Sejak Zaman Kolonial Jalan tak Tersentuh Aspal

Friday, April 03, 2020
PROTES: Aksi masyarakat Desa Sembungin menanam pohon pisang dan bentangkan spanduk protes perbaikan jalan.
BLORA - Akses jalan penghubung Desa Sembongin menuju Desa Karangtalun, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah lama rusak berat.

Usut punya usut, sebagian jalan setempat tidak pernah tersentuh aspal dari pemerintah Kabupaten Blora sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Tentu saja pemkab maupun wakil rakyat oleh masyarakat setempat dianggap tutup mata.

"Baik pemkab maupun anggota DPRD sama saja. Yang ada janji - janji manis saja. Dianggap kita warga dukuh mahbang dan dukuh wijang tidak ada orang. Padahal kita jug bayar pajak," katanya, Kamis (2/4).

Selain itu, kata dia, pemerintah sejak saat ini tidak pernah memperhatikan akses daerahnya itu. Protes keras ditunjukkan warga setempat dengan menanam pohon pisang serta membentahkan karung dibentangkan bak spanduk dengan bertuliskan; "Mana Pemerintah? Wakil Rakyat?" dan bertuliskan; "70 tahun tidak tersentuh aspal".

Menurut Budi, wajar apabila banyak warga yang marah dan mengeluh. Karena setiap kali musim penghujan, jalan setempat banyak warga yang terpeleset ketika berkendara. Selain itu roda perekonomian juga tersendat. "Infrastruktur adalah salah satu cara meningkatkan perekonomian, maka kami minta jalan ini untuk dibangun," tuturnya.

Sejalan dengan warganya, Kepala Desa Sembongin, Muntaha mengatakan, jalan tersebut masuk akses jalan kabupaten dan bukan kewajiban desa untuk memperbaikinya.

Dia mengatakan, pihaknya sering mengusulkan ke musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kecamatan Banjarejo maupun Musrenbang Kabupaten Blora. Namun mau dikata, pemerintah tidak pernah terketuk memperbaiki.

"Terus terang saya sendiri sampai bosan Mas, seringkali tak usulkan tapi tidak diperhatikan," katanya.

"Sejak saya lahir, jalan itu dah rusak berat. Itu sudah sejak zaman penjajahan tidak pernah tersentuh aspal," Muntaha menambahkan.

Sementara itu, wakil rakyat dari Dapil V yaitu Wakil DPRD Blora Siswanto dan Anggota DPRD Supriedi mengaku akan mengecek kondisi jalan itu.

"Besuk saya langsung ke lokasi Mas, ini saya lagi rapat," kata Siswanto.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora, Samgautama mengatakan, untuk tahun 2020 ini tidak ada kegiatan pembangunan di jalan itu.

"Di 2021 nanti akan kita anggarkan, di tahun ini juga banyak anggaran yang terpotong untuk penanggan virus Corona, kami minta masyarakat untuk bersabar," katanya. (feb)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »