Dua PDP Warga Rembang Negatif Covid-19

Wednesday, April 01, 2020
RUTIN:Tiga unit mobil secara rutin melakukan penyemprotan di sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Rembang.
INFOJATENGPOS, REMBANG - Setelah sembuhnya pasien positif Covid-19 asal Desa Megal Kecamatan Pamotan, kini Kabupaten Rembang kembali mendapat kabar baik.

Hasil tes swab dua pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan negatif.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rembang, dr Ali Syafi'i, Rabu, (1/4), mengatakan, dua PDP yang dinyatakan negatif corona yakni PDP asal Kecamatan Sale dan PDP asal kecamatan Sedan.

PDP asal Sale sebelumnya telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Paru Aryo Wirawan Salatiga. Sedangkan PDP asal Sedan dirawat di RSUD dr R. Soetrasno.

"Hasil swabnya negatif dan ketika kondisi mereka sehat berarti sudah dipulangkan. Yang dari Sale kemarin pulang dan yang dirawat di RSUD dr.Soetrasno hari ini pulang, " ungkapnya. 

Ali menegaskan tentang keluarnya hasil laboratorium negatif corona artinya yang bersangkutan statusnya seperti pasien biasa. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir.

Sebelumnya telah ada PDP asal Kecamatan Rembang yang dinyatakan negatif corona. Sehingga total ada tiga PDP yang negatif Covid- 19.

Data terkini PDP yang masih dalam perawatan berjumlah 11 orang.

Sedangkan jumlah ODP sebanyak 307 orang.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, Rabu (1/4), kemarin kembali melakukan penyemprotan pasar tradisional. 

Tim penyemprot terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Beberapa titik yang disterilisasi antara lain Pasar Tambakagung Kecamatan Kaliori, Pasar Warugunung (Kecamatan Bulu), 0asar Desa Sulang, dan Pasar Desa Kedungasem  Krikilan Kecamatan Sumber.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, yang memimpin apel pemberangkatan, di halaman rumah dinas Bupati,  mengatakan, dilakukannya penyemprotan pasar tradisional sebagai bagian dari penanganan Virus Covid-19.

"Indikator ini kita lakukan sebagai bentuk kesungguhan kita di dalam menangani penyebaran penyakit corona," tegasnya.

Bupati menambahkan mengingat umur semprotan bertahan 72 jam, sehingga kegiatan yang sama akan diulangi lagi 3 hari berikutnya sampai berakhirnya darurat covid-19.

"Jadi, besuk rencana ke Sedan, ke Sale, ke Lasem dan besuknya lagi. Biar nggak putus. Tiga kendaraan ini dari BPBD, dari PDAM, dari Damkar, ini kita operasikan tiap hari. Kita operasikan tiap hari untuk bergilir. Sehingga tidak ada wilayah yang tidak kena semprotan ini," Bebernya.

Bupati menjelaskan kegiatan penyemprotan dilakukan secara masif. Sehingga pada hari yang sama, di semua desa di wilayah Kabupaten Rembang, secara massal melakukan penyemprotan, dimana anggarannya diambilkan melalui Dana Desa.

Penyemprotan disinfektan dilakukan juga lembaga masyarakat, Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya, Muhammadiyah beserta badan otonomnya agar bersama-sama bergerak bersama masyarakat.

Sedangkan kepada seluruh pemilik pertokoan pihaknya meminta untuk menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun. (sov)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »