Kesembuhan Pasien Covid-19 Butuh Dukungan Masyarakat

Monday, April 20, 2020
BANTUAN MASKER: Direktur RS Mardi Rahayu Kudus dr Pujianto (kanan) memberikan bantuan masker kepada Jurnalis Kota Kretek yang diterima Ketua PWI Kudus Saiful Anas (kiri).
KUDUS - Demi kesembuhan pasien Covid-19, masyarakat perlu memberikan dukungan selain dari keluarga pasien. Bukan malah dijauhi atau ditakui, yang justru akan membuat perasaan sedih hingga membuat kekebalan dan imunitas tubuh menurun.

"Pasien covid-19 ini sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat, dengan tetap menerapkan physical distancing,’’ ujar Sukarsih (29) tenaga medis RS Mardi Rahayu Kudus yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19 saat menggelar jumpa pers di Rumah Makan Bale Raos, Senin (20/4).

Menurutnya, selain obat dari dokter dan vitamin, dukungan dari keluarga, kerabat teman sejawat dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dukungan itu akan membuat bahagia pasien dan memiliki pikiran yang positif,’’Pikiran positif akan meningkatkan kekebalan tubuh atau imunitas,’’ jelasnya.

Sementara Direktur RS Mardi Rahayu Kudus, dr Pujianto mengungkapkan, virus corona ini tidak ada obatnya. Obat yang diberikan kepada pasien hanya antibiotik dan vitamin. Memang ada sejumlah obat yang ditengarai dapat membantu penyembuhan, seperti klorokui dan sejenis.

"Tapi sejatinya, yang bisa membuat sembuh adalah pasien harus optimis, senang dan tenang. Itu yang bisa membantu proses penyembuhan,’’ kata Pujianto.

Sebaliknya, kata Pujianto, jika pasien merasa takut dan gelisan, sistem kekebalan tubuh akan turun. Dengan kondisi tubuh menurun, virus corona akan cepat menyerang saluran pernapasan dan menjadikan inveksi.

"Inveksi saluran pernafasan itu karena bakteri,’’ imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengetahui pasien terpapar corona lebih cepat, pemerintah perlu menyelenggarakan rapid diagnostic test (RDT), atau pengecekan covid-19 secara cepat.

"Alat ini sebelumnya digunakan untuk pemeriksaan dini parasit malaria. Jika mengarah ke positif baru digunakan tes polymerase chain reaction,’’ tandasnya.

Disinggung soal alat pelindung diri (APD), kata Pujianto mengaku RS Mardi Rahayu sudah memiliki stok yang cukup sampai tiga minggu kedepan. Menyusul banyaknya sumbangan yang datang dari berbagai kalangan.

"APD yang kita miliki sudah cukup untuk dua sampai tiga minggu ke depan,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, selama pandemi corona, RS Mardi Rahayu telah meluncurkan program satu kamar satu pasien di semua kelas rawat inap. Tempat tidur pasien yang telah disediakan sebanyak 221 bed.

"Program ini untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat yang menjalani rawat inap di RS Mardi Rahayu,’’ pungkasnya.

Diketahui, usai menggelar press rilis di Rumah Makan Bale Raos, Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto memberikan bantuan masker kepada wartawan, yang diterima Ketua PWI Kudus Saiful Anas sebagai bentuk kepedulian terhadap jurnalis di Kota Kretek. (han)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »