Galian C Ilegal Ditertibkan, Petugas Amankan Alat Berat

Wednesday, April 22, 2020
PERALATAN GALIAN: Satpol PP Kudus menyita sejumlah peralatan untuk mengali tanah.
KUDUS - Satpol PP Kabupaten Kudus melakukan penertiban di lokasi pertambangan tanah tanpa izin turut Dukuh Muneng, Desa Gribig Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (22/4) siang kemarin.

Kepala Satpol PP Kudus, Djati Solechah mengatakan, di lokasi tersebut sebelumnya sudah dipasangi papan peringatan larangan melakukan galian tanah. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pengelola.

‘’Pengelolanya Shodiq mantan angota Badan Musyawarah Desa (BPD) setempat,’’ kata Djati saat dikonfirmasi kemarin.

Dia melanjutkan, agar tidak lokasi setempat tidak digunakan lagi untuk kegiatan pertambangan, Satpol PP melakukan tindakan penghentian pertambangan dengan menyita sejumlah peralatan yang biasa digunakan menggali tanah seperti cangkul, linggis, engkrak (alat sejenis serok, red) dan gancu.

’’Barang bukti itu sudah diamankan di bidang penegak perda (Gakda) Satpol PP Kudus,’’ jelasnya.

Djati menegaskan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak pengelola diminta untuk datang ke kantor. Pihakya berhara, tidak ada masyarakat yang melanggaran peraturan daerah (Perda) atau melakukan kegiatan pertambangan di lokasi yang dilarang atau zona merah.

‘’Besok pagi (hari ini) saya minta datang ke kantor untuk dimintai ketarangan,’’ jelasnya.

Terpisah, Bambang salah satu supir truk dam yang mengangkut tanah bekas galian c tersebut, mengaku tidak menjual tanah bekas galian c itu ke luar kota. Tanah tersebut hanya untuk kepentingan warga setempat yang memiliki usaha pencetakan batu bata.

‘’Tidak dijual keluar. Satu rit dam Rp 200 ribu, kalau beli dari luar bisa sampai Rp 300 ribu,’’ pungkasnya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »