Tenaga Medis Bakal Dihadiahi Insentif

Friday, April 17, 2020
SIMULASI: Tim medis RSUD Dr Loekmono Hadi saat melakukan simulasi penanganan pasien terpapar virus corona.
KUDUS - Pemerintah bakal memberikan penghasilan tambahan atau insentif kepada tenaga medis yang menangani kasus virus corona di rumah sakit rujukan. Namun untuk proses pencairannya masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusaT.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono mengatakan, berdasarkan surat edaran Kementrian Kuangan nomor S-239/MK.02/20, tenaga medis akan mendapat insentif. Tenaga medis yang meninggal dunia karena menangani pasien Covid-19 juga akan mendapat uang santunan.

"Sumber keuangannya dari pengalihan penggunaan Bantuan Operasional Kesehatan (BKO),’’ jelas Eko saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (17/4) kemarin.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, dr Andini Aridewi ‎menjelaskan, sampai saat ini belum ada acuan atau juknis terkait pemberian insentif kepada tenaga medis yang menangani pasien terpapar corona.

"Pertimbangan jumlah pasien dan tim yang melakukan penanganan ini juga perlu dikaji,’’ jelas dia.

Dia menuturkan, semua dokter di fasitias kesehatan tingkat pertama saat ini, terlibat dalam skrining awal dan pemantauan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positifCcovid-19.

"Sehingga perlu didata jumlah dokter dan perawat yang menangani dan umlah pasien yag ditangani,’’ ujarnya.

Diketahui, berdasarkan surat edaran Kementerian Keuangan nomor S-239/MK.02/20 tentang insentif bulanan dan santunan kematian bagi tenaga medis yang menangani covid-19.

Untuk Dokter spesialis dijanjikan mendapatkan insentif sebesar Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan gigi Rp 10 juta per bulan, bidan dan perawat Rp 7,5 juta per bulan, sedangkan tenaga medis lainnya Rp 5 juta per bulan.

Khusus tenaga medis yang meninggal saat melaksanakan tugas atau menangani kasus Covid-19, akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 300 juta. Sedang pemberian insentif itu terhitung mulai Maret hingga Mei 2020 atau hanya selama tiga bulan.

Total pemberian insentif itu dapat diperpanjang jika ada arahan Presiden lebih lanjut, disesuaikan dengan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Indonesia.

Selain itu, di dalam surat edaran Kementrian Keuangan disebutkan, bahwa tunjangan tersebut hanya berlaku untuk tenaga kesehatan di daerah yang masuk darurat pandemik dan melakukan tugas penanganan Covid-19. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »