15 Mahasiswa UMKU Siap Jadi Relawan

Tuesday, April 14, 2020
RELAWAN COVID-19: Novia Setyaning Putri (23)‎ dan Muslihatus Saadah (23) ‎mahasiswi profesi nurse UMKU, siap menjadi relawan covid-19.
KUDUS - Sebanyak 15 mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan, S1 Kebidanan dan profesi nurse Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) siap menjalankan misi kemanusiaan dengan menjadi relawan Covid-19 di tempat karantina pemudik yang disediakan Pemkab Kudus. Pihak kampus pun sudah memberikan motivasi dan pembinaan mental sebelum menerjukan mahasiswanya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Al Islam Kemuhammadiyahan dan Humas UMKU, Anny Rosiana mengatakan, UMKU sudah siap mengirimkan 15 mahasiswa untuk menjadi relawan di tempat karantina. Mahasiswa yang diterjunkan akan dihadiahi nilai A dan piagam penghargaan.

‘’Nilai itu untuk mata kuliah yang belum keluar, bukan merevisi nilai yang sudah ada,’’ jelas Anny saat ditemui di kantornya, Selasa (14/4) kemarin.

Menurutnya, banyak mahasiswa UMKU yang berminat menjadi relawan penanggulan wabah corona di Kudus. Sampai saat ini, tercatat ada 40 sampai 50 mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi relawan, dan separuhnya sudah mendapat persetujuan dari orang tuanya.

‘’Nanti akan dibuat tiga shift, bergantian. Tahap pertama 15 orang, karena total kebutuhannya 48 mahasiswa. Jadi kami juga berbagi lima universitas yang lain,’’ terangnya.

Dia menambahkan, mahasiswa yang akan menjalani misi kemanusiaan ini akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), dibekali vitamin dan uang saku sebagai pengganti transport. Namun untuk APD, pihaknya menyarankan agar dipakai saat kondisi darurat atau akan menangani pasien dalam pengawasan (PDP).

‘’Karena jumlah APD terbatas, saat di karantina ODP tidak perlu memakai,’’ imbuhnya.

Anny mengimbau, mahasiwa yang bertugas di tempat karantina, agar mengikuti instruksi petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Meski demikian, tugas yang akan dilakukan para mahasiswa tersebut sampai sekarang belum dijelaskan.

‘’Kemungkinan tugasnya melakukan skrining awal dan pemeriksaan kesehatan di tempat karantina,’’ ujarnya.

Salah satu mahasiwa profesi nurse UMKU, Muslihatus Saadah (23), saat ditanya mengaku awalnya tidak boleh diizinkan oleh ayahnya karena khawatir tertular virus corona. Sehingga diminta berpikir ulang sebelum terjun menjadi tim relawan di tempat karantina.

‘’Awalnya minta izin sama ayah tidak boleh, tapi kalau sama ibu boleh,’’ ungkapnya.

Setelah memantapkan hatinya, Dia tetap ingin menjadi relawan. Sehingga meminta ibunya untuk membujuk ayahnya, agar diperbolehkan menjadi tim relawan covid-19,’’Akhirnya diizinkan,’’ katanya. (han/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »