Lahan Pertanian Desa Dengkek Hasilkan 600 Ton Gabah Sekali Musim Panen

Thursday, March 19, 2020
TANI: Ketua GAPOKTAN di Desa Dengkek, Sukardi menunjukkan luasnya area pertanian di desa tersebut.
PATI - Walaupun berada di Kota, pertanian di Desa Dengkek, Kecamatan Pati Kota memiliki prospek yang sangat luar biasa. Memiliki lahan seluas 90-an hektar, desa tersebut mampu menghasilkan 600-an ton lebih gabah dalam satu kali musim panen.

Hal itu diungkapkan ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Sidomakmur Desa Dengkek, Sukardi. Dirinya menjelaskan, selama ini hasil panen di desanya tergolong bagus.

“Rata-rata sekali musim penen, setiap hektar mampu menghasilkan 7-8 ton gabah. Bahkan beberapa juga ada yang mampu hingga 9 ton,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (18/3) kemarin.

Dengan hasil seperti itu lanjutnya, pihaknya pun mendapat dorongan dari dinas terkait untuk mendirikan gapoktan yang sekarang ini sudah berdiri selama 10 tahunan. Yang mana gapoktan ini menjadi wadah bagi para kelompok tani.

“Gapoktan sendiri berdiri sejak 2010 lalu dan sekarang ada dua kelompok tani. Yang mana jumlah anggota kelompok tani ini ada yang 50 dan 71,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya selama ini masih memiliki kendala. Diantaranya adalah dari air yang mana ketika musim kemarau air sedikit susah. Sehingga kadang dalam satu tahun hanya mampu melakukan 2 kali panen.

“Kalau air bagus ya bisa 3 kali panen. Tapi kalau sedang tidak bagus pertanian padi kita ganti menjadi polowijo,” katanya.

Selain itu, kendala lainnya adalah saat pasca panen. Yang mana, dari gapoktan tidak memiliki cukup modal untuk membeli hasil panen petani. Sehingga para petani menjual hasil panennya kepada tengkulak.

“Sekarang ini harga agak jatuh, karna rata-rata petani menjual hasilnya kepada tengkulak. Karna kita sendiri juga tidak mampu membeli semuanya, karna modalnya juga harus banyak,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kedepan gapoktan di Desa Dengkek bisa lebih maju. Sehingga mampu membeli sendiri hasil panen petani.

“Kita juga ingin memiliki mesin selep padi sendiri, dengan begitu bisa menjual hasil panen lebih tinggi karna sudah berbentuk beras,” harapnya. (mel/gus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »