Pemdes Jepangpakis Rutin Gelar Patroli Social Distancing

Wednesday, April 15, 2020
PATROLI KELILING : Pemdes Jepangpakis, Kecamatan Jati, beserta jajaran Muspika Jati dan relawan Covid-19 melakukan patroli keliling desa guna mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing.
KUDUS - Keberadaan virus corona atau Covid-19 tidak bisa dipandang remeh. Ribuan manusia terkapar kehilangan nyawa dan jutaan penduduk bumi yang dinyatakan positif terjangkit tengah memperjuangkan hidupnya dari virus ini.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus bergerak untuk turut melawan virus mematikan tersebut. Mengingat bahwa kasus positif corona sudah masuk dan menjangkit warga Indonesia, termasuk beberapa warga di Kota Kretek.

Sakroni selaku Kepala Desa Jepangpakis tidak pernah berhenti untuk mengimbau para warganya untuk tersu menjaga kesehatan dan kebersihan diri masing-masing. Seperti yang dilakukan belum lama ini, dimana pihaknya bersama jajaran Muspika Jati dan tim relawan Covid -19 menggelar apel malam untuk mensiagakan kondisi lingkungan sekitar.

“Kita menghimbau kepada warga supaya mengihindari kerumanan serta warga untuk selalu bawa masker untuk menghindari penyebaran covid -19,” ujarnya kepada Jateng Pos.

Pihaknya bersama rombongan juga melakukan patroli keliling desa. Katanya, kegiatan sangatlah penting bagi sembari menumbuhkan kesadaran diri dari masing-masing warga agar mengetahui bahayanya virus yang satu ini. Selain itu, hal tersebut juga ditujukan guna memonitoring warga untuk tidak berkerumun untuk sementara waktu tidak melakukan hal tersebut dahulu.

“Kita keliling ke warga dan menghimbau jangan ada kerumunan termasuk kalau ada krumuman kita bubarkan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan pengertian kepada warga yang membuka usaha warung makan dan sejenisnya, untuk tidak membuka warung hingga larut malam. Hal tersebut juga dilakukan demi menekan presentase warga berkumpul atu nongkrong untuk sekedar ngopi dan berbincang-bincang.

“Kita juga mengimbau untuk warung makan untuk jam tutupnya jangan terlalu malam, dan kalau bisa untuk pembeli dibungkus saja. Sebatas itu imbauan dari kita, tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran atau penularan Covid-19,” pungkasnya. (mia/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »