Ajak Pedagang Terapkan Sosial Distancing

Wednesday, April 22, 2020
BAGIKAN MASKER: Anggota HIPMI Kudus Aprilia Putri membagikan masker kepada pedagang Pasar Wates.
KUDUS - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Tim PKK Desa Undaan Tengah blusukan ke Pasar Wates Undaan, Rabu (22/4). Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada pedagang terkait sosial distancing dan membagikan masker, guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Anggota Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kudus, Aprilia Putri mengatakan, ditengah pandemi covid-19, pedagang di pasar tradisional sebagai tempat berkumpulnya orang belum bisa menerapkan sosial maupun physical distancing. Bahkan saat melayani pembeli, mereka juga tidak memakai masker.

"Kami prihatin, di pasar tradisional terlihat belum ada yang menerapkan sosial distancing atau menggunakan masker,’’ tutur Aprilia disela-sela membagikan masker kepedagang.

Guna mencegah penyebaran corona, lanjutnya, HIPMI Kudus bersama Tim PKK Desa Undaan Tengah membagikan masker kepada pedagang dan pengguna jalan. Pada kesempatan itu, pihaknya juga memberikan edukasi tentang sosial distancing demi keamanan pedagang dan juga pengunjung Pasar Wates.

Tidak hanya itu, pihajnya juga memberikan edukasi bahwa pentingnya cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah beraktivitas di pasar. Aprilia juga berharap, seluruh pedagang, khususnya di Pasar Wates dapat menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan pasar setempat.

"Total ada 1.500 masker yang kami bagikan untuk pedagang dan pengguna jalan,’’ imbuhnya.

Aprilia menambahkan, pada momen Hari Kartini ini, dia berharap kepada masyarakat khususnya kaum perempuan bisa menjadi pelopor memutus rantai penyebaran covid-19. Terutama para ibu-ibu pedagang di pasar wates, dapat menyebarkan imbauan penerapan sosial maupun physical distancing dan tetap menjaga kesehatannya.

"Kami mengajak semua wanita, untuk menjadi pelopor memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Selain masker, sambungnya, HIPMI Kudus juga memberikan sumbangan alat pelindung diri (APD) kepada RSI Sunan Kudus berupa baju hazmat. Baju tersebut akan digunakan untuk tenaga medis untuk menangani pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien positif corona.

"Saat ini APD di RSI Sunan Kudus masih kekurangan APD,’’ pungkasnya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »