23 Napi Rutan Kudus Bebas

Friday, April 03, 2020

Antisipasi Penyebaran Corona di Rutan Kudus

DIBEBASKAN: Sejumlah napi penghuni Rutan Kelas IIB Kudus dibebaskan karena mendapat asimilasi, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona di rutan dan lapas.
KUDUS - Sebanyak 23 dari 98 nara pidana (Napi) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus mendapatkan asimilasi dari Kementrian Hukum dan Ham. Asilimilasi itu diberikan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Suprihadi mengatakan, pemberian asimilasi kepada 23 napi ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020.

"Pemberian asimiliasi ini dilaksanakan serempak di semua Rutan maupun Lapas di Indonesia,’’ kata Suprihadi saat ditemui di kantornya lusa kemarin.

Dia menuturkan, pemberian asimilasi di Rutan Kudus dilaksanakan secara bertahap. Pada Rabu (1/4) lusa kemarin yang mendapat asimilasi ada lima napi, kemudian pada Kamis (2/4) rutan Kudus telah memberikan asimilasi kepada 18 napi.

"Napi yang mendapat asimilasi rata-rata pelaku tindak pidana umum,’’ terangnya.  

Menurut Suprihadi, program asimilasi yang diberikan kepada napi itu cukup efektif, untuk menanggulangi dan mencegah pandemi Covid-19 di rumah tahanan maupun lembaga pemasyarakatan di tanah air.

Meski demikian, pihaknya berharap warga binaan yang mendapat asimilasi bisa memanfaatkannya dengan baik. Dia juga berpesan selama di luar tahanan selalu menjaga sikap dan tidak terlambat melapor ke rutan sekali dalam sepekan.

"Jadilah warga yang baik di luar sana,’’ ujarnya.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kudus, Eko Budihartanto menambahkan, target Rutan Kudus napi yang bisa mendapat asimilasi sebanyak 52 napi. Adapun warga binaan yang mendapat asimilasi itu harus memenuhi syarat dan ketentuan, yang telah diatur dalam Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.

"Tapi kalau mereka melanggar aturan berdasarkan pengawasan dari Balai Pemasyarakatan dan Kejaksaan, maka kami akan mencabut hak asimilasi itu dan di proses hukum kembali,’’ terangnya.

Sementara salah seorang warga binaan yang mendapat asimilasi, Abida Wahdani mengaku senang bisa bebas lebih cepat dari masa hukuman yang diberikan dan bisa lagi berkumpul dengan keluarga di rumah.

"Tentu sangat senang, seharusnya bulan depan bebasnya,’’ ungkapnya.

Selepas dari rutan, Abida mengungkapkan akan belajar menjadi warga yang baik dan berusaha tidak mengulangi perbuatan yang pernah dilakukan sampai masuk penjara.

"Saya terlibat kasus kecelakaan. Belajar dari kejadi itu, saya akan berusaha lebih baik lagi,’’ pungkasnya.

Diketahui, kapasitas Rutan Kelas IIB Kudus saat ini sebanyak 104 orang. Sebelum program asimilasi itu dilaksanakan, jumlah penghuni rumah tahanan setempat melebihi kapasitas yakni sebanyak 180 orang. Terdiri dari 98 narapidana dan 82 orang tahanan. Sedang sandera pajak nihil. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »