsini dirawat selama tiga hari dan dilakukan uji swab sebanyak dua kali.

Hasil pertama, sambungnya, uji swabnya dinyatakan negatif. Namun hari berikutnya hasil uji swab kedua dinyatakan positif. Meski demikian, proses persalinannya pada 15 Mei lalu berjalan lancar, dan kondisi pasien serta buah hatinya sehat dan selamat. Setelah menjalani rawat inap selama tiga hari dan kondisinya semakin membaik, pasien dirujuk balik ke RS Aisyiah pada 22 Mei 2020.

"Setelah dilakkan uji swab lagi sebanyak dua kali, hasilya negatif dan hari ini (Jumat kemarin) diperbolehkan pulang beserta bayinya

Terkait gejala, Hilal menuturkan, selain melihat hasil rapid test reaktif, petugas medis mengetahui ada gejala nyeri pada bagian tulang belakang, dan suhu tubuh meningkat. Sedang hasil tracking kontak, pasien diduga terpapar oleh suaminya yang baru melakukan perjalanan dari Klaten, Jawa Tengah.

"Alhamdulillah saat ini semua (ibu dan bayi) sudah sehat. Kedepan kami hanya minta untuk melakukan kontrol kehamilan saja di RS Aisyiyah,’’ tandasnya.

Sedang Plt Bupati Kudus, HM Hartopo yang pada kesempatan itu hadir mengaku bahagia melihat ada satu lagi pasien Covid-19 di Kudus yang sembuh. Hasil tracking kontak dengan keluarga juga negatif. Dia berharap, di Kudus tidak ada lagi pasien positif Covid-19.

"Saat ini jumlah kasus Covid-19 di Kudus sudah menurun. Semoga semakin lama tidak dan segera diberlakukan new normal,’’ katanya.

Sementara Marsini kepada wartawan mengaku sebelumnya tidak mengalami gejala covid-19. Bayi yang baru lahir ini merupakan anak kedua. Selama menjalani rawat inap, dia mengaku sudah diswab sebanyak 4 kali, dua kali di RSUP Kariadi dan dua kali di RS Aisyiyah.

"Alhamdulillah sekarang sudah sembuh,’’ pungkasnya.

Diketahui, per 29 Mei 2020 kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus terdapat 21 orang tanpa gejala (OTG), 30 orang dalam pemantauan (OD) yang masih dipantau, dan total ada 41 pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19.

Puluhan PDP tersebut terdiri dari 11 PDP dirawat, 12 PDP isolasi dan 18 PDP meninggal.

Sedang kasus positif Covid-19, total ada 34 kasus konfirmasi Covid-19  dari dalam wilayah Kabupaten Kudus. Dari 34 kasus tersebut, satu pasien masih dirawat, 29 pasien sembuh dan meninggal 4 pasien. (han/gus)

Pemkab Kudus Segera Bangun Posko Terpadu

Friday, May 29, 2020 Add Comment
JAM MALAM: Pemasangan spanduk di gapura masuk Desa Wates, Kecamatan Undaan, terkait pemberlakuan jam malam mulai pukul 21.00 hingga 06.00 pagi.

KUDUS - Pemkab Kudus bakal membangun Posko Terpadu di sejumlah fasilitas umum atau tempat keramaian, menysul adanya kebijakan Pemerintah Pusat terkait pemberlakukan ‘New Normal’ Covid-19 yang bakal diterapkan per 1 Juni 2020 mendatang.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan, jajaran Forkopimda Kudus sudah melakukan koordinasi dengan pengelola pasar swalayan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. Pada rapat tersebut memutuskan akan membangun posko terpadu di pasar tradisional dan swalayan serta tempat keramaian lainnya.

‘’Untuk persiapan ‘New Normal’, akan membuat posko terpadu di pasar tradisional dan swalayan,’’ ujar Hartopo di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin.

Lebih lanjut, di dalam Posko Terpadu tersebut akan dijaga sejumlah petugas terdiri dari anggota TNI-Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus. Ditegaskan, posko terpadu tersebut akan segera dibangun agar bisa segera ditempati.  

‘’Sebagai percontohan akan dibuat dulu di Pasar Kliwon, Bitingan, Hypermart, Ramayana dan ADA Swalayan,’’ paparnya.          

Selama pemberlakukan New Normal, Hartopo meminta petugas keamanan untuk melakukan tindakan tegas terhadap pengunjung, jika ketahuan tidak memakai masker atau menerapkan protokol kesehatan. Mengingat selama ini banyak yang memakai saat masuk, tetapi sampai di dalam swalayan atau pasar dilepas.

‘’Misal di dalam pasar penuh, petugas juga akan menyetop dahulu," imbuhnya.

Disinggung soal penataan pedagang kaki lima (PKL), Dirinya mengatakan PKL di komplek Balai Jagong Kudus sudah diperbolehkan berjualan kembali. Namun tidak semua. Dari 300 PKL yang terdaftar, hanya 150 pedagang yang boleh beroperasi.

“Tetapi ada syaratnya, setiap pedagang harus menerapkan protokol kesehatan.

Dengan syarat, semua pedagang harus bisa menerapkan protokol kesehatan. Selain itu Hartopo juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi pemberlakukan jam malam yang diatur di dalam surat Instruksi Bupati nomomr 130/01/2020. Disamping mematuhi kebijakan pemberlakukan New Normal nantinya.

‘’Pembatasan jalam mulai pukul 21.00 WIB hingga 06.00 WIB,’’ jelasnya. (han/gus)

Meski Pandemi, Ganjar Perintahkan Puskesmas Tetap Layani Imunisasi

Friday, May 29, 2020 Add Comment

SEMARANG - Gubernur Ganjar Pranowo meminta seluruh puskesmas di Provinsi Jawa Tengah tetap memberikan pelayanan imunisasi ibu hamil dan balita saat pandemi COVID-19.

“Saya minta semua puskesmas melayani imunisasi, kalau ada ibu hamil atau balita datang harus dilayani dengan baik. Jangan sampai terjadi degenerasi karena pandemi, jangan sampai itu,” katanya saat berkunjung ke Puskesmas Gayamsari, Kota Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Ganjar menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan imunisasi.

Orang nomor satu di Jateng itu juga meminta pihak puskesmas gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat kader-kader posyandu.

“Tolong digiatkan ya, jangan sampai karena pandemi, orang lupa imunisasi,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Gayamsari Sri Ani Handayani mengatakan bahwa program imunisasi tetap dijalankan selama masa pandemi, namun pelayanan imunisasi terjadwal dan dipisah dengan pelayanan umum.

“Jadi kami pakai pendaftaran ‘online’, nanti langsung dijadwalkan. Biasanya imunisasi kami lakukan terpisah harinya dengan pelayanan umum agar semuanya terjaga,” katanya.

Ia menyebut program imunisasi tetap berjalan normal, meski ada pandemi COVID-19, namun program imunisasi tetap dilaksanakan.

“Selama ini masih berjalan, jadi tidak terganggu meskipun ada wabah COVID ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Ganjar melalui akun Youtube-nya mengunggah video berjudul “Jangan Tunda Imunisasi Anak Karena Corona” itu, dimana terdapat sejumlah warga mengaku kesulitan melakukan imunisasi. (fid/ant)

Pemberian Insentif Nakes di Kudus Tunggu Verifikasi Kemenkes

Friday, May 29, 2020 Add Comment

KUDUS - Pemberian insentif terhadap tenaga kesehatan yang menangani pasien yang terpapar penyakit virus corona (COVID-19) hingga kini belum cair karena masih menunggu hasil verifikasi data tenaga kesehatan yang diusulkan ke Kementerian Kesehatan.

“Hingga saat ini, kami masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat melalui Kemenkes dari usulan tenaga kesehatan yang disampaikan sebelumnya,” kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo di Kudus, Jumat.

Ia mengungkapkan semua tenaga kesehatan yang diajukan mendapatkan insentif harus melalui verifikasi Kementerian Kesehatan.

Juru Bicara Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewi menambahkan bahwa sampai saat ini tenaga kesehatan yang sudah mengajukan baru dari Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, sedangkan lainnya belum.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Joko Dwi Putranto menambahkan tenaga kesehatan yang bisa mengajukan memang harus memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan oleh Kemenkes.

Tahapannya, lanjut dia, fasilitas kesehatan yang benar-benar menangani pasien COVID-19 mengajukan daftar nama tenaga kesehatan, kemudian diverifikasi oleh tim DKK.

“Jika dinyatakan sesuai kriteria, kemudian diusulkan ke Kementerian Kesehatan untuk diverifikasi kembali,” ujarnya.

Pemkab Kudus, katanya, juga menyiapkan anggaran serupa melalui dana tidak terduga yang nantinya diberikan kepada tim kesehatan yang melakukan pelacakan kontak pasien COVID-19 hingga petugas tes cepat corona (rapid test), serta tenaga surveilans.

Adapun nilai insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan sesuai surat dari Kementerian Keuangan untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta per bulan, sedangkan dokter umum dan dokter gigi sebesar 10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya 5 juta.

Sementara nilai santunan bagi tenaga medis yang meninggal sebesar Rp300 juta. (fid/ant)

Haryanto Minta 6.605 KK yang Tidak Cairkan BST Divalidasi

Thursday, May 28, 2020 Add Comment
Bupati Pati, Haryanto
PATI - Penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) terkait Covid-19 melalui kantor pos mengalami beberapa kendala. Walaupun mendapat kuota sebanyak, 25.000 KK, namun yang terealisasi baru 17.221 KK dan yang tidak bisa disalurkan sebanyak 6.605 KK.

Hal itu diungkapkan Bupati Pati, Haryanto Kamis, (28/5) kemarin. Dirinya menjelaskan, sebaagaimana keterangan kepala kantor pos, kendala ini karena ada yang pindah rumah, dan ada yang meninggal.

“Terkait hal penerima bantuan yang sudah pindah atau meninggal dunia, saya sudah mengimbau Disdukcapil untuk sinkronisasi data. Oleh karena itu kades dan camat, Kepala Dispermades harus membantu fasilitasi data, agar bantuan ini tepat sasaran. Jangan sampai ada nuansa politis, karena awal tahun 2021 ada Pilkades,” tegas Haryanto.

Bupati pun meminta Kepala Dinsos agar segera berkoordinasi dengan Kantor Pos untuk validasi data 6.605 KK. Ia menekankan pemberian bantuan sosial tidak tumpang tindih.

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas peran serta Kepala OPD, Pramuka, Tagana, PMI dan para relawan yang khusus ditugaskan menangani distribusi bantuan sembako.

Sedangkan untuk Kepala Puskesmas, Bupati berharap kebutuhan APD tidak menjadi kendala. “Kemarin Wakil Bupati sudah mendroping ke 29 puskesmas memberikan bantuan APD. Untuk para tenaga medis yang kurang silakan bisa usul,” ujar Bupati.

Bupati berharap kondisi penanganan covid-19 di Pati bisa terkendali dan tertangani dengan baik. Sebagaimana yang sudah dilakukan seperti random rapid test di pusat perbelanjaan yang semuanya aman. (mel/gus)

UPK Peduli Penangan Covid Di Kabupaten Pati

Thursday, May 28, 2020 Add Comment
BANTUAN: Ketua Gugus Tugas Covid-19, Haryanto  terima Bantuan dari Asosiasi UPK DAPM Eks PNPM Mandiri Perdesaan.
PATI - Belum lama ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati kembali menerima bantuan untuk penanganan pandemi virus corona. Kali ini bantuan diberikan oleh Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Eks PNPM Mandiri Perdesaan.

Bantuan pun diterima langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati. Yakni Bupati Pati, Haryanto di Pendopo Kabupaten Pati. Bantuan tersebut berupa sejumlah perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD).

Perwakilan Asosiasi UPK DAPM Mohammad Su’udi mengatakan,bantuan yang diberikan merupakan sumbangsih dari 17 kecamatan yang mengelola UPK.

“Meski kecil, semoga bantuan ini bermanfaat untuk membantu memutus rantai penyebaran virus corona ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pati menambahkan, pihaknya berterima kasih atas partisipasi dari UPK. Yang mana sudah memberikan bantuan berupa APD yang meliputi baju hazmat, masker, dan sarung tangan medis.

“ini akan kami salurkan ke dinas kesehatan maupun rumah sakit yang selama ini langsung menangani pasien,” ujar Haryanto.

Ia menuturkan, bantuan berupa APD memang dibutuhkan oleh tenaga medis. Pihaknya pun selama ini selalu bersegera menyalurkan bantuan APD yang terhimpun pada para tenaga kesehatan.

“Beberapa waktu lalu kita juga keliling ke puskesmas-puskesmas, menyerahkan masker dan perlengkapan APD,” pungkasnya. (mel)

Desa Langse Akan Buat Wisata Waterboom

Thursday, May 28, 2020 Add Comment
Proses pembangunan Langse Waterboom dan cagar budaya ‘Loji Londho 1830’ lengkap dengan taman dan pusat oleh-oleh dari produk unggulan UMKM setempat.
PATI - Selain mengembangkan energi bioreaktor sebagai pengganti listrik ataupun genset. Desa Langse yang terletak di Kecamatan Margorejo kini juga mulai menggalakkan program desa wisata dengan tiga unggulan yang akan di kembangkan.

“Salah satu yang akan kita garap adalah Langse Waterboom yang meliputi kolam renang dewasa, Waterboom untuk anak dan cagar budaya ‘Loji Londho 1830’ lengkap dengan taman dan pusat oleh-oleh dari produk unggulan UMKM setempat,” ungkap Kades Langse, Amrudin.

Bahkan, lanjutnya dalam konsep pembangunannya, akan ada panggung hiburan di area kolam. Dalam pertunjukan, nantinya Pemdes Langse menggandeng para seniman desa setempat.

“Untuk sumber dana renovasi ‘Loji londo’ dan waterboom ini kita menggunakan Dana Desa (DD) dan juga Bankeu Provinsi,” jelasnya.

Sedangkan untuk pelaksanaanya, dilakukan oleh TPK (tim pengelola kegiatan) dan didampingi pendamping desa resmi maupun konsultan. Semua rencana pembangunan pun lewat usulan skala prioritas musrenbangdes.

“Untuk pembangunan ini, kita juga tidak menelantarkan pembangunan infrastruktur lain seperti aspal jalan-jalan gang maupun drainase yang Alhamdulillah hampir semua merata di seluruh wilayah Desa Langse,” katanya.

Dalam pembangunan Waterboom itu, menggunakan DD dengan beberapa tahapan. Sebagaimana tertulis dalam papan pembangunan, yakni sebagai pembangunam Kolam renang dan waterboom dengan DD tahap I Rp.271.156.000., DD tahap II Rp.318.860.000., dan DD tahap III Rp.179.984.000. Dengan total keseluruhan mencapai Rp. 770.000.000

“Namun pelaksanaannya sedikit terkendalan sebab DD ini terpangkas, yaitu untuk dana penanggulangan Covid-19. Namun insyaallah akan selesai tahun depan. Dan kami akan mengundang Bapak Ganjar Pranowo untuk meresmikan pada 2021 nanti. Meskipun jika nanti saya sudah tidak menjabat sebagai Kades, namun saya akan mendorong kades berikutnya untuk menuntaskan program ini,”pungkasnya. (mel/gus)

Desa Langse Menuju Desa Mandiri Energi Berbasis Biogas

Thursday, May 28, 2020 Add Comment

Kepala Desa Langse Kecamatan Margorejo Pati, Amrudin
PATI - Desa Langse, Kecamatan Margerejo Kabupaten Pati kini sedang menuju desa mandiri energi berbasis biogas. Dengan energi dari biogas itu, nanti akan dimaksimalkan kebermanfaatannya bagi masyarakat luas.

Hal itu diungkapkan, Kepala Desa Langse Amrudin. Dirinya menjelaskan, walaupun masih ada kekurangan. Namun pihaknya sangat optimis program ini bisa berjalan.

“Dari berbagai aspek memang kami masih kurang. Tapi bioreaktor ini bisa menghidupkan genset non listrik dan non solar. Maka jika nantinya akan dibuat banyak, tentunya sangat bermanfaat. Karena masyarakat tidak lagi bergantung pada listrik yang ada,” jelasnya belum lama ini.

Dengan energi genset, lanjut Amrudin, energinya dapat disimpan dengan aki kering. Dengan sistem ini, air akan tercukupi, dan listrik untuk penerangan jalan juga tersedia. Daerah yang tidak terjamah listrik, nantinya bisa dijamah dengan energi potensial ini.

“Jadi kemandirian energi saat ini masih dalam teori dan praktik empiris, benar-benar bisa dibanggakan,” imbuhnya.

Sejauh ini Desa Langse sudah didatangi oleh beberapa daerah untuk melakukan studi banding. Seperti halnya Boyolali, Karanganyar dan juga Rembang. Hal itu tentunya akan menjadikan semangat tersendiri untuk warga Desa Langse dalam rangka memaksimalkan segala potensi yang dimiliki.

“Sudah ada 23 tiang yang kami aliri energi, masing-masing berjarak 50 meter. Tapi belum kita alirkan pada perumahan warga. Saya sangat berharap dari dinas terkait menyetujui bioreaktor, agar nantinya jika ini sukses, mampu ditiru oleh desa-desa lain,” ujarnya.

Dari hal energi, Desa Langse secara tidak langsung juga mengedukasi warga untuk tidak membuang kotoran hewan sembarangan. Karena selain energi listrik, nantinya juga akan dibuat pupuk cair maupun padat yang dapat menguntungkan para petani lokal. (mel/gus)


Gelar Wayang Online Peduli Seniman, Semen Gresik Gandeng Ki Sigid

Saturday, May 23, 2020 Add Comment
PERTUNJUKAN: Kesenian wayang kulit digelar atas aksi kepedulian terhadap para seniman yang terdampak wabah Covid-19.
REMBANG - Di tengah situasi pandemi Covid-19, PT Semen Gresik bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu kalangan yang terdampak. 

Salah satunya, melalui kegiatan Wayang Amal Peduli Seniman yang digelar secara online dan merupakan hasil sinergi dengan Dalang Ki Sigid Ariyanto - Sanggar Seni Cakraningrat. 

Pertunjukan wayang dengan lakon Brubuh Ngalengka itu disiarkan secara langsung melalui akun sosial media (sosmed) resmi milik Semen Gresik baik berupa kanal youtube, facebook maupun Instagram. Tak hanya menyiarkan secara live kegiatan tersebut, Semen Gresik juga mengajak netizen untuk berpartisipasi menyumbangkan donasinya untuk para seniman di Kota Garam.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan ini, Kepala Unit Komunikasi dan Bina Lingkungan PT Semen Gresik Syaichul Amin ikut menonton langsung pagelaran Wayang Amal Peduli Seniman itu melalui akun youtube Sigid Channel milik Dalang Ki Sigid Ariyanto. Tak hanya itu, ia juga ikut mengirimkan donasi dari kantong pribadi untuk para seniman Rembang. 

Syaichul Amin mengatakan selain untuk amal, Wayang Amal Peduli Seniman ini juga upaya agar generasi milenial yang akrab dengan sosmed tergerak ikut aktif melestarikan budaya dan kearifan lokal. Langkah ini penting sebab nasib wayang dan berbagai seni budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur itu berada di tangan para generasi muda.

"Kemajuan teknologi harus juga kita maksimalkan untuk nguri-nguri budaya. Dan sinergi dengan Dalang Ki Sigid Ariyanto adalah bagian dari upaya itu," kata Syaichul Amin, Sabtu (23/5).

PT Semen Gresik memang memiliki komitmen dalam pelestarian seni budaya dan kearifan lokal. Salah satu indikasinya, dalam beberapa tahun ini pagelaran wayang kulit selalu digelar untuk memeriahkan HUT PT Semen Gresik Pabrik Rembang. Tak hanya wayang, Semen Gresik juga berkomitmen nguri-nguri berbagai seni budaya lain. Salah satu contohnya kesenian angklung asal Kabupaten Blora yang juga ditampilkan saat HUT perusahaan persemenan terkemuka ini.

"Dengan memberi ruang tampil di hadapan publik itu juga bagian nguri-nguri budaya. Ini penting karena seni budaya itu juga bagian dari identitas bangsa kita," jelas Syaichul Amin.

Ki Sigid Ariyanto mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik. Sebab berkat kegiatan wayang amal, seniman di Rembang yang awalnya menganggur karena dampak Covid-19 akhirnya bisa beraktivitas lagi. Meskipun pihaknya juga mengakui kondisinya tidak sama seperti saat kondisi normal, namun hal itu tetap patut disyukuri.

"Seiring wabah Covid-19, ada sekitar 68 jadwal pagelaran wayang yang saya tunda sejak Maret - Mei ini. Dan kemungkinan akan berlanjut hingga beberapa bulan. Padahal Juni - Juli bahkan hingga Agustus biasanya ramai, hampir tiap hari ada pagelaran wayang. Makanya kami mengapresiasi Semen Gresik dan instansi lain yang mendukung wayang amal ini. Meski hanya live lewat sosmed tapi para seniman tetap bisa berkarya," tandas Ki Sigid Ariyanto. (sov)

Produksi Rokok Tidak Terpengaruh Covid-19

Friday, May 15, 2020 Add Comment
ROKOK SKT: Foto ilustrasi rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) atau rokok kretek.
KUDUS - Pabrikan rokok di Kota Kretek hingga saat  ini disebut belum terpengaruh dengan adanya wabah corona virus desease 2019 (Covid-19). Hal itu dibuktikan sampai sekarang sejumlah perusahaan rokok di Kudus, masih memproduksi dan melihat adanya kecenderungan terjadi kenaikan permintaan rokok.  

Ketua Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK) Agus Sardjono mengungkapkan, di tengah pandemic Covid-19, aktivitas produksi rokok masih berjalan normal. Bahkan, ada kecenderungan jumlah produksi naik karena menyesuaikan permintaan pasar.

"Kenaikan permintaan rokok karena banyak karyawan bekerja dari rumah,’’ kata Agus yang juga pemilik pabrik rokok Timun Mas saat ditemui di Gedung PPRK baru-baru ini.   

Dia menjelaskan, naiknya permintaan rokok di pasaran karena pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, yang justru kesempatan merokok lebih banyak dibanding di lingkungan kerja. Sehingga kebutuhan rokok setiap harinya tentu ada kenaikan.

Namun, sambung Agus, melihat pandemi Covid-19 juga terjadi pengaruh pada bidang usaha, maka dimungkinkan terjadi pergeseran prevalensi konsumen. Jika sebelumnya konsumen lebih mempertimbangkan soal rasa, maka saat ini mereka menyesuaikan kantong keuangannya.

"Sehingga pilihannya bukan lagi soal rasa, melainkan soal harga,’’ ujarnya.

Menurut Agus, jika pandemik ini tidak kunjung selesai, dan melihat konsumen lebih mencari harga yang lebih terjangkau. Ada kemungkinan perokok yang sebelumnya suka jenis mild, akan beralih ke rokok kretek.

‘’Selain bisa bertahan lebih lama, juga tidak cepat habis meski dibiarkan,’’ tuturnya.

Terpisah, Senior Manager Corporate Affair PT Djarum, Purwono Nugroho saat dihubungi mengatakan, ketika aktivitas masyarakat yang biasa merokok lebih banyak di rumah, maka kesempatan merokoknya memang lebih luas. Sehingga kebutuhan rokoknya bisa saja meningkat, dibandingkan ketika masih masuk kerja.

"Iya, untuk sementara ini cenderung ada kenaikan,’’ kata Purwono.

Hanya saja, sambung Purwono, kenaikan permintaan rokok di pasaran disesuaikan dengan jangka waktu terjadinya wabah corona. Jangka waktu pandemic itu akan mempengaruhi penghasilan masyarakat dan tentunya akan menurunkan daya beli,’’ kata Purwono.

Disinggung soal aktivitas produksi saat, pihaknya menegaskan tidak ada penurunan, hanya aktivitas produksi dibagi menjadi dua sif dan menerapkan protokol kesehatan. Untuk sif pertama, pekerja masuk mulai pukul 05.30-10.30 WIB, sedangkan sif kedua mulai pukul 11.00-16.00 WIB.

"Dengan sistem sif dan bertepatan dengan bulan puasa, maka jam kerja juga turun menjadi lima jam per sif. Kalau kondisi normal bisa mencapai tujuh jam,’’ ungkapnya. (han/gus)

45.000 Rumah Warga Miskin Ditempeli Stiker

Friday, May 15, 2020 Add Comment
DITEMPEL STIKER PRASEJAHTERA: Petugas Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus menempelkan stiker di salah satu rumah milik keluarga prasejahtera di Kelurahan Wergu Kulon, Kota Kudus.
KUDUS - Sebanyak 45.000 rumah warga prasejahtera atau miskin di Kabupaten Kudus, mulai ditempeli stiker sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Pemasangan stiker tersebut ditargetkan sudah selesai dalam tujuh hari kedepan, dimulai sejak Jumat (15/5).

Plt Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Sunardi mengatakan, stiker yang ditempel itu sebagai penanda bahwa rumah tersebut, merupakan keluarga pra sejahtera atau miskin yang menerima bansos dari Pemkab Kudus, Pemprov Jateng maupun pusat.

"Bansos yang diberikan seperti program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI),’’ jelas Sunardi disela-sela kegiatan pemasangan stiker di Kelurahan Wergu Kulon, Jumat pagi kemarin.

Dia menegaskan, keluarga yang menerima bansos, harus bersedia rumahnya ditempeli stiker yang bertuliskan keluarga prasejahtera atau miskin. Jika dikemudian hari ketahuan melepas stiker tersebut, maka akan mendapat sanksi dari Dinas Sosial P3AP2KB Kudus.

"Sanksinya tidak mendapat bansos lagi, artinya kalau melepas stiker dianggap keluar dari program penerimaan bansos daru pemerintah,’’ ungkapnya.

Diketahui, 45.000 rumah warga tersebut sebelumnya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Kudus per Oktober 2019. Adapun anggaran untuk belanja stiker tersebut sebesar Rp 150 juta, yang bersumber dari APBD 2020.

Suhaemah (83) warga Kelurahan Wergu Kulon RT 7 RW 3, mengaku menerima rumahnya dipasangi stiker bertuliskan keluarga pra sejahtera. Dia tidak keberatan karena memang mendapat bantuan dari program keluarga harapan (PKH) Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

"Saya sudah tidak bekerja dan mendapat bantuan dari PKH. Dipasangi stiker tidak apa-apa, memang kerjanya cuma makan,’’ ujarnya.

Diakui, saat ini dirinya tinggal bersama empat orang anak perempuannya, yang juga menjadi janda semua. Sedang kondisi keuangannya juga sulit karena tidak ada yang bekerja.

"Anak saya perempuan semua, sekarang sudah jadi janda,’’ imbuhnya.

Warga lain, Dwi Winarti (50) warga Kelurahan Wergu Kulon juga mengaku tidak keberatan jika rumahnya di pasangi stiker keluarga prasejahtera tersebut. Dia menuturkan, kondisi ekonomi keluarga sangat sulit, pendapat dari bekerja hanya cukup untuk makan saja. Sedangkan empat anaknya masih duduk di bangku SMP dan SD.

"Anak saya lima, satu sudah bekerja dan yang empat masih sekolah di SMP dan SD,’’ Pungkasnya. (han/gus)

Tiga Kapolsek Dimutasi

Friday, May 15, 2020 Add Comment

PATI - Tiga Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di lingkungan Polres Pati dialihtugaskan. Mutasi ke tiga perwira polisi itu secara resmi dilakukan setelah selesai dilaksanakan upacara serah terima jabatan di ruang Mantabrata polres setempat, Jumat (15/5).

Ketiga kapoles yang digeser yakni Kapolsek Kayen yang sebelumnya dijabat oleh AKP Tejo Pramono, diganti oleh AKP Sayadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Tayu. Sedangkan AKP Tejo Purnomo menduduki jabatan baru sebagai Kasubbagbinops Bagops Polres Pati.

Sementara yang mengisi Kapolsek Tayu saat ini adalah IPTU Lilik Supardi yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Batangan. Sedangkan untuk Kapolsek Batangan yang sebelumnya diisi oleh IPTU Lilik Supardi digantikan oleh IPTU Sukarno.

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syaraaf mengatakan, pergantian pejabat atau alih tugas dilingkungan Polri merupakan suatu hal biasa.

Tentunya hal ini didasari oleh kepentingan organisasi maupun pengembangan karier yang bersangkutan serta dalam rangka penyegaran organisasi dilingkungan Polri.

Disamping itu serah terima jabatan bertujuan untuk meningkatkan dinamika organisasi agar semakin sehat. Hal ini juga demi terpeliharanya sistem sinergi dan kinerja organisasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya ucapkan selamat, saudara mendapatkan kepercayaan pimpinan. Segera menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru sesuai dengan job discripsinya masing-masing,” katanya.

Lebih dari itu, Syafaat juga meminta agar masing-masing pejabat yang baru segera untuk mengenali karakter dan gangguan kamtibmas. Penting juga adanya pemetaan untuk merumuskan penyelesaian permasalahan.

“Berikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat sehingga selalu dalam kondisi yang kondusif. Jalin terus kerjasama dengan muspika, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta berdayakan Babinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di garda terdepan,” tegasnya. (gus)

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Covid-19

Friday, May 15, 2020 Add Comment
LEPAS BANTUAN: Bupati Pati Haryanto melepas pendistribusian bantuan paket sembako di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (14/5).
PATI - Bupati Pati Haryanto melepas pendistribusian bantuan paket sembako bersama Sekda, Kepala Disdikbud dan Ketua Kwarcab Pramuka Pati, Kamis (14/5) di Pendopo Kabupaten Pati. 

Bupati Haryanto mengatakan pelepasan bantuan untuk warga terdampak Covid-19 hari ini, merupakan kerjasama dari Korpri, gugus tugas Covid-19 maupun dengan Pramuka. 

"Bantuan ini disalurkan bagi warga yang kena PHK, para PKL, penyandang disabilitas, tukang becak, penyapu jalan dan lain-lain," terangnya. 

Bupati juga menjelaskan, Gugus tugas menyalurkan bantuan lewat kecamatan. Dimana setiap kecamatan mendapat jumlah 225 paket, diberikan kepada yang membutuhkan. 

"Hari ini seluruh komponen khususnya dari Pramuka itu ada 6 armada, agar bisa menyalurkan bantuan pada hari ini juga kepada masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya. 

Haryanto menyebutkan dalam penanganan Covid-19, tak hanya berasal dari pemerintah saja. Ia mengatakan peran serta dari para pengusaha dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap dampak Covid-19 di Kabupaten Pati, dalam memberikan bantuan sembako.

Bupati menyampaikan ada 6.000 paket berupa gula, beras, mie instan, bawang merah, minyak goreng dan telur. Namun ia menggarisbawahi pemberian paket ini berbeda-beda, karena berasal dari sumbangan berbagai pihak untuk meringankan beban warga yang sangat membutuhkan.

"Karena dari tim ada beberapa unsur relawan, media dan lain-lain saya ucapkan terima kasih kerjasamanya. Khususnya dari Pramuka yang peduli mulai membungkusi dan mendistribusikan kepada masyarakat," ujar Bupati. 

Tak lupa Bupati mengucapkan terima kasih pada berita atau postingan di media sosial. Menurut Bupati, keluhan dari masyarakat di medsos akhirnya bisa teratasi dan dibantu. Ia mengimbau pada camat untuk memberikan bantuan kepada warga yang berkeluh kesah di media sosial. 

"Mudah-mudahan bisa tuntas hari ini segera bisa distribusikan nanti sebelum lebaran sudah selesai," harapnya. 

Haryanto juga berterima kasih kepada Ketua Korpri yang juga cukup peran serta dalam penanganan Covid-19. Menurutnya bantuan dari Korpri tidak hanya dalam bentuk sembako tapi juga bentuk uang yang disumbangkan dari Korpri kurang lebih Rp 1,2 miliar. 

"Kalau ini tidak niat tulus nggak bakalan akan memberikan (sumbangan.red). Kalau ada kekurangan itu wajar, tapi kesempurnaan belum bisa. Tetapi InsyaAllah akan melakukan terbaik untuk masyarakat," tandas Bupati. (mas/gus)

DPC PDI-P Pati Salurkan Bantuan dari Evita Nursanty

Friday, May 15, 2020 Add Comment
BANTU APD : Relawan PDI Perjuangan Pati saat memberikan bantuan APD ke RSUD Kayen.
PATI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pati menyalurkan bantuan ke sejumlah tempat fasilitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Kayen, Jumat (15/5).

Bantuan itu berupa alat pelindung diri seperti masker, cairan disinfektan, hand sanitazer, alat semprot, dan baju hazmat untuk tenaga medis.

Ketua DPC PDI Perjuangan setempat, Ali Badrudin mengatakan, bantuan tersebut adalah bantuan dari Anggota DPR RI Evita Nursanty untuk kemudian proses penyaluranya dilakukan oleh pengurus DPC dan relawan partai.

Menurut Ali Badrudin, bantuan kali ini sengaja disasarkan kepada para petugas medis yang bertugas di rumah sakit, puskesmas dan puskesmas pembantu di tingkat desa.

"Ini adalah upaya dari PDI Perjuangan untuk membantu memutus penularan virus Covid-19. Karena itu bantuan ini kami serahkan kepada para petugas medis yang merupakan garda terdepan dalam melawan penyebaran virus Covid-19," kata Ali Badrudin yang juga Ketua DPRD Pati itu.

Dalam penyaluran bantuan kemarin, secara simbolis pemberangkatan relawan dilepas oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Pati dari kediamanya. Kemudian bantuan itu disalurkan ke RSUD dan Puskesmas Kayen serta Puskesmas pembantu di Desa Talun dan Jimbaran.

"Bantuan ini akan dilanjutkan di kecamatan lainya, karena oleh Bu Evita kebetulan saya dan beberapa pengurus DPC ditunjuk sebagai koordinator untuk penanganan Covid -19 di Dapil Jateng lll  untuk wilayah Kabupaten Pati," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Pejuangan Kabupaten Pati, Soetarto Oentarso mengatakan, dalam upaya membantu warga terdampak wabah Covid -19, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati telah melakukan beberapa kali kegiatan sosial dengan membagikan ribuan paket sembako kepada warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati.

"Selama bulan puasa ini kami pengurus DPC juga akan melakukan kegiatan pembagian takjil geratis untuk warga," tutup politisi keturunan Tionghua itu. (gus)