HPPK Minta Pembatasan Jam Operasional

Sunday, April 05, 2020
SEPI PENGUNJUNG: Kondisi Pasar Kliwon Kudus terlihat sepi pengunjung sejak pandemic Covid-19.
KUDUS - Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Kudus meminta kepada Pemkab Kudus agar diberlakukan jam operasional, sebagai antisipasi penyebaran virus corona di dalam pasar grosir terbesar di eks Karesidenan Pati itu. Selain itu kondisi saat ini sepi dan jarang ada pengunjung yang berbelanja.

Ketua HPPK Kudus, Sulistiyanto mengatakan, sejak ada wabah virus corona ini pembeli sepi dan omzet yang didapat surut hingga 80 persen. Kondisi demikian pun telah disampaikan Plt Bupati Kudus HM Hartopo melalui surat yang dilampiri tidak permintaan dari para pedagang.

‘’Surat sudah saya sampaikan ke Pak Hartopo dan Bu Sudiharti selaku Kepala Dinas Perdagangan,’’ jelas Sulis beberapa waktu lalu.

Tiga permintaan pedagang, lanjutnya, mulai pembatasan jam operasional pasar, untuk pedagang sembako dimulai pukul 05.00 WIB sampai 10.00 WIB. Sedangkan untuk pedagang non sembako bisa buka mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB.

Selain itu, pedagang meminta Pemkab Kudus memfasilitasi terkait penangguhan pembayaran kredit di bank, selama diberlakukan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona. Permintaan selanjutnya terkait pembebasan retribusi selama tiga bulan kedepan, terhitung dari April hingga Juni 2020.  

‘’Ini hanya sebatas usulan, untuk keputusannya sama kembalikan kepada Pak Plt Bupati,’’ tandasnya.     

Menurut Sulis, tiga permintaan itu dapat meringankan beban pedagang ditengah pandemi corona. Sebab sejak ada pagebluk ini, pembeli di Pasar Kliwon tidak seramai hari biasa. Jika biasanya menjelang bulan Ramadhan sangat ramai pembeli.

‘’Hasil penjualan ini hanya cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga dan gaji karyawan,’’ ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti melalui Kepala UPT Pasar Kliwon, Sugito membenarkan jika sejak pandemi Corona kondisi Pasar Kliwon sepi dan omzet yang didapat turun diantara 50 persen hingga 80 persen. Sehingga HPPK mengusulkan tiga permintaan yakni pembatasan jam operasional, pembebasan pembayaran retribusi selama tiga bulan dan kelonggaran pembayaran kredit di bank.

‘’Usulannya seperti itu. Tapi belum ada keputusan dari dinas dan jam operasional masih buka seperti biasa,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Plt Bupati Kudus Hartopo menjelaskan Pemkab Kudus belum membatasi jam operasional toko atau swalayan yang menjual sembako dan meminta untuk tetap buka seperti biasa. Pengaturan jam operasional akan diberlakukan pasar tradisional dengan pertimbangan, kebijakan pemberlakukan social distancing  cukup sulit.

‘’Harapan kita pasar tradisional bisa buka jam 07.00 WIB sampai dengan jam 14.00 WIB,’’ tuturnya. (han/gus) 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »