Masyarakat Bingung Cicil Utang Bank

Friday, April 03, 2020

Pendapatan Usaha Terus Menurun 

TETAP BEROPERASI: Aktifitas salah satu perbankan di Kabupaten Blora masih melayani nasabah. 
BLORA - Kebijakan pemerintah kepada masyarakat agar di rumah saja, dan dilarang berkerumun untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona Covid-19, mengakibatkan kegelisahan atas penurunan pendapatan usaha di masyarakat.

Pengangguran bertambah banyak dan tersebar dimana-mana. Orang yang mendapat penghasilan harianpun kini tak lagi mendapat pendapatan. Bahkan, para wirausaha pun mengaku kegiatannya drop alias merugi hingga tak kuat lagi bayar cicilan utang di bank.

Khoirul (36) warga Banjarejo, Kabupaten Blora mengatakan, sepulang dari Jakarta kini dia tak lagi mendapat pekerjaan. Sebab pekerjaan bangunan dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan. 

"Saya pulang ke Blora, tenaga saya sedang tidak dibutuhkan lantaran penyebaran virus corona," katanya Kamis, (2/4).

Keadaan tersebut semakin membuatnya mumet tujuh keliling, lantaran dia harus membayar cicilan di Bank Rp 1 jutaan perbulan. "Biasanya saya bawa uang pulang ke Blora sekitar Rp 3 juta. Tapi ini nihil tanpa pemasukan," keluhnya.

Dia mengaku, saat ini entah dapat bayar cicilan utang Bank lagi atau tidak karena sebagai seorang pekerja kuli bangunan di Jakarta sudah stop alias berhenti.

Hal senada diungkapkan Heru Sutanto (31) warga Tunjungan, Kabupaten Blora. Usaha meubelnya kini jadi stagnan alias mandek sejak pagebluk massal virus corona Covid-19. 

"Ini ada 4 truck kayu meubel sudah tidak bisa kirim luar kota," kata Heru.

Heru juga mengaku, setiap bulannya juga punya cicilan sebesar Rp2,2 juta. Apabila  masyarakat tidak boleh berkerumun dan diimbau untuk di rumah saja, tentunya tidak bisa bayar bank.

"Jelasnya begitu, beratnya disitu. Untungnya ini dirasakan banyak orang dampaknya. Termasuk karyawan saya 6 orang ya terpaksa diberhentikan dulu," ucapnya.

Terpisah, Kepala Bank Jateng cabang Blora Taufik Yukiatmoko mengatakan, untuk nasabah terdampak virus corona akan mendapat keringanan sesuai program arahan dari Presiden dan OJK. 

Maksud dari usaha yang terdampak langsung seperti nasabah yang usahnya bergerak di angkutan, industri ekspor - impor, hotel dan UMKM.  "Dampak virus corona hampir semua jenis usaha mengalami penurunan pendapatan," katanya. 

Karena itu, Bank pun akan melakukan restrukturisasi kredit kepada nasabah berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan suku bunga kredit tergantung hasil analisis yang dilakukan oleh pihak Bank.

"Ada kebijakan dari kantor pusat kami dengan memberikan petujuk untuk melakukan restrukturisasi kepada nasabah yang terdampak, dengan ketentuan usaha tersebut harus dianalisis oleh tim kami terlebih dahulu," terangnya. 

Menambahkan, artinya tidak semua usaha akan mendapat perlakuan seperti itu. Dia mencontohkan, jenis usaha seperti sembako yang hari ini sangat dicari masyarakat namun mengatakan pendapatan usahanya  menurun, untuk membuktikan itu maka harus di analisis terlebih dahulu.

"Seperti sembako, hari ini justru paling dicari oleh masyarakat, lah kok ngomong mengalami penurunan pendapatan kan menjadi tanda tanya besar," jelasnya.

Terpisah, Kepala Cabang BRI Blora saat hendak dimintai konfirmasi terkait hal ini menolak untuk dikomfirmasi. "Mohon maaf, untuk yang berhak memberikan statment ke media masa terkait pidato Presiden RI minimal adalah pimpinan wilayah yang ada di Semarang," jelasnya. (feb/muz)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »