Potong Tunjangan Penghasilan Pegawai Untuk Belanja APD Tenaga Medis

Wednesday, April 01, 2020
SERAHKAN BANTUAN ASN: Sekda Kabupaten Kudus Samani Intakoris (kanan) menyerahkan bantuan APD dari ASN Pemkab Kudus secara simbolis, kepada Plt Bupati Kudus HM Hartopo (kiri) di Pendapa Kabupaten Kudus.
INFOJATENGPOS, KUDUS - Pemkab Kudus mengambil kebijakan memotong tunjangan penghasilan pegawai (TPP) 7.000 aparatur sipil Negara (ASN) sebesar 2,5 persen, untuk program penanganan Covid-19 di Kota Kudus.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu, (1/4). Pemotongan TPP itu berlaku untuk dua bulan kedepan.

"Total pemotongan TPP itu terkumpul sebesar Rp 450 juta,’’ jelas Sam’ani.

Dijelaskan Sam’ani, uang tersebut dibelanjakan alat pelindung diri (APD) berupa baju coverall sebanyak 1000 potong. Baju tersebut nantinya akan diberikan kepada tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas, bidan desa serta anggota Babinsa dan Babinkamtibmas.

"Tapi baru jadi 150 potong, sisanya menyusul secara bertahap,’’ imbuhnya.

Menurutnya, baju coverall ini bisa dipakai untuk merawat pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat di rumah sakit. Selain itu, juga berguna untuk proses pemulasaran jika ada PDP yang meninggal.

"APD ini bisa dipakai sewaktu-waktu saat dibutuhkan,’’ tandasnya.

Sementara pemilik usaha konveksi Az Zahra asal Desa Loram Wetan Kecamatan Jati Kudus, Ali Lutfi membenarkan Pemkab Kudus telah memesan baju coverall sebanyak 1.000 potong. Namun baru jadi sekitar 150 potong.

"Harga satuannya Rp 130 ribu,’’ ungkapnya.

 Untuk kualitas, dia mengaku sudah mendekati standar atau setidaknya sama dengan yang dijual di toko perlengkapan alat medis. Sedang bahannya dia beli dari toko langganannya di Semarang.

"Semua sudah dicek dan mendekati standar. Bahannya juga tidak tembus asap,’’ katanya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »