Tukang Ojek dan Becak Dapat Bantuan Sembako

Wednesday, April 15, 2020
BAGIKAN SEMBAKO: Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi memberikan paket sembako kepada pengayuh becak dan tukang ojek di terminal wisata Bakalankrapyak.
KUDUS - Tukang ojek dan penarik becak terminal wisata Bakalankrapyak Kudus mendapat bantuan sembako dan uang tunai dari Polres Kudus, Rabu (15/4). Pemberian sembako ini rencananya akan dilaksanakan dua kali dalam sepekan, termasuk kepada masyarakat kurang mampu di Kota Kretek.

Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan, paket sembako yang dibagikan untuk tukang ojek dan pengayuh becak di terminal wisata Bakalankrapyak sebanyak 100 paket. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat yang saat ini terdampak pandemi Covid-19.

"Ini bentuk kepedulian kami guna meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah virus corona,’’ ujar Catur usai memberikan sembako, Rabu (15/4), kemarin.

Dia berharap, bantuan beras dan uang ini itu dapat sedikit membantu masyarakat karena sejak ada wabah corona penghasilanya menurun. Pihaknya juga mengajak tukang ojek dan becak untuk menerapakna pola hidup dan menjaga kesehatannya serta cuci tangan pakai sebum setelah beraktifitas.

Catur juga menekankan, agar terus memakai masker saat keluar rumah, untuk memutus penularan covid-19. Pemutusan rantai penularan virus corona itu berhasil jika dilakukan secara bersama-bersama,’’Mari sama-sama memutus rantai penulatan Covid-19,’’ tandasnya.

Salah satu pengayuh becak di terminal wisata Bakalankrapyak, Jamaah (56), mengaku sejak ada wabah virus corona dan terminal wisata ditutup, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga karena tidak ada penghasilan. Sehingga untuk mengganjal perutnya, dirinya bersama keluarga makan makanan seadanya di rumah.

"Kalau hari biasa bisa narik dua sampai tiga kali, kalau hari libur sampai 7 kali. Sekarang sepi dan tidak ada tarikan,’’ akunya.

Tidak hanya dirinya, 175 pengayuh becak di terminal setempat juga merasakan dampak dari pandemic virus corona ini. Untuk memenuhi kebutuhan dapurnya, sebagian pengayuh becak itu sementara mencari pekerjaan lain demi mendapat penghasilan.

"Kalau saya biasanya menjadi tukang batu, tapi sekarang juga sama masih sepi,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan, selama bulan Ruwah (kalender hijriyah, red) atau menjelang bulan ramadhan ini, terminal wisata Bakalankrapyak dipadati peziarah. Dalam sehari para pengayuh becak itu bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 100 ribu,’’Bulan Ruwah ini seharusnya panen bagi kami (pengayuh becak), tetapi sekrang tidak dapat apa-apa,’’ imbuhnya.

Nasib serupa juga diungkapkan tukang ojek pangkalan (Opang) Menara Kudus, Mujadi (47), saat ditemui di terminal wisata Bakalankrapyak. Dirinya bersama 260 tukang opang lainnya hanya bisa mengeluh karena tidak mendapat penghasilan sejak awal Maret 2020 lalu.

"Biasanya sehari bisa mendapat Rp 70 ribu. Sekarang tidak dapat apa-apa,’’ ungkapnya.

Namun dia mengaku cukup bersyukur masih ada pekerjaan lain, yakni menjadi petugas kebersihan di Rusunawa Bakalankrapyak. Penghasilan yang didapat dapat memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya.

"Kami berharap, pemerintah secepatnya bisa mengatasi persoalan ini, sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali normal,’’ pungkasnya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »