Ribuan Santri Sarang Mudik ke 30 Provinsi

Tuesday, March 31, 2020

Sebelum Naik Bus, Dicek Kesehatan

Tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Sarang, Senin (30/3) siang, mengecek satu-persatu santri sebelum naik bus menuju kampung halaman masing-masing.
REMBANG - Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona di wilayah Jawa Tengah, tiga ribuan lebih rombongam santri Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Kabupaten Rembang mulai dipulangkan secara bertahap. Para santri mudik ke kampung halamannya masing-masing yang tersebar di 30 provinsi tidak menggunakan kendaraam umum, namun menggunakan armada bus carteran.

Pada Senin (30/3) kemarin, sebanyak 18 bus mengangkut santri Al Anwar, berangkat menuju pulau Sumatera. Sebagian besar nantinya akan turun di Jambi, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain, untuk sampai di daerahnya.

Sebelum pulang ke daerah masing-masing, setiap santri harus melewati proses pemeriksaan suhu tubuh. Mereka antre berjajar rapi di jalan lingkar pinggir pantai Sarang. Setelah dipastikan kondisi badan normal, santri baru diperbolehkan naik ke atas bus. 

Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang yang juga Ketua DPRD Rembang, Majid Kamil menjelaskan, dalam beberapa hari kedepan, gelombang kepulangan santri akan terus berlanjut. Adapun santri yang berasal dari Kalimantan juga akan pulang menyesuaikan dengan kesiapan tiket pesawat. Pengurus pondok pesantren nantinya membantu memfasilitasi proses kepulangan.

“Yang bus ke Sumatera itu, banyak pula santri dari Aceh. Mereka nantinya dijemput keluarga atau melanjutkan dengan kendaraan lain, setelah sampai Jambi. Yang saya tahu, santri asal Bawean juga sudah banyak yang pulang, “ tutur putera Almarhum KH Maimoen Zubair ini.

Majid Kamil menambahkan, santri-santriwati tersebut bukan sengaja dipulangkan sebab pandemi corona. Namun karena kegiatan di pondok pesantren sudah memasuki masa libur. Keputusan pulang diserahkan kepada santri maupun persetujuan orang tua.

Dia mengakui saat ini secara nasional semua pihak tengah berjibaku menghadapi wabah virus corona. Santri yang pulang menjadi langkah antisipasi penularan. 

Menurutnya, jika total santri yang berjumlah 6 ribuan orang  masih bertahan, tentu agak menyulitkan pihak pondok pesantren melakukan pantauan. Aktivitas pondok pesantren, nantinya baru akan dimulai lagi setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Di sini kan ada Al Anwar 1 sampai 4, jaraknya juga saling berjauhan. Kalau 6 ribu masih di sini, sulit mantaunya. Padahal kita diwajibkan untuk mewaspadai corona. Masuknya nanti ya Syawalan, sesudah Lebaran," pungkasnya. (sov)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »